Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 28


__ADS_3

Setelah malam pertemuan itu, membuat Sherly semakin yakin


dengan Alfin. Hari hari mereka lalui tanpa pernah sekali pun melewatkan waktu


untuk bertemu. Setiap hari Alfin menjemput Sherly sepulang ia dari kantor.


Begitu pun dihari libur. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama sama.


Sherly sudah menyatakan kesiapan nya utnuk menikah ke Alfin.


Dan hanya disambut senyum oleh Alfin. Sherly sudah memberitahukan ke orang


tuanya kalau ia sudah siap menikah dan betapa bahagianya orang tua Sherly


mendengar kabar itu. mama Meka langdung sibuk menyiapkan acara pernikahan putri


semata wayang nya. Mama Meka memta agar Alfin segera membawa orang tuanya


kerumah mereka. Dan Alfin menyetujui itu.


Setelah perdebatan antara Alfin dan mamanya ketika ia


menyampaikan kalau ia akan menikah dengan Sherly. Mama Alfin bukan tidak


menyukai Sherly. Ia hanya tak ingin anak nya terlalu gegabah mengambil


keputusan.


“Melly sudah benar benar tak memiliki cinta lagi untuk ku


ma, bahkan pesanku saja tak pernah dibalasnya. Dengan menikahi Sherly aku pasti


akan melupakannya ma. Tolong restui aku.”


“Lakukan lah yang menurut mu baik. Papa dan mama hanya bisa


mendukungmu nak” ucap papa Alfin.


“Baiklah, aku akan segera mengatur perjumpaan mama dan papa


dengan orangtua Sherly.”


Tring tring tring…. Telfon Alfin berbunyi.


“Alfin masuk ke kamar dulu ya.” Alfin segera menuju kamarnya


dan mengangkat telfon nya yang masih bordering.


“Halo…”


“Halo sayang kamu sibuk gak? Atau sudah mau tidur?” tnaya


Sherly di telfon.


“Belum. Aku baru selesai bicara dengan mama dan papa untuk


menjumpai orang tuamu.”


“Apa? Terus mereka bilang apa? Mereka setuju?”


“Ya, mereka setuju. Kalau orangtuamu bisa besok aku akan


membawa orang tuaku kerumah mu.”


“Baik lah mereka pasti senang mendengar kabar ini. aku akan


membetihau mereka sekarang. Kamu tidur lah sayang. Bye. Aku mencintaimu.”


Sebelum Alfin mengucapkan apapun, Sherly memutus sambungan telfon mereka.


……………………………………………………………….


Siang ini pertemuan antara kedua orang tua Alfin dan Sherly


pun berlangsung. Mereka bertemu sembari makan siang dirumah Sherly. Orang tua


Sherly sengaja memilih bertemu dirumah untuk membuat suasana pertemuan terasa


nyaman.


Setelah makan siang bersama kedua orang tua pun membicarakan


tujuan mereka bertemu. Setelah beberapa jam berlalu, orang tua Alfin pamit

__ADS_1


untuk kembali kerumah mereka.


Dari hasil pertemuan itu telah disepakati bahwa bulan depan


pertunangan antara AAlfin dan Sherly berlangsung dan dua bulan setelah


pertunangan akan dilangsungkan pernikahan.


Orang tua Sherly tak ingin anak nya terlalu lama pacaran


makanya mereka memutuskan waktu dengan begitu cepat. Melihat Alfin yang tidak


menolak perkataan orangtua Sherly, membuat orangtua Alfin menyetujui rencana


itu.


Alfin memasang wajah datar sepanjang acara pertemuan hingga


dia sampai kerumah.


“Alfin papa mau bicara sama kamu. Ikut papa keruang kerja


papa.” Tanpa jawaban, Alfin segera mengikuti langkah kaki papanya.


“Duduk disini nak” papa menepuk sofa sampingnya, mengarahkan


Alfin untuk duduk disamping nya. “Kamu bahagia?” tanya papa sambil menatap anak


nya.


Alfin menjawab pertanyaan papanya dengan anggukan kepala.


“Alfin, lihat papa. Papa tanya sama kamu. Kamu bahagia?”


“Iy-ya pa” berat suara Alfin menjawab nya.


“Kamu yakin?”


