Dia Sahabatku

Dia Sahabatku
Episode 21


__ADS_3

Mentari menyinari bumi dengan begitu semangat nya hari ini.


Melly dan Listi sudah bersiap untuk melaksanakan aktifitas yang sudah


terjadwal. Sherly yang berada dikamar lain juga sudah mempersiapkan diri untuk


seminar hari ini.


Tok tok tok.. ketukan pintu membuyarkan lamunan Sherly.


“Sayang, kamu udah siap?” tersenyum menatap Alfin yang


berdiri dihadapannya.


“Udah, kamu? Berangkat sekarang kita?” tanya Alfin.


“Yaudah, aku ambil tas sebentar ya” jalan kedalam kamar dan


mengambil tas yang ada diatas tempat tidur.


Sherly dan Alfin menuju restoran hotel untuk menyantap


sarapan sebelum mereka berangkat.


“Sayang itu si Melly dan listi lagi sarapan juga. Kita


gabung mereka aja ya” menunjuk meja di sudut restoran hotel. Alfin setuju untuk


gabung bersama mereka.


“Hei, serius amat” menepuk pundak Melly yang sedang melihat


hp ditangan nya.


“Ngagetin aja lu. Iya ni lagi balas email” menatap Sherly


dan Alfin bergantian. “Seminar pagi?” bertanya ke Sherly dan dijawab dengan


anggukan kepala oleh sahabat nya itu.


“Sayang kita ambil sarapan dulu yuk” menarik lengan Alfin


untuk mengikuti nya menuju meja tempat sarapan disediakan.


Setelah selesai memilih menu sarapan mereka diantara


bermacam ragam menu yang disediakan pihak hotel, Sherly dan Alfin kembali


menuju meja dengan membawa sarapan masing masing di tangan.


“Kalian udah selesai?” tanya Sherly karna melihat piring


kedua orang yang ada didepannya sudah


kosong.


“Udah. Ni mau berangkat” jawab Melly.


“Mau keproyek? Cepat banget?”.


“Iya. Kan mau persiapan hari ini peletakan batu pertama”


sudah berdiri dan bersiap untuk pergi.


“Aku antar Sherly ke kampus XX dulu ya. Ntar langsung ke


sana” ucap Alfin tanpa melihat Melly dan langsung duduk. “Kamu mau berdiri


terus? Ntar terlambat loh yang” menepuk kursi disebelah nya untuk diduduki


Sherly.


“Eh iya ni aku mau makan”.

__ADS_1


“Yaudah kami duluan ya. Selamat menikmati sarapan kalian ya”


berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu.


…………………………………


Sudah setengah jam berlalu dari jadwal yang sudah


ditentukan. Acara peletakan batu pertama ini belum bisa dimulai karna si


pemilik belum juga kelihatan. Semua menunggu kedatangan Alfin dengan resah. Ada


yang bergumam gumam kecil bertanya tanya kenapa terlamat, ada juga yang


tertidur di kursi nya.


“Kenapa pak Alfin terlambat ya? Udah coba hub belum pak?” tanya


Listi ke pak Toni.


“Sudah bu tapi tidak aktif”.


Sudah 1jam berlalu tanpa kabar dari Alfin. Tampak raut wajah


cemas terlihat dari semua orang yang ada disana. Melly yang juga mencoba


menghubungi Alfin tak kalah cemas nya dengan yang lain.


“Itu pak Alfin” ucap pak Toni yang melihat mobil Alfin tiba.


“Syukurlah” gumam Melly ketika melihat Alfin datang.


“Maaf saya terlambat ya. Ada urusan sedikit tadi” ucap


Alfin.


Semua yang ada disana merasa lega dan acarapun langsung


pertama dan seterusya hingga akhir nya makan siang.


“Kenapa bisa telat? Gak terjadi apa apa kan?” tanya Melly ke


Alfin yang sedang menyantap makan siang nya.


“Tadi nemeni Sherly dulu. Seminar nya diundur jadi dia minta


ditemani. Hp lowbet gak empat ngabari kamu.” Menatap Melly yang sudah duduk


didepannya. “Kamu khawatir?” tersenyum kearah Melly.


“Yaiyalah khawatir, kamu kan gk bisa di hub terus sampai


1jam lagi terlambat nya. Aku pikir udah terjadi apa apa” kesal menatap Alfin.


“Kenapa gak telfon Sherly?” tanya Alfin.


“Oia ya . aku gak kepikiran untuk nelfon Sherly”.


“Oh, jadi Cuma kepikiran sama aku aja?” tersenyum senang.


“Uhuk uhuk…. Apaan sih” mengambil minum yang disodorkan


Alfin “terima kasih”.


“Pelan pelan minum nya ntar kesedak lagi”.


“Iya iya”.


“Mel, mau langsung balik ke hotel atau giman??” tanya Listi


yang baru datang ntah darimana.


“Langsung balik hotel aja ya. Aku mau cek email. Tadi pak

__ADS_1


Anwar ada wa seperti nya ada masalah di proyek yang dia pegang” menatap Listi.


“Oke, kalau gitu aku pastikan dulu yang disini udah beres


semua ya biar ntar gak bolak balik kesini lagi”.


“Sip. Memang sekretaris terbaik deh kamu ya” mengacungkan


jempol kea rah Listi. “Kamu ni langsung jemput Sherly?” bertanya ke Alfin


setelah Listi pergi.


“Iya, ni baru wa dia katanya udah selesai.”


“Oh yaudah gih sana pergi ntar kelamaan nunggu dia.”


“Iya. Kamu hati hati ya balik nya. Ntar kita jumpa disana


ya” mengelus lembut kepalla Melly.


Terdiam beberapa saat mereka berdua hanyut dalam suasana


yang mereka bangun sendiri.


Setelah berpisah keduanya melakukan aktifitas masing masing.


Melly yang langsung kembali ke hotel bersama Listi. Alfin yang sudah pergi


menjemput Sherly.


Setelah kembali ke hotel Melly mendapat telfon penting dari


salah satu karyawan nya di ibu kota. Pak Anwar yang ditugaskan Melly menangani


proyek di ibukota selama dia tidak ada mengalami kendala. “Halo”.


“Halo bu, saya mau bicarakan proyek PT Enigma. Mereka


membatalkan kerjasama kita.”


Seketika ekspresi wajah Melly berubah menjadi khawatir dan


terkejut.


“Kenapa bisa pak?” tanya Melly ke pak Anwar.


“Ada kesalahan gambar dari arsitek kita. Gak sesuai dengan


desain awal bu. Mereka marah dan membatalkan kerjasama kita. Saya harus


bagaimana bu? Kesalaha saya gak periksa gambar dulu bu sebelum meeting.”


“Kirimkan gambar nya ke email saya biar saya cek terlebih


dahulu. Urusan ini biar saya ambil alih. Pak Anwar bisa hub arsitek nya buat


meeting dengan saya sekitar jam 7malam ini?”.


“Baik bu akan saya hubungi arsitek nya.”


“Lis, kita harus segera balik ke kantor. Selesaikan semua


yang ada disini. Aku mau cek email yg dikirim pak Anwar” memberi instruksi ke


Listi setelah menutup telfon pak Anwar.


“Baik” jawab Listi dan segera mengambil hp nya dan


menghubungi buk Wani untuk memastikan semua beres sebelum mereka kembali ke


kantor. Setelah itu, Listi segera ke resepsionis hotel untuk memberitahu kalau


mereka akan melakukan check out lebih awal dari jadwal.

__ADS_1


__ADS_2