Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 14


__ADS_3

Perubahan Sikap….


Pagi ini tak secerah biasanya. Awan tak berwarna biru


melainkan berwarna abu abu dan langit pun menurunkan tetesan air yang cukup


deras. Setelah malam yang penuh drama semalam dan belum juga menemukan akhir.


Alfin yang tak ingin pisah dan melly yang tak ingin


menyakiti sahabat nya. Malam itu perjalanan tersa sunyi karna tak seorang pun


yang bicara. Kekecewaan dirasakan oleh keduanya. Hati yang tak dapat dibohongi


kalau mereka benar benar sayang satu sama lain.


Hari ini Melly yang sudah bersiapa siap untuk ke kantor


menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya. Sudah tampak papa,


mama dan adik nya di meja makan.


“Hai sayang selamat pagi” panggil mamanya yang melihat anak


nya menuju meja makan.


“Hai ma selamat pagi pa, ma, arin” duduk di kursi samping


mamanya.


“Sehat kamu nak?” ucap mamanya khawatir karna dari pulang


semalam melly langsung masuk kamar dan tak banyak bicara begitupun Alfin yang


langsung pergi pulang setelah pamit.


“Sehat ma” jawab Melly dengan singkat sambil mengolesi selai


coklat ke roti nya.


“Gimana survey nya semalam Mel” tanya pak Radit.


“Lancar pa, ntar aku mau cek berkasnya” mulai melahap roti.


“Oke, jangan kelamaan ya karna proyek ini banyak banget yang


mau ambil”.


“Baik pa” mengacungkan jempol pada papanya “aku hari ini


berangkat bareng papa ya” menatap papanya.


“Tumben amat. Mobil kamu kenapa?” jawab papanya.


“Lagi males nyetir pa”.


“Yang anter aku ke kampus siapa?” tanya Arin.


“Ntar kita anterin kamu dulu ke kampus baru ke kantor” ucap


pak Radit menatap Arin.


Setelah selesai dengan sarapan nya masing masing mereka


bertiga masuk ke mobil yang sama. Sesuai rencana awal Arin diantar kekampus dan


setelah nya pak Radit langsung menuju kantor yang tak juah dari kampus Arin.


Sekitar 15menit perjalanan menuju kantor dan mereka puntiba dikantor langsung


menuju ruangan kerja masing masing. Meskipun perusahaan ini milik papa nya tapi


Melly tak mau diperlakukan istimewa. Dia layak nya karyawan biasa.


Setelah sampai dilantai dimana ruangan nya berada, Melly


langsung memanggil Listi untuk membahas hasil survey semalam.


“Lis, kamu buatkan proposal penyetujuan untuk proyek ini ya.

__ADS_1


Saya sudah putuskan untuk menangani proyek ini. Langsung kamu buat janji sama


staf Pt XX untuk meeting pertama” memberikan file file Listi yang duduk


didepannya.


“Baik bu” menerima file trsebut.


“Kerjainnya disini aja biar saya bisa langsung cek dan kalau


pun ada tambahan bisa langsung kamu buat” ucap Melly.


“Baik bu sebentar saya ambil laptop saya bu” jawab Listi


“Lis, saya hari ini ada jadwal gak ya?” ucap Melly ketika


Listi sudah kembali dengan membawa laptop nya dan kembali duduk di depan Melly.


“Hari ini kosong bu karna meetng dengan PT ZZ sudah


diwakilkan pak Azwar.


“Oke baiklah berarti kita bisa focus untuk proposal ini”


jawab Melly dan segera mengambil hp nya yang bordering.


Melihat nama dilayar ponsel nya membuat Melly mengurungkan


niat untuk menjawab telfon itu. sudah 3kali hp bordering dan Melly yang merasa


sedikit terganggu akhirnya menjab telfoin.


“Halo sayang” suara Alfin di sebrang sana.


