
Di Restaurant.....
Tristan membukakan pintu mobil untuk Elin.
" Kamu bisa kembali ke markas, dan ingat besok hasilnya sudah aku terima." kata Elin kepada Tristan sambil keluar dari dalam mobil.
"Baik Kapten." jawab Tristan
Elin pun berlalu memasuki Restaurant meninggalkan Tristan,setelah Tristan melihat Elin masuk ke dalam.
Dia pun pergi meninggalkan tempat itu menuju markas mereka untuk melakukan tugasnya.
Sementara Elin, ketika memasuki Restaurant semua mata tertuju kepadanya, apalagi setiap pelayan merasa tidak suka melihat Elin yang hanya menggunakan kaos dan celana pendek.Menurut mereka Elin hanyalah orang biasa dan bukan orang-orang berduit yang sok-sok an mau makan di Restaurant itu yang berkelas Restaurant Bintang 5.
Ketika Elin ingin menduduki salah satu meja,tiba-tiba seorang pelayan menghampiri dia.
"Maaf,jika Anda tidak memiliki uang sebaiknya Anda sekarang pergi!" ucap pelayan itu merendahkan Elin
"Anda tahu darimana saya tidak memiliki uang?" tanya Elin yang masih dengan sabar menghadapi pelayan itu.
"Dari pakaian Anda!" kata pelayan itu sambil melihat penampilan Elin mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Elin pun menundukkan kepalanya untuk melihat penampilannya, dia berpikir tidak ada yang salah dengan penampilannya.
"Apa yang salah?' tanyanya sambil mengedikkan bahunya.
"Tidak ada orang-orang yang berpenampilan seperti Anda datang ke Restaurant kami jadi jangan permalukan diri Anda dan saya masih baik untuk memperingatkan Anda." kata pelayan itu dengan kasar dan disini emosi Elin mulai tersulut tetapi dia masih dapat menahannya.
"Lihat disekeliling Anda, pakaian yang mereka gunakan semua pakaian bermerek dan berkelas." kata pelayan itu sambil menunjuk sekeliling mereka yang penuh dengan orang-orang kaya yang saling memamerkan kekayaan mereka dan inilah salah satu rencana Elin datang ke Restaurantnya dengan menggunakan baju yang biasa saja untuk melihat bagaimana cara kerja dan pelayanan di Restaurantnya itu.
__ADS_1
"Bisakah kamu panggilkan Manajer Anda?" pinta Elin
"Untuk apa,hasilnya pasti sama saja." kata pelayan itu dengan ketus
"hah..............."Elin menarik nafasnya untuk menahan emosinya namun tiba-tiba seorang Pria datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini?' tanya Pria itu
"Begini Pak....." kata Pelayan itu dan menjelaskan apa yang terjadi dan itu hanya pemikirannya saja.
"Dan dia ingin bertemu Bapak." lanjut pelayan itu.
"Maaf nona sebelum timbul masalah yang tidak diinginkan silahkan Anda keluar."kata Pria itu yang tak lain adalah manajer di Restaurant itu.
"Bisa Bapak menghubungin Jhonson Aditama? atau Bisakah Saya meminjam Telepon Bapak?"pinta Elin dengan sopan walaupun saat ini emosinya tidak menentu.
"Hp saya sedang rusak."sambil mengeluarkan hpnya dari tas dan menunjukannya.
Seketika pelayan dan manajer itu terkejut melihat hp Elin yang keluaran terbaru yang harga hampir mencapai ratusan juta.
Manajer itu pun menelan ludahnya kasar dan mengingat sesuatu
"Apa ini orang ini yang dikatakan oleh Pak Jhonson?" Manajer itu berbicara di dalam hati
Sebenarnya Jhonson sudah memperingatan setiap manajer Restaurant dan Butik bahwa ada seseorang yang
datang memeriksa setiap pekerjaan mereka dengan cara yang tidak biasa tapi dia tidak menyangka caranya akan seperti ini.
Manajer itu pun mengambil hpnya dan menekan nomor Pak Jhonson dan terhubung.
__ADS_1
"Hallo Pak........" kata Manajer itu tetapi sebelum melanjutkan ucapannya Elin sudah mengambil Hp itu dari tangannya.
"Dalam waktu 10 menit aku tunggu di Restaurant Lio&Lia." Perintah Elin langsung mematikan telepon dan memberikannya pada manajer itu.
Sementara Jhonson hanya bisa menggerutu dan menyumpah serapahi sifat bosnya itu yang seenaknya saja memerintah tanpa melihat keadaan dan akhirnya dengan terpaksa dia pun menghentikan rapat dan terburu-buru keluar gedung dan memasuki mobilnya...
Drrtttt......Drrrtttt.....Drrrttttt......
Hpnya bergetar ketika ia hendak menhidupkan mobilnya
"Siapa lagi sih." gerutu Jhonson sambil merogoh Hpnya dan tertera nama Raja
(Ada apa bang) kata Jhonson ketika dia sudah menekan tombol hijau
(Apa kamu tahu Elin dimana, hpnya tidak dapat dihubungi dan dia mengirim sinyal bahaya) tanya Raja
(Elin sedang di Restaurant Lio&Lia bang dan aku kan menyusulnya kesana) jawab Jhonson
(Syukurlah,setelah kamu bertemu dia tolong kamu khabari bagaimana keadaannya karena saat ini aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku) kata Raja dan bernapas lega karena saat ini dia mengetahui dimana adik perempuannya itu berada.
(Baik bang,kalau begitu aku matikan dulu) Jhonson
(Ok...Kamu hati - hati) kata Raja sambil menutup teleponnya
Jhonson pun menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke Restaurant sebelum bosnya itu mengamuk.
__ADS_1