
Waktu berlalu dengan cepat dan terus bergulir tanpa terasa.
Dengan kesibukan masing masing membuat Sherly dan Melly dalam 1bulan belakangan
tak pernah berjumpa. Proyek yang tak bisa ditinggalkan Melly membuat nya harus
bolak balik luar kota dan sangat menyita waktu nya. Mereka hanya bertukar kabar
melalui pesan singkat dan terkadang juga videocall.
“Huft, lelahnya..” keluh Melly kepada Listi yang. Mereka
baru saja menyelesaikan meeting.
“Mau saya buatkan kopi bu?” tanya Listi yang juga lelah
karna akhir akhir ini harus menemani Melly lembur dan hbolak balik luar kota.
“Boleh deh Lis, oia kamu juga buat untuk kamu ya. Kita bahas
hasil meeting tadi disini aja. Soalnya hari ini deadline laporan nya kan?”
“iya bu. Kalau begitu saya buatkan dulu ya” sambil berjalan
menuju pintu.
Beberapa menit kemudian Listi sudah datang membawa 2gelas
kopi untuk nya dan juga atasan nya itu.
“Lis, ini sebenarnya pemilik PT XX siapa sih? Udah 4kali
meeting sama mereka tapi kok gak pernah jumpa sama atasan mereka ya? Ribet
banget soalnya harus nunggu jawaban atasan mereka terus meeting lagi. Gitu gitu
mulu bikin lama siap nya kan?” menunjukkan berkas perusahaan yang selama ini
membuat nya menunggu dan kalau bisa dibilang ya memang karna perusahaan ini
yang buat pekerjaan mereka menjadi lambat.
“Iya bu saya juga heran sama mereka. Atau mungkin atasan nya
__ADS_1
artis kali bu jadi gak mau ketauan public. Hehehe”
“Bisa jadi juga Lis. Besok meeting terakhir sama mereka kan?
Jam berapa?” masih focus menatap berkas berkas diatas meja.
“Jam 10 di kantor mereka bu” jawab Listi.
………………………….
Pagi ini sesuai jadwal Melly dan Listi sudah berada di PT
XX. Hampir 1jam mereka menunggu tapi atasan PT XX tak kunjung tiba.
“Maaf pak ini jam berapa ya mulai nya? Karna sudah 1jam tapi
atasan anda tidak datang juga. Sebenarnya ini serius tidak sih? Tolong jangan
buang buang waktu begini, masih banyak pekerjaan saya” tanya Melly kesal ke salah satu staff PT XX.
Dia itu kenapa sih
sebagai atasan gak menghargai waktu banget. Jadi tertunda semua jadwal kalau
“Lis, bisa batalkan semua janji saya hari ini? Sepertinya
ini akan lama selesai nya. Pusing saya jadinya kalau begini” berbisik ke Listi
yang duduk di samping nya dengan wajah sama kesal nya dengan Melly.
“Baik bu” menganggukan kepala “merepotkan sekali sih ni
orang” bergumam sendiri sembari mengambil hp nya untuk membatalkan semua
jadwal.
“Maaf maf saya terlambat ya” terdengar suara seorang pria yang
langsung menuju kursinya..
“Bukan Cuma terlambat tapi sangat terlambat” gumam Melly
tanpa menoleh yang bisa di dengar oleh pria tadi karna jarak duduk Melly dan
__ADS_1
pria itu yang berhadapan.
“Eh, iya sangat terlambat saya ya, maaf ya mbak” menjawab
gumaman Melly sambil membuka laptop yang di sudah di letakkan oleh sekretaris
nya di atas meja.
“Alfin?????” terkejut melihat sosok yang ada didepannya.
“Melly..” menatap lawan bicaranya “gak nyangka ya jumpa
disini,, jadi kamu yang menangani proyek ini?” masih menatap Melly dengan
senyumannya.
“Eh iya. Kamu atasan yang selama ini susah di temui itu ya?”
menjawab sambil tertawa tak menyangka kalau pria dihadapan nya adalah pria yang
membuat nya tertarik dari awal perkenalan.
Semua staff yang sedari tadi menunggu Alfin kini hanya bisa
melihat bagaimana atasan mereka itu berbicara dengan Melly. Tak ada yang
memotong pembicaraan mereka sampai mereka yang sedang berbicara itu sadar untuk
apa sebenarnya mereka ada di ruangan ini.
“Yuk mulai meeting nya biar cepat kelar” ucap Melly.
Disambut anggukan dari semua yang ada di ruangan itu.
Siang hari itu meeting berlanjut dengan keadaan kondusif.
Semua yang selama ini tertunda karna menunggu jawaban dari sang atasan itu pun
sekarang sudah terselesaikan dengan baik.
Pertemuan demi pertemuan terus berjalan antara Alfin dan
Melly.
__ADS_1