
“Selamat pagi semua..” senyum hangat sehangat mentari pagi
tersungging di bibir Melly.
“Selamat pagi anak mama.”
“Pagi kakak ku.”
“Pagi karyawan papa.”
Mendengar balasan selamat pagi dari papa membuat semua mata
menatap tajam ke arah pak Radit.
“Eh ada apa ni semua ngeliatin papa? Kan emang bener kalau
Melly itu karyawan nya papa. Karyawan terbaik” ucap pak Radit.
“Iya pa, tapi gak usah dipertegas juga kali..” sahut mama
Rita dengan sedikit cemberut.
“Justru papa bangga banget sama anak kita ini ma, dia bisa
menyelesaikan proyek dengan baik dan hari ini dia akan menangani proyek yang
hamper aja dibatalin sama klien.”
“Iya begitu Mel?” tanya mama sambil mengoleskan selai ke
roti.
“Iya ma, ada kesalahan dari anggota yang buat klien mau
membatalkan proyek makanya aku memutuskan untuk balik lebih awal dari kota XX”
menerima roti dari mamanya.
“Pantes kakak udah pulang. Karna sesuai dengan catatan di
kalender itu seharus nya kakak pulang besok kan?” ucap Arin sambil menunjuk
kalender di area ruang makan.
Setelah selesai sarapa, Melly langsung pergi menuju kantor.
Sesampai nya dikantor, ia langsung menyiapkan berkas yang akan dibawanya
menemui klien. Melly dan Listi sudah selesai dengan semua berkas dan sudah siap
untuk ke restoran tempat janjian pertemuaan.
Mereka berjanji untuk melakukan meeting di restoran dekat
kantor klien. Biasanya Melly akan memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari
kantor nya ataupun kantor klien. Tapi karna ini usaha terakhirnya untuk
membujuk klien yang sudah terlanjur kecewa dengan mereka, akhirnya Melly pun
menyetujui tempat yang mereka putuskan.
Waktu satu jam mereka tempuh untuk sampai di tempat itu.
sesampainya disana, belum ada 1orang pun pihak klien yang datang. Setelah
menunggu selama setengah jam akhirnya klien yang mereka tunggu tunggu pun
datang.
“Halo, selamat siang pak” menjabat tangan para klien yang
ada didepannya “silahkan duduk”.
__ADS_1
“Selamat siang bu, maaf sudah membuat anda menunggu dan jauh
jauh datang kemari.”
“Tidak apa apa pak. Saya yang seharusnya mengucapkan kata
maaf karna sudah mengecewakan bapak. “
“Mari kita mulai meeting nya” ucap salah karyawan PT Enigma.
“Baik pak saya akan mulai meeting ini. Pertama tama saya
mengucapkan maaf atas kelalaian karyawan saya. Ini saya dan team sudah merevisi
gambar nya sesuai dengan kesepakatan aawal. Mohon bapak bapak lihat dulu”
membuka kertas panjang yang berisi gambar sketsa proyek hotel.
Dengan seksama karyawan PT. Enigma memperhatikan setiap
detai gambar nya satu persatu. Dan setelah melihat kalau gmabr itu sesuai dengan
perjanjian awal mereka, tampak senyum puas dan senang tergambar jelas di wajah
mereka.
“Nah, seperti ini dong. Ini yang kami mau” ucap pak Andi
seorang manager PT Enigma. “Saya senang kalau langsung berurusan dengan ibu
MElly. Untuk kedepannya saya tidak mau proyek ini ditangani yang lain selain
ibu.”
“Baik pak, mulai hari ini saya yang akan langsung menangani
proyek ini” tersenyum menatap pak Andi.
kami tanda tangani” pinta pak Andi ke Listi yang sedari tadi memperhatikan
jalan nya meeting dengan sungguh sungguh.
“Ini pak” Listi mengeluarkan beberapa lembar kertas kontrak
kerjasama dari dalam tasnya ydan sebelum nya sudah ditanda tangani Melly dan
Listi serta pak Radit selaku direktur. “Silahkan bapak tanda tangani dibagian
ini dan ini dan ini” membolak balik kertas tersebut dan langsung ditanda
tangani oleh pak Andi dan dua rekan nya.
Setelah selesai meeting mereka semua memutuskan untuk makan
siang bersama di restoran tersebut karna waktu sudah menunjukkan pukul dua
belas siang.
“Terima kasih atas makan siang nya bu, semoga kerjasama kita
berjalan dengan lancar” ucap pak Andi sambil mengulurkan tangan.
“Kembali kasih pak. Saya sangat senang bisa bekerja sama
dengan perusahaan ini” menerima uluran tangan pak Andi dan berjabat tangan
sambil di foto Listi sebagai dokumentasi.
Setelah selesai, Melly dan Listi memutuskan untuk kembali ke
kantor dan menyiapkan segala sesuatu nya. Mereka harus menyiapkan beberapa hal
untuk pembangunan proyek PT Enigma.
__ADS_1
Tringg Tringg.. Suara handphone Melly berbunyi.
“Halo, kenapa Sher?”.
“Halo, Mel, lagi sibuk?”
“Lumayan. Kenapa tu?”
“Pulang kerja nanti temani aku ke rumah Alfin ya.”
“Kenapa?”
“Alfin sedang sakit.”
“Ha?? Sakit??” kaget mendengar berita dari sahabat nya.
“Iya mamanya tadi yang angkat telfon nya terus bilang
begitu. Aku mau menjenguk nya tapi sungkan kalau datang sendiri. Mau kan kamu
temani aku, please.”
“Baik lah. Sepulang kerja nanti aku jemput kamu ya dirumah
sakit.”
“Oke, aku tunggu ya.”
Setelah selesai bicara dengan Sherly, Melly mencoba
menghubungi Alfin ingin menanyakan kabar nya.
Tak butuh waktu lama untuk menunggu Alfin mengangkat telfon
nya.
“Halo” Melly memulai kata setelah telfon tersambung.
“Ya,, Aku tahu kenapa kamu menelfon. Aku sakit. Kamu pasti
sudah tahu hal itu dari Sherly” ketus Alfin menjawab.
“Iya barusanSherly menelfon” Melly beranjak dari tempat
duduk nya untuk sedikit menjauh dari LIsti. Ia tidak mau Listi mendengar pebicaraan
mereka.
“Apa harus dengan aku sakit kamu baru menelfon?”
“Bukan begitu Fin.”
“Sudahlah. Aku sudah tahu kalau kamu tak mau perduli lagi
dengan ku. Bahkan telfon ataupun whatsapp ku semalam tidak kamu jawab dan kamu
balas. Kamu tahu seberapa khawatir nya aku? Tidak bisakah aku mendengar kabarmu
dari mu langsung? Kenapa harus dari perantara?”
Nada kecewa dari Alfin jelas terdengar di telinga Melly.
Tanpa sadar ia pun meneteskan airmata di pipinya.
“Sudahlah kamu tak kan mungkin menjawab semua pertanyaanku.
Tit tit tit tit” terdengar suara telfon terputus.
Isakan kecil dari tangisan Melly terdengar juga oleh Listi.
Sesekali dia menatap bos nya yang berdiri di sudut ruangan dengan rasa
penasaran tapi takut untuk bertanya.
__ADS_1