
Akhirnya….
Setelah selesai meeting dan menuntaskan segala pekerjaan
yang ada Melly dan Alfin pun pergi berdua. Mereka berdua beralasan ingin
melihat lihat proyek. Listi pun menganggukkan kepala dan percaya dengan
atasannya tersebut lalu dia langsung menuju kamar dan beristirahat.
“Kita mau kemana?” tanya Melly setelah masuk ke mobil.
“Pergi melihat lihat proyek kan?” tertawa sambil mengakat
tangan nya ingin memasangkan sabuk pengaman Melly.
“Aku bisa sendiri” menepis tangan Alfin.
“Tapi aku tidak mau membiarkanmu melakukannya sendiri”
mengangkat tangan yang telah ditepis tadi dan segera memasnagkan sabuk pengaman
Melly. “Sudah beres” setelah selesai dengan kegiatan persabukan.
Selama diperjalanan Alfin menggenggam tangan Melly. Melly
yang awalnya menolak sekarang sudah diam tanpa kata karna semua usaha penolakan
nya tak digubris Alfin.
“Aku sayang kamu” tetap focus mengemudi. “Aku sayang kamu”
diucapkannya sekali lagi dan terus diucapkannya sampai yang disamping nya
menyahut.
“Apaan sih kamu” tetap tak berpaling dan masih terus menatap
kearah luar jendela mobil
“Aku sayang kamu” ucap Alfin lagi.
“Iya iya udah cukup” jawab Melly.
“Aku rindu banget sama kamu. Udah beberapa bulan kita gak
jumap. Telfon ku juga baru semalam diangkat. Kamu berhasil menghindariku” kata
Alfin dengan wajah kecewa.
“Semalam gimana makan malam dengan Sherly?” mengalihkan
pembicaraan dan kini menatap pria yg sedang mengemudi.
“Ya gitu lah sekedar makan aja kok terus ngobrolin kamu”
sesekali menatap Melly dan kembali focus ke depan. Alfin mengangakat jemari
Melly yang ada di genggaman nya menuju bibir nya. Dicium nya punggung tangan
__ADS_1
Melly dan memainkannya sesekali di pipinya.
“Apaan sih kamu” mencoba menarik tangan nya namun tak
berhasil malah semakin erat di genggam.
“Aku sayang kamu. Manja sama poacar sendiri boleh kan?”
mengedipkan mata kearah Melly “tadi pagi kenapa telat? Semalam gak tidur ya?”
tanya Alfin yang sudah selesai dengan mainannya.
“Nyaman tempat tidurnya jadi telat bangun” jawaban yang
sekenanya.
Sebenarnya pertemuan ini sudah lama dinantikan Melly. Tak
bisa ia pungkiri hati nya masih merasakan debaran yang sangat kencang ketika
duduk disamping Alfin ataupu ketika menatap Alfin. Namun rasa bimbang masih
menyelimuti dirinya, disatu sisi ada hati yang harus ia jaga namun hatinya
sendiri harus terluka karna itu.
Ah sudahlah. Akan
kubiarkan hati ini menari nari hari ini. Hatiku bersenang senang lah sekarang
dan lupakan pria ini besok ya.
“Kita mau kemana sih? Kok gak sampek sampek? Jauh ya
diam saja. “Sayang.. Kita mau kemana?” panggilan yang langsung disambut senyum
bahagia dari pria manis itu.
“Muter muter aja sayang. Kalau di mobil gini bisa ngobrol
sama kamu. Kalau aku bawa kamu ke suatu tempat ntar kamu nya diem aja pasti”
jawab Alfin sambil tersenyum.
“Aku laper. Mau jajan” melihat sekeliling jalanan yang
mereka lewati “Stop sayang aku mau beli cilok” menunjuk gerobak di pinggir
jalan.
Alfin yang mendengar permintaan dari Melly langsung menghentikan
mobil nya di pinggir jalan yang sudah kelewatan dari deretan pedagang jajanan.
“Tunggu disini akan aku belikan. Duduk yang manis” membuka
sabuk pengamannya dan ingin keluar.
“Maubakso juga terus es kelapa jeruk terus siomay” menunjuk
__ADS_1
semua makanan yang ada disana.
“Hem ternyata lambung kamu besar juga ya. Banyak laci nya”
membelai pipi Melly dengan lembut “sebentar ya”.
“Iya” menganggukan kepala.
Setelah semua pesanan sudah ada di tangan, Alfin menuju
mobil dengan senyuman tergambar jelas di wajah nya.
Akhirnya hubungan ku
baik baik saja. Aku menyanyangimu Melly.
“Ni pesanan nya non” memberikan beberapa kantong plastic
dengan menu sesuai pesanan.
“Terima kasih” senyum merekah tanda bahagia”udah lama ni gak
makan cilok, mau gak” menyodorkan bulatan cilok didepan mulut Alfin dan
langsung dimakannya.
“Terima kasih. Hm, enak ya rasanya” bicara sambil makan.
Setelah sibuk dengan makanan mereka, mobil melaju lagi
menyusuri kota XX hingga malam hari dan keduanya sudah tampak lelah berkeliling
tanpa tujuan. Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel demi meluruskan tulang
dan saraf yang sedari tadi duduk di mobil.
“makasih ya Fin untuk waktu dan makanan nya tadi” ucap Melly
ketika sudah sampai di parkiran hotel. “Boleh kita bicara sebentar disitu?”
menunjuk taman hotel.
“Boleh” membuka sabuk pengaman Melly dan dirinya sendiri
lalu langsung keluar dan membuka pintu untuk Melly “Silahkan sayang ku”
menggenggam tangan Melly.
“Fin, maafkan aku” menatap dalam mata Alfin ketika sudah
berada di taman
“Kenapa sayang? Duduk dulu yuk disitu” menunjuk kursi di
taman itu.
“Gak usah disini aja fin” menarik tangan Alfin dan
menggenggam kedua tangan Alfin. “Sudah cukup untuk semua ini. Kita tidak bisa
__ADS_1
melanjutkan hubungan sebagai pasangan lagi Fin” menatap erat sepasang mata di
hadapannya.