Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 34


__ADS_3

“Assalamualaikum” ucap kedua kakak beradik itu kompak ketika


masuk kedalam rumah.


“Waalaikumsalam. Ikut mama sekarang” ucap mama mereka dengan


wajah kesal.


Keduanya,mengikuti langkah kaki mama menuju ruang kerja


papa.


“Duduk disitu” tunjuk mama sofa didepannya setelah mereka


masuk kedalam. Sudah ada papa juga disana duduk disofa yang sama dengan Melly


dan Arin.


“Kenapa kalian melakukan ini sama mama? Apa pendapat mama


sudah tidak penting lagi untuk kalian?” ucap mama dengan mata yang berkaca kaca


menahan agar airmatanya tak turun.


“Ma, sudah lah. Jangan seperti ini. dengarkan dulu


penjelasannya” ucap papa menenangkan mama.


“Sekarang kamu bicaralah” mama menunjuk kearah Melly.


“Ma..” panggil Arin orangtuanya itu.


“kamu jangan bicara. Kamu juga salah karena tidak


memberitahu mama. Kamu mendukung perbuatan kakakmu” kesal menatap Arin.


“Ma, jangan marahi Arin. Ini semua salahku” menatap sekilas


wajah kesal mama dan menundukkan kepalanya.


“Jelaskan semua nya” ucap mama ketus.


“Ma.. Maafin aku. Aku harus ngelakuin ini semua. Aku yakin


mama bisa mengerti kenapa aku melakukan ini semua”semakin menundukkan


kepalanya, tak ingin mama melihat airmata yang sudah mulai jatuh dipipinya.


“Tegakkan kepalamu. Jangan menutupinya. Mama tau kamu


menangis” ucap mama dengan nada yang sudah melemah dan berurai airmata.


“Ma, aku harus pergi agar pernikahan Sherly dan ALfin tetap


berlangsung. Aku harus pergi ma” kembali meneteskan airmatanya.


Arin yang melihat kakak nya sedang menangis secara spontan


memeluk kakaknya, membelai lembut punggung kakaknya mengaliri kekuatan disana.


“Mel,kenapa kamu harus bekorban seperti ini?” tanya mama


yang juga sudah menangis.


“Mama pasti tau kenapa aku begini. Tolong ma jangan menahan


langkahku” menatap wajah mamanya.


“Baiklah. Lakukan yang kamu rasa benar. Tapi ingat ini hanya


tiga bulan. Dan dalam tiga bulan itu kamu harus setiap hari menelfon mama.


Bukan Cuma menelfon tapi video call. Ingat itu?” tunjuk mama wajah anaknya


sambil menyungging kan sebuah senyuman menguatkan.


“Terima kasih ma” beranjak memeluk mamanya.


Malam itu, mereka saling memeluk satu sama lain. Memeluk


erat keluarga mengaliri kekuatan dan cinta. Menyakinkan apapun yang dilalui


selalu ada keluarga yang merentangkan tangan untuk menolong dan menguatkan.

__ADS_1


******************


Pagi ini Arin dan Melly sudah bersiap untuk memulai aktifitas


mereka. Selama beberapa hari kedepan, Melly akan memeperkenalkan Arin ke


beberapa klien nya sebagai pengganti sementara dirinya dikarenakan adanya


urusan yang sangat penting dan membuat dirinya harus pindah selama beberapa


bulan kedepan keluar negeri.


Beberapa hari yang mereka lalui dengan setumpuk jadwal


meeting. Kini semua meeting telah rampung. Tidak ada kendala sama sekali dalam


pengenalan Arin.


Arin berlajar cukup cepat hingga Melly sangat bangga pada


adiknya itu. kini Melly sudah bisa meninggalkan Arin sendiri dikantor melakukan


pekerjaan nya yang dibantu dengan Listi.


“Sayang jangan lupa ini dimasukkin kekoper” ucap mama


memberikan sebuah tas kecil berwarna hitam berisikan beberapa obat obatan pada


Melly.


“Untuk apa ma obat obat ini?” tanya Melly heran.


“Sudah bawa aja. sebagai persiapan kalau kamu butuh nanti


disana” ucap mama.


Mama membantu Melly packing semua barang kepeluannya karena


tiga hari lagi anaknya itu akan pergi.


