
Selama berada di Rumah sakit kedua orang tuaku yang lebih banyak menemani, jika Mas Doni hanya menengok saat pulang kerja saja dan akan pulang jika menunjukkan jam sembilan malam sebab besok paginya dia harus bekerja kembali,empat hari sudah aku berada di Rumah sakit dan aku sangat berharap jika besok aku sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah dengan membawa serta anak ku, sebab aku tak mau berpisah jauh dengan anakku.
..
...
Tok
Tok
Tok
Ceklek
Terlihat dokter dan perawat memasuki ruangan ku, dan kebetulan saat ini diruanganku sedang ada ibu,bapak, Mas Doni dan ibu mertuaku.
"Permisi bu, kami ingin merawat kondisi ibu sekarang" ucap dokter yang saat ini masih berada di ambang pintu.
"Ohhh, silahkan Bu Dokter, mari masuk"ucap ibu dengan ramah.
Dokter hanya menjawab dengan anggukan ramah dan segera melangkahkan kakinya kearah ku dan segera memeriksa seluruh kondisi ku saat ini.
"Alhamdulillah semuanya normal Bu Riri,mulai besok anda sudah diizinkan untuk pulang ke Rumah,"ucap sang Dokter.
"Alhamdulillah" ucap Bapak dan ibuku serempak.
"Oiya Bu, saya juga ada kabar baik untuk Bu Riri, bahwa bayi anda sudah sehat, besok juga sudah boleh diizinkan untuk pulang"
__ADS_1
"Alhamdulillah"ucapku lirih karena Aku merasa terharu sebab mukjizat dari Allah ini sangat nyata, padahal keadaan bayi ku kemarin masih belum normal namun sekarang dengan kuasanya dan secepat itu Allah mengabulkan doa ku.
"Alhamdulillah Ya Allah"ucap bapak dan ibuku lagu sebab mereka sangat bahagia bisa membawa pulang serta sang cucu ke rumah, ibu juga sampai meneteskan air mata karena terharu.
"Ibu Riri saya mohon saat berada di rumah jangan lupa banyak makan makanan yang bergizi agar proses pemulihan lebih cepat dan usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat,jangan memaksakan diri untuk mengangkat beban
terlebih dahulu bu, sebab takut terjadi nyeri di bagian jahitan bekas operasi, "
"Baik Bu dokter, terimah kasih atas sarannya" ucapku pada Bu dokter.
"Sudah tidak ada yang ditanyakan lagi Bu"
"Tidak ada Bu dokter"
"Ya sudah bu, kalau begitu saya pamit dulu ya bu, untuk memeriksa pasien yang lainnya, permisi"
" iya bu dokter silahkan, terimah kasih" ucap ibuku.
......
"Alhamdulillah pak, akhirnya anak dan cucu kita sudah di izinkan pulang sama dokter" ucap ibuku dengan raut wajah yang sangat sumringah.
"Iya bu, Bapak juga sangat bahagia sekali"
"Pak, apa kita bicara saja sekarang sama Doni dan ibunya kebetulan juga, mumpung mereka saat ini berada disini" bisik ibuku kepada Bapak.
"Ehh iya Bu, tolong ibu coba saja, siapa tau sesama perempuan bisa mengerti, tapi ingat Bu segala keputusan ada ditangan Doni sebab dia suamin Riri, bapak gak mau hanya gara- gara masalah ini sampai anak kita menjadi durhaka pada suaminya" jawab bapak dengan berbisik.
__ADS_1
Ibu langsung mengangguk paham dan segera menghampiri Ibu mertua dan Mas Doni yang berada di sofa.
Sebenarnya aku belum bercerita kepada kedua orang tuaku soal aku yang sudah membicarakan masalah ini kepada mas Doni, sebab aku kecewa akan jawaban mas doni, jadi aku lebih memilih diam saja.
