
Husni langsung mengikuti printah Pak Anto untuk segera membuka file yang berisi data perselingkuhan Doni.
"Ini foto yang tak sengaja Saya ambil di restoran dekat puncak, kebetulan Saya dan Bapak sedang mengirim sayur hidroponik ke sana tak sengaja melihat suamin Mbak Riri, ingin Saya melapor pada Bapak namun saya teringat sebelum berangkat Beliau sempat mengeluh tidak enak badan, akhirnya saya lebih memilih untuk mengabadikan fotonya saja, ini kejadiannya sudah sekitar delapan hari lalu" ucap Husni dengan sebab sebelumnya Dia sudah di beri amanah oleh Pak Anto untuk menjelaskan secara detail pada istri dan anaknya.
Satu persatu bukti yang di dapat oleh Husni Dia jabarkan, Riri tak menyangkah jika sampai Bapaknya bisa berpikir sejauh ini, bahkan Dia yang mencoba untuk merahasiakan kebusukan Doni perihal berdua dengan Alma di kedai bakso namun ternyata Bapaknya sudah tau semuanya.
"Ini semua bukti biar nanti di cetak sama Husni, nanti Bapak kasihkan ke teman Bapak selaku pengacara" ucap Pak Anto tiba-tiba saat semuanya masih diam dengan pemikiran masing-masing yang berkecamuk di kepala.
"Iya pak"jawab Riri singkat.
"Kamu kok seperti ada yang di sembunyikan dari Bapak, raut wajah kamu gak bisa bohong loh nak, ceritakan sama Bapak, insyaAllah Bapak siap membantu "ucap Beliau meyakinkan anaknya sebab saat ini memang bisa terlihat dari raut wajah Riri yang tidak bisa di sembunyikan seolah Dia saat ini sedang kebingungan.
Dengan berat hati dan berulang kali menghembuskan nafas kasar untuk berusaha menetralisir perasaannya, akhirnya Riri mau membuka suara dan menceritakan semua tentang apa yang telah Dia tau, sehingga membuat Keluarga Riri semakin yakin jika mengajukan perceraian adalah hal yamg tepat
"Sebenarnya Riri tau Pak perihal Mas Doni yang sedang berduaan dengan mantan kekasihnya di kedai Bakso tersebut, namun Riri masih berusaha menepis segala hal buruk tentang Mas Doni, dan Riri berniat untuk menyelidiki terlebih dahulu, sayangnya mala kala cepet dengan Bapak, hingga akhirnya semua telah terbongkar kebusukannya, makasih ya Pak karena telah mmebongkar semua kebusukan suamiku." Ucap Riri sambil terisak hingga tanpa di sadarinya air mata mengalir begitu derasnya,serta sesak di dadanya, rasa sakit hati yang teramat dalam tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata, sedangkan Bu Ros langsung bangkit dari duduknya untuk segera memeluk putri semata wayangnya.
"Riri menangislah nak, jika itu bisa membuat hatimu lega"ucap Bu Ros sambil mengusap-usap bahu Riri, Di dalam hatinya sebenarnya sangat kecewa dengan apa yang telah di ketahuinya hari ini, seorang ibu mana yang tidak sakit hati saat melihat putrinya tersakiti.
Rasa kecewa pada suaminya, rasa terharu terhadap kepedulian orang tuanya menjadi satu membuat Riri merasa bersyukur selalu di kelilingi orang baik.
__ADS_1
Dalam rintihan tangis Riri serta setiap gerak gerik di dalam villa yang di sewa Pak Anto, semua yang di lakukan oleh Riri tidak luput sedikit pun dari pandangan Husni, seorang pemuda yang sedari dulu memendam rasa cinta kepada Riri hingga saat ini Riri berada di posisi rumah tangga yang diujung tanduk sebenarnya mampu membuat sedikit hatinya bahagia, namun disisi lain Dia sangat tidak terima melihat orang yang dicintai di perlakukan seenaknya.
