
Pov doni
Aku merasa semakin hari sikap Riri semakin menjadi ,mulai dia yang selalu saja menuntut uang belanja , selalu mengeluh tidak berkecukupan , buat beli inilah itulah , padahal dari dulu dia tidak seperti itu, toh apa salahnya sih jika kurang maka tinggal nambahin kekurangan pakai uangnya sendiri.
Tiap hari aku selalu pusing mendengar keluhan dari ibu dan juga riri.
Ibu selalu mengeluh tidak bisa makan masakan sederhana setiap hari, memang dari dulu istriku selalu memanjakan lidah kami, dia dari dulu tidak pernah sekalipun memasak makanan sederhana , pasti lengkap daging ,ikan , ayam tidak pernah tertinggal ,bahkan saat dia sedang ada job make up pasti dia selalu memberi ibu uang untuk membeli makanan karena dia tidak bisa memasak ,namun akhir- akhir ini selalu saja memasak ikan yang tak lain tempe dan tahu sehingga membuat ibu selalu marah kepadaku.
Dihari minggu yang biasanya aku gunakan untuk beristirahat dirumah melepas penatnya bekerja sirna sudah harapanku untuk berleha- leha ,yang ada hanya kekesalan dengan sikap ibu yang seperti anak - anak , karena dari dulu aku paling tidak bisa jika menolak permintaan ibu, itulah yang membuatnya selalu ingin dituruti tanpa mau melihat posisiku.
Belum lagi ibu yang selalu merengek untuk membujukku agar riri mau mencicil uang biaya administrasi rumah sakit saat melahirkan karena selama ini ibu mengirah semua biaya aku yang tanggung padahal itu murni uang dari kedua orang tua Riri , sedangkan aku boro- boro punya tabungan , punya uang buat beli rokok dan nongkrong saja sudah alhamdulillah , bagaimana aku bisa menabung coba , gajiku hanya tujuh juta , belum lagi kubagi untuk istriku , mbak mila dan ibu, kalau pun riri aku tidak terlalu pusing karena selama ini dia bisa memutarkan uang yang aku beri , kalo ibu walaupun dikasi banyak tapi tetap saja selalu kurang , dan uang sisa untukku terkadang bisa lenyap karenanya sehingga membuatku selama ini tidak punya tabungan sama sekali .
Namun walau pun semua biaya administrasi riri yang tanggung orang tuanya, Riri tidak pernah berbicara semua ini dengan ibu karena aku malu jika dianggap sebelah mata oleh mereka sehingga saat dia ingin ngomong tentang biayanya saat diungkit ungkit oleh keluargaku, aku tak segan melakukan kekerasan padanya agar mulutnya bisa diam.
Hingga saat ibu, aku dan riri sedang ada pertengkaran hebat, ini semua berawal dari ibu yang selalu merengek tidak terima setiap hari makan tahu, tempe, sedangkan aku tidak bisa menolak kemauan ibu dan selalu saja membujuk riri tanpa mau tau persoalan yanng sedang riri hadapi ,karena bagiku selama ini sudah aku beri nafkah, jadi cukup gak cukup itu ya urusan istri, hingga akhirnya terjadilah pertengkaran yang membuat riri pergi meninggalkan rumah ini.
Saat riri pergi meninggalkan kami semua di dapur ,aku tak terlalu mengambil pusing ancamannya palingan dia hanya menggertakku saja karena selama ini aku tidak jujur padanya ,untuk menyusulnya saja aku enggan , sebab rasa ini untuk riri berubah menjadi rasa bosan , kubiarkan dia sendiri meratapi dikamar , lebih baik aku pergi ke rumah alma (kekasih gelapku) saja dari pada aku dirumah semakin menambah kekesalanku saja .
Hubunganku bersama istriku semakin hari semakin renggang , apalagi saat dia pasca melahirkan , ocehan ibu dan mbak mila yang selalu mewanti wanti ku untuk menjauhinya agar tidak kebablasan , membuat seolah istriku tidak ada lagi , apalagi akhir- akhir ini penampilan dia yang menurutku sangat memprihatinkan, membuatku muat jika berada dirumah sambil menatapnya .
