Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Kepergian Anton


__ADS_3

"Terus yang Ibu inginkan saat ini bagaimana, jujur saja Bu, aku ini capek setiap hari Ibu sindir tidak jelas seperti itu, cukup sudah selama ini Aku bersabar, dan Kamu Mila, apa yang telah Kamu ucapkan pada Orang tuamu sehingga Dia sangat membenciku"ucap Anton mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini Dia pendam.


"Kamu juga ngapain masih tanya sama istrimu, sudah jelas kalau Kamu ini gak becus dalam mengasih nafkah istri, setiap hari cuma ngasih uang dua puluh ribu, kadang iya kadang gak, bisa-bisanya Kamu masih bertanya, situ sadar apa gak sih" sindir Lastri pada Menantunya tersebut.


Seketika Anton langsung menatap Mila dengan tatapan sangat tajam, membuat Mila semakin ketakutan dan gerogi saat melihat bola mata suaminya.


"Begitu ya Mil, ternyata kelakuan busuk Kamu, pantes selama ini Ibumu selalu saja menyindirku" ucap Anton sambil tersenyum sinis pada Mila.


"Lalu sekarang Ibu maunya bagaimana, pasti akan Anton turuti, apapun resikonya" jawab Anton dengan mantap, sehingga membuat Mila semakin ketakutan, jujur saya Mila sangat menyayangi Anton, namun karena ambisinya terhadap barang-barang brandedlah yang membuat Dia melakukan segala cara agar bisa memiliki barang impiannya.


"Kalau bisa mending kalian saat ini cerai saja semua, lagian punya menantu juga dua-duanya sudah tidak ada gunanya" jawab Lastri dengan spontan .


Mila langsung memelototkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja Ibu kandungnya ucapkan.


"Bu, Ibu ini apa-apain sih, main nyuruh cerai-cerai saja, apa Ibu pikir cerai itu mudah, lalu nantinya bagaimana nasib Putri anakku kalau kedua orang tuanya cerai, ingat Bu, Dia butuh sosok Ayah di sampingnya" jawab Mila dengan sok bijaknya, Dia lupa saat menjadi kompor di antara Rumah tangga adiknya, Dia selalu ikut serta merecoki pikiran adiknya untuk cepat bercerai saja, tanpa memikirkan ada Salman diantara Mereka.


"Lah apa bedanya dengan Rumah tangga antara Riri dan Doni, mereka juga punya Salman kok" jawab Lastri dengan cepat sehingga mampu membuat Mila gelagapan.

__ADS_1


"Sudahlah mending kalian bercerai saja, Kamu juga Mil, apa coba yang ingin Kamu pertahankan dari sisi Anton ini, yang ada Dia hanya menjadi benalu dalam hidupmu" 


"Tapi ini bedah Bu, Salman masih kecil, sedangkan Putri sudah besar ,bagaimana mental anakku kalau nantinya sampai di olok-olok sama temannya kalau Dia tidak punya Ayah" ucap Mila yang mampu membuat Lastri tertegun dan mampu berfikir lebih dalam tentang apa yang baru saja Dia ucapkan, kalaupun Salman pasti tidak akan ada masalah sama sekali, mengingat usia Salman masih bayi, namun saat ini yang di hadapkan nasib Putri, pasti Dia  sangat terpukul jika Ayahnya pergi meninggalkannya.


Berbeda dengan Anton saat ini, di dalam hatinya sudah sangat mantap untuk pergi meninggalkan Rumah ini sementara waktu, biarlah Mila tau rasanya jika tidak ada dirinya, namun untuk uang jajan putri pasti setiap bulannya Anton kasih, bahkan Dia juga berencana untuk membawa putri sekalian untuk pulang ke Rumahnya.


