Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Dua Bulan Kemudian....


__ADS_3

Kedekatan antara Melly dan Alfin terus berlanjut hingga


muncul debaran debaran yang sangat kencang ketika mereka bersama. Akhir akhir


ini mereka sangat sering bertemu. Bukan untuk urusan kerjaan melainkan untuk


urusan hati. Walaupun hanya sekedar makan malam atau mengobrol bersama.


Beberapa kali Alfin menjemput Melly sepulang kerja untuk menghabiskan waktu


bersama.


Kedekatan antar Melly dan Alfin tidak diketahui Sherly. Yang


Sherly tau mereka hanya sebatas rekan kerja karna menangani proyek bersama. Perasaan


Sherly untuk Alfin pun tak pernah ia ceritakan kepada sahabat nya itu karna ia


merasa hanya sebatas mengagumi saja. Beberapa kali bahkan mereka pergi bertiga


saking akrab nya mereka.


Kedua sahabat itu menyukai pria yang sama. Tapi pria itu


hanya punya rasa ketertarikan untuk Melly. Hari ini hari bersejarah bagi Alfin


karna ia sudah memutuskan kalau hari ini ia akan menyatakan perasaan nya ke


Melly.


Alfin dan Melly sudah janjian untuk makan malam bersama


setelah jam kantor selesai. Ada niatan mengajak Sherly tapi apalah daya sang


dokter yang sedang padat padat nya jadwal tak bisa ikut. Alfin pun senang karna


dengan Sherly yang tak ikut maka ia akan mudah mengatakan perasaan nya.


“Aku udah dibawah ya” pesan dari Alfin sudah terkirim untuk


Melly.


“Sip.. ni aku turun ya” balasan Melly yang sedang menunggu


pintu lift terbuka. Sesampainya diloby kantor ia langsung menuju parkiran mobil


mencari mobil Alfin dan ketika melihat mobil Alfin ia langsung menghampiri dan


membuka pintu.


“Mau keliling dulu atau langsung ke resto?” tanya Alfin


ketika Melly sudah duduk di samping nya dan sudah selesai memasang sabuk


pengaman.


“Mau ke mall dulu gak? Udah lama gak cuci mata hehe” jawab


Melly.


“Boleh..” melajukan mobil menuju mall yang biasa mereka


datangi.


“Sayang banget ya Sherly gak bisa ikutan” Melly


“Iya.. mungkin lain kali kita bisa pergi bareng sama dia.

__ADS_1


Lagi sibuk banget dia sepertinya ya” Alfin.


“Iya sih emang lagi banyak banget pasien nya sekarang ini”


Melly


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Obrolan demi obrolan


terjadi di dalam mobil.


Sesampainya di parkiran mall Alfin dan Melly segera turun


dari mobil berjalan sejajar antar satu sama lain. Alfin mencoba menggenggam


tangan Melly, meletakkan jari jemari nya di selah selah jemari Melly. Terkejut


melihat tangan nya di genggam oleh Alfin seketika debaran hati Melly kembali


berdebar dengan cepat.


“Maaf, boleh kanaku pegang tangan kamu?” tanya Alfin ketika


Melly seketika berhenti.


“Hm.. Yuk jalan lagi” jawab Melly dengan menarik tangan


Alfin yang sedang menggenggam tangan nya.


Tersenyum Alfin melihat genggamannya tak dilepaskan malah


disambut dengan baik oleh wanita yang disukai nya tersebut.


Sepanjang menyusuri setiap sudut di mall tangna mereka tak


lepas. Kalau pun terlepas Alfin segera menggenggam kembali tangan Melly.


makan malam di foodcort mall yang berada dilantai 3.


“Yakin mau makan disini?” tanya Alfin “tadi katanya pengen


makan di resto yang biasa” tanyanya lagi sambil menatap Melly.


“Yakin dong. Tetiba pengen makan bakso disini hehe” menarik


tangan Alfin mencari kursi untuk mereka.


“Yaudah tunggu disini ya aku belikan dulu” meninggalkan


Melly yang sudah duduk di sudut ruangan foodcort itu.


Alfin pun menuju stad tampat bakso yang disukai Melly. Aldin


jelas tau stand itu karna setiap kali kemari dan makan di situ Melly selalu


makan bakso itu. Alfin memesan 2porsi bakso dengan mie kuning dan 2jus jeruk di


stand samping nya.


“Wih sedap nya aroma ini..” ucap Melly ketika bakso dan


minuman sudha di letakkan Alfin di atas meja.


“Selamat makan” memberikan senyuman manis nya untuk Melly.


Mereka berdua menghabiskan bakso mereka tanpa ada yang


berbicara satupun. Selama waktu makan Alfin hanya memikirkan cara mengungkapkan

__ADS_1


perasaan nya sembari sesekali melirik Melly yang sangat asik dengan makanan di


depan nya. Sampai pada akhirnya ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaan


nya saat Melly sudah selesai makan.


“Mel” panggil Alfin.


“Hemm” jawab Melly sambil menyeruput jus jeruk yang tampak


segar itu.


“Ada yang mau aku bilang ke kamu” bicara dan memegang tangan


Melly.


“Eh iya Fin mau bilang apa ya?” kaget melihat tangan nya di


pegang Alfin lagi.


“Aku sayang kamu” ucapan Alfin sontak membuat kaget Melly.


Apa dia bilang? Dia


saying aku? Aku juga Fin…


Debaran hati Melly yang tak bisa ia cegah muncul kembali


tanpa diminta.


“Aku juga sayang kamu” ucap Melly spontan yang membuat Alfin


tersenyum bahagia.


Kedua nya tak dapat menutupi rasa bahagia mereka karna tau


bahwa mereka saling menyukai.


Setelah ungkapan sayang tersebut Melly dan Alfin kembali


bergandengan tangan menyusuri setiap jalan didalam mall. Setelah pukul 8malam


mereka memutuskan untuk pulang karna besok harus bekerja lagi.


“Makasih ya untuk semuanya” ucap Melly ketika mobil Alfin


sudah mendarat dengan mulus di depan gerbang rumah.


“Untuk?” sambil tersenyum.


“Untuk semua lah.. Untuk bakso nya untuk waktu nya dan juga


untuk kata sayang nya hehehehe” berbicara sambil menatap mata yang sedari tadi


memandang nya.


“Iya sama sama sayang.. Ups.. Bolehkan kalau aku panggil


sayang ke kamu?”


“Boleh kok. Yaudah aku masuk dulu ya. Kamu hati hati di


jalan”


“Iya sayang ntar aku telfon ya”


………………………………………………………………..

__ADS_1


__ADS_2