
Kebetulan waktu bertemu Doni tadi adalah restoran terakhir yang masuk dalam list pengiriman, jadi setelah Husni memergoki Doni yang sedang selingkuh Dia bisa langsung pulang tanpa ada pekerjaan lagi, sebab Husni takut tidak bisa profesional dalam bekerja ketika ada masalah di kepalanya.
........
Husni adalah sosok pemuda yang tekun, sopan, dan giat bekerja, Dia lebih banyak menghabiskan masa mudanya dengan bekerja sangat giat, sebab disisi lain ada sosok seorang, Ibu yang sedang sakit keras, selama Husni menginjak masa SMA, sang ibu sering sakit-sakitan, sedangkan kondisinya Husni adalah anak tunggal dan Bapak Husni telah lama meninggal dunia saat Dia masih duduk di bangku SD, jadi selama ini Husni hanya tinggal berdua dengan ibunya.
Saat Ibunya mulai sakit-sakitan dan kondisi ekonomi yang tidak membaik akhirnya Dia memutuskan untuk bekerja ikut Pak Anto,karena kinerja Husni yang rajin dan ulet akhirnya Husnilah orang kepercayaan Pak Anto, dan bisa dibilang tangan kanan Pak Anto bahkan Husni dianggap sebagai anak sendiri oleh Pak Anto.
Selama bekerja itu pula Husni diam-diam menaruh hati pada sosok seorang wanita cantik dan periang, siapa lagi sosok itu kalau bukan Riri anak dari bosnya sendiri, namun karena perbedaan kasta diantara keduanya membuat Husni sadar diri dan dia lebih memilih untuk memendang perasaannya sendiri karena takut di tolak oleh Riri.
Hingga suatu ketika Riri di datangi oleh pemuda dari desa seberang untuk melamar Riri di situlah muncul kekecewaan yang teramat mendalam, andai Dia saat itu mampu mengucapkan perasaan pasti tidak akan sesakit ini, apalagi Husni tau kalau ternyata jodoh dari Riri adalah orang biasa juga seperti dirinya, tapi apa daya semua itu hanya tinggal penyesalan.
Karena rasa cinta pada Riri terlalu besar, membuat Husni tidak bisa untuk menerima wanita lain di hatinya, bahkan sampai Riri sudah menikah pun rasa cinta untuk Riri masih disimpan rapi di hatinya, Dia tidak mau menikah kalau bukan sama Riri.
Hingga saat Dia mendengar kabar tentang kepulangan Riri tanpa ada Doni di sampingnya dan ada masalah dengan suaminya mampu membuat hati Husni sedikit berbunga walaupun dia sadar bahwa Dia telah dosa sebab bahagia di atas kesengsaraan orang lain, namun Husni berusaha untuk segera menepis rasa itu sebab Dia juga tidak ingin egois karena dia sangat berharap Riri bahagia di dalam pernikahannya , karena baginya kebahagiaan Riri adalah bahagia untuknya.
__ADS_1
Namun hatinya seketika di landa amarah yang teramat besar dan saat itu pula Husni ingin menghajar Doni habis-habisan saat melihat Doni yang tengah asyik berduaan dengan wanita lain apalagi saat ini kondisi rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja, bisa- bisanya Doni mala dengan seenaknya berselingkuh di belakang Riri, awalnya Husni ingin sekali menonjok muka Doni saat itu juga, namun saat dia mengingat kondisi Pak Anto yanh sedang kurang enak badan akhirnya dia mengurungkan niatnya takut nanti mala membuat Pak Anto kepikiran dan mala nanti akan berakibat fatal pada kesehatannya.
Akhirnya Husni mengalah,Dia hanya bisa mengambil beberapa gambar Doni yang kebetulan saat itu sedang mesra sekali.
