Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 29


__ADS_3

“Aku rindu..” kata kata terakhir Alfin yang membuat suasana


menjadi canggung terasa.


Melly yang menyadari kata kata Alfin itu benar adanya


menjadi sangat tidak enak dengan Sherly. begitupun sebaliknya, Sherly merasa


tidak enak dengan Melly karena kata kata Alfin yang disadari nya untuk Melly.


“Ayok duduk kita makan, aku laper banget nungguin kalian gak


lama” ucap Melly mengusir kecanggungan. “Mbak, menunya” panggil Melly kepada


salah satu pelayan direstoran.


Setelah melihat daftar menu, mereka mulai membacakan pesanan


masing masing dan menunggu pesanan datang.


“Kemana aja sih Mel, sibuk banget ya?” tanya Sherly.


“iya kemaren sibuk ngurusi proyek nya PT. Enigma sama bolak


balik ke kota XX cek proyek Alfin.”


“Oh, pantesan susah banget diajak ketemuannya. Oh iya Mel,


kami ada berita bagus ni” ucap Sherly tersenyum sesekali menatap Alfin.


“Berita bagus apa? Terima kasih mbak” menata makanan dan


minuman yang mereka pesan yang sudah dibawakan oleh pramusaji restoran itu.


“Kita berdua mau nikah..”


“Uhuk uhuk uhuk” Melly terbatuk mendengar kabar dari Sherly.


“Pelan pelan minumnya” ucap Alfin sembari menyodorkan tisu


kearah Melly.


“terima kasih” mengambil tisu dari tangan Alfin “seriusan


ini kabarnya?” menatap Sherly dan Alfin bergantian.


“Iya serius lah. Kaget kan lo. Bulan depan rencananya kami


tunangan dan dua bulan berikutnya menikah” jelas Sherly sembari menggenggam


tangan Alfin yang sedari tadi dia letakkan diatas meja.


Sakit terasa hati Melly mendengar kabar itu dan seketika


menetes airmata dari pelupuk mata Melly.


“Hei, kenapa nangis? Lo gak seneng dengar berita ini?”


Sherly menyentuh pipi melly dan menghapus airmatanya.


“Eh, gak kok. Gue seneng. Selamat ya sayangku. Ini airmata


kebahagian kok” mengusap kembali airmatanya yang masih saja jatuh meskipun


sudah dihapus berulang kali.


Alfin menatap dalam wajah Melly memperhatikan setiap


ekspresi dan airmata yang keluar dari wajah itu. tampak Alfin tersenyum


sesekali ketika Melly menatap nya.

__ADS_1


“Itu bukan airmata kebahagiaan Mel, itu airmata rasa sakit


mu. Ayolah jujur pada perasaanmu sekarang.” Alfin berkata dalam hati nya.


Cukup lama airmata jatuh dipipi Melly sampai dia bisa


mengontrol nya hingga tak jatuh lagi. Kini Melly mencoba menata hatinya agar kembali


seperti sebelumnya.


“Mel” panggil Sherly.


“Hem” masih memakan makanan yang dipesannya tadi.


“Aku harap kamu mau ya bantuin aku mempersiapkan semuanya”


pinta Sherly ke Melly.


“ha?” menatap Sherly “aku gak bisa janji ya Sher, lo kan tau


banyak banget tugas kantor yang harus gue kerjain”.


“Yaudah tapi kalau lo ada waktu bantuin gue ya. Kami butuh


banget bantuan lo ya kan sayang” menatap Alfin disebelahnya.


“Heeh” Alfin menjawab sekenanya.


Pertemuan itu pun berlangsung penuh dengan keheningan. Awal


dari pertemuan itu untuk melepaskan rindu tapi ketika berlangsung, pertemuan


itu malah menjadi pertemuan yang mencekam. Hanya Sherly yang tampak memulai


pembicaraan hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sudah


hampir dua jam mereka berada disana.


