
“Assalamualaikum” ucap kedua kakak beradik itu kompak ketika
masuk kedalam rumah.
“Waalaikumsalam. Ikut mama sekarang” ucap mama mereka dengan
wajah kesal.
Keduanya,mengikuti langkah kaki mama menuju ruang kerja
papa.
“Duduk disitu” tunjuk mama sofa didepannya setelah mereka
masuk kedalam. Sudah ada papa juga disana duduk disofa yang sama dengan Melly
dan Arin.
“Kenapa kalian melakukan ini sama mama? Apa pendapat mama
sudah tidak penting lagi untuk kalian?” ucap mama dengan mata yang berkaca kaca
menahan agar airmatanya tak turun.
“Ma, sudah lah. Jangan seperti ini. dengarkan dulu
penjelasannya” ucap papa menenangkan mama.
“Sekarang kamu bicaralah” mama menunjuk kearah Melly.
“Ma..” panggil Arin orangtuanya itu.
“kamu jangan bicara. Kamu juga salah karena tidak
memberitahu mama. Kamu mendukung perbuatan kakakmu” kesal menatap Arin.
“Ma, jangan marahi Arin. Ini semua salahku” menatap sekilas
wajah kesal mama dan menundukkan kepalanya.
“Jelaskan semua nya” ucap mama ketus.
“Ma.. Maafin aku. Aku harus ngelakuin ini semua. Aku yakin
mama bisa mengerti kenapa aku melakukan ini semua”semakin menundukkan
kepalanya, tak ingin mama melihat airmata yang sudah mulai jatuh dipipinya.
“Tegakkan kepalamu. Jangan menutupinya. Mama tau kamu
menangis” ucap mama dengan nada yang sudah melemah dan berurai airmata.
“Ma, aku harus pergi agar pernikahan Sherly dan ALfin tetap
berlangsung. Aku harus pergi ma” kembali meneteskan airmatanya.
Arin yang melihat kakak nya sedang menangis secara spontan
memeluk kakaknya, membelai lembut punggung kakaknya mengaliri kekuatan disana.
“Mel,kenapa kamu harus bekorban seperti ini?” tanya mama
yang juga sudah menangis.
“Mama pasti tau kenapa aku begini. Tolong ma jangan menahan
langkahku” menatap wajah mamanya.
“Baiklah. Lakukan yang kamu rasa benar. Tapi ingat ini hanya
tiga bulan. Dan dalam tiga bulan itu kamu harus setiap hari menelfon mama.
Bukan Cuma menelfon tapi video call. Ingat itu?” tunjuk mama wajah anaknya
sambil menyungging kan sebuah senyuman menguatkan.
“Terima kasih ma” beranjak memeluk mamanya.
Malam itu, mereka saling memeluk satu sama lain. Memeluk
erat keluarga mengaliri kekuatan dan cinta. Menyakinkan apapun yang dilalui
selalu ada keluarga yang merentangkan tangan untuk menolong dan menguatkan.
__ADS_1
******************
Pagi ini Arin dan Melly sudah bersiap untuk memulai aktifitas
mereka. Selama beberapa hari kedepan, Melly akan memeperkenalkan Arin ke
beberapa klien nya sebagai pengganti sementara dirinya dikarenakan adanya
urusan yang sangat penting dan membuat dirinya harus pindah selama beberapa
bulan kedepan keluar negeri.
Beberapa hari yang mereka lalui dengan setumpuk jadwal
meeting. Kini semua meeting telah rampung. Tidak ada kendala sama sekali dalam
pengenalan Arin.
Arin berlajar cukup cepat hingga Melly sangat bangga pada
adiknya itu. kini Melly sudah bisa meninggalkan Arin sendiri dikantor melakukan
pekerjaan nya yang dibantu dengan Listi.
“Sayang jangan lupa ini dimasukkin kekoper” ucap mama
memberikan sebuah tas kecil berwarna hitam berisikan beberapa obat obatan pada
Melly.
“Untuk apa ma obat obat ini?” tanya Melly heran.
“Sudah bawa aja. sebagai persiapan kalau kamu butuh nanti
disana” ucap mama.
Mama membantu Melly packing semua barang kepeluannya karena
tiga hari lagi anaknya itu akan pergi.
