Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 24


__ADS_3

Riri langsung menoleh ke arah suaminya dengan tatapan tajam jujur saja dia geram, dia ingin mengungkap semua kebenaran namum dia masih berbaik hati untuk menutupi suaminya. 


"Plaaaakkk" seketika tamparan mendarat di pipi riri untuk kedua kalinya setelah kejadian tadi malam membuat riri semakin muak pada suaminya. 


"Ri, berani kamu membentak ibuku ri, apa kamu lupa jika dia orang tuaku, jika kamu mulai besok masih terus memasak seperti ini , mas akan memotong jatah bulanan untukmu" ucap doni dengan penuh amarah, namun riri hanya tersenyum sinis mendengar ucapan suaminya. 


" terserah kamu mas, mau kamu potong atau gak kamu nafkahin pun gak papa"ucap riri karena jujur hatinya saat ini sangat capek.


"Sok- sokan gamau dinafkahi padahal butuh banget, emang kamu mau dinafkahin orang tuamu" sindir bu fatmah yang membuat riri semakin marah.


"Cukup, cukup ibu bawah orang tuaku kalau ibu gak tau sebenarnya yang terjadi," bentak riri. 


"Cukup ri, sekali lagi kamu berani membentak ibuku, maka aku tak segan untuk mengusirmu dari sini" ucap Doni karena sebenarnya dia takut riri keceplosan perihal masalah administrasi rumah sakit. 


"Baik ,tanpa kamu minta pun aku sendiri mas yang akan memenuhi permintaanmu" ucap riri sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua dan berlari ke arah kamar untuk menegemasi barangnya.


Riri langsung mengambil koper besar di atas lemari dan memasukkan barang- barangnya serta baju milik salman, tak menyisahkan sedikit pun, sudah lama memang dia sudah merencanakan tentang perihal untuk pindah rumah sehingga setiap saat riri selalu waspada.


Beruntungnya saat ino salman sedang tertidur pulas jadi riri bisa dengan cepat mengemasi barangnya, dengan air mata terus menetes pada di kedua pipinya dia memasukkan satu persatu barangnya, suami yang selama ini sayang disayanginya mampu membuat hatinya sangat sakit, 


selama ini memang riri tak pernah mengeluh sebab nafkah seandainya dia masih bisa menutupi kekurangan kebutuhan karena dia mengerti segitulah rezekinya namun ternyata sang suami mala membohinginya  , jika dia mengeluh dia takut Suaminya akan kepikiran saat bekerja dan tidak fokus dan dia berharap sang suami mampu mengerti dengan keadaan dirinya, namun  apa daya semua itu hanya angan- angan semata, 


Memang dari sinilah kesalahan riri karena dia tidak pernah bercerita kepada sang suami perihal kebutuhan sehari hari, 

__ADS_1


Namun disisi lain juga doni bersalah sebab dia tidak pernah sekalipun mengajak riri berbicara dan jika riri ingin berbicara dengannya pun dia selalu menolak dengan alasan capek, begitu juga orang tua doni yang selalu ikut serta dalam masalah rumah tangga anaknya. 


.......


Di sisi lain saat ini terjadi perdebatan antara doni dan ibunya, Di sisi lain sebenarnya doni tak  pernah mempermasalahkan istrinya yang setiap hari selalu masak sederhana, karena baginya selama masakan itu cocok dilidahnya dia selalu memakannya , namun karena setiap hari dia selalu mendengar ocehan dari sang ibu membuatnya harus mengalah dan ikutan menyalahkan riri tanpa ingin tau detail permasalahan sang istri.


"Bu, sudahlah bu, mungkin saja memang kita harus berhemat dulu, apa salahnya , Doni juga janji ini gak akan berlangsung lama, nanti Doni akan bicarakan pada riri agar tidak selalu makan seperti ini setiap hari" ucap doni dengan memelas berharap ibunya mau mengerti.


"Mangkanya kamu itu yang tegas sama istri, seharusnya kamu ynag mengatur istri bukan mala kamu yang di atur oleh istrimu" ucap bu fatmah dengan geram.


"Bu,sudahlah, apa ibu kira Doni gak capek bu selalu saja mendengar omelan dari ibu dan masalahnya pun sama"


"Apa kamu kira ibu gak capek tiap hari selalu makan beginian, ingat don orang tuamu ini sudah tua butuh gizi yang seimbang" 


"Bu, doni janji ini gak akan bertahan lama, doni sekarang juga akan bicara sama riri"


"Ya memang seharusnya kamu seperti itu don, harus keras sama istri, kalau kamu ngebiarin terus seperti ini dia mala ngelunjak ,ibu gak ridho dunia akhirat ya don kalau kerja keras anak ibu mala di gunakan riri untuk kedua orang tuanya , enak saja dia gak ngikut ngebesarin anak eh mala  sekarang mau enaknya saja "jawab bu fatmah dengan menggebu, ya begitulah sifat bu fatmah sebenarnya dia sangat egois.


Sedangkan doni berulang kali hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kalau pun dia menyahuti kata ibunya dia takut akan keceplosan kebenaran, ya begitulah sifat keduanya sama- sama egois.


"Iya bu iya"jawab doni dengan malas.


"Jangan iya iya saja kamu itu don, buktikan, "bentak sang ibu.

__ADS_1


"Sekarang cepetan kamu bicara dengan riri" 


Memang Doni jika bersama ibunya dia bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya dan selalu saja menuruti apa kata ibunya.


Doni langsung bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke kamar untuk menyusul riri yang berada di kamar untuk membicarakan apa yang telah barusan ibunya ucapkan, namun alangkah kagetnya dia saat membuka pintu kamar dia melihat riri yang sudah rapi dengan dua koer besar dan sang bayi yang mulai naik ke dalam gendongannya.


"Kamu mau kemana ri" ucap doni saat masih berada di ambang pintu kamar.


"Dan ini kenapa ada dua koper disini" sambung doni saat melihat du koper besar yang sudah siap untuk diangkat.


"Loh mas kamu ini gimana sih, apa kamu amnesia atau pura- pura amnesia" tanya balik riri dengan santai kepada Doni.


"Maksud kamu apa ri " 


"Loh, kamu ini gimana sih mas, masih mudah kok sudah pikun, kan tadi kamu sendiri yang nyuruh aku untuk pergi dari rumah ini, apa kamu lupa mas , bahkan kejadiannya juga belum sampai satu jam loh mas , kok kamu sudah kebingungan kayak orang linglung gitu" sindir riri saat melihat suaminya diam mematung di pintu seperti orang linglung.


"Terus maksud kamu ini semua, kamu mau pergi gitu ri, " ucap doni sambil terbata- bata.


"Yah iyalah mas ,kan kamu yang nyuruh, lagian kamu tadi bilang apa, kamu sudah gak mau nafkahin aku lagikan, jadi ya otomatis aku harus pergi dari rumah ini dari pada kalau aku masih diam menetap dirumah ini aku setiap hari masih memakan hasil kerja keras kamu, maka percuma saja pasti ujung- ujungnya kamu akan mengungkit itu semua"sindir riri.


Tittt tiiitiiiiiiittttttttt


Terdengar suara klakson mobil, itu adalah taksi online riri yang akan menjemputnya beruntung riri sebelum doni ke kamarnya dia sudah terlebih dahulu memesan taksi online.

__ADS_1


"Sudahlah mas, aku mau pergi, ini juga keinginan kamu kan , assalamualaikum" ucap riri sambil menenteng kedua kopernya mengunakan kedua tangannya sedangkan doni hanya diam mematung.


__ADS_2