“Iya pa, aku yakin. Aku yakin Melly akan bahagia dengan


semua ini. aku melakukan semua ini karena nya pa. dia ingin aku bahagia bersama


Sherly. Dan aku hanya bahagia ketika Melly bahagia pa” terdengar suara lirih


“Fikirkan ulang ini semua. Kalau memang kamu tak ingin


melanjuti ini papa akan menemui kedua orangtua Sherly dan membatalkan nya. Papa


harap keputusan yang kamu ambil bisa membuat kamu bahagia.”


Tringg…Tringg…Tringg… suara telfon bordering muncul dari hp


Alfin.


“Angkat lah telfon itu nak. Dan beristirahatlah dikamarmu.”


Tanpa menjawab papanya Alfin bergerak keluar ruang kerja


papa dan berjalan menuju kamar nya dilantai dua dengan dering hp ya yang masih


juga hidup setelah beberapa kali tak diangkatnya.


“Halo..”


“Halo sayang. Kamu lagi apa? Capek gak?” suara Sherly


terdengar semangat.


“Lagi mau tidur istirahat.”


“Oh, yaudah deh. Selamat tidur ya. Aku akan pergi sendiri


saja kalau gitu.”


“Kamu mau kemana?” tanya Alfin.


“Aku mau ke cafe XX. Melly barusan menelfon ngajak makan


malam bareng disana. Awalnya aku mau ngajak kamu sayang kan udah lama kita gak


ketemu dia. Tapi kalau kamu lelah yasudah lebih baik kamu beristirahat aja.”


Mendengar Sherly mengatakan akan menemui Melly membuat Alfin

__ADS_1


kaget dan seperti mendapatkan energy kembali.


“Gak apa sayang. Aku akan menjemput mu dan kita akan pergi


bersama-sama. Sebentar ya aku mandi dulu. Janjian nya jamberapa?” ucap Alfin


dengan semangat.  Rindu nya ek Melly


sudah tak bisa ia pendam lagi. Sudah hamper sebulan lamanya ia tak mendengar


kabar melly.


“Tadi sih janji nya jam 7. Ini masih jam 5sore. Yaudah aku


tunggu kamu ya dirumah.”


“Yaudah ni aku langsung siap siap jemput kamu ya..” ucap


Alfin bersemangat.


Setelah mennutup telfon nya, alfin bergerak cepat langsung


ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi, Alfin menuju lemari pakaian


nya dan mengambil baju kaos dan celana jeans. Alfin memutuskan untuk bergaya


santai di pertemuan kali ini.


Waktu menunjukkan pukul enam sore ketika Alfin mengeluarkan


mobil nya dari garasi rumah bersiap untuk menjemput Sherly. mama dan papa Alfin


terlihat bingung melihat tingkah anak nya. Baru saja mereka melihat raut wajah


murung anaknya setelah pulang dari rumah Sherly. sekarang mereka sudah melihat


anak nya itu keluar rumah dengan sangat bersemangat.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga akhirnya tiba


dirumah Sherly. alfin masuk ke rumah Sherly dan menunggu Sherly di ruang


keluarga ditemani oleh papa Sherly.


Beberapa menit menunggu, akhirnya Sherly sudah siap dan


turun menemui Alfin di ruang keluarga. Mereka berdua berpamitan kepada orang


tua Sherly lalu pergi menuju café xx tempat janjian bersama Melly.


Sepanjang perjalanan, Sherly terlihat mengajak bicara Alfin dengan


semangat membahas acara pertunangan mereka yang akan berlangsung satu minggu


lagi. Tapi alfin hanya menjawab sekenanya. Alfin lebih antusias untuk bertemu


dengan Mellly ketimbang membahas rencana pertunangan mereka.


Empat puluh menit berlalu dan kini mobil Alfin sudah


terparkir disudut parkiran restoran. Alfin turun dan membukakan pintu mobil


untuk Sherly. mereka berdua berjalan bersama memasuki restoran dan mencari


keberadaan Melly.


“Sherly” terdengar suara Melly memanggil dari mejanya.


Melihat keberadaan Melly, Alfin dan Sherly segera


menghampirinya.


“Gue rindu..” Melly memeluk Sherly ketika sahabat nya itu


sudah didekatnya.


“Hai Fin, apa kabar? Sehat?” melepaskan pelukan Sherly dan


menoleh kea rah Alfin.


“Sehat. Sudah lama sekali tidak berjumpa ya. Aku rindu..”


ucap Alfin menatap dalam Melly.

__ADS_1


__ADS_2