“Ma, bentar ya aku mau nelfon Sherly” ucap MElly sembari


beranjak dari duduknya.


Setelah berkali kali menelfon, barulah sang sahabat


“Halo..” ucap Sherly.


“Halo. Sibuk banget ya?” tanya Melly.


“Iya tadi ada pasien. Kenapa tu Mell?”


“Gak apa apa. Setengah jam lagi aku jemput di rumah sakit


ya. kita pergi nongkrong. Gak pake nolak ya. bye..” menutup telfonnya tanpa


menunggu Sherly menjawab.


Setengah jam berlalu, kini Melly sudah berada di rumah sakit


tempat Sherly bekerja.


“Dimana? gue udah di loby ni” ucap Melly.


“Woi..” menepuk pundak Melly.


“Eh.. Buat kaget aja lu.. Udah siap?” tanya MElly yang


dijawab anggukan oleh Sherly. “Ayok berangkat.”


Disepanjang perjalanan menuju Mall, mereka berdua bernyanyi


mengikuti lagu lagu yang di putar radio.


“Mau makan apa?” tanya Melly pada Sherly setiba nya mereka


di foodcourt.


“Biasa..” jawab Sherly.


“Oke. Aku pesankan dulu ya. duduk disitu aja” menunjuk


bangku kosong yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

__ADS_1


Setelah selesai memesan makanan dan menunggu beberapa saat,


Melly berjalan menuju tempat Sherly menunggu dengan membawa dua buah mangkuk


bakso dan dua gelas es jeruk kelapa.


“Terima kasih cintaku..” ucap Sherly.


“Cinta cinta.. Pret.”


“Hahahaha.. Oh iya Mel, barusan Alfin nelfon terus aku ajakin


kemari. Gak apa apa ya” menuang saus dan kecap kedalam mangkuk bakso nya.


“Ha? Untuk apa sih? ini kan hari kita berdua” meniup niup


gumpalan asap panas di sendok nya.


“Iyah, tadi dia mau ajak ketemuan katanya ada yang penting.


aku bilang gak bisa karena lagi sama kamu, eh dianya malah mau nyusul. Mungkin


mau bicarain hal yang penting kali. Boleh ya. pliss” ucap Sherly menangkupkan


kedua tangannya.


“Hemm…”


Kedua sahabat itu saling bercerita tentang kegiatan mereka,


sesekali menertawakan satu sama lain. Setengah jam berlalu hingga akhirnya


Alfin datang dan duduk diantara keduanya.


“Sorry kelamaan. Minta ya..” ucap Alfin mengambil gelas


milik Melly dan meminum nya.


“Sayang itu punya Melly, ini punya aku” ucap Sherly


menunjukkan gelas milik nya.


“Oh..” tersenyum menatap kedua sahabat itu.


Melly yang melihat kelakuan Alfin hanya diam dan melihat nya


dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melly masih merasa kesal dengan


kejadian seminggu yang lalu ketika ia datang ke kantor Alfin.


“Sayang tadi kamu bilang ada yang mau dibicarain. Apa ada


yang sangat penting sampai kamu menyusulku kemari?” tanya Sherly menatap Alfin.


“Kamu belum bilang mamamu ya kalau acara pertunangan kita


dibatalin?” tanya Alfin membuat Melly yang sedang meminum minumannya langsung


tersedak.


“Pelan pelan minumnya” ucap Alfin memberikan tisu ke Melly.


“Kamu kenapa sih? kamu pasti bercanda pas bilang itu. aku


tau kok kamu gak serius” ucap Sherly masih dengan wajah yang tersenyum membelai


punggung tangan Alfin.


“Haloo,,, Aku pulang duluan ya.. seperti nya urusan ini


harus kalian bicarakan berdua aja deh” beranjak dari kursinya.


“Tunggu Mel, antarin aku ke kantor ya” memegang tangan


Melly.


“Mobil kamu kemana?” tanya Sherly.


“Tadi aku kemari naik taksi online. Mobil lagi di servis.


Kamu mau ikut atau gak?” ucap Alfin menatap Sherly.


“Yaudah ayok kalian berdua aku antar” menghempaskan tangan

__ADS_1


Alfin yang sedari tadi memegangnya dan berjalan terus tanpa melihat kebelakang.


hai semua nya...saya kembali.. jangan lupa di vote ya..


__ADS_2