
Setelah semua urusan di kota XX selesai, Melly dan Listi
segera melajukan mobil menuju kantor. Selama diperjalanan Melly membaca email
dan mencoba menghubungi pimpinan PT Enigma. Tiga jam perjalanan telah berlalu
dan mereka tiba dikantor tepat pukul 7 malam.
“Selamat malam semua” mengucapkan salam ketika sudah masuk
ke ruang rapat dikantor yang sudah sepi.
“Malam bu.”
Hanya terdengar suara dari beberapa orang yang hadir dalam
rapat.
“Baik sebelum kita mulai rapat, saya mau nanya kalian semua
udah makan?” tnaya Melly menatap karyawan yang sudah ada didepannya.
“kebetulan selama menunggu ibu tadi, kami pakai waktu nya
untuk makan malam bu” jawab pak Anwar.
“Baik kalau begitu. Kita sudah bisa memulai rapat ini.”
Rapat berlangsung selama 2jam tanpa jeda. Di waktu itu juga
sang arsitek mengubah dan menyiapkan gambar yang sudah direvisi.
“Sudah selesai rapat hari ini, terima kasih atas
kerjasamanya. Besok saya akan bertemu dengan pimpinan PT. Enigma dan semoga
semua nya berjalan lancar.”
“Terima kasih atas bantuannya bu, dan maafkan kami yang
kurang teliti sehingga terjadi masalah seperti ini” ucap pak Anwar dengan wajah
yang sangat menyesal. Pak Anwar sadar betul kalau semua ini salahnya. Andai
saja sebelum meeting dia mengecek kembali gambar tersebut maka tidak akan ada
hal seperti ini.
“Tidak apa apa pak. Lain kali kedepannya saya harap kita
semua lebih hati hati. Sekarang semua nya sudah boleh pulang. Istirahatlah”
membereskan semua berkas di meja nya dan bersiap pulang.
__ADS_1
“Mel, aku pulang sama Fina aja ya. Kita satu arah soalnya.
Kan gak mungkin kamu anterin aku lagi. Kamu juga capek dan harus istirahat kan?
Jangan lupa makan ya. Kan kamu belum makan malam” ucap LIsti.
“Oke Lis, kamu juga jgn lupa makan dan istirahat lah karna
besok hari yang panjang buat kita”.
…………………………………………………………………………………………………….
Dihotel..
“Sayang aku mau ke kamar Melly dulu yam au bilang kalau aku
harus pulang hari ini juga” ucap Sherly yang baru saja tiba dihotel setelah
dijemput Alfin.
“Yaudah ayuk aku temani.”
Sesampainya dikamar, Sherly melihat kamar sudah kosong.
Hanya ada karyawan hotel yang sedang membersihkan kamar.
“Loh, yang nginap dikamar ini kemana ya mbak?” tanya Alfin
ke karyawan hotel.
“Chek out? Kok Melly gak bilang ya?” menatap Alfin yang juga
tak kalah bingung nya.
“Yaudah kamu siapi barang barang kamu ya. Kita kan juga mau
checkout hari ini. Ntar kita hub pas dijalan aja”.
Selama diperjalana Sherly menghubungi Melly tapi nomor nya
tidak aktif. Nomor Listi pun tak luput menjadi sasaran telfon Sherly tapi hal
sama dia dapatkan bahwa hp LIsti juga tidak aktif.
“Mereka pasti baik baik aja. Mungkin ada yang penting sampai
mereka tidak ngasi kabar ke kamu” menggenggam tangan Sherly yang sudah dingin
karna rasa cemas.
………………………………………………………………………………………….
“Waduh, banyak amat miscall dari Sherly” ucap Melly setelha
__ADS_1
melihat layar hp nya.
“Halo, kamu dimana? Kok gak ada kabar? Ditelfon juga susah
banget. Kalian gak apa apa kan?” suara diseberang telfon yang terdengar
gelisah.
“Iya. Aku di parkiran kantor. Sorry gak ngabarin kalian
karna tadi buru buru dan hp aku lowbet gak sempat di cas tadi. Kamu dimana?
Masih di kota XX?” tanya Melly.
“Gak aku udah dirumah. Tadi aku sama Alfin langsung pulang
karna seminar ku udah selesai dan kerjaan Alfin katanya juga udah selesai.
Kaget banget aku tu pas lihat kamar, kalian udah gak ada.”
“Oh, yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya. Besok kita
telfonan lagi ya. Istirahatlah. Bye.”
“Ok, kamu hati hati ya dan selamat istirahat juga.”
Setelah selesai berbicara dengan Sherly, Melly mengemudikan
mobil nya menuju tempat ternyaman dan terindah yaitu rumah.
“Eh, non sudah pulang” ucak Bik Ina yang langsung membuka
pintu ketika suara bel berbunyi.
“Iya bik. Mama mana?.”
“Ibu sama tuan udah masuk kamar daritadi non. Non Arin juga
sudah masuk kamar.”
“Oh yaudah bik. Biarkan mereka istirahat. Bik tolong bawakan
aku jus jambu merah ya dan roti selai coklat ya. Aku lapar banget. Aku tunggu
dikamar ya.” Melepaskan sepatu dan bersiap naik menuju kamar nya.
“Gak mau makan nasi non?” tanya bik Ina.
“Gak bik. Gak selera nasi.”
Akhirnya sampai
dikamar juga. Kamarku, aku rindu.
__ADS_1
Berbaring dikamar sendiri memang terasa lebih nyaman
ketimbang hotel bintang 5 sekalipun.