Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 8


__ADS_3

Sementara dua orang yang sedang berdebat diruangan wakil CEO itu tak menyadari kedatangan dua orang tamu penting itu,ntah apa yang mereka perdebatkan sehingga melupakan segalanya bahkan pintu ruangan itu pun tidak tertutup sehingga jelas terlihat oleh Allen dan David yang keheranan melihat tingkah mereka berbeda dengan Maria,dia sudah biasa melihat kejadian seperti itu.


" Maaf Pak, Bapak Allen sudah datang." Maria berbicara dan menghentikan perdebatan dua orang bosnya itu yang seperti bocah ketika sedang bersama.


"Eh maaf kan saya Pak Allen,silahkan masuk ." ajak Jhonson kemudian mempersilahkan Allen dan David duduk.


Sementara mata Allen selalu tertuju kepada Elin yang merasa pernah bertemu ntah dimana tetapi dia lupa.


*Sadar Allen dia itu penolong...😂😂


"*Perkenalkan dia Asisten Pribadi saya nona Elin." Jhonson memperkenalkan Elin dan Elin pun mengulurkan tangannya kepada David dan Allen.


" Elin...." sambil menjabat tangan Allen


setelah beberapa menit tangan Elin tak dilepas juga oleh Allen,ternyata oh ternyata dia sedang larut dalam pikirannya sendiri.


" Apakah kamu perempuan itu dan hatiku juga berkata seperti itu,tapi penampilanmu sekarang berbeda dengan kemaren dan tadi.sekarang kamu begitu cantik dan angun." batin Allen.


Bagaimana tidak berbeda,sekarang Elin menggunakan baju gaun motif bunga yang panjangnya hanya sebetis rambutnya diurai menambah aura kecantikannya berbeda pada saat dia membawa moge nya yang menggunakan kaos lengan panjang dan celana jeans hitam.

__ADS_1


Jangan ditanya ya mengapa sekarang Elin berpenampilan angun pastinya tadi dia ganti baju sebelum ketemu clien, ngak enak dong kelihatannya klu ketemu clien hanya dengan baju santai padahal di kantor nanti dibilang gak sopan.. 😅😅 *pikiran author saja


"* Hmmm....maaf pak jangan memandang saya terus,nanti Bapak jatuh cinta dan tangan saya..." kata Elin sambil melihat ke arah tangannya dan memecahkan lamunan Allen.


"Eh...maaf." Allen menjadi gugup dan salah tingkah mendengarkan ucapan Elin.


nyatanya ada sedikit getaran dihati Allen saat melihat dan menyentuh tangan Elin.


Berbeda dengan Jhonson yang terkejut mendengar omongan Elin yang tak biasanya bisa bercanda dengan orang yang baru dikenalkan dan pertama kali bertemu.


Sedangkan David keheranan melihat tingkah Allen.


" Apakah kita bisa memulai rapat kita sekarang?" tanya Jhonson.


Mereka pun memulai rapat mereka,membahas kerjasama mereka yang akan membangun hotel dan taman bermain baru di kota A dan setelah lama berdebat akhirnya mereka berada dikesepakatan yang sama.


Namun ada kejanggalan dibenak Allen dan David mengapa setiap ide dan syarat harus melalui persetujuan Elin dulu baru Jhonson akan menyetujuinya juga mereka berpikir yang bos sebenarnya siapa Elin atau Jhonson.


Ya nyatanya memang Elinlah bos cuma dia aja yang gak mau ngaku... 😂😂 dasar Elin

__ADS_1


Dan akhirnya pun mereka menandatangani kontrak kerjasama.


" Terimakasih Pak Jhonson dan semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar." kata Allen sambil menjabat tangan Jhonson


" sama-sama Pak Allen." balas Jhonson


" Klu begitu kami permisi dulu." kata Allen sambil berjalan meninggalkan ruangan diikuti Jhonson dan Elin mengantar keduanya.


Di dalam mobil Allen....


"Apakah kamu melihat ada kejanggalan tadi Al?" tanya David dengan bahasa yang tidak formal karena sudah waktu jam makan siang karena diluar jam kerja David akan bicara seperti itu kepada Allen.


" Kamu merasakannya?" tanya balik Allen


" Sepertinya ada yang tidak beres." jawab David.


" Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan,aku ingin semua informasi tentang Elin dan aku merasa dia perempuan yang waktu itu." kata Allen


"Baik Al." David

__ADS_1


"Mari kita makan siang dulu. " ajak Allen


Mereka pun singgah ke salah satu restourant bintang 5 untuk menyantap makan siang mereka.


__ADS_2