
Elin mendekat ke arah Jenderal Sam,kini mereka telah berhadapan dengan posisi Sam masih duduk di kursi kebesarannya dan Elin berdiri di depan Meja Sam.
“Jangan pura2 bodoh Jenderal Sam,Anda tahu kenapa aku datang menemuimu.”ucap Elin dingin.
Sam berdiri dari kursinya dan menghampiri Elin,Sam memegang pundak Elin dengan kedua tangannya dan bertanya dengan lembut kepada Elin “Kamu kenapa adikku sayang? Tak seperti biasanya kamu berbicara dingin dan formal seperti ini kepadaku sayang,kita hanya bertiga disini.” Sam melirik kearah Bryan dengan tatapan tajam dan dingin.
“matilah aku,kenapa aku terjebak diantara 2 abang beradik ini yang sama2 keras kepala.Siapa pun tolong aku.” Batin Bryan.
“Apa yang kamu katakan kepada Adikku Bryan?” tanya Sam dan memecahkan lamunan Bryan
“Saya hanya mengatakan apa yang Anda sampaikan Jenderal.” jawab Bryan.
”Tak usah menyalahkan Bryan,yang salah itu Abang yang tak menepati janjinya.”Ucap Elin
“Janji apa sayang, sepertinya aku tak pernah menjanjikan sesuatu kepadamu,apakah ini tentang surat pengunduran dirimu dari organisasi?”tanya Sam
“Iya.” Elin menjawab dengan singkat.
“Sepertinya aku tidak ada berjanji akan menyetujuinya,kemaren saat kita membuat kesepakatan itu aku tidak ada berjanji untuk menyetujuinya,aku akan mempertimbangkannya itu kata yang ku ucapkan.”kata Sam
Elin hanya diam dan mengingat2 apa yang dikatakan Sam,setelah Elin mengingatnya “aku memang bodoh,seharusnya aku membuat perjanjian hitam diatas putih dan tak ada gunanya juga berdebat dengan dia, sepertinya aku hanya bisa menyetujui keinginannya.” Batin Elin
“Bagaimana adikku sayang,apakah kamu menyetujuinya? Ini perlakuan khusus yang kuberikan kepadamu, cuti selama yang kamu mau dengan syarat yang telah kita tentukan.” kata Sam
“Baiklah,terserah Jenderal Sam saja,lagian tak ada gunanya aku berdebat dengan orang yg keras kepala sepertimu.” Jawab Elin
“Kalian itu sama Kapten.”Batin Bryan yang setia mendengar percakapan sepasang abang beradik itu.
“Ayo kita pergi Bryan,aku lapar dan kamu harus menemani aku makan.”ajak Elin kepada Bryan
__ADS_1
Bryan hanya menurut dan mengikuti Kaptennya tersebut.
“Kenapa aku tidak diajak?” tanya Sam
“Abang makan aja sendiri,aku malas melihat wajahmu dan beberapa hari ke depan jangan harap bertemu denganku.”jawab Elin dan berlalu dari ruangan Sam.
“Aishhhh,kenapa jadi seperti ini,kamu begitu kejam Elin.Tak mengapa nanti aku akan mengatakan kepada Bunda Aleeya kamu mengabaikanku dan siap2 kena omel Bunda.”Sam berbicara sendiri sambil berjalan meninggalkan ruangannya pulang ke rumah menemui Bunda Aleeya.
Di dalam mobil Elin....
"Kamu tahu Bryan?" tanya Elin
"Tidak Kapten." jawab Bryan
"Bagaimana aku bisa tahu,jika kamu belum mengatakannya kapten."lanjutnya lagi walaupun didalam hati.
"Jenderal Sam pasti mengadu ke Bunda,karena aku tadi mengancamnya agar tidak bertemu denganku." kata Elin lagi.
Drttttt....Drttttt....Drttt.... (Anggap ja bunyi dering telpon Elin.. ��)
"Hallo Bunda Sayang,ada.....?" belum sempat dia bertanya,sudah dipotong oleh bundanya.
"Kembali ke rumah sekarang ." bunda Aleeya langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
"Akhhhh,untung Bunda aku klu ngak dah habis ku buat." Gerutu Elin sedikit kesal karena bundanya langsung mematikan panggilannya sebelum dia sempat bertanya.
"Kita kembali ke rumah Bryan." perintah Elin kepada Bryan.
"Baik Kapten." Jawab Bryan sambil memutar kemudi ke arah rumah Elin.
__ADS_1
Sebelumnya di rumah Elin...
Sam sampai di depan rumahnya, keluar dari mobilnya dan langsung berlari ke dalam rumah yang pintunya sudah dibuka oleh penjaga sambil berteriak memanggil Aleeya..
“Bundaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” teriak Sam.
Aleeyaa yang turun dari lantai 2 hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah Sam yang seperti anak kecil padahal umurnya sudah lewat kepala 3, Sam memang memiliki sifat yang hangat di dalam keluarganya dan manja jika bersama orang yang disayanginya tetapi beda lagi ketika dia sedang berada di organisasi Agent Rahasia dan di depan para bawahannya Sam akan bersikap dingin dan Sam juga memiliki sifat darah dingin dan tanpa belaskasih menghancurkan dan membunuh musuh yang mengancam keselamatan orang2 ya disayanginya.
“Ada apa Sam?”tanya Aleeya.
“Tak perlu berteriak seperti itu,ini bukan di hutan.”kata Aleeya lagi sambil berjalan menghampiri Sam.
“Elin Bunda mengancam aku dan tidak mau bertemu dengan aku,bahkan dia tega meninggalkan aku pergi bersama Bryan untuk makan siang berdua.” kata Sam sambil memegang tangan Aleeya.
“Huuuh……” Aleeya menarik napasnya.
“Kalian memang seperti anak kecil dan sama2 keras kepala.” Ucap Aleeya
“Tak bisa kalian menyelesaikan masalah kalian sendiri tanpa Bunda ikut campur di dalamnya,Bunda akan menelpon Elin agar kembali ke rumah.” kata Aleeya lagi, berjalan ke Ruang keluarga sambil menelpon Elin dan dikuti oleh Sam dan disana sudah ada Rasty yang sedang menonton drama Cina kesayangannya.
Rasty melirik ke arah Sam sambil berbisik pelan “Hemmmm……dasar Bayi Besar, dikit2 ngadu.”
Rasty tadi sempat mendengarkan apa yang dikatakan Sam kepada Aleeya.
“Kamu bilang apa Rasty?” tanya Sam
“Tidak ada Abangku Sayang.” jawab Rasty sambil tersenyum lebar
Telinganya begitu tajam padahal aku mengucapkannya sangat pelan.Batin Rasty
__ADS_1
“Baiklah.” kata Sam sambil menghempaskan badannya ke Sofa disamping Rasty.