Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Di Kantor Polisi


__ADS_3

"Pak tolong jangan bawah Ibu saya kesini, kasian Dia Pak, Dia punya penyakit jantung ,saya takut kenapa-napa" ucap doni memohon pada Pak Ansor, sedangkan Husni saat itu masih terus memantau Doni dengan menyamar sebagai asisten Pak Ansor, beruntungnya Husni saat itu bersepatu dan memakai pakaian sangat rapi dan formal, sehingga tidak banyak menaruh curiga.


"Sudahlah, Saya lihat Bapak sedari tadi banyak sekali alasannya, semakin terlihat kebohongan dimata Anda"


"Al, Kamu jangan diam saja dong, bantuin mas, kamu juga gak ingin kan kalau masalah ini semakin panjang" bentak Doni pada Alma yang sedari tadi hanya menundukkan muka saja.


"Aku juga bingung Mas, kamu pikir aku juga mau seperti ini, mau bagaimana lagi, ini juga terlanjur,"jawab Alma kesal pada Doni.


"Pak tolonglah pertimbangkan, jangan hubungi orang tua kami"


"Kenapa loh Pak, kenapa harus takut, bukankah kalian berdua ini sudah menikah siri, dan tentunya orang tua juga tau, jadi apa lagi yang perlu di takutkan,"


"Pak, Saya ini nikah siri karena tidak di restui orang tua" ucap Doni,semakin lama semakin banyak kebohongan yang keluar dari mulut Doni, sedangan Husni yang sedari tadi mendengar alasannya ingin sekali menonjok muka Doni saat ini juga dan menghajarnya habis-habisan, jadi laki-laki kok mulutnya lemes sekali.


Husni masih setia selalu merekam setiap gerak gerik Doni, menggunakan kamera yang berada di saku kemejanya, dan rencanya akan di buat cuplikan vidio penggerebekan.


"Tenanglah Pak, insyahAllah tidak akan terjadi apa-apa"


"Pak, Bagaimana Saya bisa tenang kalau nantinya Ibu saya kenapa-kenapa"


"Tidak,Saya bisa jamin"


"Tapi Pak, beneran sangat parah loh penyakit jantung Ibu Saya" 

__ADS_1


Doni sedari tadi terus sajah mengoceh mulutnya sehingga membuat Dia semakin terlihat jika bersalah.


Dan bertepatan dengan kata terakhirnya, tiba-tiba muncullah lastri dengan Mila, Lastri seketika marah dan emosi ketika sang anak bilang jika Dia saat ini punya penyakit jantung parah, Lastri segera menyerang Doni.


"Oooh, jadi gini kelakuan Kamu diluar, enak saja bilang kalau Ibumu ini sedang sakit jantung, yang ada Ibumu yang setiap hari harus senam jantung karena ulahmu ini"teriak Lastri sambil memukulkam tasnya ke arah Doni, dan tidak ada satu pun orang yang berani memisahkan mereka.


Setelah hampir sepuluh menit menghajar anaknya, kini mata Lastri menatap Alma, orang yang selama ini Dia benci karena dari kalangan orang miskin, kini Dia menampakkan diri lagi di hadapannya, sedangkan Alma yang di tatap oleh Lastri hanya menundukkan kepala saja takut untuk menatap balik Lastri, sedangkan Mila saat baru datang ke kantor polisi seolah tidak mau peduli dengan keadaan adiknya, Dia sangat cuek bebek dan lebih memilih untuk memainkan ponsel saja dari pada  ikut campur urusan Doni dan Alma, tetapi ketika ada masalah antara Doni dan Riri, Dia selalu saja merecoki permasalahan sehingga semakin keruh.


"Ini juga, dasar wanita sundal, pasti Kamu kan yang sudah merayu anakku, " teriak Lastri sambil menunjuk Alma dengan jarinya, dan berjalan mendekati Alma, dengan secepat kilat Lastri langsung menjambak rambut Alma dengan membabi buta.


