Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 16


__ADS_3

Di dalam mobil menuju Restaurant....


"Kapten......." panggil Pengawal dan sebut saja namanya Tristan...


"Hmmm......." jawab Elin


"Kapten yakin pergi ke Restaurant dengan penampilan seperti itu?" tanya Tristan


Elin pun melihat penampilannya yang saat ini sangat berantakan, baju yang kotor ada sedikit cipratan darah akibat perkelahian tadi.


Elin melihat ada toko grosir pakaian di seberang jalan yang mereka lewati dan dia pun meminta Tristan untuk menghentikan mobilnya.


"Hentikan mobilnya Tris..."Perintah Elin dan seketika itu juga Tristan menghentikan mobil itu.


"Diseberang jalan sana ada toko grosir pakaian, tolong kamu belikan celana pendek dan kaos pink yang di pajang paling depan itu." kata Elin kepada Tristan


"Tapi........" kata Tristan tetapi ucapannya langsung dipotong oleh Elin.


"Kamu tahu aku tak suka bantahan." ucap Elin dingin.


"Baik Kapten...."Tristan pun buru - buru keluar dari mobil dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Elin.


"Dasar.......memang tak ada yang sebaik Bryan,aku rindu Dia." Elin berbicara sendiri.


Saat ini dia sangat merindukan asistennya itu ketika berada di negara X.


Bryan memang beda dari yang lain, asisten yang paling mengerti Elin dan paling mengerti apa yang dibutuh Elin. Bryan pasti telah menyediakan segalanya sebelum Elin menyuruhnya.


"Sepertinya aku harus menyuruh dia datang kesini." lanjutnya lagi sambil meronggoh tasnya untuk mengambil hp namun hp itu telah pecah akibat tendangan dari salah satu pria berbadan besar tadi.


"sial.....itu anak koq lama banget." gerutu Elin namun tak berapa lama Tristan pun kembali membawa kantong kresek dan mengetuk pintu belakang tempat Elin duduk dan Elin pun membuka kaca mobil itu.

__ADS_1


"kenapa lama sekali?" tanya Elin


"Maaf Kapten.....ketika membayar tadi harus antri." jawab Tristan sedikit takut dan sambil menyerahkan kantong kresek yang ada ditangannya.


"Baiklah,kamu tunggu sebentar." kata Elin sambil menutup kaca mobil itu dan mengganti pakaiannya.


"Masuklah,aku sudah selesai." ucap Elin kepada Tristan.


Tristan pun kembali duduk di depan kemudi dan mulai melanjutkan perjalanan mereka.


"Apa aku boleh meminjam Hpmu?" tanya Elin


" Tentu saja boleh Kapten." jawab Tristan sambil menyerahkan hpnya kepada Elin


Elin pun menekan nomor Bryan dan terhubung.


("Hallo...." ) jawab Bryan


("Hallo Bryan") balas Elin


("Kapten ada dimana?Apakah Kapten baik-baik saja? Kami semua sedang khawatir disini karena Kapten tidak dapat dihubungi.") lanjut Bryan lagi.


("Kalian tak usah khawatir,aku baik - baik saja untungnya bantuan datang tepat waktu.") kata Elin menenangkan Bryan


("Syukurlah Kapten.") Bryan


("Apakah kamu mau datang ke negera S dan bekerja untukku sebagai asistenku dan sekaligus Pengawalku? Jika kamu bersedia aku akan memintanya kepada Jenderal Sam.") tanya Elin


(" Dengan senang hati,aku bersedia kapten tapi beri aku waktu satu minggu untuk menyelesaikan pekerjaanku disini.") jawab Bryan dengan senang karena sebenarnya dia juga ingin sekali mengikut Elin kemana pun Elin pergi namun Elin tak pernah mengajaknya dan akhirnya Bryan hanya pasrah dan merelakan atasannya itu.


(" Baiklah,sesuai keinginanmu dan tolong sampaikan kepada Jenderal Sam bahwa aku baik - baik saja dan aku yakin saat ini dia seperti cacing kepanasan, mondar-mandir kesana kemari dan emosinya tidak menentu karena aku tidak dapat dihubungin.") kata Elin

__ADS_1


("Baik Kapten dan tunggu aku satu minggu lagi aku akan menemuimu.") kata Bryan


(" Oke...aku akan menunggumu.") kata Elin dan memutuskan panggilannya.


Sementara itu Bryan dengan hati yang senang pergi ke ruangan Jenderal Sam dan setelah mengetuk pintu Bryan langsung.


Dia melihat pemandangan persis dengan apa yang dikatakan oleh Elin.


Bryan pun langsung dicerca dengan berbagai pertanyaan.


"Bagaimana.....? Apakah kamu mendapat informasi tentang Elin? Apakah dia baik-baik saja?Dia tidak terlukakan?" tanya Sam secara beruntun dan tidak sabaran.


"Tenang Jenderal......" kata Bryan namun ucapannya terpotong oleh amarah Sam


"Bagaimana aku bisa tenang,Elin dalam bahaya dan tak tahu khabarnya dimana. Para Pengawal itu pun tak ada yang bisa dihubungi." Amarah Sam mulai memuncak


"Kapten Elin baik - baik saja." kata Bryan dan seketika itu juga amarah Sam mereda


"Kamu Yakin?" tanya Sam lagi


"Ia Jenderal, baru saja Kapten Elin menelpon saya dan menyuruh saya menyampaikannya kepada Anda bahwa dia baik-baik saja." jelas Bryan


"Syukurlah." kata Sam


"Tetapi kenapa dia tak menghubungiku dan malah menghubungimu?" tanyanya lagi


"Kapten Elin ada sedikit urusan dengan saya dan dia menggunakan nomor lain untuk menelepon saya, kemungkinan hpnya rusak sehingga kita tidak dapat menghubungi dia."jawab Bryan


"Urusan apa?" tanya Sam lagi


"Maaf Jenderal untuk itu saya tidak dapat menjelaskannya,biarkan Kapten Elin sendiri yang langsung berbicara kepada Anda." jawab Bryan

__ADS_1


"Baiklah.." Sam


"Klu begitu, saya pergi dulu Jenderal." kata Bryan sambil memberikan penghormatan dan meninggalkan Sam.


__ADS_2