
Mentari menyinari bumi dengan begitu semangat nya hari ini.
Melly dan Listi sudah bersiap untuk melaksanakan aktifitas yang sudah
terjadwal. Sherly yang berada dikamar lain juga sudah mempersiapkan diri untuk
seminar hari ini.
Tok tok tok.. ketukan pintu membuyarkan lamunan Sherly.
“Sayang, kamu udah siap?” tersenyum menatap Alfin yang
berdiri dihadapannya.
“Udah, kamu? Berangkat sekarang kita?” tanya Alfin.
“Yaudah, aku ambil tas sebentar ya” jalan kedalam kamar dan
mengambil tas yang ada diatas tempat tidur.
Sherly dan Alfin menuju restoran hotel untuk menyantap
sarapan sebelum mereka berangkat.
“Sayang itu si Melly dan listi lagi sarapan juga. Kita
gabung mereka aja ya” menunjuk meja di sudut restoran hotel. Alfin setuju untuk
gabung bersama mereka.
“Hei, serius amat” menepuk pundak Melly yang sedang melihat
hp ditangan nya.
“Ngagetin aja lu. Iya ni lagi balas email” menatap Sherly
dan Alfin bergantian. “Seminar pagi?” bertanya ke Sherly dan dijawab dengan
anggukan kepala oleh sahabat nya itu.
“Sayang kita ambil sarapan dulu yuk” menarik lengan Alfin
untuk mengikuti nya menuju meja tempat sarapan disediakan.
Setelah selesai memilih menu sarapan mereka diantara
bermacam ragam menu yang disediakan pihak hotel, Sherly dan Alfin kembali
menuju meja dengan membawa sarapan masing masing di tangan.
“Kalian udah selesai?” tanya Sherly karna melihat piring
kedua orang yang ada didepannya sudah
kosong.
“Udah. Ni mau berangkat” jawab Melly.
“Mau keproyek? Cepat banget?”.
“Iya. Kan mau persiapan hari ini peletakan batu pertama”
sudah berdiri dan bersiap untuk pergi.
“Aku antar Sherly ke kampus XX dulu ya. Ntar langsung ke
sana” ucap Alfin tanpa melihat Melly dan langsung duduk. “Kamu mau berdiri
terus? Ntar terlambat loh yang” menepuk kursi disebelah nya untuk diduduki
Sherly.
“Eh iya ni aku mau makan”.
__ADS_1
“Yaudah kami duluan ya. Selamat menikmati sarapan kalian ya”
berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu.
…………………………………
Sudah setengah jam berlalu dari jadwal yang sudah
ditentukan. Acara peletakan batu pertama ini belum bisa dimulai karna si
pemilik belum juga kelihatan. Semua menunggu kedatangan Alfin dengan resah. Ada
yang bergumam gumam kecil bertanya tanya kenapa terlamat, ada juga yang
tertidur di kursi nya.
“Kenapa pak Alfin terlambat ya? Udah coba hub belum pak?” tanya
Listi ke pak Toni.
“Sudah bu tapi tidak aktif”.
Sudah 1jam berlalu tanpa kabar dari Alfin. Tampak raut wajah
cemas terlihat dari semua orang yang ada disana. Melly yang juga mencoba
menghubungi Alfin tak kalah cemas nya dengan yang lain.
“Itu pak Alfin” ucap pak Toni yang melihat mobil Alfin tiba.
“Syukurlah” gumam Melly ketika melihat Alfin datang.
“Maaf saya terlambat ya. Ada urusan sedikit tadi” ucap
Alfin.
Semua yang ada disana merasa lega dan acarapun langsung
pertama dan seterusya hingga akhir nya makan siang.
“Kenapa bisa telat? Gak terjadi apa apa kan?” tanya Melly ke
Alfin yang sedang menyantap makan siang nya.
“Tadi nemeni Sherly dulu. Seminar nya diundur jadi dia minta
ditemani. Hp lowbet gak empat ngabari kamu.” Menatap Melly yang sudah duduk
didepannya. “Kamu khawatir?” tersenyum kearah Melly.
“Yaiyalah khawatir, kamu kan gk bisa di hub terus sampai
1jam lagi terlambat nya. Aku pikir udah terjadi apa apa” kesal menatap Alfin.
“Kenapa gak telfon Sherly?” tanya Alfin.
“Oia ya . aku gak kepikiran untuk nelfon Sherly”.
“Oh, jadi Cuma kepikiran sama aku aja?” tersenyum senang.
“Uhuk uhuk…. Apaan sih” mengambil minum yang disodorkan
Alfin “terima kasih”.
“Pelan pelan minum nya ntar kesedak lagi”.
“Iya iya”.
“Mel, mau langsung balik ke hotel atau giman??” tanya Listi
yang baru datang ntah darimana.
“Langsung balik hotel aja ya. Aku mau cek email. Tadi pak
__ADS_1
Anwar ada wa seperti nya ada masalah di proyek yang dia pegang” menatap Listi.
“Oke, kalau gitu aku pastikan dulu yang disini udah beres
semua ya biar ntar gak bolak balik kesini lagi”.
“Sip. Memang sekretaris terbaik deh kamu ya” mengacungkan
jempol kea rah Listi. “Kamu ni langsung jemput Sherly?” bertanya ke Alfin
setelah Listi pergi.
“Iya, ni baru wa dia katanya udah selesai.”
“Oh yaudah gih sana pergi ntar kelamaan nunggu dia.”
“Iya. Kamu hati hati ya balik nya. Ntar kita jumpa disana
ya” mengelus lembut kepalla Melly.
Terdiam beberapa saat mereka berdua hanyut dalam suasana
yang mereka bangun sendiri.
Setelah berpisah keduanya melakukan aktifitas masing masing.
Melly yang langsung kembali ke hotel bersama Listi. Alfin yang sudah pergi
menjemput Sherly.
Setelah kembali ke hotel Melly mendapat telfon penting dari
salah satu karyawan nya di ibu kota. Pak Anwar yang ditugaskan Melly menangani
proyek di ibukota selama dia tidak ada mengalami kendala. “Halo”.
“Halo bu, saya mau bicarakan proyek PT Enigma. Mereka
membatalkan kerjasama kita.”
Seketika ekspresi wajah Melly berubah menjadi khawatir dan
terkejut.
“Kenapa bisa pak?” tanya Melly ke pak Anwar.
“Ada kesalahan gambar dari arsitek kita. Gak sesuai dengan
desain awal bu. Mereka marah dan membatalkan kerjasama kita. Saya harus
bagaimana bu? Kesalaha saya gak periksa gambar dulu bu sebelum meeting.”
“Kirimkan gambar nya ke email saya biar saya cek terlebih
dahulu. Urusan ini biar saya ambil alih. Pak Anwar bisa hub arsitek nya buat
meeting dengan saya sekitar jam 7malam ini?”.
“Baik bu akan saya hubungi arsitek nya.”
“Lis, kita harus segera balik ke kantor. Selesaikan semua
yang ada disini. Aku mau cek email yg dikirim pak Anwar” memberi instruksi ke
Listi setelah menutup telfon pak Anwar.
“Baik” jawab Listi dan segera mengambil hp nya dan
menghubungi buk Wani untuk memastikan semua beres sebelum mereka kembali ke
kantor. Setelah itu, Listi segera ke resepsionis hotel untuk memberitahu kalau
mereka akan melakukan check out lebih awal dari jadwal.
__ADS_1