Begitu juga Pak Anto ,Dia merasa ada yang aneh saat melihat sikap Husni yang selalu memperhatikan putrinya, walaupun dalam hati Pak Anto saat ini sangat berharap jika suatu hari nanti Husni menjadi menantunya,sebab Pak Anto sedari dulu sangat menyukai Husni, namun untuk saat ini Dia sadar untuk tidak boleh mendekatkan putrinya dengan lelaki lain sebelum masa percerain dan iddah selesai.
........
.
Mila yang saat itu tengah asyik menonton televisi serial ikatan cinta yang sangat disukainya,tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Mila merasa kesal, sebab saat dia menengok layar ponselnya hanya ada notifikasi pesan di aplikasi berlogo gagang telepon tersebut, karena tanggung akhirnya dia memutuskan untuk membiarkan saja dan nanti saja akan dibuka, namun mala ponselnya berdering lagi ada notif panggilan dari Rere, sehingga membuat Mila mengkerutkan dahinya bertanya-tanya tumben juga Rere menelvonnya, dengan mood yang buruk dia menggeser gagang telepon berwarna hijau.
"Halooooo" tutttttttt
Akhirnya Mila segera membuka aplikasi watsap sebab saat ini juga kebetulan filmnya sedang iklan.
Mila segera membuka pesan dari Rere.
"Vidio, vidio apa coba"ucap Mila dengan sangat penasaran dan dia langsung dengan cepat mengunduh vidio tersebut. Tak butuh waktu lama vidio tersebut telah selesai, dan alangkah terkejutnya Mila ternyata vidio tersebut berisi kemesraan antara Doni dan Alma mantan kekasihnya dulu.
Dia segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah rumah ibunya ingin memberi tau ibunya perihal vidio tersebut, tapi langkah Mila terhenti saat Dia berada di ambang pintu dapur ternyata saat ini sang ini sedang memarahi adiknya entah apa masalahnya.
__ADS_1
"Kamu ini gak tau malu Don, maksud Kamu apa coba, beraninya Kamu membuang kotoran di depan muka ibumu ini, Ibu kecewa sama Kamu" ucap Lastri dengan di penuhi amarah dan intonasi yang tinggi, sedangkan Mila tak mau ikut masuk dulu, Dia ingin mendengarkan percakapan antara keduanya.
"Maksud Ibu apa,Doni gak ngerti loh Bu, "jawab Doni dengan sangat kesal, karena saat ini juga kebetulan Dia baru saja pulang dari bekerja, apalagi tadi saat diparbrik pekerjaan Doni sangat banyak membuat Dia sangat capek dan segera beristirahat,namun ternyata takdir buruk mala berpihak pada dirinya.
"Halaa Doni,Kamu jangan sok gak tau seperti itu, Ibu kecewa sama kamu"
"Ya kalau Ibu tidak mau berbicara apa kesalahan Doni mana Doni tau Bu, memangnya anakmu ini kiayang yang mampu mengetahui sesuatu tanpa di beri tau dulu"
"Sekarang Ibu mau nanya sama Kamu, apa Kamu ada hubungan sama Alma"ucap Lastri penuh penekanan agar sang anak mau menjawab jujur sebenarnya apa yang telah terjadi, begitu juga Mila sedaro tadi masih setia menguping di tembok dapur dan dari sini Dia bisa faham jika saat ini sang ibu sudah mengetahui perihal Alma dan Doni.
"Jawab Doni kenapa kamu Diam, apa yang sebenarnya terjadi"ucap Lastri sekali lagi.
"Doni gak ada apa apa sama Alma Bu,ibu ini apa-apaan sih bahas soal yang gak jelas,bahkan Doni saja gak pernah tau perihal kabar Alma saat ini."ucap Doni penuh drama dan kebohongan.
"Braakkkkkkk"pintu dapur terdorong sangat keras hingga mampu menimbulkan suara yang keras.
"Cukup sudah kamu membohongi Kami Don, mbak sudah tau semuanya"
"Aap apaaa mbak"ucap dono dengan tergagap dan tangan gemetaran entah apa yang dia pikirkan saat ini,Dia takut keluarganya tau soal hubungannya dengan Alma.
__ADS_1
...........