“Ma, bentar ya aku mau nelfon Sherly” ucap MElly sembari
beranjak dari duduknya.
Setelah berkali kali menelfon, barulah sang sahabat
“Halo..” ucap Sherly.
“Halo. Sibuk banget ya?” tanya Melly.
“Iya tadi ada pasien. Kenapa tu Mell?”
“Gak apa apa. Setengah jam lagi aku jemput di rumah sakit
ya. kita pergi nongkrong. Gak pake nolak ya. bye..” menutup telfonnya tanpa
menunggu Sherly menjawab.
Setengah jam berlalu, kini Melly sudah berada di rumah sakit
tempat Sherly bekerja.
“Dimana? gue udah di loby ni” ucap Melly.
“Woi..” menepuk pundak Melly.
“Eh.. Buat kaget aja lu.. Udah siap?” tanya MElly yang
dijawab anggukan oleh Sherly. “Ayok berangkat.”
Disepanjang perjalanan menuju Mall, mereka berdua bernyanyi
mengikuti lagu lagu yang di putar radio.
“Mau makan apa?” tanya Melly pada Sherly setiba nya mereka
di foodcourt.
“Biasa..” jawab Sherly.
“Oke. Aku pesankan dulu ya. duduk disitu aja” menunjuk
bangku kosong yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
Setelah selesai memesan makanan dan menunggu beberapa saat,
Melly berjalan menuju tempat Sherly menunggu dengan membawa dua buah mangkuk
bakso dan dua gelas es jeruk kelapa.
“Terima kasih cintaku..” ucap Sherly.
“Cinta cinta.. Pret.”
“Hahahaha.. Oh iya Mel, barusan Alfin nelfon terus aku ajakin
kemari. Gak apa apa ya” menuang saus dan kecap kedalam mangkuk bakso nya.
“Ha? Untuk apa sih? ini kan hari kita berdua” meniup niup
gumpalan asap panas di sendok nya.
“Iyah, tadi dia mau ajak ketemuan katanya ada yang penting.
aku bilang gak bisa karena lagi sama kamu, eh dianya malah mau nyusul. Mungkin
mau bicarain hal yang penting kali. Boleh ya. pliss” ucap Sherly menangkupkan
kedua tangannya.
“Hemm…”
Kedua sahabat itu saling bercerita tentang kegiatan mereka,
sesekali menertawakan satu sama lain. Setengah jam berlalu hingga akhirnya
Alfin datang dan duduk diantara keduanya.
“Sorry kelamaan. Minta ya..” ucap Alfin mengambil gelas
milik Melly dan meminum nya.
“Sayang itu punya Melly, ini punya aku” ucap Sherly
menunjukkan gelas milik nya.
“Oh..” tersenyum menatap kedua sahabat itu.
Melly yang melihat kelakuan Alfin hanya diam dan melihat nya
dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melly masih merasa kesal dengan
kejadian seminggu yang lalu ketika ia datang ke kantor Alfin.
“Sayang tadi kamu bilang ada yang mau dibicarain. Apa ada
yang sangat penting sampai kamu menyusulku kemari?” tanya Sherly menatap Alfin.
“Kamu belum bilang mamamu ya kalau acara pertunangan kita
dibatalin?” tanya Alfin membuat Melly yang sedang meminum minumannya langsung
tersedak.
“Pelan pelan minumnya” ucap Alfin memberikan tisu ke Melly.
“Kamu kenapa sih? kamu pasti bercanda pas bilang itu. aku
tau kok kamu gak serius” ucap Sherly masih dengan wajah yang tersenyum membelai
punggung tangan Alfin.
“Haloo,,, Aku pulang duluan ya.. seperti nya urusan ini
harus kalian bicarakan berdua aja deh” beranjak dari kursinya.
“Tunggu Mel, antarin aku ke kantor ya” memegang tangan
Melly.
“Mobil kamu kemana?” tanya Sherly.
“Tadi aku kemari naik taksi online. Mobil lagi di servis.
Kamu mau ikut atau gak?” ucap Alfin menatap Sherly.
“Yaudah ayok kalian berdua aku antar” menghempaskan tangan
__ADS_1
Alfin yang sedari tadi memegangnya dan berjalan terus tanpa melihat kebelakang.
hai semua nya...saya kembali.. jangan lupa di vote ya..