Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 20


__ADS_3

Sore itu terlihat seperti biasa. Kecanggungan diantara Melly


dan Alfin sudah tidak terlihat lagi. Mereka membahas segala hal termasuk


pekerjaan.


“Asik juga ya sore sore disini” menatap sekitar taman.


“Lebih asik kalau ada aku dong” terdengar suara dari ujung


taman.


“Sherly?” menatap kaget melihat Sherly yang sudah ada


disana. “Kok bisa disini? Kapan datang nya? Sama siapa?”.


“Bentar dong aku minum dulu” duduk di samping Melly dan


mengambil jus yang ada di tangan Melly dan langsung meminum nya. “Aku ada seminar


di kampus XX. Aku datang nya tadi dijmpt sama staf nya Alfin” menunjuk Alfin


dengan sorot matanya. “Aku udah bilang mau bawa mobil aja tapi dia nya gak


ijini, katanya bahaya”.


Sontak Melly langsung menatap Alfin dengan tatapan tak


percaya.


“Keinginan mu” Alfin berbicara tanpa suara menatap Melly.


“Nginep disini juga?” tanya Melly.


“Iya, dipesani sama Alfin” santai menjawab.


“Oh. Kok gak ngabari gue?” tanya Melly.


“Lu kemane aje non? Semalam gue telfonin tau. Tapi gak


diangkat. Makanya gue telfon Alfin. Eh, niat hati mau nanyain lo tapi malah


disediakan semuanya” tersenyum melihat Alfin.


“Baik banget doi sama gue. Jadi makin cinta gue sama dia”


berbisik di telinga Melly.


Kita lihat kamu


cemburu atau tidak. Alfin


“Sini dong. Jangan jauh jauh” menarik tangan Sherly untuk


duduk disamping nya. “Nah gini baru pas. Kamu mau minum apa?”.


“Gak usah fin udah minum tadi” menunjuk gelas Melly.


Daripada ngeliat

__ADS_1


mereka mending gue kerja. Melly


“Halo, Lis antarin laptop saya kebawah ya terus kamu juga


ambilkan map kuning yang ada dilaci samping tempat tidur saya. Bawa kan pena


saya juga”.


Tak berapa lama Listi datang dengan membawa semua pesanan


Melly tadi.


“Mau kerja disini?” kata Listi. “Tadi katanya mau cuci mata


kok malah kerja? Aku temani ya” ikut duduk disamping Melly dan mulai membuka


map yang tadi dibawanya.


“Ya. cuci matanya udah kelar”.


“Kerja mulu ni anak ya. Sekali kali santai napa”


menyenderkan bahunya rapat dengan bahu Alfin.


“Ya bagus kerja lah daripada ngeliatain orang jatuh cinta


hahahaha” tertawa di bibir namun sakit dihati, seperti itulah ungkapan yang


cocok untuk Melly saat ini.


Melihat ekspresi Melly yang tertawa namun matanya menyimpan


rasa sakit, Alfin pun ikut merasakan sakit juga. Namun sakit ini harus ia


Melly.


“Siapa yang pacaran?” kata Sherly sambil melirik Alfin.


“Kita lah yang pacaran” menggenggam tangan Sherly yang ada


disamping nya dan menatap Melly lekat berharap ada bantahan dari Melly.


“Apa? Kamu becanda kan Fin?” tanya Sherly yang kaget dengan


kata kata Alfin tadi.


Sementara itu Melly tak sedikitpun menatap kedua orang yang


ada didepannya. Ia hanya focus dengan laptop nya. Namun Listi tak ingin


membiarkan momen itu pergi begitu saja dari pandangan nya.


Wajah bahagia muncul karna Sherly tak menyangka Alfin


menganggap nya pacar. Dan Sherly memutuskan untuk menjadikan tanggal hari ini


sebagai tanggal jadian mereka.


“Baiklah kita pacaran mulai hari ini” menatap malu kea rah

__ADS_1


Alfin.


“Mau kerja atau ngeliatin orang pacaran?” menepuk bahu Listi


yang sedang termenung.


“Eh iya. Sampek hilang focus ni. Hehehe” kembali melihat map


berisi berkas yang ada di tangannya.


“Udah malam ni kita masuk yuk Lis. Biarin aja mereka yang kasmaran”


menutup laptop dan beranjak pergi.


Kepergian Melly dan Listi hanya dipandangi oleh Alfin dan


Sherly.


“Mel, kok aku ngerasa aneh ya sama kata kata pak Alfin tadi”


duduk disofa setelah masuk ke kamar mereka sambil membuka berkas.


“Kenapa?” ikut duduk di sebelah Listi.


“Pak Alfin bilang mereka pacaran tapi matanya natap kamu.


Kan aneh” ucap Listi penasaran.


“Udahlah biarin aja. Kadang orang jatuh cinta emang rada


aneh” melihat Listi yang sudah sibuk dengan berkas berkas di tangan nya. “Kamu


mau ngapain? Tidur aja yuk. Gak capek kerja terus?”.


“Astaga perasaan tadi kamu yang ajak kerja” menepuk jidat


nya sendiri dan segera memasukkan berkas berkas itu ke map.


“Sekarang udah gak mau. Mau tidur aja” beranjak menuju


tempat tidurnya.


“Huh, enak nya jadi bos” menghela nafas melihat kelakuan


aneh Melly.


Listi merasa aneh dengan sikap Alfin dan Melly. Tak biasanya


Melly seperti ini, raut muka dan kelakuannya pun aneh.


Tadi katanya mau cuci


mata trus tiba tiba mau kerja, sekarang malah bilang mau tidur. Aneh bos gue.


Pak Alfin juga aneh. Bilang pacaran sama mbak Sherly tapi natap nya ke Melly. Gumam


Listi sendiri dalam hati.


“Aku tidur duluan ya” Listi menuju tempat tidur nya.

__ADS_1


“Iya. Tidurlah. Besok kita banyak jadwal jadi harus nyiapi


tenaga hehehe”.


__ADS_2