Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 34


__ADS_3

"Hai................hai...............hai.............tuan putri." teriak Jhonson ketika memasuki ruangan rawat Elin.


"Sudah waktunya bangun dari tidur panjangmu." lanjutnya lagi dan melangkah mendekati Elin yang dengan damainya terlelap bersama mimpi indahnya tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.


"Percuma." sahut Rasty sambil memutar bola matanya yang jengah dengan tingkah Jhonson yang berteriak-teriak tak jelas.


"Mau berteriak sekencang dan sekuat apapun kak Elin gak akan bangun yang ada kuping aku yang jadi budek." kata Elin dengan kesal.


"hehehehehe....." Jhonson hanya tertawa


"Dasar....."....


"Klu begitu aku titip kak Elin,aku harus segera kembali karena ijin cutiku sudah habis."kata Rasty sambil mengambil tasnya.


"Ngapain juga kamu mikirin, Perusahaan itu juga punya kamu." kata Jhonson dengan cueknya.


"Ishhhhh.......Bang Jhonsonkan tahu rekan kerjaku tidak ada yang tahu siapa aku yang sebenarnya dan aku pun tidak mau mereka mengetahui siapa aku yang sebenarnya." kata Rasty


"Baiklah.....lakukanlah sesukamu asalkan kamu merasa nyaman." kata Jhonson yang tak ingin berdebat


"Kalian semua memang sama saja." lanjutnya lagi.


"Aku pergi dulu...." kata Rasty dan meninggalkan ruangan itu.


"Hati-hati, beri khabar ketika kamu telah sampai." kata Jhonson dan terus memperhatikan Rasty sampai sosoknya hilang dan tidak terlihat lagi.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sampai kapan kamu akan tertidur seperti ini Bos?" kata Jhonson sambil mencubit hidung Elin.


"Ishhh......." Elin membuka matanya dan cepat-cepat menepis tangan Jhonson.


"Kamu ingin membunuhku ya?" kata Elin kemudian duduk dan menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya.


"Habis betah banget tidurnya, ngak pegal apa?" tanya Jhonson.


"Tentu saja pegal, kamu pikir aku betah seperti ini, tapi demi keberhasilan rencana kita aku rela seperti ini." jawab Elin


"Rencanamu saja, klu aku hanya ikut-ikutan saja dan mengikuti semua perintah atasan sebagai bawahan yang baik." kata Jhonson dengan malas yang harus mengikuti rencana bodoh bos dan sekaligus sahabatnya itu yang harus berpura-pura koma demi menarik Abangnya Raja untuk mulai bekerja di RAD Company dan meninggalkan Mahendra Group.


"Bagaimana? Apakah berhasil?" tanya Elin


"Pastinya, dalam 2 hari ini bang Raja akan mengurus semua pekerjaannya di Mahendra Group kemudian dia akan bergabung dengan kita." jawab Jhonson


"Trus, apakah kamu sudah menemukan orang nya?" tanya Elin lagi


"Belum, saat ini Bryan sedang menyelidikinya dan semua bukti mengarah ke Direktur Perencanaan." jawab Jhonson.


"Proyek itu memang tidak terlalu besar dan berkat hal itu kita bisa menarik bang Raja tetapi apa pun ceritanya aku tidak menyukai seorang penghianat dan setelah terbukti jika dia adalah penghianatnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan." kata Elin dengan nada dingin.


"Baik.....aku mengerti." kata Jhonson sambil menelan ludahnya merasakan aura Elin saat ini seperti aura pembunuh yang siap memangsa musuhnya.

__ADS_1


"Entah apa yang dipikirkan orang itu, sehingga dia berani menghianati Elin." kata Jhonson dalam hati sambil membayangkan hukuman yang akan diterima penghianat itu dan kemudian menggedikkan bahunya mengingat hukuman yang diterima penghianat-penghianat sebelumnya.


Ada yang dikirim ke pedalaman tanpa akses apa pun, ada yang kesepuluh jarinya dipotong,ada pula kedua kakinya ditembak dan mengalami lumpuh, ada yang dijebloskan ke penjara seumur hidup bahkan ada yang menjadi santapan binatang buas.


Tok.....Tok.....Tok.......


Pintu ruangan Elin di ketuk dan seketika itu Elin dan Jhonson saling menatap.


Mereka berpikir siapa yang datang dan mereka tak ingin ketahuan bahwa Elin hanya berpura-pura koma saja dan buru-buru Elin langsung berbaring kembali dan menutup matanya berpura-pura kembali.


Sedangkan Jhonson duduk di sofa sambil memainkan Ponselnya.


Hei.....hei...... 😃😃😃


Author kembali lagi,setelah sekian lama ngak up..


Sebenarnya Author sedang dilema


Antara ingin melanjutkan cerita ini atau ngak karena pekerjaan dan urusan dunia nyata selalu saja mendesak harus segera diselesaikan.


Jadi Author putuskan akan melanjutkan cerita ini tapi upnya suka-suka Author aja ya 😁😁


Kapan Author sempatnya aja..


Terimakasih dan silahkan tinggalkan jejak.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2