Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Pertemuan Kembali....


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat dan terus bergulir tanpa terasa.


Dengan kesibukan masing masing membuat Sherly dan Melly dalam 1bulan belakangan


tak pernah berjumpa. Proyek yang tak bisa ditinggalkan Melly membuat nya harus


bolak balik luar kota dan sangat menyita waktu nya. Mereka hanya bertukar kabar


melalui pesan singkat dan terkadang juga videocall.


“Huft, lelahnya..” keluh Melly kepada Listi yang. Mereka


baru saja menyelesaikan meeting.


“Mau saya buatkan kopi bu?” tanya Listi yang juga lelah


karna akhir akhir ini harus menemani Melly lembur dan hbolak balik luar kota.


“Boleh deh Lis, oia kamu juga buat untuk kamu ya. Kita bahas


hasil meeting tadi disini aja. Soalnya hari ini deadline laporan nya kan?”


“iya bu. Kalau begitu saya buatkan dulu ya” sambil berjalan


menuju pintu.


Beberapa menit kemudian Listi sudah datang membawa 2gelas


kopi untuk nya dan juga atasan nya itu.


“Lis, ini sebenarnya pemilik PT XX siapa sih? Udah 4kali


meeting sama mereka tapi kok gak pernah jumpa sama atasan mereka ya? Ribet


banget soalnya harus nunggu jawaban atasan mereka terus meeting lagi. Gitu gitu


mulu bikin lama siap nya kan?” menunjukkan berkas perusahaan yang selama ini


membuat nya menunggu dan kalau bisa dibilang ya memang karna perusahaan ini


yang buat pekerjaan mereka menjadi lambat.


“Iya bu saya juga heran sama mereka. Atau mungkin atasan nya

__ADS_1


artis kali bu jadi gak mau ketauan public. Hehehe”


“Bisa jadi juga Lis. Besok meeting terakhir sama mereka kan?


Jam berapa?” masih focus menatap berkas berkas diatas meja.


“Jam 10 di kantor mereka bu” jawab Listi.


………………………….


Pagi ini sesuai jadwal Melly dan Listi sudah berada di PT


XX. Hampir 1jam mereka menunggu tapi atasan PT XX tak kunjung tiba.


“Maaf pak ini jam berapa ya mulai nya? Karna sudah 1jam tapi


atasan anda tidak datang juga. Sebenarnya ini serius tidak sih? Tolong jangan


buang buang waktu begini, masih banyak pekerjaan saya” tanya Melly kesal  ke salah satu staff PT XX.


Dia itu kenapa sih


sebagai atasan gak menghargai waktu banget. Jadi tertunda semua jadwal kalau


“Lis, bisa batalkan semua janji saya hari ini? Sepertinya


ini akan lama selesai nya. Pusing saya jadinya kalau begini” berbisik ke Listi


yang duduk di samping nya dengan wajah sama kesal nya dengan Melly.


“Baik bu” menganggukan kepala “merepotkan sekali sih ni


orang” bergumam sendiri sembari mengambil hp nya untuk membatalkan semua


jadwal.


“Maaf maf saya terlambat ya” terdengar suara seorang pria yang


langsung menuju kursinya..


“Bukan Cuma terlambat tapi sangat terlambat” gumam Melly


tanpa menoleh yang bisa di dengar oleh pria tadi karna jarak duduk Melly dan

__ADS_1


pria itu yang berhadapan.


“Eh, iya sangat terlambat saya ya, maaf ya mbak” menjawab


gumaman Melly sambil membuka laptop yang di sudah di letakkan oleh sekretaris


nya di atas meja.


“Alfin?????” terkejut melihat sosok yang ada didepannya.


“Melly..” menatap lawan bicaranya “gak nyangka ya jumpa


disini,, jadi kamu yang menangani proyek ini?” masih menatap Melly dengan


senyumannya.


“Eh iya. Kamu atasan yang selama ini susah di temui itu ya?”


menjawab sambil tertawa tak menyangka kalau pria dihadapan nya adalah pria yang


membuat nya tertarik dari awal perkenalan.


Semua staff yang sedari tadi menunggu Alfin kini hanya bisa


melihat bagaimana atasan mereka itu berbicara dengan Melly. Tak ada yang


memotong pembicaraan mereka sampai mereka yang sedang berbicara itu sadar untuk


apa sebenarnya mereka ada di ruangan ini.


“Yuk mulai meeting nya biar cepat kelar” ucap Melly.


Disambut anggukan dari semua yang ada di ruangan itu.


Siang hari itu meeting berlanjut dengan keadaan kondusif.


Semua yang selama ini tertunda karna menunggu jawaban dari sang atasan itu pun


sekarang sudah terselesaikan dengan baik.


Pertemuan demi pertemuan terus berjalan antara Alfin dan


Melly.

__ADS_1


__ADS_2