
Setelah tiba di rumah sakit Sherly bergegas menuju ruangan
nya. Sudah tampak beberapa orang mengantri untuk di periksa. Sherly adalah
dokter gigi yang bekerja di salah satu rumah sakit di tengah kota. Setiap hari
ia akan mendapatkan kunjungan dari beberapa orang yang ingin memeriksakan diri.
Satu persatu pasien masuk melakukan konsultasi dengan Sherly
hingga tiba saat nya pasien terakhir yang akan di periksa.
“Terima kasih ya dok” ucap pasien.
“Sama sama jangan lupa diminum obat nya ya bu” tersenyum
sambil memberikan resep.
Setelah pasien tersebut pergi Sherly melihat jam yang
melinngkar di tangan kanan nya. Jarum jam menunjuk ke angka 1 siang. “Sudah
lewat jam makan siang ya San” bicara pada perawat yang membantu nya di rumah
sakit.
“Iya dok. Dokter mau makan siang dimana? Kalau mau makan
siang disini biar saya belikan makanan di kantin” jawab Santi.
“Boleh deh San, lagian saya lagi malas keluar” tersenyum
kearah Santi.
“Baik dok saya belikan yang seperti biasa ya” berbalik kea
rah pintu setelah menjawab Sherly.
“Oia San, ntar masih ada janji ketemu pasien gak ya?”
menghentikan Santi yang sudah memegang handle pintu.
“Jam 3 nanti ada 3pasien yang udah buat janji dok” menoleh
kea rah Sherly.
“Oke”.
Setengah jam kemudian Santi datang membawa kan makan siang
Sherly. Sepiring gado gado dan segelas jus jeruk yang tampak lezat itu sudah
ada diatas meja siap untuk disantap.
__ADS_1
“Terima kasih ya San. Kamu gak makan juga? Makan lah dulu
San setelah ini kita akan bertempur lagi hehehe”
“Iya dok ni saya mau makan juga di sana” menunjuk ruang
peristirahatan para perawat.
Setelah makan siang dan beristirahat sebentar Sherly dan
Santi sudah kembali sibuk dengan berkas pasien yang sudah menunggu diluar.
“Panggil pasien pertama San”
“Baik dok”
Santi keluar ruangan mennuju ruang tunggu untuk memanggil
pasien pertama di sore itu.
“Permisi dok” sapa pasien yang sudah memasuki ruangan
pemeriksaan.
“Ya silahkan duduk. Apa keluhan nya mas?” bertanya tanpa
melihat.
saat ini memang orang yang dia kenal.
“Loh kamu fin? Hahaha” mendongak dan kaget melihat Alfin di
depan nya “ternyata nama kamu Alfin Ardintara ya?”menunjuk kertas yang ia
pegang.
“Iya haha. Kamu dokter disini ya? Baru ini aku ngeliat kamu
disini”
“Iya fin. Aku disini udah 2tahun kok tapi mungkin baru kali
ini kamu sakit gigi dan kemari. Yuk biar aku periksa gigi mu” berdiri menuju
kursi lainnya dimana terletak perlengkapan medis.
“Iya juga ya” berjalan mengikuti Sherly dan langsung duduk
di kursi pemeriksaan.
“Jadi apa ni keluhan nya?” tanyanya ke Alfin.
“NI gusi ku bengkak dari tadi malam” membuka mulut dan
__ADS_1
menunjuk kan sisi mana yang sakit.
Setelah beberapa waktu pengecekan dan pengobatan….
“Ni Fin resep obat” menyodorkan secarik kertas
“Terima kasih ya. Aku pulang ya”
“Sama sama Fin. Jangan lupa minum obat nya ya biar cepat
sembuh” mengantar Alfin sampai ke depan pintu.
“Sip deh”.
Wah, ternyata hari ini
aku bertemu dengan nya lagi. Tuhan, ini namanya jodoh bukan ya? Boleh gak
berharap? Aku suka dia Tuhan.
Perjumpaan dengan Alfin membuat suasana hati Sherly yang
tadinya lelah menjadi semangat dan senang. Senyum pun selalu keluar dari bibir
nya menunjukkan betapa bahagia nya ia saat ini.
“Udah kelar kan San semuanya?” bertanya pada Santi yang sedang
membereskan alat tempur nya.
“Udah dok” menjawab tanpa berpaling dari alat di depannya.
“Baiklah kalau gitu saya pulang duluan ya San. Udah jam 6
kamu juga pulang aja setelah beres beres” membuka jaket dokter nya dan
meletakkan nya di kursi lalu mengambil tas dan bersiap akan pulang.
“Baik dok. Hati hati ya dok”.
Begitulah setiap harinya Sherly menjalankan kesehariannya.
Setelah pulang kerja ia biasanya langsung pulang menuju rumah nya untuk
beristirahat. Terkadang ia juga pergi bersama Melly.
Tapi hari itu sudah terlalu sore dan ia juga sangat capek
dengan rutinitas nya seharian ini. Sherly memutuskan untuk pulang kerumah dan
beristirahat. Sherly memesan taxi online karna ia tadi pagi diantar Melly ke
kerjaan nya.
__ADS_1