
Sudah Terlalu Lama….
Sudah 2bulan Melly dan Alfin tak berjumpa. Proyek yang
menggabungkan keduanya pun berjalan tanpa mempertemukan mereka berdua. Selama
ini Melly meeting dengan staf Alfin karna kesibukan Alfin yang padat. Sering
Alfin meminta untuk staf nya mengatur ulang jadwal karna ia ingin langsung
berjumpa dengan Melly namun semua terkendala terlebih lagi saat itu Alfin
sering keluar negeri.
Sherly dan Melly seperti biasanya menjalani kehidupan dengan
pekerjaan mereka masing masing. Rutinitas berjumpa mereka pun tak berkurang.
Dan setiap mereka bertemu Sherly tak pernah absen curhat tentang Alfin. Sherly
sudah memutuskan untuk mengejar Alfin duluan.
Sherly dan Alfin sempat pergi bersama. Awal nya Sherly
mengajak Alfin pergi nonton seperti yang biasa mereka lakukan. Alfin mengira
kalau Sherly akan mengajak Melly tapi nyatanya mereka hanya pergi berdua.
“Lis, proyek di kota XX kan udah mau mulai proses
pengerjaan. Kita akan sering bolak balik kesana pasti. Aku pikir lebih baik
selama seminggu kedepan kita menginap di hotel dekat lokasi aja gimana? Karna
kan repot banget bolak balik, jauh lagi kan?” tanya Melly sambil mengendarai
mobil. Mereka baru saja selesai meeting di kantor Alfin.
“Boleh juga sih Mel” menyetujui usulan Melly sembari melihat
kembali berkas mereka.
“Yaudah ntar kamu atur untuk seminggu kedepan ya. Kita
berdua aja. Jadi yang lain bisa ngurus proyek satunya sama pak Azwar. Pesenin
kamar juga buat seminggu ya. Kamu tau kan nama hotel nya? Aku lupa” kata Melly.
“Ya aku tau kok. Ntar sampai kantor langsung aku pesen. Mau
berangkat kapan?” tanya Listi.
“Besok kita berangkat. Habis makan siang kita gerak ya” kata
kata Melly yang dijawab anggukan Listi.
Sesampainya dikantor Melly dan Listi langsung menyelesaikan
semua urusan yang akan mereka tinggalkan selama 1minggu. Setelah semua beres
__ADS_1
ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6sore dan mereka berdua bersiap untuk
pulang kerumah masing masing.
Sesampainya dirumah Melly langsung menuju kamar dan bersiap
untuk makan malam. Di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul.
“Pa, ma, aku ijin ya untuk 1minggu kedepan bakalan nginep di
kota XX” ucap Melly sembari makan.
“Ngapian?” tanya mama Rita.
“Proyek itu ya?” tanya pak Radit.
“Iya pa, ma. Kan disana udah mau mulai pengerjaan. Jadi
bakalan lebih sering bolak balik dan pasti nya bakalan capek banget. Jauh
soalnya, harus nempuh 3jam perjalanan. Jadi aku udah mutusin untuk selama
1minggu bakalan disana pa, ma biar gak ribet” menatap kedua orang tua nya
bergantian “dan semua tugas yang ada disini untuk sementara bakalan di handle
sama pak Anwar pa. aku akan cek setiap hari nya. Aku udah bilang bahwasanya aku
mau dikirimi laporan setiap hari”.
“Oh yaudah kalau gitu Mel. Udah kamu atur semua nya?” ucap
“Udah pa. listi udah pesen kamar untuk kami berdua”.
Setelah selesai makan malam dan mengobrol sebentar bersama
adik nya dan kedua orang tuanya Melly langsung berpamitan untuk kembali
kekamar.
Sesampainya dikamar Melly langsung mengambil koper dan
memasukkan pakaiannya untuk 1minggu kedepan, dan beberapa peralatan yang harus
dia bawa.
Setelah selesai semuanya ia bergerak menuju tempat tidur nya
dan mengambil hp nya dari atas meja samping kasur. Terlihat ada beberapa pesan
yang masuk di hp nya. Dan ada 10panggilan tak terjawab dari Alfin.
“Mel, Alfin cuek banget sekarang sama aku. Dia gak balas
pesan dan gak angkat telfon aku juga”
“Melllllll……”
“Kamu juga gak balas pesan aku”
__ADS_1
“Melllllllllllllllll………….”
pesan bertubu tubi
dari Sherly yang ia baca.
“Sabar kali.. Gue baru siap packing makanya baru buka pesan
dari lu” balas Melly
“Oh, pantesan lama balas nya. Mau kemana?” balasan kilat
dari Sherly.
“Mau ke kota XX untuk seminggu karna proyek disana mau masuk
proses pengerjaan”. Melly
“Kapan berangkat?”. Sherly
“Besok”. Melly
“Yah, gak sempat jumpa dong..”. Sherly
“Ya gak lah Sher. Ntar sepulang dari sana kita nongki ya”.
Melly
“Okelah. Yaudah deh tidur yuk besok gue dinas pagi. Bye.
Selamat malam”. Sherly
“Selamat malam juga”. Melly
Setelah selesai bertukar pesan dengan Sherly, Melly langsung
membuka pesan berikutnya yang ternyata dari Alfin.
“Maaf aku terlalu sibuk akhir akhir ini sayang sampai gak
bisa meeting sama kamu langsung”
“Kenapa gak pernah angkat telfon aku lagi?”
“Aku sayang kamu”
Pesan dari Alfin yang tak ia balas. Memang selama 2bulan tak
bertemu tak pernah sekalipun Melly membalas pesan Alfin. Kalaupun untuk urusan
kerja, Melly menyerahkan komunikasi sama Listi. Bahkan telfon Alfin pun tak
pernah ia angkat. Melly tahu kalau hatinya menolak semua sikap nya ini tapi
Melly juga tak mau menyakiti perasaan sahabatnya. Tetesan airmata selalu keluar
setiap malam sebelum tidur saat ia membaca pesan dari Alfin yang dia terima
setiap hari nya.
__ADS_1