"Dasar wanita murahan, bisa-bisanya Kamu merayu Doni yang sudah jelas masih menjadi suami orang, gak tau malu, cewek kegatelan, " banyak umpatan jelek yang keluar dàri mulut Lastri dengan tangannya terus saja menghajar Alma, bahkan petugas dan Doni sampai kewalahan untuk memisahkan Lastri, Alma sebagai  seorang perempuan muda tentunya Dia juga sangat ingin membalas serangan Lastri saat ini, bahkan kalau Alma bergerak bisa di pastikan Lastri akan kalah, namun Dia lebih memilih Diam karena sedang mempertahankan imagenya, Dia sangat mencintai Doni dan takut jika tidak di restui oleh Lastri untuk yang kedua kalinya.


"Mbak Mial tolong bantu pegangin Ibu, kasian Alma" teriak Doni saat melihat Mila yang enggan bergerak padahal suasaana saat ini sangat genting.


"Yaampun Don, masalah Ibu dan Alma saja Kamu gak bisa ngatasi, gitu aja kamu pake acara berulah" ucap Mila dengan sinis,sebab saat berangkat ke kantor sangat kesal menahan malu, karena Pas kepala desa memberitahunya kebetulan ada para warga Ibu-ibu yang sedang berkumpul di sebelah rumahnya, apalagi jarak Rumah yang terlalu dekat dan bisa dipastikan jika tadi para ibu-ibu mendengar apa yang di ucapkan kepala desa, apalagi tadi saat Mila dan Lastri berangkat semja mata tertuju padanga hingga membuat Mila semakin gedek. 


"Bu, sudahlah, Ibu jangan bikin ulah, apalagi ini di kantor polisi,Ibu mau di tuntut karena kasus penganiayaan dan kekerasan" ucap Mila dengan keras sambil tangannya berusaha melepaskan cengkraman tangan lastri..


Dan Lastri langsung berhenti setelah mendengar ucapan Mila.


"Lagian, Dia itu juga pantas Mil mendapat semua ini, rasain Kamu cewek murahan dan kegatelan"


"Bu, sudahlah malu tau, yang ada gak akan cepat selesai masalah Doni dan pastinya akan menambah masalah"

__ADS_1


"Betul itu Bu, apa yang di kata Mbak Mila , ayolah Bu, bantu Doni"


"Lagian Kamu ini bikin ulah saja" 


Sungguh kedatangan Lastri semakin menambah masalah bagi Doni, itulah alasannya mengapa Dia tidak ingin Lastri mengetahui semua ini.


Belum sempat Alma membereskan rambutnya yang berantakan, bahkan rasa nyeri dan perih di pipinya kini sangat terasa akibat cakaran kuku  Lastri, namun  tiba-tiba datanglah Bu jumi.


Bu jumi dan Pak darmo sangat kaget dengan keadaan Alma yang sangat berantakan ini.


"Ya ampun Nak, Kamu kenapa, sampai seperti ini" tanya Bu jumi sambil memeriksa bagian inci tubuh Alma, dan Alma hanya Diam saja tidak mau menjawab takut Ibunya semakin membenci Lastri bahkan Dia sangat takut kalau ibunya akan menyerang Lastri.


Sedangkan Pak Darmo langsung mendekati Alma dan menampar pipi Alma dengan sangat kencang.


"Plakkkkkkk" suara itu menggema di seluruh ruangan, rasa perih akibat cakaran kini bertambah dengan rasa panas di pipinya karena tamparan sang Ayah, hingga tanpa terasa akhirnya Alma air matanya tumpah dan menangis sejadi-jadinya.


"Kamu malu-maluin, bisa-bisanya berbuat menjijikkan seperti itu" 


"Memangnya kenapa Pak, apa Bapak sudah benar jalan hidupnya sehingga Bapak menghakimi Alma" ucap Alma dengan terseduh-seduh, sebab Pak Darmo juga adalah seorang yang gemar bermain judi, dan enggan bekerja sehingga uang berapapun dari Alma pasti akan kurang.


"Jangan bahas Bapak, Kamu ini sangat memalukan, bisa-bisanya membuang kotoran di muka Bapak"


"Hahahha, rasain itu perempuan sundal, bahkan Bapak Kamu saja jijik lihat Kamu, "

__ADS_1


"Diam kamu, ini juga Pasti karena anakmu yang merayu anakku" teriak Bu Jumi.


"Ya ampun, kalau anak saya lelaki yang pasti di rayu oleh anakmu ini" ...


__ADS_2