Selama perjalan Husni lebih banyak diam, dengan pikiran yang menerawang jauh memikirkan nasib Riri dan salman ke depannya, dia tidak rela wanita yang di cintainya tersakiti dan menderita hanya karena lelaki mokondo macam Doni, Dia bingung bagaimana caranya untuk mengungkap kebusukan Doni, kalau dia bicara langsung Pada Riri takut mala Riri gak percaya sebab dia tidak terlalu dekat dengan anak bosnya tersebut, dan kalaupun di beri tau pada Pak Anto dia takut nanti mala membuat kepikiran apalagi dengan kondisi saat ini yang kurang sehat.
"Bisa-bisanya Doni menyakiti hati Riri, kurang apa Riri di mata kamu, aku tidak rela Riri kesayanganku menderita hanya karena ulah bejat kamu itu Don, dasar kamu badjingan" umpat Doni dalam hati dan dia reflek berteriak sambil memukul setir dengan sangat keras sehingga membuat Pak Anto yang sedang fokus menatap ke depan mala terkaget melihat tingkah laku Husni yang seperti itu karena tidak biasanya Husni seomosi itu, karena dia tipikal lelaki yang kalem tapi tegas.
"Kamu ini kenapa sih husni, Bapak kaget" ucap Pak Anto sambil mengelus dadanya sebab anak buahnya tidak biasanya dia bersikap seperti ini, apalagi sampai marah sambil melampiaskan amarahnya, itu bukan tipikal husni sama sekali.
.
"Siallll, gara-gara mikirin lelaki mokondo gila itu Aku jadi gak fokus seperti ini" umpat Husni dalam hati.
"Husni gak papa Pak tadi hanya reflek saja" ucap Husni dengan nada sangat kembut pada bosnya tersebut.
__ADS_1
"Yakin Kamu gak papa nak, kamu gak biasanya loh seperti ini, apa kamu ada masalah nak"tanya Pak Anto sambil menatap lekat pada Husni, sedangkan Husni tak berani menatap pandangan Bosnya dia mala mengalihkan pandangannya ke depan berusaha untuk fokus saat menyetir.
"Husni, kamu ada masalah, cerita sini ke Bapak, kamu kayak sama siapa saja, kalau ada masalah ya di omongin siapa tau bapak bisa memberi kamu sedikit masukan untuk memecahkan masalah kamu, bukan mala kamu pendam sendiri dan melampiaskan pada setir mobil bapak yang tidak bersalah" ucap Pak anto bertanya sekali lagi sebab Husni sedari tadi hanya diam saja sambil diiringi dengan kekehan kecil agar suasana di dalam mobil tidak terlalu tegang
"Enggak kok Pak, Husni baik- baik saja tidak ada masalah sedikit pun" ucap Husni berusaha tenang takut bosnya curiga.
"Yakin kamu gak ada masalah"tanya Pak Anto sekali lagi.
"Benar Pak,gak ada apa apa, Bapak tenang aja"
"Bagaimana kondisi Bapak saat ini, Bapak sudah baikan"tanya Husni mengalihkan pembicaraan agar dia tidak merasa terpojokkan di hadapan Pak Anto.
"Kamu ini di tanya mala balik nanya" jawab Pak Anto.
"Bapak ini sebenarnya Baik- baik saja, bahkan Bapak tidak merasa sakit sedikit pun,Bapak hanya tidak mau menyetir saat ini karena kondisi pikiran Bapak yang tidak baik- baik saja, kan kamu ya tau sendiri Husni bagaimana kondisi rumah tangha anak Bapak saat ini, apalagi saat Bapak mengetahui perihal mantapnya Riri ingin mengajukan perceraian membuat Bapak semakin bingung, ya walaupun Bapak sangat kecewa pada perlakuan keluarga Doni pada bapak namun apa boleh buat ,Bapak juga tidak mau egois, Bapak tidak mau cucu bapak hidup tanpa ada seorang ayah di sampingnya" ucap Pak Anto menceritakan semuanya.
__ADS_1