Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 18


__ADS_3

Akhirnya….


Setelah selesai meeting dan menuntaskan segala pekerjaan


yang ada Melly dan Alfin pun pergi berdua. Mereka berdua beralasan ingin


melihat lihat proyek. Listi pun menganggukkan kepala dan percaya dengan


atasannya tersebut lalu dia langsung menuju kamar dan beristirahat.


“Kita mau kemana?” tanya Melly setelah masuk ke mobil.


“Pergi melihat lihat proyek kan?” tertawa sambil mengakat


tangan nya ingin memasangkan sabuk pengaman Melly.


“Aku bisa sendiri” menepis tangan Alfin.


“Tapi aku tidak mau membiarkanmu melakukannya sendiri”


mengangkat tangan yang telah ditepis tadi dan segera memasnagkan sabuk pengaman


Melly. “Sudah beres” setelah selesai dengan kegiatan persabukan.


Selama diperjalanan Alfin menggenggam tangan Melly. Melly


yang awalnya menolak sekarang sudah diam tanpa kata karna semua usaha penolakan


nya tak digubris Alfin.


“Aku sayang kamu” tetap focus mengemudi. “Aku sayang kamu”


diucapkannya sekali lagi dan terus diucapkannya sampai yang disamping nya


menyahut.


“Apaan sih kamu” tetap tak berpaling dan masih terus menatap


kearah luar jendela mobil


“Aku sayang kamu” ucap Alfin lagi.


“Iya iya udah cukup” jawab Melly.


“Aku rindu banget sama kamu. Udah beberapa bulan kita gak


jumap. Telfon ku juga baru semalam diangkat. Kamu berhasil menghindariku” kata


Alfin dengan wajah kecewa.


“Semalam gimana makan malam dengan Sherly?” mengalihkan


pembicaraan dan kini menatap pria yg sedang mengemudi.


“Ya gitu lah sekedar makan aja kok terus ngobrolin kamu”


sesekali menatap Melly dan kembali focus ke depan. Alfin mengangakat jemari


Melly yang ada di genggaman nya menuju bibir nya. Dicium nya punggung tangan

__ADS_1


Melly dan memainkannya sesekali di pipinya.


“Apaan sih kamu” mencoba menarik tangan nya namun tak


berhasil malah semakin erat di genggam.


“Aku sayang kamu. Manja sama poacar sendiri boleh kan?”


mengedipkan mata kearah Melly “tadi pagi kenapa telat? Semalam gak tidur ya?”


tanya Alfin yang sudah selesai dengan mainannya.


“Nyaman tempat tidurnya jadi telat bangun” jawaban yang


sekenanya.


Sebenarnya pertemuan ini sudah lama dinantikan Melly. Tak


bisa ia pungkiri hati nya masih merasakan debaran yang sangat kencang ketika


duduk disamping Alfin ataupu ketika menatap Alfin. Namun rasa bimbang masih


menyelimuti dirinya, disatu sisi ada hati yang harus ia jaga namun hatinya


sendiri harus terluka karna itu.


Ah sudahlah. Akan


kubiarkan hati ini menari nari hari ini. Hatiku bersenang senang lah sekarang


dan lupakan pria ini besok ya.


“Kita mau kemana sih? Kok gak sampek sampek? Jauh ya


diam saja. “Sayang.. Kita mau kemana?” panggilan yang langsung disambut senyum


bahagia dari pria manis itu.


“Muter muter aja sayang. Kalau di mobil gini bisa ngobrol


sama kamu. Kalau aku bawa kamu ke suatu tempat ntar kamu nya diem aja pasti”


jawab Alfin sambil tersenyum.


“Aku laper. Mau jajan” melihat sekeliling jalanan yang


mereka lewati “Stop sayang aku mau beli cilok” menunjuk gerobak di pinggir


jalan.


Alfin yang mendengar permintaan dari Melly langsung menghentikan


mobil nya di pinggir jalan yang sudah kelewatan dari deretan pedagang jajanan.


“Tunggu disini akan aku belikan. Duduk yang manis” membuka


sabuk pengamannya dan ingin keluar.


“Maubakso juga terus es kelapa jeruk terus siomay” menunjuk

__ADS_1


semua makanan yang ada disana.


“Hem ternyata lambung kamu besar juga ya. Banyak laci nya”


membelai pipi Melly dengan lembut “sebentar ya”.


“Iya” menganggukan kepala.


Setelah semua pesanan sudah ada di tangan, Alfin menuju


mobil dengan senyuman tergambar jelas di wajah nya.


Akhirnya hubungan ku


baik baik saja. Aku menyanyangimu Melly.


“Ni pesanan nya non” memberikan beberapa kantong plastic


dengan menu sesuai pesanan.


“Terima kasih” senyum merekah tanda bahagia”udah lama ni gak


makan cilok, mau gak” menyodorkan bulatan cilok didepan mulut Alfin dan


langsung dimakannya.


“Terima kasih. Hm, enak ya rasanya” bicara sambil makan.


Setelah sibuk dengan makanan mereka, mobil melaju lagi


menyusuri kota XX hingga malam hari dan keduanya sudah tampak lelah berkeliling


tanpa tujuan. Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel demi meluruskan tulang


dan saraf yang sedari tadi duduk di mobil.


“makasih ya Fin untuk waktu dan makanan nya tadi” ucap Melly


ketika sudah sampai di parkiran hotel. “Boleh kita bicara sebentar disitu?”


menunjuk taman hotel.


“Boleh” membuka sabuk pengaman Melly dan dirinya sendiri


lalu langsung keluar dan membuka pintu untuk Melly “Silahkan sayang ku”


menggenggam tangan Melly.


“Fin, maafkan aku” menatap dalam mata Alfin ketika sudah


berada di taman


“Kenapa sayang? Duduk dulu yuk disitu” menunjuk kursi di


taman itu.


“Gak usah disini aja fin” menarik tangan Alfin dan


menggenggam kedua tangan Alfin. “Sudah cukup untuk semua ini. Kita tidak bisa

__ADS_1


melanjutkan hubungan sebagai pasangan lagi Fin” menatap erat sepasang mata di


hadapannya.


__ADS_2