Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 17


__ADS_3

" dek cepat bangun kamu masak dari tadi belum juga sembuh" dia langsung menyibak selimut yang  ku pakai dan menghempaskan dengan kasar ke sembarang arah, untung nya aku sudah terbangun kalo aku masih tidur mungkin aku semakin pusinh di buatnya , seumur pernikahan dia tidak pernah bersikap kasar kepada ku.


Aku langsung bangkit berdiri.


"Ya ampun kan baru saja aku tidur kamu kenapa kasar begini sama ku" ucap ku memelas agar dia mau mengerti posisi ku lagian sekarang juga kebetulan dia lagi libur kerja.


"Tu jagain anak mu , aku gak mau , aku mau ada perlu keluar , lagian kalo urusan jagain anak dari dulu itu ya memang tugas perempuan bukan tugas laki laki, tugas ku sebagai suami hanya mencari nafkah" ucap suami ku tegas .


Aku yang mendengar penjelasannya berusaha biasa saja karena memang suami ku sangat takut kepada ibunya jadi apa yang dibilang ibunya pasti dia nurut , itulah aku yang tidak suka dari sisi suamiku dia tidak punya pendirian .


" iya " jawab ku malas karena di sini aku merasa percuma debat dengànnya, karena nanti pasti ujung- ujungnya kakak ipar dan ibu mertua turut serta dalam perdebatan jadi lebih baik aku mengalah dari pada kepala ku makin pusing.


Aku segera ke belakang untuk mengambil salman yang saat ini di bawah ibu mertua , saat aku berjalan ke belakang aku shock melihat salman di gendong ibu mertua dan berdampingan dengan suami kakak ipar ku yang merokok dengan jarak yang sangat dekat, aku takut akan terjadi masalah pernafasan dalam salman.


" bu sini salman sudah waktunya menyusu" ucap ku, aku berharap salman langsung dikasih kan kepada ku dan segera membawa salman pergi dari sini.


" udah biarin di sini anteng kok anaknya " jawab ibu mertua dengan entengnya.


" kan waktunya nyusu bu , gapapa rina bawah saja " jawab ku


" udah di sini saja kamu kedalam gih ngerjain apa atau apa gitu " ucap ibu mertua, memang ibu mertua sangat tidak suka melihat aku diam selalu saja ada yang harus dikerjakan.

__ADS_1


"Sini bu salman kasihan anak nya kena asap rokok bang toni tidak baik untuk pernafasan salman bu , nanti bisa sesak salman kalo terus terusan kena asap rokok" ucap ku dengan nada selembut mungkin takut terjadi perdebatan karena nanti ujung ujung nya aku yang salah.


"Halaaaa asap rokok dikit aja kok bahaya , baru nanti kalo kena asap kebakaran rumah bahaya " ucap ibu dengan bibir agak menyungging.


"Bu asap rokok bahaya ,salman masih bayi kekuatan tubuhnya masih lema berbeda seperti kita" ucap ku masih berusaha sabar padahal dalam hati ini sudah menggebu ingin membalas ucapan ucapan ibu yang seolah sok benar .


"Ya itu memang karena asi mu saja yang gak bagus makanya dia tubuhnya lemah dikit dikit sakit" ucap ibu seolah menyalahkan ku , aku juga sebagai ibu tidak mau anak ku sakit ,


" aku juga tidak ingin salman sakit mangkanya aku harus menjaga salman dari para penyakit" ucap ku langsung mengambil salman dari gendongan ibu dan langsung menuju ke dalam kamar , aku sudah malas berdebat lagi toh pasti gak akan  ada benarnya di mata mereka, ingin sekali aku membawa ibu ke bu bidan sekedar memberi pengarahan agar dia lebih tau mana yang baik dan buruk untuk bayi namun dia selalu saja menolak dengan alasan gausah percaya sama omongan omongan bidan kita nurut saja sama orang dulu yang sudah pengalaman , sunggu itu ilmu kuno yang gak selalu di contoh kalo menurut ku pribadi.


Kepala ku menjadi tambah pusing kala melihat salman di asuh ibu mertua , aku langsung menyusui salman dan menidurkan dia berharap salman bisa tidur dan aku bisa ikut menyusul salman untuk istirahat juga ..


Dilain tempat saat ini bu fatma mertua riri sedang mengadu kepada Doni anaknya tentu saja di tambai sedikit bumbu penyedap agar anak nya percaya omongan ibu nya dan semakin membenci sang istri karena menurut prinsip Bu fatma disini paling anti yang namanya lahiran secar jadi dia berusaha untuk menjauhkan doni dan istrinya , karena diam diam Bu fatma sudah menjodohkan udin dengan tina anak dari teman geng sosoalitanya.


" memang kenapa bu sama istriku Bu"  tanya ku karena aku di sini hampir capek karena setiap hari mendengar aduan ibu dan kakak mengenai Riri


"Masak ibu gak boleh gendong anak mu , bilang aja kalo mau menjauhkan salman sama nenek nya " ucap bu fatma penuh drama dengan air mata mengalir di pelupuk mata .


" memang iya seperti itu bu " tanya ku sekali lahi memastikan , aku tidak menyangkah ternyata rina sekejam itu .


"Tanyakan sama suami kakak mu don kalo kamu gak percaya , tadi ibu sama salman di belakang sama kakak ipar mu lalu riri marah marah dan langsung mengambil salman dari gendongan ibu , apakah salah jika ibu ingin dekat dengan cucu inu din " ucap bu fatma sambil terus menangis sesenggukan ,,aku yang melihatnya ikut marah dan ingin segera memarahi rina .

__ADS_1


" baik bu aku akan memarahi istriku sekarang juga , ibu tenang saja udin tidak akan diam " ucap ku langsung berlalu menuju kamar untuk berbicara sama rini.


..,..,.


Baru juga salman tidur nyenyak dan aku ikut memejamkan mata tiba tiba suamiku membangunkan ku dan mengajak aku ke depan ingin berbicara karena kalo di dalam kamar aku takut suara mas udin akan membangunkan salman.


" kamu ngapain sih dek harus debat sama ibu terus " ucap nya tanpa basa basi.


"Emang ibu ngomong apa sama kamu mas "tanya ku balik karena di sini dari awal aku yang terus terpojokkan.


"Salah apa sih dek keluarga ku sama kamu , kok kamu kayak nglarang banget kalo salman deket sama keluarga ku seolah kamu memberi jarak sama mereka " ucap suamiku dengan wajah penuh amarah.


"Apa katamu mas coba ulang lagi , gak salah" ucap ku sambil tersenyum sinis .


"Belain aja keluargamu, urusan salman biar aku yang handle kamu , katanya kamu hanya tugasnya mencari nafkah " ucap ku mencoba membela diri sudah cukup aku selama ini diam.


" benar kata keluarga ku sekarang ya kamu pinter ngomong " ucap suami ku.


Aku langsung pergi meninggalkan suami ku di ruang tengah menuju kamar ,


" ya Allah kuatkan hamba yang selalu difitnah oleh keluarga suami hamba" ucap ku berdoa dalam hati, sebelum nya mas doni sudah aku ajak untuk mengontrak saja karena mas danu tidak mau berada di rumah pemberian orang tuaku karena katanya tidak enak, sedangkan dia kalo aku ajak ngontrak pasti dia sangat menolak karena disini ibunya sendiri dialah yang seharusnya menemani ibunya di masa tua padahal disini ada kakak nya .

__ADS_1


Aku sebagai istri hanya bisa pasrah dan sellalu berdoa agar diberikan kesabaran hati yang lebih.lebih


__ADS_2