Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 7


__ADS_3

“Bunda……..” Jhonson langsung berlari memeluk Aleeya ketika melihat Aleeya sedang duduk di ruang tamu bersama Raja,Safa dan kedua cucunya.


”Cuih…..dasar bocah,ingat umur udah tua.” Ejek Elin ketika melihat tingkah Jhonson yang seperti anak kecil kepada Bundanya.


”Rasty mana Bunda?” tanya Elin.


”Dia sedang keluar bersama teman-teman SMP nya katanya Reunian.” jawab Aleeya.


Sedangkan wajah Jhonson berubah ada sedikit rasa kecewanya yang dia rasakan karena Rasty tak ada di rumah padahal tujuan utamanya ke rumah itu adalah untuk bertemu dengan Rasty yang sudah lama dia Rindukan karena dia mencintai Rasty dalam diam dan tak berani mengungkapkannya,ntah sejak kapan rasa itu tumbuh.


”Kalian pasti laparkan,mari kita makan malam..”Ajak Aleeya


Mereka pun pergi menuju ruang makan dan menikmati makan malam mereka,selesai makan malam Jhonson pamit untuk pulang.


Beberapa minggu kemudian…….


Seorang pria yang  sedang duduk di kursi kebesarannya yang sedang memijat kepalanya yang menghadap langit-langit ruangannya,beberapa hari ini dia disibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk sehingga membuat dia kelelahan dan sedikit pusing karena kurang tidur,tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk.

__ADS_1


“tok…tok… tok…”


Pintu pun terbuka


”Selamat pagi Bos..” sapa David sambil menunduk memberi hormat kepada atasannya itu


”Apa kamu telah menemukannya?” tanya Pria itu.


”Maafkan saya bos,saya belum menemukannya.Ntah mengapa dia begitu sulit dilacak.” David sedikit memnunduk menjawab pertanyaan bosnya itu karena tugas yang diberikan tidak dapat dia selesaikan.


”Apa jadwalku selanjutnya?” tanyanya lagi ke David.


”Satu jam lagi kita akan ada pertemuan dengan RAD Company membahas kerjasama kita yang ada di kota A.” jawab David


”Baiklah,ayo.” kata pria itu sambil berdiri dan melihat jam tangannya.


Mereka keluar dari ruangannya menuju lift khusus petinggi ,setelah sampai di lobi semua mata tertuju kepada mereka,bagaimana tidak pria itu yang memiliki tinggi badan diatas rata-rata dan tubuh yang atletis ditambah dengan wajah yang ganteng tapi sayangnya wajah itu begitu dingin tetapi itu tak membuat kaum hawa berhenti menganguminya, dia adalah Gallen Julian Mahendra CEO dari Mahendra Group dan David adalah Sahabat sekaligus Asisten dan kaki tangannya yang mengurus segala kebutuhan dan pekerjaannya dia juga tak kalah ganteng dari Allen bahkan wajahnya lebih dingin dari Allen dan orang yang ditakuti setelah Allen di Mahendra Group.

__ADS_1


Di depan RAD Company…


Setelah sampai didepan RAD Company,David membukakan pintu mobil untuk Allen


dan Allen melihat seorang perempuan menurunin mogenya dan melepaskan helm fullface kemudian menyerahkannya kepada satpam yang sedang bertugas,sayangnya perempuan itu memakai masker dan berlari terburu-buru sehingga Allen tak sempat melihat wajahnya.


”Perempuan itu…..”Allen pergi mengejarnya tapi sayangnya perempuan itu tak terlihat lagi dan menghilang ntah kemana.David yang kaget melihat bosnya yang tiba-tiba berlari segera mengejarnya dan bertanya.


”Bos kenapa?” tanya David


”Sepertinya aku melihat perempuan itu Dav,masuk kedalam gedung ini tapi ntah hilang kemana.”jawab Allen


”Mungkin bos salah lihat,tak mungkin dia ada disini karena bos terlalu ingin bertemu dengannya sehingga setiap perempuan yang membawa moge bos anggap perempuan itu.” kata David menenangkan bosnya dan Allen pun hanya diam tak menimpali lagi perkataan sahabat dan sekaligus Asistennya itu.


”Bapak Allen…..” seseorang perempuan memanggilnya dan Allen pun menoleh.


”Perkenalkan nama saya Maria sekretaris  Bapak Jhonson, Silahkan lewat sini Pak,wakil CEO Jhonson sudah menunggu diruangannya.” kata maria mengajak Allen dan David menuju Lift khusus tamu.

__ADS_1


__ADS_2