Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 15


__ADS_3

Sudah Terlalu Lama….


Sudah 2bulan Melly dan Alfin tak berjumpa. Proyek yang


menggabungkan keduanya pun berjalan tanpa mempertemukan mereka berdua. Selama


ini Melly meeting dengan staf Alfin karna kesibukan Alfin yang padat. Sering


Alfin meminta untuk staf nya mengatur ulang jadwal karna ia ingin langsung


berjumpa dengan Melly namun semua terkendala terlebih lagi saat itu Alfin


sering keluar negeri.


Sherly dan Melly seperti biasanya menjalani kehidupan dengan


pekerjaan mereka masing masing. Rutinitas berjumpa mereka pun tak berkurang.


Dan setiap mereka bertemu Sherly tak pernah absen curhat tentang Alfin. Sherly


sudah memutuskan untuk mengejar Alfin duluan.


Sherly dan Alfin sempat pergi bersama. Awal nya Sherly


mengajak Alfin pergi nonton seperti yang biasa mereka lakukan. Alfin mengira


kalau Sherly akan mengajak Melly tapi nyatanya mereka hanya pergi berdua.


“Lis, proyek di kota XX kan udah mau mulai proses


pengerjaan. Kita akan sering bolak balik kesana pasti. Aku pikir lebih baik


selama seminggu kedepan kita menginap di hotel dekat lokasi aja gimana? Karna


kan repot banget bolak balik, jauh lagi kan?” tanya Melly sambil mengendarai


mobil. Mereka baru saja selesai meeting di kantor Alfin.


“Boleh juga sih Mel” menyetujui usulan Melly sembari melihat


kembali berkas mereka.


“Yaudah ntar kamu atur untuk seminggu kedepan ya. Kita


berdua aja. Jadi yang lain bisa ngurus proyek satunya sama pak Azwar. Pesenin


kamar juga buat seminggu ya. Kamu tau kan nama hotel nya? Aku lupa” kata Melly.


“Ya aku tau kok. Ntar sampai kantor langsung aku pesen. Mau


berangkat kapan?” tanya Listi.


“Besok kita berangkat. Habis makan siang kita gerak ya” kata


kata Melly yang dijawab anggukan Listi.


Sesampainya dikantor Melly dan Listi langsung menyelesaikan


semua urusan yang akan mereka tinggalkan selama 1minggu. Setelah semua beres

__ADS_1


ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6sore dan mereka berdua bersiap untuk


pulang kerumah masing masing.


Sesampainya dirumah Melly langsung menuju kamar dan bersiap


untuk makan malam. Di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul.


“Pa, ma, aku ijin ya untuk 1minggu kedepan bakalan nginep di


kota XX” ucap Melly sembari makan.


“Ngapian?” tanya mama Rita.


“Proyek itu ya?” tanya pak Radit.


“Iya pa, ma. Kan disana udah mau mulai pengerjaan. Jadi


bakalan lebih sering bolak balik dan pasti nya bakalan capek banget. Jauh


soalnya, harus nempuh 3jam perjalanan. Jadi aku udah mutusin untuk selama


1minggu bakalan disana pa, ma biar gak ribet” menatap kedua orang tua nya


bergantian “dan semua tugas yang ada disini untuk sementara bakalan di handle


sama pak Anwar pa. aku akan cek setiap hari nya. Aku udah bilang bahwasanya aku


mau dikirimi laporan setiap hari”.


“Oh yaudah kalau gitu Mel. Udah kamu atur semua nya?” ucap


“Udah pa. listi udah pesen kamar untuk kami berdua”.


Setelah selesai makan malam dan mengobrol sebentar bersama


adik nya dan kedua orang tuanya Melly langsung berpamitan untuk kembali


kekamar.


Sesampainya dikamar Melly langsung mengambil koper dan


memasukkan pakaiannya untuk 1minggu kedepan, dan beberapa peralatan yang harus


dia bawa.


Setelah selesai semuanya ia bergerak menuju tempat tidur nya


dan mengambil hp nya dari atas meja samping kasur. Terlihat ada beberapa pesan


yang masuk di hp nya. Dan ada 10panggilan tak terjawab dari Alfin.


“Mel, Alfin cuek banget sekarang sama aku. Dia gak balas


pesan dan gak angkat telfon aku juga”


“Melllllll……”


“Kamu juga gak balas pesan aku”

__ADS_1


“Melllllllllllllllll………….”


 pesan bertubu tubi


dari Sherly yang ia baca.


“Sabar kali.. Gue baru siap packing makanya baru buka pesan


dari lu” balas Melly


“Oh, pantesan lama balas nya. Mau kemana?” balasan kilat


dari Sherly.


“Mau ke kota XX untuk seminggu karna proyek disana mau masuk


proses pengerjaan”. Melly


“Kapan berangkat?”. Sherly


“Besok”. Melly


“Yah, gak sempat jumpa dong..”. Sherly


“Ya gak lah Sher. Ntar sepulang dari sana kita nongki ya”.


Melly


“Okelah. Yaudah deh tidur yuk besok gue dinas pagi. Bye.


Selamat malam”. Sherly


“Selamat malam juga”. Melly


Setelah selesai bertukar pesan dengan Sherly, Melly langsung


membuka pesan berikutnya yang ternyata dari Alfin.


“Maaf aku terlalu sibuk akhir akhir ini sayang sampai gak


bisa meeting sama kamu langsung”


“Kenapa gak pernah angkat telfon aku lagi?”


“Aku sayang kamu”


Pesan dari Alfin yang tak ia balas. Memang selama 2bulan tak


bertemu tak pernah sekalipun Melly membalas pesan Alfin. Kalaupun untuk urusan


kerja, Melly menyerahkan komunikasi sama Listi. Bahkan telfon Alfin pun tak


pernah ia angkat. Melly tahu kalau hatinya menolak semua sikap nya ini tapi


Melly juga tak mau menyakiti perasaan sahabatnya. Tetesan airmata selalu keluar


setiap malam sebelum tidur saat ia membaca pesan dari Alfin yang dia terima


setiap hari nya.

__ADS_1


__ADS_2