
Setelah mendapat laporan dari Jhonson bahwa Elin baik-baik saja dan saat ini para penculik ada di markas RAD, Dia langsung memutar kemudinya ke arah markas.
Sesampainya di markas semua para pengawal yang ada disana menunduk hormat kepada Raja.
" Dimana mereka?" tanya Raja kepada salah satu Pengawal yang berjaga.
" Di ruang penyiksaan Tuan." Jawab pengawal itu.
Raja pun berjalan ke arah ruang penyiksaan dan melihat Tristan sedang menyiksa salah satu dari penculik.
"Apa hasilnya telah kamu dapat?" tanya Raja dan ketika mendengar suara itu Tristan langsung berhenti dan menghampiri Raja.
"Belum Tuan." jawab Tristan sambil menundukkan badannya.
"Sampai sejauh ini?hasilnya belum ada?" tanya Raja dengan nada yang dingin.
"Maafkan kami Tuan, satu pun dari mereka belum ada yang mau membuka mulut.Mereka terlalu setia kepada Tuannya."Jawab Tristan dengan menundukkan kepalanya karena sedikit takut dengan aura yang saat ini dikeluarkan oleh Raja.
Raja memang memiiki sifat yang Ramah dan penyayang namun dibalik itu semua Raja memiliki sifat yang kejam bahkan lebih kejam dari Elin.Raja tidak akan segan - segan menghancurkan bahkan sampai membunuh jika dia dan keluarganya diusik oleh orang lain apalagi sampai membahayakan nyawa dan seperti saat ini aura membunuhnya sudah muncul.
"Berikan aku pistolmu." kata Raja kepada Tristan
Tristan pun memberikannya kepada Raja.
"Apa kamu tidak takut mati?" tanya Raja dengan dingin kepada salah satu penculik itu.
"Tidak,lebih baik kamu bunuh aku sekarang." jawab salah satu penculik itu.
"Baiklah........" kata Raja dan mulai mengarahkan pistol itu tepat di kening salah penculil itu.
"Jika kalian semua tidak ada yang membuka suara,nasib kalian semua juga akan sama seperti dia."kata Raja dan mulai menarik pelatuk pistol itu namun belum sempat dia melepaskannya Elin pun datang.
__ADS_1
"Stop bang........." teriak Elin menghentikan Raja.
Seketika itu juga Raja menghentikannya dan menatap Elin.
"Kenapa kamu menghentikanku?" tanya Raja dengan nada yang kesal.
"tak perlu mengotori tangan abang hanya karena orang-orang seperti mereka." jawab Elin sambil tersenyum dan senyuman itu mampu meredakan amarah Raja.
"Abang serahkan saja mereka kepadaku."lanjut Elin lagi.
"Baiklah." kata Raja dan melangkah mundur.
"Hai..........apakah kalian mengenalku? tanya Elin sambil tersenyum.
"Ha.......tentu saja kalian mengenalku."Elin menjawab sendiri pertanyaannya.
Jhonson yang melihat tingkah laku Elin hanya bisa tersenyum.
"Jika aku bertanya.....siapa yang menyuruh kalian?apakah kalian mau menjawabnya?" tanyanya lagi.
Melihat itu semua Jhonson dan Raja menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran dengan Elin seorang Kapten dan Agen terbaik tapi menginterogasi orang dengan cara seperti itu. Seperti orang bercanda.
Tapi beda halnya dengan Tristan yang sudah pernah melihat Elin menginterogasi dengan cara seperti itu.
"it's time for the show to start." gumam Tristan dalam hati.
"Tetapi jika aku menunjukkan ini apakah kalian akan diam saja." kata Elin dengan dingin.
"Tristan....." panggil Elin.
Setelah mendengar panggilan dari Elin,Tristan memutar setiap foto para keluarga dari penculik itu yang baru saja dikirimkan oleh Bryan.
__ADS_1
Ternyata Elin sudah menduga hal seperti ini akan terjadi sehingga dia meminta Bryan untuk menelurusi setiap keluarga dari para penculik itu.
Setelah melihat setiap foto yang diputar di layar para penculik itu seketika merasa gusar.
"Kalian Yakin,kalian akan diam saja?" tanya Elin dengan nada dingin.
"Baiklah.....Tetapi nona harus berjanji tidak menyakiti keluarga kami." pinta dari salah satu penculik.
"Saya janji." kata Elin.
" Kami hanya diperintah oleh bos kami untuk menculik nona."
"Dia adalah Tuan Baron." kata salah satu penculik itu
"Baron Fang? bos dari Geng Fang?" tanya Elin.
"Betul nona." jawab salah satu penculik itu.
"Owh..........ternyata dia masih berulah." kata sambil tersenyum devil.
"Tristan lepaskan mereka semua." perintah Elin.
"Baik Kapten." Tristan pun melepaskan mereka semua.
"Kamu gila ya dek." kata Raja kepada Elin sedangkan Jhonson hanya diam saja.
"Abang tenang saja, serahkan urusan ini kepadaku." Jawab Elin
Setelah beberapa menit para penculik itu meninggalkan Markas RAD
"Ikuti mereka." kata Elin kepada Tristan
__ADS_1
Tristan pun menyuruh beberapa bawahannya untuk mengikuti para penculik itu
"Berani mengganggu Kapten Rade,rasakan Akibatnya."gumam Tristan