
Berakhir Sudah….
Seperti gledek di malam hari. Tatapan tak percaya akan kata
kata Melly membuat rona wajh Alfin berubah. Keceriaannya yang tadi selalu ada
di wajah nya kini berubah menjaadi raut wajah kecewa. Alfin tak menyangka kalau
Melly mengatakan ini semua setelah sikap nya yang sudah seperti biasa tadi
sore.
“Maksud kamu apa?” melepaskan genggaman tanga Melly dan
berbalik membelakanginya. “Sudah cukup Mel, aku gak mau kamu bahas hal ini
lagi. Aku kan sudah bilang aku gak bisa. Aku gak bisa untuk merubah hatiku jadi
ke Sherly. Kamu ini kenapa sih? Aku tau kamu juga sayang sama aku kan? Tapi
kenapa kamu mau melepaskan aku dan membiarkan hatimu juga sakit” kata kata
Alfin sontak membuat airmata Melly menetes.
“Alfin” menarik bahu Alfin agar menghadap nya dan
menggenggam kedua tangan Alfin kembali. “Kamu benar Fin. Aku menyanyangi mu
bahkan aku mencintaimu. Kamu punya tempat di hatiku” menunjuk dadanya sendiri
“tapi juga ada Sherly disini fin” masih tetap menunjuk dada nya. “Aku tidak
mungkin memberikan tempat Sherly untuk mu, dan aku juga tidak mungkin
membiarkan kamu pergi dari hatiku” menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kata
katanya kembali.
“Bukan karna kamu sudah ada dihatiku, aku harus mengkhianati
Sherly. Bukan begitu Fin. Bukan juga karana Sherly sahabat ku, aku harus
menghianati kamu. Kalian berdua punya tempat yang sama di hatiku. Kalian berdua
orang yang sangat berarti di hidupku” airmata terus menetes di pipi Melly.
“Aku tidak mungkin memilih salah satu dari kalian Fin,
mengertilah” menggenggam erat tangan Alfin. “Bersahabatlah dengan ku. Setelah
ini aku hanya akan menganggap mu sahabat ku” membelai lembut dada bidang Alfin
“mengertilah Fin kalian berdua sangat berarti untukku” masih membelai dada
Alfin.
“Kamu yakin?” tanya Alfin yang disambut anggukan oleh Melly.
“Jangan menangis” mengusap airmata di pipi Melly.
“Aku mohon Fin….” Mengatupkan kedua tangan nya didepan
__ADS_1
dadanya dan menatap lirih ke Alfin.
“Aku menyanyangi mu” menarik Melly dalam pelukannya. “Aku
mencintaimu. Akan kulakukan semua yang membuat mu bahagia” mengelus lembut
kepala Melly.
“Terima kasih Fin. Terima kasih. Terima kasih” berulang kali
mengatakannya rasanya tak kan cukup bagi Melly untuk berterima kasih. “Sahabat”
mengulurkan tangan kea rah Alfin setelah melepaskan pelukan Alfin.
“Iya. Sahabat yang aku cintai” menerima uluran tangan Melly
dan keduanya pun berjabat tangan sepeti awal perkenalan.
Setelah terjadi kesepakatan diantara mereka, keduanya pun
kembali ke kamar masing masing dengan raut wajah sedih terpancar di wajah
mereka.
Sesampainya dikamar, Melly mendapati Listi sudah terlelap
dengan nyenyak nya “sudah jam 10 ternyata” gumamnya. Ia pun langsung menuju
kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur juga.
Sebelum tidur ia melihat hp nya dan membaca pesan satu
segera tidur.
……………………………………………………………………………..
Mentari menyambut pagi dengan suka cita. Melly dan Listi
sudah berada di lokasi proyek mereka dengan Alfin dan stafnya. Disana juga ada
buk Wani si penanggung jawab lokasi.
Setelah semua selesai dan siap untuk dilakukan pembangunan,
mereka semua segera makan siang bersama. Setelah makan siang mereka emua bubar
dengan urusan masing masing karna tugas pekerjaan yang sudah selesai, ada yang
kembali ke kantor pusat karna sudah selesai dengan urusan disini, ada juga yang
kembali ke hotel.
“Lis, kamu duluan aja ya ke kamar. Aku mau kesana sebentar
cuci mata heheh” menunjuk taman hotel, tempat dimana kesepakatan terjadi antara
Melly dan Alfin tadi malam.”Oia LIs, tolong pesani kopi ya dan anterin ke
situ”.
“Saip bos. Kalau ada keperluan lain lagi telfon aja ya. Ni
__ADS_1
aku pesan dulu ya” mengangkat hp nya sendiri dan langsung masuk ke hotel.
Setelah berpisah dengan Listi di parkiran, Melly menyusuri
taman dan memilih duduk di bangku depan kolam renang yang berada di taman itu
juga. Menatap sekitar dengan sendu dan mencoba menikmati udara sore dengan
menutup mata, merebahkan badan di kursi panjang dekat kolam.
Ada sepasang mata yang memperhatikan Melly dengan raut yang
tak kalah sendu. Balkon kamar Alfin memang memberikan pemandangan ke arah taman
hotel.
Kesedihan mu aku
merasakannya juga Mel, tak bisakah kamu merubah keputusan mu? Apa ini jalan
yang terbaik untuk kita? Alfin
“Apaan sih aku ini? Aku kan sudah janji sama dia” gumam
sendiri dan membuyarkan fikirannya.
“Terima kasih mbak” ucap Melly setelah mendengar ada nampan
yang diletakkan di meja samping kusinya.
“Sama sama”.
“Loh kamu ternyata Fin, kupikir tadi mbak pelayan hotel yg
anterin” membuka mata setelah mendengar suara yang menjawabnya. Betapa kagetnya Melly karna yang membawakan
pesanan nya bukan pihak hotel, melainkan Alfin.
“Kok bisa kamu yang bawa kesini?” tanya Melly.
“Tadi ketemu Listi didalam lagi pesan terus aku tanya kamu
dimana, dia bilang disini dan dia lagi pesani kopi buat mu jadi aku ambil alih
tugasnya” tersenyum menatap Melly.
“Oh.. Gitu…. Makasih ya” membalas senyuman Alfin. “Loh kok
jus jeruk? Listi salah denger pasti ini”
melihat gelas yang berisi jus jeruk.
“Gak kok. Listi pesan nya bener kopi 1 trus aku pesan jus
jeruk. Aku tukar punya kita. Gak baik minum kopi terlalu banyak” memberikan jus
jeruk ke Melly dan mengambil kopi untuk nya.
“Hemmmm…… padahal aku pesen kopi supaya gak ngantuk loh”
meminun jus yang ada ditangan nya.
__ADS_1