Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Kembali Ke Warung Bik Iyem


__ADS_3

Setelah memesan makanan Sherly dan Melly menuju meja diamana


Alfin duduk.


“Hei, makan sianng disini juga” tanya Melly sambil menepuk


pundak Alfin.


“Hei kalian ternyata. Iya ni rindu masakan bik iyem soalnya


hehe” menatap kedua wanita yang ada dihadapannya.


“Udah lama ya gak jumpa” senyum Sherly tak pudar dari awal


melihat Alfin sampai sekarang ada di hadapan Alfin.


“Iya ni Sher rindu juga sama kalian” jawab Alfin.


“Ni non makanan nya bibik yang langsung antar” ucap bik iyem


sambil meletakkan 2 piring dan gelas.


“terima kasih  bik”


jawab keduanya bersamaan.


Tanpa basa bari ketiganya menghabiskan makanan mereka dengan


mengobrol. Ya memang sudah lama mereka tidak bertemu Alfin karna kesibukan


mereka. Alfin sibuk mengurusi kantor nya begitupula Melly dan Sherly yang sibuk


dengan tugas dokter nya.


Sebenarnya antara Melly dan Alfin masih saling berhubungan


lewat whatsapp sekedar bertanya kabar atau bahkan telfonan ketika malam datang.


Hubungan antara Melly dan Alfin jauh lebih dekat ketimbang


hubungan Sherly dan Alfin. Keduanya menjadi dekat setelah mengerjakan proyek


bersama. Tapi Sherly tak mengetahui kalau sahabat nya itu sering bertukar pesan


atau telfonan dengan Alfin lelaki yang ia sukai dari awal pertemuan.


Melly pun tak pernah berbicara tentang Alfin ke Sherly karna


ia rasa tak perlu ada yang di bicarakan ke sahabat nya itu. Kalau pun mereka


sering telfonan itu semata hanya membahas tentang pekerjaan. Kalau pun bertanya


sekedar sudah makan apa belum atau lagi apa itu hanyalah hal biasa bagi Melly.


………………………………

__ADS_1


Mobil Melly sudah berhenti tepat di depan pintu masuk rumah


sakit. Ia mengantarkan Sherly sehabis makan siang di warung Bik Iyem dan


setelah Sherly turun Melly langsung melajukan mobil nya menuju rumah karna jam


sudah menunjukkan pukul 3sore dan Melly sudah memastikan pada sekretarisnya


kalau setelah makan siang ia tak punya janji lagi atau tak punya pekerjaan yang


harus ia tangani lagi dikantor hari ini.


Saat ini radio sedang memutarkan lagu kesukaan Melly.


Dibesarkan nya volume suara radio itu dan ikut bernyanyi mengikuti lantunan


music.


Kau bertanya dengan


rasa rgu


Seberapa besar cintaku


padamu


Akan selalu ku jawab


semua keraguanmu


kepadamu


Ho ho ho…


Bernyanyi mengikuti irama sampai lagu habis..


“Cinta cinta cinta.. pusing ya mikirinya hahahah” bicara


pada diri sendiri sambil focus mengemudi dan kaget ketika suara pesan masuk di


hp nya bunyi


“Senang ketemu kamu hari ini” isi pesan Alfin.


Senyuman langsung terpancar dari bibir Melly ketika membaca


pesan itu.


“Sama aku juga seneng ketemu kamu tadi” balas nya.


Setelah membalas pesan ia langsung focus kembali mengemudi


dan tak lama kemudian ia sampai di depan gerbang rumah nya membunyikan klakson


beberapa kali hingga pak satpam membukkan pintu. Melly segera masuk ke rumah

__ADS_1


yang sepi karna pada saat itu hanya ada bi kina di rumah sementara papa,mama


dan adik nya sedang pergi keluar kota menghadiri acara keluarga. Melly tak bisa


ikut karna pekerjaan nya di kantor yang tak bisa ia tinggalkan.


“Kok tumben cepat amat pulang nya non?” tanya bi kina yang


kaget karna biasanya Melly pulang kerumah pukul 6sore sementara ini masih pukul


4sore ia sudah pulang.


“Ia bik gak ada kerjaan lagi di kantor jadi mau istirahat


dirumah aja” jawab Melly sembari melepaskan sepatu nya.


“Oh, mau bibik siapkan cemilan non?” tanya bi kina yang


masih berdiri di depan pintu setelah menutupnya.


“Gak usah bik aku mau mandi terus tidur soalnya. Ntar kalau


makan malam aku belum turun gak usah dibanguni ya bik” berbicara pada bik ina sembari


menuju tangga ingin naik kekamar nya.


Sesampainya dikamar Melly langsung masuk ke kamar mandi


untuk berendam di bathup dan menyegarkan diri untuk beberapa saat.


“Boleh aku ajak kamu dinner mala mini?” pesan kedua dari


Alfin.


“Maaf Fin aku hari ini lagi capek banget malas keluar rumah.


Lain kali aja ya” membalas tidur tiduran di atas kasur nya yang empuk.


Melly sudah mau terpejam sampai bunyi pesan kembali


terdengar.


“Baiklah kalau begitu mungkin lain kali ya Mel. Seperti nya


kalau ada kerjasama lagi antara kita pasti untuk bertemu dengan mu gak susah ya


hehe”


“Hahaha bisa aja kamu Fin, kalau gitu ayok kita kerjasama


lagi. Sudah lama kita gak buat proyek baru” seketika mata Melly yang tadinya


sudah ingin terpejam mendadak tak ngantuk lagi.


Pesan demi pesan masuk ke hp keduanya menandakan komunikasi

__ADS_1


mereka masih berlanjut hingga waktu nya jam makan malam tiba.


__ADS_2