Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Dia Adalah....


__ADS_3

Pria manis yang menjadikan warung bik iyem menjadi


terfavorit diantara kedua sahabat masih misterius bagi mereka. Awal perjumpaan


mereka dengan pria itu sangat ironis sekaligus memalukan.


Sore hari itu ketika jalanan dari rumah sakit menuju Mall


yang biasa dua sahabat itu kunjungi macet total. “Huh,, tumben amat ya disini


macet. Ada apa ya” tanya Melly penasaran sambil melihat kedepan kekiri kekanan.


“buk dokter bisa gak kalau mereka disuntik biar jalan semua? Hahaha”


“Stress ni temen gue ada ada aje..” dengan santai menghadapi


macet sambil baca majalah. Sepertinya situasi macet belum seberapa daripada


riuh nya Sherly ketika menjadi dokter.


Karna penasaran dengan situasi macet total yang tak seperti


biasa nya itu Melly memutuskan untuk keluar dari mobil dan melihat nya sendiri.


Bruuggggg..


Terdengar keras suara orang jatuh di luar mobil membuat


Sherly yang sedang focus membaca majalah melihat keluar dan langsung


terperanjak kaget.


“Astaga Melly. Kok loe bisa disini sih? Bukannya tadi tu loe


didalam sama gue. Kenapa udah jatuh? Siapa yang buat loe jatu? Aduh aduh. Yang


mana yang sakit?” pertanyaan bertubi tubi Sherly membuat yang jatuh tadi bukan


merasa kesakitan tapi merasa jengkel karnanya.


“Bantu aku dulu dong baru banyak tanya. Bukan nya bantuin


malah nanya terus seperti rel kereta api gak ada putus nya” mearik tangan


sahabat nya dan mencoba berdiri.


“eh iya lupa hehehe” polos nya tawa Sherly sambil mambantu


sahabat nya.


“Maaf mbak saya tadi gak liat karna mbak nya tiba tiba


keluar dari mobil. Mau saya bawa ke rumah sakit?” tanya seseorang yang menabrak


nya tadi.

__ADS_1


“Kalau naik motor itu hati hati dong. Pake ma..” Melly tak


dapat melanjutkan kata kata ketika matanya melihat sosok pria yang ada di depan


nya. Pria dengan tubuh tinggi berwajah menawan dan berpenampilan rapi. Terdiam


sesaat terpukau menatap pria yang menabrak nya tadi.


Melihat teman nya yang terdiam membuat mata Sherly ikut


melihat apa yang dilihat teman nya. “Wow, manis sekali dia..” gumam Sherly


berbisik ke sahabat nya.


“Eh, iya gak apa apa kok mas gak sakit,, udah sembuh ni tiba


tiba..” mencoba berdiri “aduh aduh..” terjatuh lagi karna kakinya terasa sakit.


“Yakin gak mau kerumah sakit mbak? Soalnya itu kaki mbak nya


berdarah loh. Atau saya bawa ke situ ya mbak biar saya obati” menunjuk sebuah


gang. “eh iya boleh deh..”  melihat arah


tangan si pria menunjuk dan mengangguk.


Melly berdiri dibantu oleh sahabat nya dan pria yang sudah


menabrak nya. 1tangan dia letak kan di pundak teman nya dan 1tangan lagi dia


mendudukkan Melly di bangku panjang yang tersedia tepat di samping gang.


“sebentar ya abak duduk disini dulu, saya mau markirkan


motor saya” perlahan diturunkan nya tangan Melly dari pundak nya.


“Eh iya Mel  aku juga


mau markirkan mobil ya. Lihat tu udah tambah macet karna mobil kita” sambut


Sherly yang baru menyadari posisi mobil mereka yang menghalangi kendaraan lain


untuk lewat.


Keduanya pun memarkirkan mobil mereka di halaman luas


samping gang. Sambil menunggu dua orang tadi Melly melihat sekitar tempat ia


duduk. “Warung Bik Iyem” tertera spanduk besar diatas gang.


“Yuk kedalam biar aku obati” mengambil tangan Melly dan


meletakkan di pundak nya “Kedalam mana?” bertanya dalam keadaan pasrah karna


tangan sudah berada di pundak lelaki itu.

__ADS_1


“Ke warung bik iyem, saya mau minjam P3K sama bik iyem karna


di motor saya tidak ada, atau mbak nya punya P3K? biar saya obati disini”


memberhentikan langkah nya yang sudah separuh jalan menuju warung bik iyem.


Sherly yang sedari tadi mengikuti langkah kaki pria tadi hanya terdiam terpaku


melihat teman dan pria itu berbicara.


Jarak dari depan gang sampai ke warung bik iyem tak terlalu


jauh, hanya sekitar 50m. dan setibanya di warung “Assalamualaikum bik. Bik


Iyem..” memanggil nama sipemilik warung sambil membarkan tangan Melly tetap di


pundak nya.


“Eh ia sebentar ya”terdengan suara dari dalam rumah


menandakan yang dipanggil tadi ada di rumah. “Duduk dulu disini sebentar ya”


meletak kan Melly di tempat duduk dengan perlahan. “Eh Alfin, bik iyem udah


tutup nak, udah habis semua, lagian kammu tumben datang nya sore banget. Baru


pulang kerja ya?”


“oh, namanya Alfin” serentak Melly dan Sherly sambil


tersenyum.


“gak bik aku gak datang buat makan, tapi mau minjam kotak


P3K bibik soalnya aku tadi nabrak org bik


“apa? Nabrak? Terus gimana keadaan nya sekarang? Mana orang


nya? Kok bawa kemari bukannya kerumah sakit?” rasa cemas dan khawatir langsung


membuat bik iyem mengeluarkan beberapa pertanyaan.


“saya biik yang di tabrak. Tapi gak parah kok bik hehehe”


tersenyum menjawab pertanyaan bik iyem tadi.


“eh ada orang rupanya. Bibik gak nampak tadi”berjalan


mendekati Melly dan Sherly “eh, ini sih parah juga nak, liat ni kaki kami


sampai berdarah, lengan kamu juga ni. Yaudah tunggu sebentar ya bibik ambil


kotak P3K dulu ya”


“iya bik” tersenyum melihat bik iyem yang sangat perhatian

__ADS_1


meskipun ini kali pertama pertemuan mereka


__ADS_2