“Udah malam ni, pulang yuk” ajak Sherly.


“Aku aja yang bayar” ALfin mengambil bill dan mengeluarkan


dompetnya.


“Aku aja Fin, anggap ini traktiran dariku” mengambil kembali


bill dari tangan Alfin dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompet


nya.


Setelah membayar, Melly segera mengambil ponsel nya dari


dalam tas dan membuka aplikasi pemesanan taxi online.


“Lo naik taksi?” tanya Sherly yang ikut menatap ponsel


Melly.


“Iya, tadi gue dianter Listi kesini. Kalau kalian mau duluan


gak apa apa. Gue pesen taksi dulu baru ntar keluar” mengotak ngatik hp nya


menulis alamat rumah nya.


“Aku antar aja. Gak usah naik taksi” Alfin mengambil ponsel


Melly dan mengeluarkan aplikasi taksi online nya.


Melly menatap Alfin dengan kesal dan tak mengindahkan kata


kata Alfin. Melly mengambil kembali ponselnya dan membuka aplikasi lagi.

__ADS_1


“Jangan bandel. Ini udah malam. Bahaya naik taksi online”


suara Alfin sudah terdengar sedikit kesal dan ia kembali mengambil ponsel  Melly dan memasukkannya disaku celananya.


“Iya Mel, Alfin bener. Biar kami antar aja ya.”


Karena tak bisa menolak lagi, akhirnya dia menuruti


perkataan kedua orang itu dan ikut ke parkiran kea rah mobil Alfin. Alfin


membukakan pintu depan samping kemudinya berharap Mely yang akan masuk. Namun


Sherly yang nyatanya masuk kedalam dan duduk disamping kemudi. Sementara Melly


membuka pintu belakang mobil dan duduk dibelakang Alfin.


Setelah semua masuk dan duduk ditempatnya masing masing,


Alfin menghidupkan mobil dan bersiap jalan.


“Sayang antakan aku duluan aja ya. Rumah ku duluan sampai


dari sini” ucap Sherly.


“Baiklah”.


Jalanan tampak lenggang, Alfin melajukan mobil nya dengan


kecepatan sedang menuju rumah Sherly. hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk


tiba dirumah Sherly.


“Bye. Sampai jumpa besok ya sayang” mengecup pipi Alfin yang


berdiri disamping nya setelah membukakan pintu. “Bye Mel, sampai jumpa lagi ya.


Hati hati dijalan ya” menunduk melambaikan tangan kea rah MElly yang masih


duduk di bangku belakang.


Melly membalas lambaia tangan Sherly dan Alfin kembali


memegang kemudi mobil melajukan mobil keluar dari gerbang rumah Sherly.


“Masih mau duduk dibelakang?” menatap MElly dari kaca mobil.


“Haa? Aku?” menunjuk diri sendiri.


“Iya kamu lah. Emang ada orang lain lagi disini?” menatap


lurus kedepan. “Pindah kedepan dong. Kalau begini aku serasa menjadi supirmu”


ucap Alfin datar.


“Oh iya ya hehe.. lupa saya pak supir” canda Melly menepuk


bahu ALfin.


Alfin meminggirkan mobil di tepi jalan dan membiarkan Melly


untuk merubah posisi duduk nya. Kini melly sudah duduk disamping Alfin.


 “Alfin ponselku”


mengaahkan tanganya meminta ponsel nya yang masih di saku Alfin.


“Nanti aja. Kamu pasti  mau main hp kan. Mau menghindariku kan?” melirik wanita disebelah nya.


“Bahkan dia tau tujanku meminta hp” batin Melly.


“Kalau kamu ingin aku membatalkannya aku akan membatalkan

__ADS_1


nya. Katakanlah kamu menginginkannya” Alfin berkata tanpa menatap Melly.


“Apaan sih” menjawab datar masih menatap kaca depan mobil.


__ADS_2