__ADS_1
Hingga tanpa sepengetahuan riri , aku bermain dibelakang dia , sekarang coba dipikir , laki- laki mana yang sanggup menahan hasratnya sampai empat bulan , tentu ya wajar jika aku mencari wanita lain, apalagi melihat seorang istri yang menurutku tidak menarik , setiap hari hanya pakai daster saja , terkadang rambutnya acak- acakan , belum lagi wajahnya yang semakin hari semakin kusam serta jerawatan , berbeda dengan riri yang dulu, riri yang selalu tampil fashionable , wajah mulus glowing, ya semenjak hamil dan tidak bekerja sesibuk dulu dia merubah semuanya ,tepatnya satu bulan lalu setelah kelahiran salman , aku bertemu dengan alma kekasihku dulu saat sma ,kami bertemu saat ada acara reuni di sekolah,hingga akhirnya kami sering berhubungan membuat semakin dekat.
.....
Flash back on
Sore ini seluruh alumni sma ku dulu mengadakan acara reuni , karena aku saat itu sedang kosong tidak punya kegiatan akhirnya ku putuskan untuk ikut saja dari pada harus dirumah tidak ada kegiatan , urusan riri sama bayinya ya itu urusan dia sendiri sebagai ibunya .
Saat berada di acara reuni mata ini tak sengaja menatap sosok alma mantan kekasihku dulu , karena saat itu alma sedang sendiri dan duduk di kursi pojokan sambil menikmati makanan kebetulan saat itu tidak ada orang jadi ku beranikan diri untuk sekedar menyapa dan bercengkrama ringan dengannya ,namun dari sinilah semua perbuatan selingkuh dimulai.
"Hai al boleh aku duduk disini"
" ya ampun al , masak kamu lupa denganku, "
" ya enggak don, cuma kamu saat ini beda din , kayak kamu lebih maco dan coll"
" ya ampu alma bisa saja mujinya ,ngomong- ngomong kesibukanmu apa sekarang al "
" aku sekarang kerja dipabrik don ,ya maklum don harus kuat , maklum gak ada yang nafkahin, " ucapnya sambil terkekeh kecil sedangkan aku tidak mengerti arah pembicaraanya padahal aku tau kalau dulu alma meninggalkan ku karena dia lebih memilih menikah dengan pacarnya yang cukup mapan dan aku yakin kalau rumah tangganya pastu bahagia dan juga tak mungkin jika dia kerja dipabrik.
__ADS_1
" maksudmu apa al , wong suamimu saja kaya ,ya gak mungkin lah kalo dia ngebiarin kamu kerja di pabrik"
" aku sudah cerai don, aku salah memilihnya ,laki-laki yang kuanggap paling sempurnah namun mala membohongiku ,dia berselingkuh bahkan sering kali dia melakukan kdrt kepadaku" ucapnya sambil menangis sesenggukan ,sebenarnya aku saat itu ingin menenangkan , bagaimana pun juga rasa ini kepada alma masih ada karena alma lah cinta pertama ku, namun aku disini tidak berani berbuat lebih karena saat itu aku juga faham posisiku yang sudah beristri.
" sudahlah alma , maaf ya karena pertanyaanku kamu menjadi menangis"
" iya santai gak papa don , kalo kamu apa kabar don dan kamu sudah nikah"
"Kabarku baik al, aku juga sudah beristri dan aku juga sudah mempunyai seorang putra " jelasku namun saat itu terlihat raut kekecewaan pada wajah alma saat aku menjelaskan statusku.
"Ohhh, kamu sekarang punya kesibukan apa "
" sama sepertimu al aku bekerja di pabrik"
Namun belum saja aku puas bercengkrama dengan alma tiba- tiba alma dipanggil seseorang temannya entah siapa aku lupa maklum sudah lama kami tidak bertemu ,
Sebelum alma meninggalkanku aku meminta kontak watsap nya , dari sinilah aku setiap hari selalu berchat ria dengan alma dan membuat hubungan kita semakin dekat, bahkan kami juga sudah sering kali berkencan .
Apalagi saat ini wajah alma berbedah jauh dari dulu, alma sekarang cantik dengan tubuh sintal dan berisi , apalagi dia selalu membuatku puas .
__ADS_1
Flash back off