Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 10


__ADS_3

Kisah Lanjutan…..


Setelah pernyataan rasa sayang nya di sambut baik oleh Melly


pada malam itu. Hari berikut nya mereka lalui selalu dengan komunikasi antara


satu sama lain baik melalui pesan whatsapp atau telfon.


Tok tok tok.. suara ketukan pintu ruangan kerja pak Rama.


“Masuk” ucap pak Rama


“Pagi pa” Ucap Melly ketika sudah masuk keruangan papanya.


“Hei Mel, duduk ada yang mau papa bicarain tentang proyek


kita di kota XX” menatap anak nya yang sudah duduk di hadapannya.


“Kenapa tu pa? apa ada kendala?” tanya Melly dengan


penasaran karna setau nya proyek yang mempertemukan ia dengan Alfin waktu itu


sudah rampung sejak lama.


“Gak kok Mel, gak ada masalah. Cuma papa mau ngelanjutin


aja” mengambil sebuah map di samping laptop nya “Ini tadi atasan nya PT XX ngajak


ngelanjutin proyek itu untuk kota lain. Papa sih udah ngeliatan proposal mereka


dan papa lihat sepertinya itu cukup baik untuk kita ambil. Menurut kamu


gimana?” tanya pak Rama sembari memberikan amplop isi proposal “karna kamu yang


kemarin menangani proyek ini jadi papa yakin kamu pasti bisa untuk melanjutkan


nya”.


Alfin?? Kenapa dia gak


bicarain dulu sama aku ya? Melly


“Hmmm.. Aku rasa sih ini menarik pa, tapi aku belum bisa


bilang mau atau gak dulu pa karna aku harus pelajari proposal ini dulu dan harus


survey tempat nya” sembari membolak balikan kertas proposal didepan nya.


Meskipun ini proposal diberikan oleh perusahaan Alfin tapi


Melly tidak mau tergesa gesa dalam mengambil keputusan. Karna ia sangat


menyadari kalau apapun keputusan nya akan membawa dampak bagi perusahaan nya.


“Yaudah, kamu pelajari aja dulu dan kamu survey aja dulu

__ADS_1


tempat nya. Papa percaya sama kamu” ucap pak Rama karna ia tahu betul kalau


anak nya itu pasti akan mengambil keputusan yang baik untuk perusahaan.


“Yaudah pa, Melly balik ke atas yam au pelajari ini”


Setibanya Melly diruangan nya ia langsung mengambil hp nya


untuk menanyakan tentang proyek tersebut ke Alfin.


“Halo sayang” Alfin


“Hai, sayang lagi sibuk?” tanya Melly.


“Sebentar ya” menjauh kan hp dari telinga dan menyuruh


beberapa staf yang ada di depannya untuk keluar dari ruangan nya “kalian boleh


keluar sekarang nanti kita akan lanjutkan lagi meeting ini”. Staf yang ada


didepannya langsung keluar karna perintah Alfin.


“Ada apa sayang? Tanya Alfin setelah sendiri di ruangan.


“Lagi meeting ya?” mendengar kata kata Alfin tadi “Ntar aja


aku telfon lagi ya” ingin memutup telfon tapi terdengar suara Alfin sebelum ia


mematikan telfon.


Tumben banget kamu telfon aku di jam kerja” heran dan penasaran Alfin karna


biasanya Melly selalu tidak mau ditelfon ketika jam kerja.


“Gini, tadi aku dipanggil papa keruangan nya” belum sempat


Melly melanjutkan kata katanya Alfin yang di sebrang telfon langsung tau arah


pembicaraan kekasih nya itu.


“Oh, jadi kamu udah tau ada proposal ajakan kerja dari


kami?” tanya Alfin.


“Iya.. Ini kamu udah tau? Kok gak cerita sih?”


“Iya taulah kan aku yang mutusi proyek ini mau dipegang sama


perusahaan mana. Dan aku lihat perusahaan kamu cukup kompeten untuk menangani


nya. Kan kamu juga kemaren yang nangani proyek ini di kota XX” penjelasan


Alfin.


“oh,, tapi aku gak bisa kasi jawaban yang cepat ke kamu

__ADS_1


karna aku mau survey lagi tempat nya dan pelajari proposal nya” jawab Melly


sembari mengambil map yang diberikan papanya tadi untuk dipelajari.


“Ya gak apa sayang. Kamu pelajari aja dulu. Kapan kamu mau


survey lokasi nya?” bertanya ke Melly.


“Mungkin besok aku mau pergi kesana karna besok kebetulan


gak ada jadwal di kantor”.


“Sayang mau dianterin gak? Kebetulan aku besok juga gak ada


jadwal di kantor. Aku temeni ya. Aku tau jelas loh tempat nya” ajakan Alfin


berharap bisa menghabiskan waktu bersama Melly.


“Yakin kamu gak ada kerjaan?” bertanya ke Alfin.


“Yakin. Yaudah besok aku jemput kamu ya jam 8 pagi ya kita


berangkat. Kamu bawa sekretaris gak?”


“Gak. Listi mau aku suruh buat proposal balasan. Jadi kalau


aku rasa tempat nya bisa untuk proyek itu aku akan langsung meeting sama staf


kamu”


“Baiklah kalau gitu besok aku jemput ya”


“Oke sayang. Sudah dulu ya, kamu silahkan lanjut meeting


kamu tadi ya. Maaf aku mengganggu. Bye”


“Ya sayang Bye…”


……………………………………………………..


Sore hari matahari sudah perlahan turun dari langit. Sherly


yang sudah lama tak jumpa dengan Melly karna kesibukan nya di rumah sakit akhir


akhir ini, merasa rindu dengan sahabat nya.


“Ketemuan yuk” pesan whatsapp terkirim dengan tujuan Melly.


“Ayuk. Gak ada jadwal lagi emang nya?” balasan dari Melly.


“Gak ada. Jemput ya gue tunggu di lobby” mengetikkan pesan


“sekarang ya” membuka jubah dokter nya dan menagmbil tas nya untuk segera turun


ke lobby.

__ADS_1


__ADS_2