
Setelah malam pertemuan itu, membuat Sherly semakin yakin
dengan Alfin. Hari hari mereka lalui tanpa pernah sekali pun melewatkan waktu
untuk bertemu. Setiap hari Alfin menjemput Sherly sepulang ia dari kantor.
Begitu pun dihari libur. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama sama.
Sherly sudah menyatakan kesiapan nya utnuk menikah ke Alfin.
Dan hanya disambut senyum oleh Alfin. Sherly sudah memberitahukan ke orang
tuanya kalau ia sudah siap menikah dan betapa bahagianya orang tua Sherly
mendengar kabar itu. mama Meka langdung sibuk menyiapkan acara pernikahan putri
semata wayang nya. Mama Meka memta agar Alfin segera membawa orang tuanya
kerumah mereka. Dan Alfin menyetujui itu.
Setelah perdebatan antara Alfin dan mamanya ketika ia
menyampaikan kalau ia akan menikah dengan Sherly. Mama Alfin bukan tidak
menyukai Sherly. Ia hanya tak ingin anak nya terlalu gegabah mengambil
keputusan.
“Melly sudah benar benar tak memiliki cinta lagi untuk ku
ma, bahkan pesanku saja tak pernah dibalasnya. Dengan menikahi Sherly aku pasti
akan melupakannya ma. Tolong restui aku.”
“Lakukan lah yang menurut mu baik. Papa dan mama hanya bisa
mendukungmu nak” ucap papa Alfin.
“Baiklah, aku akan segera mengatur perjumpaan mama dan papa
dengan orangtua Sherly.”
Tring tring tring…. Telfon Alfin berbunyi.
“Alfin masuk ke kamar dulu ya.” Alfin segera menuju kamarnya
dan mengangkat telfon nya yang masih bordering.
“Halo…”
“Halo sayang kamu sibuk gak? Atau sudah mau tidur?” tnaya
Sherly di telfon.
“Belum. Aku baru selesai bicara dengan mama dan papa untuk
menjumpai orang tuamu.”
“Apa? Terus mereka bilang apa? Mereka setuju?”
“Ya, mereka setuju. Kalau orangtuamu bisa besok aku akan
membawa orang tuaku kerumah mu.”
“Baik lah mereka pasti senang mendengar kabar ini. aku akan
membetihau mereka sekarang. Kamu tidur lah sayang. Bye. Aku mencintaimu.”
Sebelum Alfin mengucapkan apapun, Sherly memutus sambungan telfon mereka.
……………………………………………………………….
Siang ini pertemuan antara kedua orang tua Alfin dan Sherly
pun berlangsung. Mereka bertemu sembari makan siang dirumah Sherly. Orang tua
Sherly sengaja memilih bertemu dirumah untuk membuat suasana pertemuan terasa
nyaman.
Setelah makan siang bersama kedua orang tua pun membicarakan
tujuan mereka bertemu. Setelah beberapa jam berlalu, orang tua Alfin pamit
__ADS_1
untuk kembali kerumah mereka.
Dari hasil pertemuan itu telah disepakati bahwa bulan depan
pertunangan antara AAlfin dan Sherly berlangsung dan dua bulan setelah
pertunangan akan dilangsungkan pernikahan.
Orang tua Sherly tak ingin anak nya terlalu lama pacaran
makanya mereka memutuskan waktu dengan begitu cepat. Melihat Alfin yang tidak
menolak perkataan orangtua Sherly, membuat orangtua Alfin menyetujui rencana
itu.
Alfin memasang wajah datar sepanjang acara pertemuan hingga
dia sampai kerumah.
“Alfin papa mau bicara sama kamu. Ikut papa keruang kerja
papa.” Tanpa jawaban, Alfin segera mengikuti langkah kaki papanya.
“Duduk disini nak” papa menepuk sofa sampingnya, mengarahkan
Alfin untuk duduk disamping nya. “Kamu bahagia?” tanya papa sambil menatap anak
nya.
Alfin menjawab pertanyaan papanya dengan anggukan kepala.
“Alfin, lihat papa. Papa tanya sama kamu. Kamu bahagia?”
“Iy-ya pa” berat suara Alfin menjawab nya.
“Kamu yakin?”
