
Siang ini sesuai dengan rencana awal. Melly dan Listi sudah
didalam mobil menuju kota XX. Kali ini Listi yang bawa mobil karna Melly ingin
memeriksa beberapa file selama perjalanan.
“Lis file yang kemaren aku email ke kamu udah kamu teruskan
ke pak Anwar?” tanya Melly sembari membuka laptop ingin mengecek email.
“Sudah” jawab Listi masih tetap focus mengemudi.
Tiga jam lamanya diperjalanan dan akhirnya mereka tiba di
lokasi dan Listi langsung mengambil kunci di resepsionis hotel menuju kamar
mereka. Mereka sengaja memesan 1 kamar tidur dengan 2bed terpisah.
“Lis tolong pesanin jus jeruk ya, haus banget. Panase
pollll….” perintah Melly setelah mereka masuk ke kamar.
Tak selang lama ada ketukan pintu dari pelayan hotel yang
mengantar 2gelas jus jeruk dan 2piring kue untuk mereka.
“Terima kasih” ucap Listi kepada pelayan sembari memberikan
sedikit tip.
“Sher, aku udah sampai di kota XX. Kamu lagi apa?” pesan
terkirim ke hp Sherly.
“Baru kelar periksa pasien ni. Oia aku mau cerita tentang
Alfin”. Sherly
“Alfin terus ya…. Ada pembahasan yang lain?”. Melly
“Gak ada!!!! Ntar malam gue mau dinner sama Alfin. Doain ya
semoga lancer… hehehe”. Sherly
Pesan dari Sherly berhasil membuat Melly terkejut sampai
tersedak dengan jus jeruk yang sedang diminum nya.
“Uhuk uhuk uuk” menepuk nepuk dadanya sendiri.
“Kenapa?” Listi mendekat membantu memberi tepukan ringan di
punggung belakang.
“Gak apa apa Lis Cuma kaget aja hehehe” tersenyum melihatr
ekspresi Listi yang khawatir.
Melly kembali mengirim pesan ke Sherly.
“Oh ya? Selamat ya semoga lancer”. Melly
“Ya, amin. Dia juga mau ngajak kamu tapi aku bilang kamu nya
lagi diluar kota selama seminggu ini jadi gak bisa ikut”. Sherly
“jadi dia tau aku disini dong???” gumam Melly.
“Lis besok jadwal nya kemana?” tanya Melly ke Listi setelah
__ADS_1
mengakhiri pesannya dengan Sherly.
“Besok jam 9 meeting dengan pak Toni terus selesai meeting
langsung ke proyek. Itu aja sih jadwal besok” melihat catatan kecil nya “tapi
kemungkinan besok meeting nya akan makan waktu karna meeting terakhir sebelum
pengerjaan” tambah Listi.
“Oh, ok lah gak apa apa. Dengan pak Toni kan?” tanya Melly
memastikan karna ia tak mau bertemu dengan Alfin dan dijawab anggukan oleh
Listi yang mengisyaratkan jawaban iya hanya pak Toni.
……………………………………………..
Setelah selesai makan malam di restoran hotel, Melly dan
Listi kembali ke kamar dan sepakat untuk istirahat karna hari hari mereka besok
akan sangat melelahkan.
Listi yang sudah tidur sedari masuk kekamar tadi
meninggalkan Melly sendirian di balkon kamar hotel sambil duduk memegang hp dan
mengecek email.
“Aku sedang bersama Sherly sekarang. Kamu senang?” pesan
dari Alfin yang langsung membuat Melly sedih.
“Terima kasih” balas Melly.
“Apa harus dengan cara ini kamu baru mau membalas pesanku?
“Karna kamu pria yang dicintai sahabatku”. Melly
“Tapi aku mencintaimu”. Alfin
Pesan terakhir tak dibalas Melly.
Mendung seketika hadir dihati Melly. Tetesan airmata keluar
tanpa ia minta. Sementara di sebrang sana………
“Kenapa kamu tega banget begini dengan aku Mel?” gumam Alfin
dalam hati.
“Fin, kamu lagi ada proyek ya sama Melly?” tanya Sherly.
“Iya Sher” singkat Alfin menjawab.
“Oh, proyekyang di kota XX kan??? Menatap lekat Alfin yang
sedari tadi terlihat murung “kamu kenapa? Sakit?” tanya nya lagi “saritadi aku
lihat kamu seperti gak semangat gitu” memegangtangan Alfin.
“Iya Sher capek banget karna baru pulang tadi kan langsung
jemput kamu di rumah sakit. Belum sempat istirahat” jawab Alfin.
“Wah ternyata dia semanis ini ya. Perlakuan dia sama ku buat
aku makin cinta. Sepertinya dia juga suka sama aku. Sampek rela relain gak
__ADS_1
istirahat dulu demi nepati janji sama aku” gumam Sherly dalam hati.
“Yaudh setelah ini kita pulang aja ya biar kamu bisa
istirahat” ucap Sherly sambil tetap memegang tangan Alfin.
“Iya” singkat Alfin menjawab dan menatap tangan nya yang di
sentuh Sherly.
Makan malam itu pun terasa hangat bagi Sherly tapi terasa
hambar untuk Alfin.
Setelah mengantar Sherly pulang, Alfin langsung melajukan
mobil menuju apartemen nya.
Alfin selama ini tinggal di apartemen yang tak jau dari
kantor nya. Ia sudah memutuskan untuk tinggal sendiri sejak mengambil alih
perusahaan papanya. Karna kesibukan papanya yang mengurusi perusahaan lain
milik mereka.
Sesampainya di apartemen, Alfin langsung masuk ke kamar nya
dan mengambil hp mencoba menghubungi Melly.
Betapa terkejut nya dia karna telfonnya diangkat Melly.
“Sayang” lirih suarnya memanggil Melly “akhirnya telfon ku
diangkat juga ya”.
“Hemmm. Ada apa? Aku sudah ngantuk mau tidur” jawab Melly
yang sama sekali belum ada kantuk dimatanya.
“Maaf kalau aku mengganggu. Aku sedang lelah dan aku rasa
lelah ku bisa hilang kalau mendengar suaramu” bersandar di sofa dekat kasurnya
sambil membuka sepatu dan melepaskan dasi.
“Oh ya” singkat Melly menjawab.
“Jangan gitu dong. Eh tapi gak apa singkat yang penting di
jawab hehe” senyuman tipis hadir di bibir Alfin.
“Gimana makan malam nya?” tanya Melly penasaran “makasih ya”
ucap Melly lagi dengan nada yang tak mau terlihat kalau ia lagi sedih.
“Ya gitulah” jawab Alfin dengan sekenanya “kamu lagi di kota
XX ya?”.
“Iya. Aku istirahat dulu ya. Kamu istirahat juga ya. Selamat
malam”.
“Ya sayang. Selamt malam. Selamt istirahat. Aku sayang
kamu”.
Tanpa dijawab si penerima telfon sudah mematikan telfonnya.
__ADS_1
Tampak raut wajah kecewa dengan sikap Melly yang sudah berubah.