"Emm Bu besan boleh saya bicara"
" oohh silahkan Bu, kayak sama siapa saja," ucap Bu fatma masih dengan raut wajah datar, semenjak aku hamil dan tidak bisa menghasilkan uang sehingga otomatis aku tidak bisa memberi jatah ibu mertuaku seperti biasa membuat dia berubah sikap kepadaku begitu juga kepada ibuku, padahal dulunya mereka sangat akrab dan kompak.
"Besok Riri dan anaknya sudah diizinkan pulang, jadi saya mau meminta pendapat bu besan, apakah boleh sementara waktu dalam masa pemulihan Riri tinggal dulu dirumah saya, biar Saya bisa mengawasi dan menjaga Riri dengan baik" ucap ibuku dengan nada pelan dan penuh ke hati- hatian takut Ibu Fatma tersinggung.
"Emmm gimana ya Bu besan, kalau Riri berada di rumah ibu jadi ya otomatis anak saya tinggal dirumah ibu juga nanti kasian bu kalau berangkat kerjanya kejauhan" jawab ibu mertuanya dengan nada lembut juga,
" ya gimana bu, untuk sementara waktu saja, atau kalau gak Doni bisa mengunjungi Riri satu minggu sekali agar tidak kecapean di jalan"
Sedangkan Mas Doni dari tadi hanya iku menyimak pembicaraan antara ibu dan mertuanya tersebut dan tidak menyahuti takut salah, baru nanti jika ditanya dia akan membuka suara, namun di lubuk hatinya dia sangat geram dengan Riri sebab dia menyangka pasti ini semua atas suruhan Riri yang ingin berada dirumah orang tuanya dan tidak mau pulang bersamanya.
"Biarlah menjadi keputusan Doni saja bu besan, inikan rumah tangga mereka, kita tidak berhak ikut campur urusan pribadi mereka, biar ini menjadi keputusan doni selaku kepala keluarga, " jawab ibu mertuaku.
"Doni, kalau menurut kamu gimana, apa kamu setuju jika Riri tinggal dirumah Ibu dan Bapak sementara waktu,biarlah saat waktu pemulihan saja " tanya ibuku dengan mas Doni dengan penuh kehati- hatian.
"Kalau aku menyetujui Riri tinggal dirumah orang tuanya malah jadi enak Riri,sudah gak kerja dan mala enak- enakan setiap bulan dapat uang dariku tapi uangnya gak masuk untuk kebutuhan sehari- hari dirumah ini, dan kalau Riri berada dirumah kedua orang tuanya pasti dia akan cerita semua kepada ibu dan bapaknya soal aku yang mengaku mengaku membayar tagihan rumah sakit kepada keluargaku" guman Doni dalam hati yang sebenarnya dia sangat takut jika Riri pulang ke rumah orang tuanya.
"Don kamu jawab dong jangan diam saja kalau ditanya" ucap ibu mertua mengagetkan mas Doni
"Ya ampun, aku pusing harus pakai alasan apa aku ini untuk mencegah Riri agar tidak pulang kerumah orang tuanya." Guman Mas doni dalam hati.
"Don, gimana menurut kamu, " ucap ibuku.
__ADS_1
"Gimana ya bu, benar apa kata ibu saya tadi ,kalau pulang ke rumah ibu nanti yang ada Doni mala kejauhan bu untuk pulang pergi saat bekerja, tapi kalau doni harus seminggu sekali kerumah ibu itu juga tidak mungkin sebab doni tidak mau jauh dari istri dan anak doni, jadi apa tidak sebaiknya saja jika Riri berada dirumah Doni, ibu jangan khawatir setiap saat rumah doni pintunya selalu terbuka untuk ibu dan bapak" jawab doni mantab dan juga penuh kehati- hatian.
Sedangkan bu ros sendiri hanya mampu menghela nafas kasar mendengar keputusan doni sebab dia sadar jika sang anak harus berbakti pada suaminya.