Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 17


__ADS_3

Rindu….


“Waduh terlambat ni” ujar Listi kaget ketika melihat jam


didinding kamar hotel sudah menunjukkan pukul 9 tepat “Mel, bangun udah jam 9


ni telat kita nya” membangunkan Melly yang tidur di kasur lain sebelah nya


“Mel, udah telat. Ada meeting pagi ini jam 9 dan ini udah jam 9” sambil


menggoyang goyangkan tubuh Melly biar tersadar.


“Ha?” jawab Melly yang masih sedikit sadar “Jamberapa ni?”


tanya nya lagi.


“Jam 9. Udah telat kita. Yaudah aku siap siap dulu ya kamu


nya jangan tidur lagi. Aku mau nyiapai semua berkas dulu” setengah berlari


menuju meja disudut kamar.


“Apa????? ****** gue. Keenakan tidur nya” langsung beranjak


dari tempat tidur menuju kamar mandi.


“Pagi yang penuh drama ya hari ini” ucap Melly ketika mereka


sudah selesai bersiap dan sedang jalan cepat atau sedikit berlari menuju


ruangan meeting yang tersedia di hotel tempat dimana mereka menginap.


Setelah sampai di depan pintu ruangan mereka sudah disambut


dengan muka masam beberapa staf PT XX karna terlambat. Melly dan Listi yang


menyadari kesalahan mereka langsung meminta maaf dan menjelaskan alasan mereka


terlambat.


“Oh ya bu tidak apa apa saya maklum mungkin ibu kecapekan”


ucap pak Toni dengan lembut dan baik nya.


“Terima kasih pak. Dan sekali lagi saya minta maaf ya”


menatap semua yang ada diruangan dan langsung menarik kursinya ingin duduk


“mari kita mulai meeting nya”.


“Sebentar bu” belum selesai pak Toni bicara pintu kembali


terbuka dan semua yang ada di ruangan secara kompak menatap pintu bersamaan.


Betapa kagetnya Melly ketika yang masuk adalah Alfin. Raut


wajah kaget nya tak dapat disembunyikan lagi dan ketika yang lain sudah mulai


focus dengan laptop dan berkas masing masing, Melly masih tetap menatap Alfin


yang berdiri di pintu.


“Oh sudah datang ya?” ucap Alfin sembari menuju kursi kosong

__ADS_1


didepan Melly.


“Ya pak, baru aja bu Melly datang” jawab pak Toni “bu Mel”


menatap kea rah Melly namun yang ditatap malah menatap pria didepan nya “Bu


mel” panggilan kedua dari pak Toni.


Melihat Melly yang tak mengubris panggilan dari pak Toni membuat


Listi menggoyangkan tangan Melly yang di samping kanan nya dan membuat Melly


tersadar dari lamunan dan rasa kaget nya.


“Eh, iya kenapa Lis?” tanya Melly ke Listi.


“Itu dipanggil pak Toni” ucap Listi berbisik sambil menunjuk


kea rah pak Toni dengan ekor matanya.


“Oh iya pak ada apa? Maaf saya gak dengar tadi” langsung


menatap pak Toni yang ada di samping Alfin dan Alfin pun tersenyum melihat


ekspresi kaget Melly.


“Bisa kita mulai meeting nya sekarang bu?” tanya pak Toni.


“Bisa pak mari silahkan” ucap Melly dan langsung membuka


laptop dan file nya.


Meeting pun dimulai dengan salah satu staf Alfin berada


Semua dijelaskan sampai akhir dan setelah penjelasan dari staf tadi kini giliran


mendiskusikan system dan cara yang akan mereka terapkan dan jadwal pengerjaan.


Selama proses meeting berlanjut Alfin hanya memandangi


Melly. Melly yang merasa dipandangi sedari tadi mulai tidak nyaman. Dan melotot


kerarh Alfin “focus” kata Melly tanpa suara yang disambut anggukan kepala Alfin


sambil tersenyum.


“Kita istirahat makan siang dulu ya ntar dilanjuti lagi aja”


ucap Alfin setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah


12 siang “gimana bu Mel?” senyum Alfin menatap Melly.


“Hm boleh. Kalau gitu kita lanjuti setelah makan siang ya”


menutup laptop dan sedari tadi dipandangi nya.


Setelah semua staf nya keluar menuju restoran Alfin sengaja


pergi setelah yang lain keluar. “Listi boleh saya bicara dengan atasan kamu


sebentar?” menatap Listi yang sudah berdiri sejajar dengan Melly “secara


pribadi” lanjut Alfin dengan pengucapan penekanan tanda kalau dia hanya mau

__ADS_1


bica berdua dengan Melly.


“Baik pak” menundukkan kepala  sopan “saya keluar duluan ya” ucap nya pelan


yang hanya terdengar oleh Melly.


Setelah Listi keluar, Alfin langsung menarik tangan Melly


untuk duduk kembali dan dia pun ikut duduk di samping Melly.


“Kaget gak?” menatap lekat Melly sementara yang ditatap ntah


melihat kemana dan hanya menganggukan kepala.


“Aku rindu” ucap Alfin lagi.


“Hemmm”.


“Kamu rindu gak?” kembali bertanya dan dijawab hanya dengan


gelengan kepala sekenanya. “Yakin?” memegang tangan Melly” dan membuat Melly


terkejut langsung menatap Alfin.


“Lepasin fin, ini ruangan meeting ntar gak enak kalau ada


yang liat” menarik tangan nya dari genggaman Alfin.


“Setelah meeting ikut aku sebentar ya” ajak Alfin.


“Kemana?”.


“Keluar sebentar. Aku mau menghabiskan hari ini bareng


kamu”.


“Aku gak bisa, kan selesai meeting mau langsung ke proyek”


menatap Alfin.


“Besok ke proyek nya. Gak jadi hari ini”.


“Loh, kenapa?”.


“Bu Wani tidak bisa hari ini karna ada keperluan mendadak”.


“Oh, yaudaah kalau gitu” masih focus kelaptop yang sudah


dibukanya tadi.


“Kamu lagi apa? Makan yuk” ajak Alfin.


“Lagi cek email. Kamu makan aja duluan. Ntar aku nyusul


setelah ini” tetap menatap layar laptop nya.


“Gak mau. Mau bareng kamu aja” menarik kursinya sendiri agar


lebih dekat dengan Melly.


“Sanaan dikit” mendorong kursi Alfin.


“Hem ya ya” terus menatap Melly sampai yang dittatap nya

__ADS_1


selesai dengan urusan di laptop nya.


__ADS_2