Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 25


__ADS_3

Melly memang sudah beberapa kali keruma Alfin karena Alfin


menginginkan Melly dekat dengan keluarganya. Sebelum Melly dibawanya kerumah,


Alfin sudah menceritakan tentang Melly ke keluarganya dan mencurahkan isi


hatinya. Betapa ia mencintai Melly dan ia ingin menikah dengan Melly.


Dengan senang hati mama dan papa Alfin menyambut kedatangan


Melly yang mereka anggap sebagai calon menantu mereka. Setelah pertemuan


pertama yang sangat baik itu, Melly jadi sering kerumah Alfin bahkan ketika


Alfin tidak ada karna mama alfin meminta ia datang.


Setelah mengetahui isi hati Sherly ke Alfin, dari saat itu


Melly memutuskan untuk menjauhi Alfin dan keluarganya. Setiap kali mama Alfin


menelfon untuk bertemu, ia selalu mencari alasan.


Karna merasa Melly berubah kepadanya, mama merasa ada yg


salah dengan hubungan Melly dan Alfin. Dan mamanya mencoba bertanya ke Alfin.


Dari hari itu mama tau semua tentang hubungan Melly, Alfin dan Sherly.


“Nak, tante ngerti perasaan kamu. Sudah jangan menangis


lagi. Tante berharap keputusan yang kalian ambil ini yang terbaik. Tapi tante


juga berharap kalau kamu mau memikirkan ini lagi” dengan lembut mama Alfin


membelai kepala Melly yang sedang memeluk nya.


“Iya tante. Terima kasih.”


Setelah obrolan mereka tentang hubungan rumit itu selesai, mereka


mulai membicarakan kegiatan sehari hari. Ditengah obrolan mereka melihat Sherly


turun bersama Alfin.


“Kamu duduk disini dulu ya, aku potongin buah nya dulu” ucap


Sherly ke Alfin sesampainya mereka diruang keluarga. “Tante saya permisi


kedapur boleh? Mau kupasin buah ini untuk Alfin?” tanya Sherly ke mama Alfin.


“Boleh nak, itu dapur nya diujung sana. Ntar minta bibik


bantuin kamu ya.”


“Iya tante.”


Alfin terus menatap Melly sedari Sherly meninggalkan mereka.


Melly yang menyadari tatapan Alfin merasa canggung. Setelah melihat Sherly


menjauh dari mereka , Alfin membuka suarnya.


“Kenapa kamu datang kemari tapi tak mau melihat ku? Untuk


apa datang? Cuma mau mengantarkan nya saja?” ketus Alfin bertanya ke Melly.


“Alfin, gak boleh ngomong gitu. Melly udah jauh loh kemari.”


“Untuk apa dia jauh jauh kemari kalau tidak mau melihatku

__ADS_1


ma? Setidak peduli itu dia sama aku. Datang kemari bertujuan melihat aku tapi


malah asik mengobrol disini sama mama dan membiarkan Sherly naik sendiri. Apa


maksudnya coba.”


“Kalau aku ikut naik, aku akan merasa lebih canggung melihat


kalian berdua. Apa kamu pikir kedatanganku kemari hanya karna mengantarkan


Sherly? Kamu tau gak, aku meninggalkan semua pekerjaanku yang seharusnya aku


kerjakan dan selesai hari ini. Semua aku undur hanya untuk datang kesini. Aku


langsung telfon kamu ketika tau kamu sakit. Terus kamu bilang aku tidak


perduli??”


Kata kata Melly membuat Alfin senang karna setidaknya Melly


masih memiliki raa sayang kepadanya.


“Sudah sudah. Alfin kamu gak boleh gitu nak, hargai dong


usahanya” mama berkata sambil membelai lembut kepala Melly.


“Ta..” baru mau menjawab mamanya, Alfin sudah menutup


kembali mulut nya karna melihat Sherly yang datnag kearah mereka.


“Ini silahkan dimakan” ucap Sherly sembari meletakkan sua


piring berisikan buah yang tadi dipotong nya.


“Terima kasih ya nak. Kamu yang potong sendiri ini?” tanya


mama ke Sherly.


“Iya tante.”


“Gak apa apa tante. Tadi bibik sedang membersihkan dapur


jadi saya kerjakan sendiri aja.”


Alfin masih terus menatap Melly yang berada disamping


mamanya tanpa memperhatikan Sherly yang tengah duduk disamping nya.


“Kamu mau yang mana? Biar aku ambilkan” ucap Sherly


membuyarkan lamunan Alfin.


“Yang mana aja boleh” jawab Alfin sekenanya.


“Kak Melly……….” Terdengar teriakan seseorang  diruangan itu yang langsung membuyarkan


keheningan ruang keluarga.


“Vini..” ucap Melly seraya berdiri menyambut kedatangan


Vini.


Vini adalah adik satu satunya Alfin. Vini juga sangat dekat


dengan Melly. Ia merasa terkejut melihat mobil Melly ada dihalaman rumah nya.


Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Melly.


Sesampainya diruangan keluarga ia langsung setengah berteriak memanggil nama

__ADS_1


Melly.


“Kakak apa kabar? Kemana saja? Aku kangen tau. Kenapa pesan


ku sangat jarang kakak balas? Telfon ku juga gak pernah diangkat. Kenapa? Apa


aku melakukan kesalahan sama kakak?” pertanyaan yang bertubi tubi itu


dilayangkan ke Melly setelah mereka berpelukan.


Sherly yang melihat kejadian itu merasa aneh.


Kenapa aku merasa


sepertinya seluruh orang yang berada dirumah ini sangat dekat dengan Melly? Apa


benar hanya karna kedatangan Melly yang sekali kerumah ini bisa membuat mereka


begitu dekat? Atau ada sesuatu yang mereka  sembunyikan?


“Baru juga ketemu udah begitu banyak ya pertanyaan kamu” menoel


hidung Vini.


“Iya ni Vin, kamu ini ya. Sana ganti baju kamu dulu” ucap


mama.


“Ayo kak kekamar ku. Ada banyak yang ingin ku tunjukkan.


Sekalian temani aku.”


“Seperti anak kecil saja kamu ini. Sudah pergi ganti baju mu


sendiri” ucap mama.


“Gak apa apa tante. Melly temani Vini keatas dulu ya tan.”


Vini dan Melly menuju lantai atas dengan bergandengan


tangan. Vini anak yang sangat manja. Dan karna ia hanya punya kakak laki laki


jadi dengan kedatangan Melly dihidupnya sudah seperti kakak perempuan baginya.


Segala sesuatu hal mengenai dirinya diceritakan ke Melly.


Alasan perpisahan Melly dan Alfin pun sudah didengar oleh


Vini. Dan dia jadi merasa tambah sayang ke Melly.


“Maaf ya nak, itu adik nya Alfin emang suka begitu. Rada


manja anaknya.”


“Eh, iya tante gak apa apa. Tapi dia begitu dekat dengan


Melly.”


“Iya dia sudah menganggap Melly sebagai kakak nya sendiri”


ucap Alfin yang langsung membuat kaget Sherly.


Melihat tatapan kaget Sherly membuat mamanya mengerti. Mama


berfikir pasti Sherly heran kenapa mereka begitu akrab dengan nya.


“Mama masuk dulu ya. Mau istirahat” mama berpamitan ke


Sherly dan Alfin.

__ADS_1


“Iya ma.”


“Iya tante.”


__ADS_2