Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
episode 35


__ADS_3

Sesampainya dimobil, Alfin membukakan pintu depan samping


kemudi untuk Sherly lalu ia masuk dan duduk dikursi belakang.


“Sher, kita  antar


ALfin ke kantor nya dulu ya” ucap Melly menghidupkan mobil nya.


“Antar Sherly aja dulu biar gak bolak balik kamu” ucap Alfin


masih menatap layar ponselnya yang sedari tadi bebunyi.


“Iya Mel, antar aku aja dulu. Ntar kamu repot kalau harus


bolak balik” menatap Melly yang mulai memutarkan stiur mobilnya.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Sherly. setelah


menurunkan Sherly didepan pagar rumahnya, Melly langsung melajukan mobil nya ke


tujuan berikutnya.


“Eh,, kamu mau apa?” tanya Melly kaget ketika Alfin


berpindah kedepan melompati bagian tengah mobil nya.


“Kamu kan bukan supir aku, jadi aku pindah kedepan lah” memasang


seatbelt.


Melly hanya diam dan tak membalas perkataan Alfin. melly


melajukan mobil nya menuju salah satu pantai di ibu kota. Alfin yang sedari


tadi hanya focus ke layar ponsel tak menyadari kalau Melly tidak melajukan


mobil kekantornya.


Setengah jam berlalu namun mereka belum juga sampai di


tujuan.


“Sibuk ya?” tanya Melly yang sedari tadi melihat Alfin


mengutak atik layar ponselnya.


“hm.. Gak terlalu Cuma lagi balesin email aja” menatap Melly


yang juga sedang melihat nya hingga mata keduanya bertemu.


“Ini jalan apa? Aku gak pernah ngelewatin jalan ini” ucap


Alfin merasa aneh melihat jalanan didepannya.


“Diam dan ikuti aja. focus lah balas email itu” ucap Melly


tanpa menatap Alfin.


“Siap buk bos” ucap Alfin menatap Melly sambil tersenyum


membuat Melly ikut tersenyum.


Tanpa terasa satu setengah jam perjalanan berlalu dengan


hening diantara kedua nya. sesekali Alfin memulai obrolan namun tak ditanggapi


Melly hingga kini Melly sudah memarkirkan mobil nya di parkiran pantai.


“Mel, tunggu..” tarik Alfin tangan Melly yang sudah berjalan


didepannya beberapa langkah.


“Ada Apa?” menoleh kearah Alfin.

__ADS_1


“Ayo gandengan.. Nikmati senja sore ini..” mensejajari


langkah dengan Melly dan menggenggam erat tangan Melly.


Melly membiarkan ALfin menggenggam tangannya, berjalan


berdampingan menyusuri bibir pantai, membiarkan angin menerbangkan rambut


mereka.


“Terima kasih…..” ucap Alfin memecah keheningan.


“UNtuk apa?” tanya Melly.


“Untuk waktu yang berharga ini. untuk tangan ini yang


bersedia ku genggam, untuk kaki ini yang mau berjalan berdampingan dengan ku.


Terima kasih..” menghentikan langkahnya, menatap mata wanita yang ia cintai.


Melly hanya membalas perkataan Alfin dengan sebuah senyuman


dan memeluk tubuh pria yang ada didepannya.


Maaf Sher. Ijinkan aku


memeluk pria ini sebentar saja. Aku merindukan pria ini. aku rindu waktuku


bersamanya. Aku rindu genggaman ini. aku rindu dia…


Melly memeluk Alfin semakin erat membuat Alfin bingung namun


juga bahagia. Alfin membelai lembut rambut Melly mengalirkan perasaan cintanya.


“Jangan menangis. Aku akan selalu ada disini sama kamu.”


Alfin menghapus airmata di pipi Melly, membelai lembut wajah wanita yang dia


“Alfin..” panggil Melly nama pria yang sedang berdiri


menatap nya itu.


“Ya sayang..”


“Maaf. Maafin aku..” semakin meneteskan airmata.


“Menangislah kalau dengan cara itu kamu bisa lega” kembali


memeluk erat Melly.


“Ma..maafin aku Fin.. Maaf..” isak tangis Melly semakin


dalam.


“Sudah sudah tidak apa..”


“Maaf..” melepaskan pelukan Alfin dan menghapus airmatanya,


masih terdengar isak tangis ketika dia berbicara.


“Sebentar ya. duduk disini dan jangan kemana mana.”


Melly duduk di salah satu bangku di bibir pantai. Ia menatap


deburan ombak kecil air pantai. Menunggu Alfin yang tak tau pergi kemana.


“Ni minum dulu” menyerahkan sebotol air mineral.


“Terima kasih.”


“Aku senang akhirnya kita bisa bersama seperti ini” ucap


Alfin menatap Melly dan menggenggam tangan Melly.

__ADS_1


“Fin, boleh aku minta sesuatu?” tanya Melly.


“Katakanlah..”


“Berjanjilah untuk mengabulkan nya” menatap wajh Alfin dan


di jawab anggukan oleh Alfin.


“Aku mau kamu terus ada disamping Sherly apapun yang


terjadi.”


Satu kalimat yang membuat Alfin melepaskan genggamannya.


“Berjanjilah akan selalu ada untuk dia. Berjanjilah untuk


tetap bertunangan dan menikah dengannya” mengambil tangan Alfin dan


menggenggamnya dengan erat.


“Ayo pulang. Sudah sore. Mama kamu pasti nyariin” berdiri


dari duduk nya dan menarik tangan Melly.


“Kemarikan kuncinya, biar aku yang mengemudi” ucap Alfin


ketika mereka sudah sampai di parkiran.


Sepanjang perjalanan pulang, Alfin dan Melly larut dalam


pemikiran mereka masing masing. Hanya terdengar suara isak tangis dari Melly.


Alfin yang tak mengerti dengan sikap Melly hanya bisa melihat


Melly dengan tatapan penuh pertanyaan.


Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, kini mobil


sudah memasuki gerbang rumah Melly dan berhenti tepat di depan pintu.


“Kenapa kemari? Ntar kamu pulang naik apa?” tanya Meli


menatap Alfin yang sudah membukakan pintu mobil.


“Turunlah. aku sudah suruh asistenku untuk menjemput. Itu


dia sudah tiba.”


“Oh. Baiklah hati hati di jalan ya” menatap Alfin yang


sedang berjalan menuju mobil nya.


“Fin..” panggil Melly setengah berteriak dan berlari


menghampiri ALfin yang sudah berada di depan gerbang.


“Ya. Jangan lari ntar jatuh” ucap Alfin.


“Alfin,, berjanjilah untukku..” menatap ALfin.


“Janji apa?” pura pura lupa padahal mengerti.


“Janji?” tanya Melly dan memaksa jari kelingking Alfin untuk


disematkan ke jarinya.


“Hati hati ya.. Bye.. Selamat repot mengurus semuanya..” berlari


masuk kedalam rumah sembari melambaikan tangan yang hanya dijawab tatapan


bingung Alfin.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2