"Sudalah Mil, kamu tidak perlu lagi berdebat dengan Ibumu, semuanya juga sudah jelas jika selama ini Kamu selalu mengumbar omongan yang tidak benar pada semua orang, bahkan Kamu menjelekkan suami Kamu sendiri hanya untuk memenuhi ambisi Kamu itu,"


"Sudahlah Mil, Aku juga sudah tau kok kalau selama ini Kamu di jatah oleh Doni setiap bulannya, apa kurang nafkah dari ku, sehingga Kamu mengemis pada orang lain" ucap Anton yang mampu membuat Mila berulang kali meneguk ludahnya dengan kasar, tenggorokannya terasa tercekat, Dia tidak menyangkah jika Anton sudah tau semua ini.


"Ya itu juga karena Kamu yang ngasih uang pada Mila pas-pasan, bahkan bisa di bilang kalau nafkah itu tidak layak" cibir Lastri pada Anton, sehingga membuat Mila berulang kali mengumpat pada mulut Ibunya tersebut yang sedari tadi tidak bisa diam, coba saja kalau sedari tadi Lastri diam pasti juga tidak akan ada masalah sepanjang ini.


"Ya bagus kalau Kamu sadar diri,dan ingin pergi dari sini" jawab Lastri sambil mendekapkan kedua tangannya di dada dengan angkuhnya, seolah saat ini juga Dia sedang menantang Anton untuk segera pergi dari sini.


Sebab Lastri juga tidak yakin jika Anton pergi dari sini, yang Lastri ketahui jika saat ini keadaan orang tuanya yang sudah bangkrut dan sakit-sakitan membuat Lastri sangat yakin jika Anton tidak mungkin angkat kaki dari rumah ini.


"Mas, Kamu ini apa-apain sih, jangan ngomong seperti itu, Aku belum siap untuk ditinggal" ucap mila dengan sesenggukan dan diiringi dengan derain air mata yang sangat deras membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


"Sudahlah Mil, Kamu jangan bersikap lebay seperti itu, ini juga atas dasar dari kelakuan Kamu sendiri"


"Mulai saat ini dan hari ini juga aku akan pergi dari Rumah ini, dan Kamu Mila tenang saja untuk biaya hidup Putri pasti akan Aku penuhi, atau gak, Aku akan bawah sekalian Putri untuk pergi dari rumah ini" 


"Gak, Kamu gak bisa bawah Putri, Dia anakku" teriak Mila.


"Dan asal Ibu tau, selama ini Aku telah memberi nafkah pada Mila sangat layak, paling pasti Aku kasih setiap harinya seratus ribu, bahkan dua ratus ribu, itu pun tidak ada macam cicilan, uang listrik, air, di dalamnya, bahkan nafkahku lebih layak dari pada nafkah Doni pada Riri, bisa-bisanya Ibu beranggapan seperti itu pada Ku" ucapan Anton, sehingga membuat Mila hanya mampu diam saja, menyesali perbuatannya pun sudah telat, nasi sudah menjadi bubur, sedangkan Lastri dan Doni hanya melongo tidak percaya tentang apa yang baru saja Anton ucapkan, bahkan mereka berdua itu hanyalah khayalan bagi seorang Anton.


"Halahh sudahlah Anton, kalau mau pergi ya pergi saja, Kamu tidak perlu banyak bualan seperti ini, "cibir Lastri tidak percaya.


"MILA, sebelum Aku pergi cepat jelaskan pada Ibu dan adik Kamu tentang nafkah dariku selama ini, atau tidak secepatnya Aku akan mengurus perceraian" ancam Anton pada Mila.


Mila yang saat itu sangat ketakutan, akhirnya mau menjelaskan kebenarannya pada Ibu dan Adiknya tentang selama ini yang telah Anton berikan.


"Mas, sudah Aku jelaskan semuanya, jadi Aku mohon Kamu jangan pergi dari sini, ingat Putri anak kita Mas" ucap Mila sambil bersimpuh pada Kaki suaminya berharap hatinya luluh.


"Iya Kamu ton, mending Kamu jangan pergi, ingat Putri, anakmu"

__ADS_1


Anton yang sudah sangat sakit hati, akhirnya lebih memilih untuk pergi ke kamar dan membereskan barang-barangnya.


__ADS_2