“Iya pa, aku yakin. Aku yakin Melly akan bahagia dengan
semua ini. aku melakukan semua ini karena nya pa. dia ingin aku bahagia bersama
Sherly. Dan aku hanya bahagia ketika Melly bahagia pa” terdengar suara lirih
“Fikirkan ulang ini semua. Kalau memang kamu tak ingin
melanjuti ini papa akan menemui kedua orangtua Sherly dan membatalkan nya. Papa
harap keputusan yang kamu ambil bisa membuat kamu bahagia.”
Tringg…Tringg…Tringg… suara telfon bordering muncul dari hp
Alfin.
“Angkat lah telfon itu nak. Dan beristirahatlah dikamarmu.”
Tanpa menjawab papanya Alfin bergerak keluar ruang kerja
papa dan berjalan menuju kamar nya dilantai dua dengan dering hp ya yang masih
juga hidup setelah beberapa kali tak diangkatnya.
“Halo..”
“Halo sayang. Kamu lagi apa? Capek gak?” suara Sherly
terdengar semangat.
“Lagi mau tidur istirahat.”
“Oh, yaudah deh. Selamat tidur ya. Aku akan pergi sendiri
saja kalau gitu.”
“Kamu mau kemana?” tanya Alfin.
“Aku mau ke cafe XX. Melly barusan menelfon ngajak makan
malam bareng disana. Awalnya aku mau ngajak kamu sayang kan udah lama kita gak
ketemu dia. Tapi kalau kamu lelah yasudah lebih baik kamu beristirahat aja.”
Mendengar Sherly mengatakan akan menemui Melly membuat Alfin
__ADS_1
kaget dan seperti mendapatkan energy kembali.
“Gak apa sayang. Aku akan menjemput mu dan kita akan pergi
bersama-sama. Sebentar ya aku mandi dulu. Janjian nya jamberapa?” ucap Alfin
dengan semangat. Rindu nya ek Melly
sudah tak bisa ia pendam lagi. Sudah hamper sebulan lamanya ia tak mendengar
kabar melly.
“Tadi sih janji nya jam 7. Ini masih jam 5sore. Yaudah aku
tunggu kamu ya dirumah.”
“Yaudah ni aku langsung siap siap jemput kamu ya..” ucap
Alfin bersemangat.
Setelah mennutup telfon nya, alfin bergerak cepat langsung
ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi, Alfin menuju lemari pakaian
nya dan mengambil baju kaos dan celana jeans. Alfin memutuskan untuk bergaya
santai di pertemuan kali ini.
Waktu menunjukkan pukul enam sore ketika Alfin mengeluarkan
mobil nya dari garasi rumah bersiap untuk menjemput Sherly. mama dan papa Alfin
terlihat bingung melihat tingkah anak nya. Baru saja mereka melihat raut wajah
murung anaknya setelah pulang dari rumah Sherly. sekarang mereka sudah melihat
anak nya itu keluar rumah dengan sangat bersemangat.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga akhirnya tiba
dirumah Sherly. alfin masuk ke rumah Sherly dan menunggu Sherly di ruang
keluarga ditemani oleh papa Sherly.
Beberapa menit menunggu, akhirnya Sherly sudah siap dan
turun menemui Alfin di ruang keluarga. Mereka berdua berpamitan kepada orang
tua Sherly lalu pergi menuju café xx tempat janjian bersama Melly.
Sepanjang perjalanan, Sherly terlihat mengajak bicara Alfin dengan
semangat membahas acara pertunangan mereka yang akan berlangsung satu minggu
lagi. Tapi alfin hanya menjawab sekenanya. Alfin lebih antusias untuk bertemu
dengan Mellly ketimbang membahas rencana pertunangan mereka.
Empat puluh menit berlalu dan kini mobil Alfin sudah
terparkir disudut parkiran restoran. Alfin turun dan membukakan pintu mobil
untuk Sherly. mereka berdua berjalan bersama memasuki restoran dan mencari
keberadaan Melly.
“Sherly” terdengar suara Melly memanggil dari mejanya.
Melihat keberadaan Melly, Alfin dan Sherly segera
menghampirinya.
“Gue rindu..” Melly memeluk Sherly ketika sahabat nya itu
sudah didekatnya.
“Hai Fin, apa kabar? Sehat?” melepaskan pelukan Sherly dan
menoleh kea rah Alfin.
“Sehat. Sudah lama sekali tidak berjumpa ya. Aku rindu..”
ucap Alfin menatap dalam Melly.
__ADS_1