
Sore itu terlihat seperti biasa. Kecanggungan diantara Melly
dan Alfin sudah tidak terlihat lagi. Mereka membahas segala hal termasuk
pekerjaan.
“Asik juga ya sore sore disini” menatap sekitar taman.
“Lebih asik kalau ada aku dong” terdengar suara dari ujung
taman.
“Sherly?” menatap kaget melihat Sherly yang sudah ada
disana. “Kok bisa disini? Kapan datang nya? Sama siapa?”.
“Bentar dong aku minum dulu” duduk di samping Melly dan
mengambil jus yang ada di tangan Melly dan langsung meminum nya. “Aku ada seminar
di kampus XX. Aku datang nya tadi dijmpt sama staf nya Alfin” menunjuk Alfin
dengan sorot matanya. “Aku udah bilang mau bawa mobil aja tapi dia nya gak
ijini, katanya bahaya”.
Sontak Melly langsung menatap Alfin dengan tatapan tak
percaya.
“Keinginan mu” Alfin berbicara tanpa suara menatap Melly.
“Nginep disini juga?” tanya Melly.
“Iya, dipesani sama Alfin” santai menjawab.
“Oh. Kok gak ngabari gue?” tanya Melly.
“Lu kemane aje non? Semalam gue telfonin tau. Tapi gak
diangkat. Makanya gue telfon Alfin. Eh, niat hati mau nanyain lo tapi malah
disediakan semuanya” tersenyum melihat Alfin.
“Baik banget doi sama gue. Jadi makin cinta gue sama dia”
berbisik di telinga Melly.
Kita lihat kamu
cemburu atau tidak. Alfin
“Sini dong. Jangan jauh jauh” menarik tangan Sherly untuk
duduk disamping nya. “Nah gini baru pas. Kamu mau minum apa?”.
“Gak usah fin udah minum tadi” menunjuk gelas Melly.
Daripada ngeliat
__ADS_1
mereka mending gue kerja. Melly
“Halo, Lis antarin laptop saya kebawah ya terus kamu juga
ambilkan map kuning yang ada dilaci samping tempat tidur saya. Bawa kan pena
saya juga”.
Tak berapa lama Listi datang dengan membawa semua pesanan
Melly tadi.
“Mau kerja disini?” kata Listi. “Tadi katanya mau cuci mata
kok malah kerja? Aku temani ya” ikut duduk disamping Melly dan mulai membuka
map yang tadi dibawanya.
“Ya. cuci matanya udah kelar”.
“Kerja mulu ni anak ya. Sekali kali santai napa”
menyenderkan bahunya rapat dengan bahu Alfin.
“Ya bagus kerja lah daripada ngeliatain orang jatuh cinta
hahahaha” tertawa di bibir namun sakit dihati, seperti itulah ungkapan yang
cocok untuk Melly saat ini.
Melihat ekspresi Melly yang tertawa namun matanya menyimpan
rasa sakit, Alfin pun ikut merasakan sakit juga. Namun sakit ini harus ia
Melly.
“Siapa yang pacaran?” kata Sherly sambil melirik Alfin.
“Kita lah yang pacaran” menggenggam tangan Sherly yang ada
disamping nya dan menatap Melly lekat berharap ada bantahan dari Melly.
“Apa? Kamu becanda kan Fin?” tanya Sherly yang kaget dengan
kata kata Alfin tadi.
Sementara itu Melly tak sedikitpun menatap kedua orang yang
ada didepannya. Ia hanya focus dengan laptop nya. Namun Listi tak ingin
membiarkan momen itu pergi begitu saja dari pandangan nya.
Wajah bahagia muncul karna Sherly tak menyangka Alfin
menganggap nya pacar. Dan Sherly memutuskan untuk menjadikan tanggal hari ini
sebagai tanggal jadian mereka.
“Baiklah kita pacaran mulai hari ini” menatap malu kea rah
__ADS_1
Alfin.
“Mau kerja atau ngeliatin orang pacaran?” menepuk bahu Listi
yang sedang termenung.
“Eh iya. Sampek hilang focus ni. Hehehe” kembali melihat map
berisi berkas yang ada di tangannya.
“Udah malam ni kita masuk yuk Lis. Biarin aja mereka yang kasmaran”
menutup laptop dan beranjak pergi.
Kepergian Melly dan Listi hanya dipandangi oleh Alfin dan
Sherly.
“Mel, kok aku ngerasa aneh ya sama kata kata pak Alfin tadi”
duduk disofa setelah masuk ke kamar mereka sambil membuka berkas.
“Kenapa?” ikut duduk di sebelah Listi.
“Pak Alfin bilang mereka pacaran tapi matanya natap kamu.
Kan aneh” ucap Listi penasaran.
“Udahlah biarin aja. Kadang orang jatuh cinta emang rada
aneh” melihat Listi yang sudah sibuk dengan berkas berkas di tangan nya. “Kamu
mau ngapain? Tidur aja yuk. Gak capek kerja terus?”.
“Astaga perasaan tadi kamu yang ajak kerja” menepuk jidat
nya sendiri dan segera memasukkan berkas berkas itu ke map.
“Sekarang udah gak mau. Mau tidur aja” beranjak menuju
tempat tidurnya.
“Huh, enak nya jadi bos” menghela nafas melihat kelakuan
aneh Melly.
Listi merasa aneh dengan sikap Alfin dan Melly. Tak biasanya
Melly seperti ini, raut muka dan kelakuannya pun aneh.
Tadi katanya mau cuci
mata trus tiba tiba mau kerja, sekarang malah bilang mau tidur. Aneh bos gue.
Pak Alfin juga aneh. Bilang pacaran sama mbak Sherly tapi natap nya ke Melly. Gumam
Listi sendiri dalam hati.
“Aku tidur duluan ya” Listi menuju tempat tidur nya.
__ADS_1
“Iya. Tidurlah. Besok kita banyak jadwal jadi harus nyiapi
tenaga hehehe”.