Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 19


__ADS_3

Elin berjalan melangkahkan kakinya tanpa tahu arah dan tujuannya.


Setelah berjalan selama satu jam Elin tiba di danau buatan yang begitu indah.


"Akhhhhh............" teriak Elin dengan keras mengeluarkan semua kekesalan.


"Dasar..........kenapa semua orang hanya menilai seseorang hanya dari penampilannya." Elin berbicara sendiri


"Kenapa tidak ada yang mau berteman dengan tulus dan tidak memandang status." lanjutnya lagi.


"Dan bisa - bisanya juga aku sangat sial hari ini, kenapa jalan hidupku semakin rumit?dan mengapa baru satu bulan kembali ke negara ini,aku sudah mempunyai musuh?siapa mereka?" tanya Elin pada dirinya sendiri.


Dan tidak jauh dari tempat Elin ada seseorang yang selalu memperhatikan Elin, yang tidak sengaja mendengar teriak Elin dan kebetulan juga dia ada di danau itu untuk menghilangkan rasa penatnya dari kesibukannya yang tiada habisnya.


Dia adalah Allen dan dia mendengar semua perkataan yang diucapkan Elin.


"Sebenarnya kamu siapa?mengapa aku begitu penasaran denganmu?" tanya Allen dalam hati dan melangkah menghampiri Elin namun langkahnya terhenti karena melihat Jhonson menghampiri Elin.


"Hei.....hei....hei....kamu kenapa? kamu baik - baik sajakan? tidak ada yang luka? tanya Jhonson sambil memutar - mutar Elin untuk memeriksa apakah Elin terluka.


"Apakah kita perlu ke rumah sakit?" tanyanya lagi.


"Stop...................." kata Elin sambil menatap Jhonson namun mata Elin sudah mulai berkaca - kaca.


Melihat itu Jhonson langsung memeluk Elin dan seketika itu juga tangis Elin pecah.


"Cup....Cup....Cup." Jhonson menenangkan Elin.

__ADS_1


"Menangislah jika ingin menangis,aku ada disini untukmu." kata Jhonson sambil mengelus kepala Elin dengan Lembut.


Elin hanya menunjukkan sisi lemahnya dan menangis di depan Jhonson saja dan dia juga hanya bersikap manja dengan Jhonson.


"Kenapa kamu datangnya begitu lama?" kata Elin sambil memukul-mukul dada Jhonson


"Kamu tahu mereka mempermalukan aku."lanjutnya lagi


"Mereka juga ingin menculikku." katanya lagi.


"Menculik? Siapa?" tanya Jhonson sambil melepaskan pelukannya dan menatap Elin.


"Aku tidak tahu dan mungkin saat ini Tristan sedang menginterogasi para penculik itu." jawab Elin dan tangisnya sudah berhenti


"Owh......." kata Allen sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Tristan.


"Apa masih butuh pelampiasan?"tanyanya lagi .


"Apa perlu ku temanin?" tanya Jhonson lagi.


"Apa kamu yakin ingin menemaniku?" tanya balik Elin.


"tentu saja." jawab Jhonson


"Klu begitu hari ini kamu temanin aku jalan kemanapun aku mau dan hp harus di non aktifkan."


"Baiklah Tuan Putri." Kata Jhonson sambil mengacak rambut Elin.

__ADS_1


"Tapi,sebelumnya ijinkan aku mengirimkan pesan kepada Bang Raja." pinta Jhonson sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Raja bahwa Elin sudah bersamanya dan baik-baik saja.


"Sudah selesai?" tanya Elin


"Sudah, mari kita pergi." Ajak Jhonson sambil menonaktifkan ponselnya dan memasukannya ke dalam saku celananya.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, sementara Allen yang memperhatikan dan mendengar percakapan Elin dan Jhonson timbul begitu banyak pertanyaan dibenaknya terutama ada hubungan apa antara Elin dan Jhonson.Melihat kedekatan antar Elin dan Jhonson membuat hatinya sakit.


Tak berapa lama setelah Elin dan Jhonson pergi, Dia pun meranjak meninggalkan Danau itu yang menjadi tempat mencari ketenangan dikala dia mempunyai masalah dan ketika dia sedang jenuh dengan kesibukannya.


Sementara di markas RAD......


"Ting........."sebuah pesan masuk ke ponsel Tristan ketika dia sedang menginterogasi para penculik itu.


"Ha........" Tristan menghela napasnya ketika membaca pesan dari Jhonson (JELASKAN TENTANG RENCANA PENCULIKAN NONA ELIN DAN DALAM WAKTU SATU JAM AKU INGIN TAHU SIAPA DALANGNYA) begitulah isi pesan dari Jhonson.


"Dasar.........." Tristan kembali melayangkan tinjunya kesalah satu penculik menumpahkan kekesalannya dan belum ada dari mereka yang membuka mulut padahal Jhonson ingin hasilnya dalam satu jam lebih kejam daripada permintaan Elin yang meminta hasilnya besok pagi.


Hai........hai.........hai.......


Maafkan aku yang jarang Up karena akhir-akhir ini kerjaan Aku lagi banyak bangat dan gak boleh ditunda-tunda


tapi Author usahain Up walaupun gak tiap hari ya... 😁😁


Tapi setelah kerjaan Author beres nanti diusahain Up tiap hari ya...


terimakasih dan jangan lupa tinggalin jejak ya.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2