Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 16


__ADS_3

Siang ini sesuai dengan rencana awal. Melly dan Listi sudah


didalam mobil menuju kota XX. Kali ini Listi yang bawa mobil karna Melly ingin


memeriksa beberapa file selama perjalanan.


“Lis file yang kemaren aku email ke kamu udah kamu teruskan


ke pak Anwar?” tanya Melly sembari membuka laptop ingin mengecek email.


“Sudah” jawab Listi masih  tetap focus mengemudi.


Tiga jam lamanya diperjalanan dan akhirnya mereka tiba di


lokasi dan Listi langsung mengambil kunci di resepsionis hotel menuju kamar


mereka. Mereka sengaja memesan 1 kamar tidur dengan 2bed terpisah.


“Lis tolong pesanin jus jeruk ya, haus banget. Panase


pollll….” perintah Melly setelah mereka masuk ke kamar.


Tak selang lama ada ketukan pintu dari pelayan hotel yang


mengantar 2gelas jus jeruk dan 2piring kue untuk mereka.


“Terima kasih” ucap Listi kepada pelayan sembari memberikan


sedikit tip.


“Sher, aku udah sampai di kota XX. Kamu lagi apa?” pesan


terkirim ke hp Sherly.


“Baru kelar periksa pasien ni. Oia aku mau cerita tentang


Alfin”. Sherly


“Alfin terus ya…. Ada pembahasan yang lain?”. Melly


“Gak ada!!!! Ntar malam gue mau dinner sama Alfin. Doain ya


semoga lancer… hehehe”. Sherly


Pesan dari Sherly berhasil membuat Melly terkejut sampai


tersedak dengan jus jeruk yang sedang diminum nya.


“Uhuk uhuk uuk” menepuk nepuk dadanya sendiri.


“Kenapa?” Listi mendekat membantu memberi tepukan ringan di


punggung belakang.


“Gak apa apa Lis Cuma kaget aja hehehe” tersenyum melihatr


ekspresi Listi yang khawatir.


Melly kembali mengirim pesan ke Sherly.


“Oh ya? Selamat ya semoga lancer”. Melly


“Ya, amin. Dia juga mau ngajak kamu tapi aku bilang kamu nya


lagi diluar kota selama seminggu ini jadi gak bisa ikut”. Sherly


“jadi dia tau aku disini dong???” gumam Melly.


“Lis besok jadwal nya kemana?” tanya Melly ke Listi setelah

__ADS_1


mengakhiri pesannya dengan Sherly.


“Besok jam 9 meeting dengan pak Toni terus selesai meeting


langsung ke proyek. Itu aja sih jadwal besok” melihat catatan kecil nya “tapi


kemungkinan besok meeting nya akan makan waktu karna meeting terakhir sebelum


pengerjaan” tambah Listi.


“Oh, ok lah gak apa apa. Dengan pak Toni kan?” tanya Melly


memastikan karna ia tak mau bertemu dengan Alfin dan dijawab anggukan oleh


Listi yang mengisyaratkan jawaban iya hanya pak Toni.


……………………………………………..


Setelah selesai makan malam di restoran hotel, Melly dan


Listi kembali ke kamar dan sepakat untuk istirahat karna hari hari mereka besok


akan sangat melelahkan.


Listi yang sudah tidur sedari masuk kekamar tadi


meninggalkan Melly sendirian di balkon kamar hotel sambil duduk memegang hp dan


mengecek email.


“Aku sedang bersama Sherly sekarang. Kamu senang?” pesan


dari Alfin yang langsung membuat Melly sedih.


“Terima kasih” balas Melly.


“Apa harus dengan cara ini kamu baru mau membalas pesanku?


“Karna kamu pria yang dicintai sahabatku”. Melly


“Tapi aku mencintaimu”. Alfin


Pesan terakhir tak dibalas Melly.


Mendung seketika hadir dihati Melly. Tetesan airmata keluar


tanpa ia minta. Sementara di sebrang sana………


“Kenapa kamu tega banget begini dengan aku Mel?” gumam Alfin


dalam hati.


“Fin, kamu lagi ada proyek ya sama Melly?” tanya Sherly.


“Iya Sher” singkat Alfin menjawab.


“Oh, proyekyang di kota XX kan??? Menatap lekat Alfin yang


sedari tadi terlihat murung “kamu kenapa? Sakit?” tanya nya lagi “saritadi aku


lihat kamu seperti gak semangat gitu” memegangtangan Alfin.


“Iya Sher capek banget karna baru pulang tadi kan langsung


jemput kamu di rumah sakit. Belum sempat istirahat” jawab Alfin.


“Wah ternyata dia semanis ini ya. Perlakuan dia sama ku buat


aku makin cinta. Sepertinya dia juga suka sama aku. Sampek rela relain gak

__ADS_1


istirahat dulu demi nepati janji sama aku” gumam Sherly dalam hati.


“Yaudh setelah ini kita pulang aja ya biar kamu bisa


istirahat” ucap Sherly sambil tetap memegang tangan Alfin.


“Iya” singkat Alfin menjawab dan menatap tangan nya yang di


sentuh Sherly.


Makan malam itu pun terasa hangat bagi Sherly tapi terasa


hambar untuk Alfin.


Setelah mengantar Sherly pulang, Alfin langsung melajukan


mobil menuju apartemen nya.


Alfin selama ini tinggal di apartemen yang tak jau dari


kantor nya. Ia sudah memutuskan untuk tinggal sendiri sejak mengambil alih


perusahaan papanya. Karna kesibukan papanya yang mengurusi perusahaan lain


milik mereka.


Sesampainya di apartemen, Alfin langsung masuk ke kamar nya


dan mengambil hp mencoba menghubungi Melly.


Betapa terkejut nya dia karna telfonnya diangkat Melly.


“Sayang” lirih suarnya memanggil Melly “akhirnya telfon ku


diangkat juga ya”.


“Hemmm. Ada apa? Aku sudah ngantuk mau tidur” jawab Melly


yang sama sekali belum ada kantuk dimatanya.


“Maaf kalau aku mengganggu. Aku sedang lelah dan aku rasa


lelah ku bisa hilang kalau mendengar suaramu” bersandar di sofa dekat kasurnya


sambil membuka sepatu dan melepaskan dasi.


“Oh ya” singkat Melly menjawab.


“Jangan gitu dong. Eh tapi gak apa singkat yang penting di


jawab hehe” senyuman tipis hadir di bibir Alfin.


“Gimana makan malam nya?” tanya Melly penasaran “makasih ya”


ucap Melly lagi dengan nada yang tak mau terlihat kalau ia lagi sedih.


“Ya gitulah” jawab Alfin dengan sekenanya “kamu lagi di kota


XX ya?”.


“Iya. Aku istirahat dulu ya. Kamu istirahat juga ya. Selamat


malam”.


“Ya sayang. Selamt malam. Selamt istirahat. Aku sayang


kamu”.


Tanpa dijawab si penerima telfon sudah mematikan telfonnya.

__ADS_1


Tampak raut wajah kecewa dengan sikap Melly yang sudah berubah.


__ADS_2