“Hemmmm.. aku sedang sibuk. Jangan menelfon” jawab Melly


ketus.


“Baiklah. Kalau begitu dengarkan aku tanpa menjawab dan


cukup bilang iya” ucap Alfin.


“Nanti aku jemput jam 12 untuk makan siang”


“Gak bisa” singkat menjawab.


“Kenapa?”.


“Tadi kan aku sudah bilang lagi sibuk” ketus menjawab.


“Baiklah kalau begitu aku yang datang ke kantor mu membawa


makan siang” tanpa mendengar jawaban dari Melly, telfon langsung terputus.


Melly dan Listi melanjutkan perkerjaan mereka. Sesekali


Melly melihar jam di dinding. Hp nya bordering lagi. Tanda panggilan masuk.


Dilihat nya ternyata papanya yang telfon.


“Halo ya pa”


“keputusannya mana sayang?” ucap papanya.


“Oia pa lupa aku ngabarinnya” menepuk jidatnya sambil


tersenyum “aku terima pa proyek ini. Ini lagi bikin proposal balasan sama


Listi”.


“Oke baiklah. Terima kasih ya dan lanjutkan lah pekerjaan


mu”.


“Oke pa”.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 dan proposal yang sedang


mereka buat pun sedang dalam proses revisi oleh keduanya.

__ADS_1


“Lis ngelanjutin diluar yuk” ajak Melly.


“Maksudnya di luar mana bu?” jawab Listi yang bingung dengan


ajakan atasan nya itu.


“Di café depan kantor sekalian makan siang” ajak Melly yang


sengaja menghindar makan siang bersama dengan Alfin.


“Oke bu saya siapin dulu ya” menutup laptop dan memasukkan


nya beserta kertas kertas yang sedang mereka periksa ke dalam tas.


Karna café yang tak jauh dari kantor, mereka berdua


memutuskan untuk berja;an kaki menuju café. Dan setelah sampai di café mereka


memesan 2gelas kopi dan kue serta makanan berat untuk makan siang.


“Lis boleh gak saya minta sesuatu?”.


“Bolehlah bu”.


“Jangan panggil saya ibu ya. Panggil aja Melly. Kita kan


usianya sama”.


“Segan lah saya bu”.


“Gak apa lis. Jangan panggil ibu lagi ya. Panggil Melly aja.


Biar lebih nyaman didengar”.


“Oke lah kalau memang saya dipaksa hehehe” tersenyum


mendengar perintah dari atasannya.


Selama ini dia memang agak canggung ketika Listi


memanggilnya ibu karna dari segi usia mereka sama. Dan Melly sudah sangat


nyaman dengan sekretarisnya itu.


Meskipun sedang bekerja di café itu Melly sama sekali tidak


focus dan terus menatap pintu masuk gedung di seberang sambil sesekali melihat


jam di tangan nya. Jam menunjukkan pukul 12 tepat dan tampak sebuah mobil yang


dikenalinya masuk ke gedung.


Dia beneran datang


ternyata. Untung aku sudah melarikan diri.


Listi yang menyadari kalau Melly sedari tadi gelisah menatap


gedung dimana tempat mereka bekerja memberanikan diri untuk bertanya.


“Kenapa bu, eh salahhh. Kenapa Mel? Ada yang kamu tunggu?”


ucap Listi yang ikut menatap kearah yang sama.


“Eh gak apa Lis” jawab Melly tanpa menoleh kea rah Listi.


Dering tanda pesan masuk berbunyi.


“Kamu sengaja pergi? Baiklah tak apa. Akan ada banyak


kesempatan untuk aku bertemu dengan mu lain waktu. Selamat makan siang sayang.


Aku menyanyangi mu” pesan dari Alfin yang tak mendapat balasan dari Melly.


Tak lama selang pesan masuk terlihat mobil Alfin yang keluar


dari gedung.


Maafkan aku sayang.

__ADS_1


Melly


__ADS_2