
Tok tok tok..
Terdengar suara pintu diketuk dan muncullah LIsti dari balik
pintu.
“Ni semua berkas yang harus kamu tanda tangani Mel. Dan lusa
kita ada meeting ya sama PT Enigma. Meeting akhir sih gak terlalu lama pasti.
Ini bahan meeting nya udah aku siapin semua” jelas Listi sambil memberikan file
nya.
“Ok deh. Makasih ya. Ntar aku periksa dan pelajari.”
“Oia sampai kelupaan. Ni kamu minum ya” Listi menyerahkan
sebotol minuman pendingin ke Melly.
“Apa ini? untuk apa?” menerima botol minuman heran.
“Gak tau juga. Tadi ada anggota pak ALfin kemari terus suruh
aku kasi kekamu. Aku juga bingung pas nerimanya. Minuman pendingin lidah yang
terbakar. Lidah kamu terbakar?”
“Astaga..” menepuk jidat nya sendiri.
“Kamu pasti bingung kan? Sama aku juga bingung. Yaudah aku
keluar dulu ya mau ngelanjutin kerja lagi” Listi keluar ruangan Melly dengan
perasaan bingung.
Melly langsung menghabiskan minuman tersebut. Lidahnya yang
memang terasa terbakar tadi, kini sudah terasa membaik.
Drt.. Drt.. pesan masuk di ponselnya.
“Jangan mengulangi nya lagi. aku tidak suka melihat kamu
kesakitan” bunyi pesan dari Alfin.
Melly yang masih kesal dengan sikap ALfin sama sekali tak
mengubris pesannya. Melly melanjutkan kembali pekerjaan nya dengan hati yang
kesal.
Jam terus bergerak maju meninggalkan semua orang yang masih
tetap sibuk dengan kegiatannya masing masing.
“Lis, tolong keruangan ku sebentar” pinta Melly dari telfon.
Tok Tok..
“Masuk” ucap Melly.
“Ada apa Mel?” tanya Listi.
“Lis tolong urus dan pesankan semua yang sudah aku tuliskan
ini” memberikan selembar kertas yang sudah penuh dengan tulisan tangan Melly.
“Ini semua? Kenapa mendadak?” kaget ketika melihat semua
yang harus dipesannya. “Bisa jelaskan?” tanya Listi lagi.
“Nanti akan ada waktu untuk ku jelaskan. Pesankan saja. Dan
pastikan semuanya selesai besok” tersenyum menatap Listi yang masih berdiri
dihadapannya.
“Baiklah” gontai Listi keluar dari ruangannya, mulai memesan
setiap rincian yang ada di kertas itu.
__ADS_1
“Untuk apa semua ini? Ada ada saja Melly” meletakkan selembar
kertas itu disamping layar komputernya.
“Gak pulang Lis? Ayok aku antar” suara Melly mengagetkan
Listi.
“Hem. Boleh” ucap Listi menganggukkan kepalanya.
“Kita makan dulu ya Lis. Nongkrong..” tersenyum melihat
Listi yang kini sudah duduk disamping kemudi.
Listi menjawab dengan anggukan kepalanya. Melly melajukan
mobil menuju salah satu mall kesukaannya.
Butuh waktu satu jam lamanya untuk sampai kesana dikarenakan
macet yang panjang sore ini.
“Makan dimana?” tanya Listi.
“Di foodcourt ya..” tarik Melly tangan Listi menuju lantai
tiga mall tersebut.
Kini keduanya sudah berada di lantai tiga mall tersebut,
duduk ditengah. Melly menatap sekitar dengan tatapan sendu.
“Mau makan apa? Tanya Listi memperhatikan setiap stand
makanan yang ada disana.
“Pesankan bakso disana ya. minum nya terserah aja” tunjuk
Melly stand bakso kesukaannya.
Listi melangkahkan kaki menuju stand yang tadi ditunjuk
Melly. Memesan dua mangkuk bakso dengan mie kuning dan mie jagung. Tak lupa
Setelah makanan siap, listi membawa nampan yang berisi
pesanan mereka ke meja. Menaruh satu untuk Melly dan untuk dirinya.
“Terima kasih” senyum merekah menatap bakso kesukaannya.
“Sama sama. Seneng amat ya makan bakso doang hahaha”
mengambil botol saus, kecap dan cabe dan menuangkannya sebagai pelengkap
hidangan mereka.
“Hahaha.. bakso terthebest ini” ucap Melly sambil melahap
makanannya.
Keduanya makan dengan sesekali membahas pekerjaan. Mereka
juga bergosip tentang berbagai jenis manusia yang dilihat mereka disana.
“Lis, ayo taruhan” menyeruput minumannya.
“Taruhan apa?” tanya Listi menaikkan kedua alisnya.
“Jangan dilihat dulu sampai aku bilang lihat. Pasangan itu
pacaran atau tidak?” melirik kearah kanan Listi.
Listi yang penasaran langsung menolehkan kepalanya secara
spontan.
“Kubilang kan jangn lihat dulu” pukul Melly tangan Listi
yang ada didepannya.
“Hahaha. Sorry sory refleks tadi” tawa Listi menyadari
__ADS_1
kesalahannya.
“Huh gak asik. Tu lihat mereka jadi liatin kita kan. Udah
yuk jalan jalan cuci mata” ajak Melly.
Keduanya kembali menyusuri jalanan mall itu. memasuki satu
demi satu toko hanya untuk melihat lihat. Beberapa kali keduanya masuk ke toko
tas dan sepatu. Mencoba beberapa barang disana namun tetap tak membelinya,
membuat si pelayan toko menatap kesal keduanya.
Jam terus bergerak menggantikan senja dengan bintang dan
rembulan. Setelah lelah berkeliling akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang
dan beristirahat.
“Huft,,, Capek juga ya, tapi seru” ucap Melly yang kini
sudah melajukan mobil nya keluar dari parkiran mall.
“Iya ni capek banget hahaha” jawab Listi.
Setelah mengantarkan Listi kerumahnya, melly melajukan mobil
menuju rumahnya.
Tring.. Tring… suara ponsel Melly berbunyi.
Melly melirik sekilas nama si penelfon dan mengangkat nya
dengan sebuah alat yang ia sematkan ditelinganya..
“Dimana?” tanya lelaki disebrang telfon.
“DIjalan. Ada apa?” jawab Melly.
“Kenapa belum pulang?” tanya lelaki itu lagi.
“Baru pulang makan bakso tadi sama Listi. Sudah dulu ya,
lagi nyetir ini” ucap Melly langsung mematikan telfonnya bertepatan dengan dia
yang sudah tiba dirumah.
“Bik, papa dimana?” tanya Melly saat pintu rumah dibuka oleh
salah satu asisten rumah tangga disana.
“Di ruang kerja non.”
“oh. Oke. Terima kasih bik” meletakkan sepatu nya di lemari
sepatu dekat pintu masuk.
“Non saya siapkan makanan ya.”
“Gak usah bik. Saya udah makan. Tolong buatkan susu hangat
ya dan letakin di meja kamar” ucap Melly sembari berjalan menuju ruang kerja
papanya.
Tok tok tok..
“Masuk..”
“Malam pa. ganggu gak” ucap Melly.
“Gak kok. Ada apa nak? Tumben kamu kemari. Biasanyapaling
malas kalau disuruh keruang kerja papa” terukir senyuman diwajah papanya.
“Aku mau minta ijin ke papa….”
Malam ini akan banyak perdebatan dan pertanyaan di dalam
ruangan itu.
__ADS_1
NB: Jangan lupa kasi like dan komen nya ya kakak kakak dan abang abang..