
Melly memang sudah beberapa kali keruma Alfin karena Alfin
menginginkan Melly dekat dengan keluarganya. Sebelum Melly dibawanya kerumah,
Alfin sudah menceritakan tentang Melly ke keluarganya dan mencurahkan isi
hatinya. Betapa ia mencintai Melly dan ia ingin menikah dengan Melly.
Dengan senang hati mama dan papa Alfin menyambut kedatangan
Melly yang mereka anggap sebagai calon menantu mereka. Setelah pertemuan
pertama yang sangat baik itu, Melly jadi sering kerumah Alfin bahkan ketika
Alfin tidak ada karna mama alfin meminta ia datang.
Setelah mengetahui isi hati Sherly ke Alfin, dari saat itu
Melly memutuskan untuk menjauhi Alfin dan keluarganya. Setiap kali mama Alfin
menelfon untuk bertemu, ia selalu mencari alasan.
Karna merasa Melly berubah kepadanya, mama merasa ada yg
salah dengan hubungan Melly dan Alfin. Dan mamanya mencoba bertanya ke Alfin.
Dari hari itu mama tau semua tentang hubungan Melly, Alfin dan Sherly.
“Nak, tante ngerti perasaan kamu. Sudah jangan menangis
lagi. Tante berharap keputusan yang kalian ambil ini yang terbaik. Tapi tante
juga berharap kalau kamu mau memikirkan ini lagi” dengan lembut mama Alfin
membelai kepala Melly yang sedang memeluk nya.
“Iya tante. Terima kasih.”
Setelah obrolan mereka tentang hubungan rumit itu selesai, mereka
mulai membicarakan kegiatan sehari hari. Ditengah obrolan mereka melihat Sherly
turun bersama Alfin.
“Kamu duduk disini dulu ya, aku potongin buah nya dulu” ucap
Sherly ke Alfin sesampainya mereka diruang keluarga. “Tante saya permisi
kedapur boleh? Mau kupasin buah ini untuk Alfin?” tanya Sherly ke mama Alfin.
“Boleh nak, itu dapur nya diujung sana. Ntar minta bibik
bantuin kamu ya.”
“Iya tante.”
Alfin terus menatap Melly sedari Sherly meninggalkan mereka.
Melly yang menyadari tatapan Alfin merasa canggung. Setelah melihat Sherly
menjauh dari mereka , Alfin membuka suarnya.
“Kenapa kamu datang kemari tapi tak mau melihat ku? Untuk
apa datang? Cuma mau mengantarkan nya saja?” ketus Alfin bertanya ke Melly.
“Alfin, gak boleh ngomong gitu. Melly udah jauh loh kemari.”
“Untuk apa dia jauh jauh kemari kalau tidak mau melihatku
__ADS_1
ma? Setidak peduli itu dia sama aku. Datang kemari bertujuan melihat aku tapi
malah asik mengobrol disini sama mama dan membiarkan Sherly naik sendiri. Apa
maksudnya coba.”
“Kalau aku ikut naik, aku akan merasa lebih canggung melihat
kalian berdua. Apa kamu pikir kedatanganku kemari hanya karna mengantarkan
Sherly? Kamu tau gak, aku meninggalkan semua pekerjaanku yang seharusnya aku
kerjakan dan selesai hari ini. Semua aku undur hanya untuk datang kesini. Aku
langsung telfon kamu ketika tau kamu sakit. Terus kamu bilang aku tidak
perduli??”
Kata kata Melly membuat Alfin senang karna setidaknya Melly
masih memiliki raa sayang kepadanya.
“Sudah sudah. Alfin kamu gak boleh gitu nak, hargai dong
usahanya” mama berkata sambil membelai lembut kepala Melly.
“Ta..” baru mau menjawab mamanya, Alfin sudah menutup
kembali mulut nya karna melihat Sherly yang datnag kearah mereka.
“Ini silahkan dimakan” ucap Sherly sembari meletakkan sua
piring berisikan buah yang tadi dipotong nya.
“Terima kasih ya nak. Kamu yang potong sendiri ini?” tanya
mama ke Sherly.
“Iya tante.”
“Gak apa apa tante. Tadi bibik sedang membersihkan dapur
jadi saya kerjakan sendiri aja.”
Alfin masih terus menatap Melly yang berada disamping
mamanya tanpa memperhatikan Sherly yang tengah duduk disamping nya.
“Kamu mau yang mana? Biar aku ambilkan” ucap Sherly
membuyarkan lamunan Alfin.
“Yang mana aja boleh” jawab Alfin sekenanya.
“Kak Melly……….” Terdengar teriakan seseorang diruangan itu yang langsung membuyarkan
keheningan ruang keluarga.
“Vini..” ucap Melly seraya berdiri menyambut kedatangan
Vini.
Vini adalah adik satu satunya Alfin. Vini juga sangat dekat
dengan Melly. Ia merasa terkejut melihat mobil Melly ada dihalaman rumah nya.
Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Melly.
Sesampainya diruangan keluarga ia langsung setengah berteriak memanggil nama
__ADS_1
Melly.
“Kakak apa kabar? Kemana saja? Aku kangen tau. Kenapa pesan
ku sangat jarang kakak balas? Telfon ku juga gak pernah diangkat. Kenapa? Apa
aku melakukan kesalahan sama kakak?” pertanyaan yang bertubi tubi itu
dilayangkan ke Melly setelah mereka berpelukan.
Sherly yang melihat kejadian itu merasa aneh.
Kenapa aku merasa
sepertinya seluruh orang yang berada dirumah ini sangat dekat dengan Melly? Apa
benar hanya karna kedatangan Melly yang sekali kerumah ini bisa membuat mereka
begitu dekat? Atau ada sesuatu yang mereka sembunyikan?
“Baru juga ketemu udah begitu banyak ya pertanyaan kamu” menoel
hidung Vini.
“Iya ni Vin, kamu ini ya. Sana ganti baju kamu dulu” ucap
mama.
“Ayo kak kekamar ku. Ada banyak yang ingin ku tunjukkan.
Sekalian temani aku.”
“Seperti anak kecil saja kamu ini. Sudah pergi ganti baju mu
sendiri” ucap mama.
“Gak apa apa tante. Melly temani Vini keatas dulu ya tan.”
Vini dan Melly menuju lantai atas dengan bergandengan
tangan. Vini anak yang sangat manja. Dan karna ia hanya punya kakak laki laki
jadi dengan kedatangan Melly dihidupnya sudah seperti kakak perempuan baginya.
Segala sesuatu hal mengenai dirinya diceritakan ke Melly.
Alasan perpisahan Melly dan Alfin pun sudah didengar oleh
Vini. Dan dia jadi merasa tambah sayang ke Melly.
“Maaf ya nak, itu adik nya Alfin emang suka begitu. Rada
manja anaknya.”
“Eh, iya tante gak apa apa. Tapi dia begitu dekat dengan
Melly.”
“Iya dia sudah menganggap Melly sebagai kakak nya sendiri”
ucap Alfin yang langsung membuat kaget Sherly.
Melihat tatapan kaget Sherly membuat mamanya mengerti. Mama
berfikir pasti Sherly heran kenapa mereka begitu akrab dengan nya.
“Mama masuk dulu ya. Mau istirahat” mama berpamitan ke
Sherly dan Alfin.
__ADS_1
“Iya ma.”
“Iya tante.”