
"Ya sudah bu, kalau begitu mulai bulan depan ibu yang mengatur keuangan"tantangku.
"Gak, enak saja, ibu sudah tua,sudahlah kamu ini pintarnya membesarin masalah saja"sergah ibu.
" eh bu asal ibu tau di sini sebenarnya siapa sih yang membesarin masalah , ya ibu lah wong awalnya masalah ini semua hanya perihal masakan, asal ibu tau riri masak beginian juga karena keuangan kita yang mepet dan sebisa mungkin juga harus bisa berhemat dan satu ibu yang harus tau, dari dulu aku tidak pernah mengkorupsi uang pemberian dari mas doni , bahkan yang ada aku mala sering tekor karena permintaan ibu yang selalu minta makan ayam ,daging , ikan , ibu pikir uang 2,5 juta mampu menutup kebutuhan kita selama satu bulan" ucapku kesal dan lega bisa mengeluarkan semua unek- unek yang selama ini terpendam.
" lah memang sudah seharusnya toh riri kalo suami istri itu harus saling membantu satu sama lain jadi gak salah dong kalo kamu sedikit tekor uang dapuur , mangkanya kamu itu kerja agar bisa bantuin keperluan keluarga " ucap bu fatma.
"Ibu jangan berteleh teleh deh dari tadi, ngomong dari tadi dibolak balik terus gak ada ujungnya "ucap riri geram
"Sudahlah Riri kamu sabar mungkin ibu hanya capek" ucap mas doni menenangkan akhirnya aku lebih memilih kembali ke kamar saja.
Pov fatmah.
Setiap hari aku lalui dengan mood yang buruk, kacau dan berantakan karena setiap hari aku hanya bisa menghabiskan waktu dirumah saja,
Semakin hari aku semakin benci pada Riri bagaimana tidak setiap hari selalu saja di sugui makanan tahu dan tempe membuat aku bosan dan muak setiap mau makan, begitu juga soal dana , aku menjadi jarang pegang uang, dulu hari-hari selalu ku isi dengan sibuk shoping sekarang mala lebih sering dirumah, dulu yang setiap bulan membeli emas kini mala setiap bulan mala menjual emas demi bisa berganti model lain agar tidak malu saat berkumpul ariasan dengan geng sosialitaku, dulu setiap minggu aku tak pernah absen untuk berkumpul namun sekarang aku menjadi jarang berkumpul dengan geng sosialitaku karena keterbatasan dana, apalagi di hari ini saat aku melihat grup whatsap ku mereka terlihat berbincang hangat mengenai diriku yang jarang berkumpul ,ditambah lagi minggu ini mereka mengadakan untuk tour ke luar kota membuatku semakin memanas dan ingin sekali ikut.
Ku buka pesan di grup wa ku dan menscrol dari atas sampai bawah.
"Pokoknya aku harus bisa ikut tour ke luar kota, mau ditaruh dimana mukaku kalau gak ikut, sudah gak perna kumpul, apalagi aku dulu terkenal dengan sebutan yang suka gonta ganti perhiasan, kalau aku gak ikut apa kata mereka nanti" guman ku dalam hati.
"Aku gak bisa terus- terusan seperti ini, enak saja jadi riri, riri bisa menikmati uang doni anakku segitu banyaknya, masak aku yang ibunya tidak bisa menikmati uang anakku sendiri dan terus mengalah, "
Aku yang dulu saat berkumpul dengan geng sosialitaku tidak pernah kalah saing dengan lainnya,
__ADS_1
Pakainku selalu update setiap pertemuan dan tidak pernah ku pakai lagi di pertemuan berikutnya, perhiasan setiap pertemuan selalu ganti begitu pula dengan tas, asesoris lainnya.
Tentunya itu semua bisa aku lakukan saat setiap minggunya selalu mendapat sokongan dana dari riri menantuku, saat masih bekerja, namun semenjak dia hamil dan melahirkan aku jadi jarang berkumpul dengan grup sosialitaku,karena aku tidak sanggup membiayai gaya hidupku.
Saat aku tau mereka semua ingin mengadakan tour keluar kota aku harus ikut bagaimana pun caranya .
Setelah tragedi makanan di sore hari tadi membuatku mood ku semakin buruk, aku menjadi malas keluar rumah bahkan sampai menjelang magrib pun aku belum mandi, namun aku ingat, jika aku masih berada di kamar maka aku tidak bisa menemui doni anakku untuk meminta uang buat ikut tour keluar kota sebab selama akhir- akhir ini aku juga sering melihat doni sering lembur,enak saja uangnya terus- terusan di berikan kepada riri aku ibunya juga harus dapat dong, dengan malas aku mulai melangkahkan kaki ini ke luar kamar untuk mencari keberadaan doni, setelah aku berkelilinh seisi rumah akhirnya aku bisa menemukan doni yang saat ini berada di belakang rumah untuk merokok, untungnya saat ini keadaan sedang sepi dan riri sedang berada diruang tamu jadi jika aku berbicara pada doni saat ini pasti riri tidak akan mendengarnya.
"Don, "panggilku.
"Iya bu, kenapa"
"Ibu mau bicara sama kamu"
"Ya bicara saja , tinggal bicara juga "
"Iya bu ,silahkan doni dengarkan" jawabnya masih tetap sama demgan kesibukan merokok.
"Ibu mau minta uang don"
"Buat apa bu, bukankah sudah doni kasih saat gajian kemarin, ini baru tanggal lima loh bu, sedangkan gajian doni tanggal satu"
"Ibu mau kumpul- kumpul sama geng arisan sosialita ibu, ibu bosan dirumah terus"
"Terserah ibu kalau ibu mau kumpul, selama ini kan doni juga gak pernah melarang ibu untuk berkumpul sama teman ibu , ibu sendiri kan yang tiba-tiba gak mau kumpul lagi"
__ADS_1
"Ya itu karena ibu kekurangan dana don, kamu gak ngerti banget sih"
"Kekurangan dana apanya bu, bayar arisan juga cukup kalau uang dari doni itu"
"Kalau hanya bayar arisan sih ibu bisa don, yang ibu gak bisa itu kalau setiap kumpul selalu pake baju , tas , dan perhiasan sama ibu gak mau"
"Memangnya teman ibu bisa sedetail itu dalam melihat penampilan ibu"
"Yaiyalah don mangkanya ibu jarang kumpul ibu malu don kalau setiap kumpul gak pake baju baru"
"Ya sudah bu, ibu dirumah saja ,gitu saja kok repot"
" don, kamu kok gak peka sih jadi anak ibu, seharusnya kamu sebagai anak kalau dicurhati ibunya seperti ini harus sadar, ngasih uang ke ibunya kek biar ibu bisa shoping "
"Ya gimana lagi bu, keadaan doni kan sekarang seperti ini, "ucap doni menatap mata ibunya dengan memelas berharap ibunya mau mengerti.
"Ya mangkanya don, suruh istrimu kerja"
"Ya gimana bu, riri kan sekarang ada salman yang harus dijaga"
"Kan ada ibu don, kamu ini terus saja belain istrimu yang pemalas itu"
"Sudahlah don ibu lagi malas bahas istrimu saat ini, sekarang ke inti awal pembicaraan, ibu mau minta uang don, minggu depan ibu mau ikut tour keluar kota bersama geng arisan sosialita ibu, pokoknya ibu harus ikut, ibu gak mau tau pas hari minggu besok kamu harus nyiapin uang untuk ibu pergi tour, "
"Bu, kok dadakan gini sih"
__ADS_1
"Kan kamu juga banyak lemburan ,jangan pelit pelit sama ibu sendiri"