
Kedekatan antara Melly dan Alfin terus berlanjut hingga
muncul debaran debaran yang sangat kencang ketika mereka bersama. Akhir akhir
ini mereka sangat sering bertemu. Bukan untuk urusan kerjaan melainkan untuk
urusan hati. Walaupun hanya sekedar makan malam atau mengobrol bersama.
Beberapa kali Alfin menjemput Melly sepulang kerja untuk menghabiskan waktu
bersama.
Kedekatan antar Melly dan Alfin tidak diketahui Sherly. Yang
Sherly tau mereka hanya sebatas rekan kerja karna menangani proyek bersama. Perasaan
Sherly untuk Alfin pun tak pernah ia ceritakan kepada sahabat nya itu karna ia
merasa hanya sebatas mengagumi saja. Beberapa kali bahkan mereka pergi bertiga
saking akrab nya mereka.
Kedua sahabat itu menyukai pria yang sama. Tapi pria itu
hanya punya rasa ketertarikan untuk Melly. Hari ini hari bersejarah bagi Alfin
karna ia sudah memutuskan kalau hari ini ia akan menyatakan perasaan nya ke
Melly.
Alfin dan Melly sudah janjian untuk makan malam bersama
setelah jam kantor selesai. Ada niatan mengajak Sherly tapi apalah daya sang
dokter yang sedang padat padat nya jadwal tak bisa ikut. Alfin pun senang karna
dengan Sherly yang tak ikut maka ia akan mudah mengatakan perasaan nya.
“Aku udah dibawah ya” pesan dari Alfin sudah terkirim untuk
Melly.
“Sip.. ni aku turun ya” balasan Melly yang sedang menunggu
pintu lift terbuka. Sesampainya diloby kantor ia langsung menuju parkiran mobil
mencari mobil Alfin dan ketika melihat mobil Alfin ia langsung menghampiri dan
membuka pintu.
“Mau keliling dulu atau langsung ke resto?” tanya Alfin
ketika Melly sudah duduk di samping nya dan sudah selesai memasang sabuk
pengaman.
“Mau ke mall dulu gak? Udah lama gak cuci mata hehe” jawab
Melly.
“Boleh..” melajukan mobil menuju mall yang biasa mereka
datangi.
“Sayang banget ya Sherly gak bisa ikutan” Melly
“Iya.. mungkin lain kali kita bisa pergi bareng sama dia.
__ADS_1
Lagi sibuk banget dia sepertinya ya” Alfin.
“Iya sih emang lagi banyak banget pasien nya sekarang ini”
Melly
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Obrolan demi obrolan
terjadi di dalam mobil.
Sesampainya di parkiran mall Alfin dan Melly segera turun
dari mobil berjalan sejajar antar satu sama lain. Alfin mencoba menggenggam
tangan Melly, meletakkan jari jemari nya di selah selah jemari Melly. Terkejut
melihat tangan nya di genggam oleh Alfin seketika debaran hati Melly kembali
berdebar dengan cepat.
“Maaf, boleh kanaku pegang tangan kamu?” tanya Alfin ketika
Melly seketika berhenti.
“Hm.. Yuk jalan lagi” jawab Melly dengan menarik tangan
Alfin yang sedang menggenggam tangan nya.
Tersenyum Alfin melihat genggamannya tak dilepaskan malah
disambut dengan baik oleh wanita yang disukai nya tersebut.
Sepanjang menyusuri setiap sudut di mall tangna mereka tak
lepas. Kalau pun terlepas Alfin segera menggenggam kembali tangan Melly.
makan malam di foodcort mall yang berada dilantai 3.
“Yakin mau makan disini?” tanya Alfin “tadi katanya pengen
makan di resto yang biasa” tanyanya lagi sambil menatap Melly.
“Yakin dong. Tetiba pengen makan bakso disini hehe” menarik
tangan Alfin mencari kursi untuk mereka.
“Yaudah tunggu disini ya aku belikan dulu” meninggalkan
Melly yang sudah duduk di sudut ruangan foodcort itu.
Alfin pun menuju stad tampat bakso yang disukai Melly. Aldin
jelas tau stand itu karna setiap kali kemari dan makan di situ Melly selalu
makan bakso itu. Alfin memesan 2porsi bakso dengan mie kuning dan 2jus jeruk di
stand samping nya.
“Wih sedap nya aroma ini..” ucap Melly ketika bakso dan
minuman sudha di letakkan Alfin di atas meja.
“Selamat makan” memberikan senyuman manis nya untuk Melly.
Mereka berdua menghabiskan bakso mereka tanpa ada yang
berbicara satupun. Selama waktu makan Alfin hanya memikirkan cara mengungkapkan
__ADS_1
perasaan nya sembari sesekali melirik Melly yang sangat asik dengan makanan di
depan nya. Sampai pada akhirnya ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaan
nya saat Melly sudah selesai makan.
“Mel” panggil Alfin.
“Hemm” jawab Melly sambil menyeruput jus jeruk yang tampak
segar itu.
“Ada yang mau aku bilang ke kamu” bicara dan memegang tangan
Melly.
“Eh iya Fin mau bilang apa ya?” kaget melihat tangan nya di
pegang Alfin lagi.
“Aku sayang kamu” ucapan Alfin sontak membuat kaget Melly.
Apa dia bilang? Dia
saying aku? Aku juga Fin…
Debaran hati Melly yang tak bisa ia cegah muncul kembali
tanpa diminta.
“Aku juga sayang kamu” ucap Melly spontan yang membuat Alfin
tersenyum bahagia.
Kedua nya tak dapat menutupi rasa bahagia mereka karna tau
bahwa mereka saling menyukai.
Setelah ungkapan sayang tersebut Melly dan Alfin kembali
bergandengan tangan menyusuri setiap jalan didalam mall. Setelah pukul 8malam
mereka memutuskan untuk pulang karna besok harus bekerja lagi.
“Makasih ya untuk semuanya” ucap Melly ketika mobil Alfin
sudah mendarat dengan mulus di depan gerbang rumah.
“Untuk?” sambil tersenyum.
“Untuk semua lah.. Untuk bakso nya untuk waktu nya dan juga
untuk kata sayang nya hehehehe” berbicara sambil menatap mata yang sedari tadi
memandang nya.
“Iya sama sama sayang.. Ups.. Bolehkan kalau aku panggil
sayang ke kamu?”
“Boleh kok. Yaudah aku masuk dulu ya. Kamu hati hati di
jalan”
“Iya sayang ntar aku telfon ya”
………………………………………………………………..
__ADS_1