Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 27


__ADS_3

Semakin lama hubunganku dengan alma semakin dekat , bahkan aku sudah melampaui batas wajar , memang kami sama - sama sudah menikah jadi wajar, awalnya aku tidak berfikir untuk melakukan tindakan sejauh ini ,namun karena keadaanlah yang membuatku terjerumus .


Flash back on


" al, kita jadi ketemu dimana " pesan ku kirimkan pada alma karena semalam dia berchat denganku bahwa ingin bertemu denganku dan ingin curhat secara langsung ,aku yang memang masih menaruh rasa pada alma jadi ku sanggupi saja untuk bertemu ,aku berjanji akan menemuinya selepas pulang kerja , soal aku pulang telat nanti aku bisa alasan lembur pada rina dan ibuku.


" jemput alma ditaman kota mas , nanti biar kita berangkat ketempatnya bareng"balasan pesan dari alma .


" oke , kamu bersiap ya , 10 menit lagi mas keluar dari pabrik dan langsung menuju taman kota "


Selepas keluar dari pabrik aku bergegas mengendarai motor honda pcx ku melaju ke arah taman kota , jarak pabrik ke arah taman kota tak terlalu jauh sehingga hanya kurang dari sepuluh menitan aku sudah sampai ditaman kota , lalu berkeliling mencari keberadaan alma .


Terlihat alma melambaikan tangànnya  ke arah ku dan aku segera melajukan motor ke arahnya .


" sudah lama menunggu al"


" enggak mas , aku baru aja sampai naik ojol"


"Ya sudah kamu segerah naik gih al"


Alma langsung mengangguk dan segera naik motorku ,


"Kita mau kemana "


" ke arah barat aja mas "


"Yasudah al "aku segera melajukan motor ke arah barat mengikuti petunjuk dari alma ,


" al kamu tunjukin jalannya ya "


"Iya mas "


" mas nanti perempatan lampu merah kamu ambil arah belok kiri ya "


"Iya "aku yang saat itu tidak menaruh curiga pada alma hanya menganggukkan kepala menuruti perintah alma


"Mas itu ada pertigaan kamu belok kanan "tunjuk alma ke arah pertigaan yang akan kami lewati.


" mas itu ada belokan kamu belok ya "


Hampir setengah jam kami menempuh perjalanan aku terpaku karena ternyata aku berhenti di sebuah hotel kota , walaupun bukan hotel yang wow ini hanya untuk hotel kalangan kelas bawah .


"Al kok kita berhenti di hotel"


" gapapa mas , aku pingin curhat tanpa diganggu "aku yang tidak menaruh curiga sedikit pun akhirnya mau menuruti semua yang diucapkan alma .


Ternyata alma sudah memboking hotel tersebut dan kami langsung pergi menuju kamar yang telah diboking oleh alma .


Aku dan alma segera masuk kearah hotel dan alma langsung mengunci pintunya , sedangkan aku langsung menuju ke sofa untuk menyenderkan punggungku karena penat sehabis pulang kerja .


" mas kamu kayaknya capek , mau alma buatin apa teh apa kopi , kebetulan itu tersedia kopi teh dan gula "ucap alma sambil menunjuk meja yang tersedia kopi gula teh  .


"Kamu buatkan teh saja al"


Sambil menunggu alma membuatkan ku teh aku segera melepas sepatu kerjaku dan pergi kekamar mandi untuk cuci kaki dan cuci muka, Setelah lima menit alma kembali untuk menghidangkan teh kepada ku lalu alma menyusulku untuk duduk disebelahku.


" kamu mau cerita apa al"


" kamu minum duluh deh mas , untuk hilangin capekmu , biar aku juga enak saat curhat denganmu"

__ADS_1


Aku segera mengangguk dan meneguk minuman teh tersebut hampir mau habis setengahnya.


"Silahkan al kamu curhat saja , lagian mas juga gak terlalu capek capek amat" ucap ku sambil menatap mata alma dengan intens hingga tanpa sadar bulir bulir bening keluar dari pelupuk mata alma dan aku segera menggunakan kedua tanganku untuk menghapus air matanya .


"Kamu kenapa nangis al"


" keedua orang tuaku mas , ngotot ingin aku rujuk lagi dengan mas hari, padahal aku sudah menolak kuat tidak mau karena aku takut mendapat kekerasan lagi darinya "ucapnya sambil menangis sesenggukan .


" sudahlah al , kamu pikirkan saja baik baik dari pada nanti kamu menyesal dikemudian hari"


"Aku sudah bersikeras mas kepada kedua orang tuaku untuk menolak rujuk ,tapi mereka sangat kekeuh untuk menyetujui ajakan rujuk dari mas hari"


" memang apa yang menjadi alasan dari orang tuamu sehingga dia tetap kekeh untuk memintamu rujuk "


"Ya kan mas tau sendiri kalo kedua orang tuaku dari dulu mata duitan , dan mereka gak mau kalo gak dapet jatah dari mas hari , padahal baru satu bulan mereka gak dapet jatah , tapi sudah mencak mencak gak karuan , ya memang sih jatah dari mas hari terbilang banyak mas , bisalah membantu ekonomi keluargaku, apalagi kemarin malem mas hari baru saja datang kerumah ku untuk memintaku agar mau rujuk dengannya , tentu kedua orang tuaku sangat antusias menyambut ajakan mas hari" ucap alma dengan deraian air mata yang terus menetas dari kedua pelupuk matanya membuat tanganku refleks menarik tubuh alma untuk kutenangkan dibahu kua agar suasana hatinya menjadi sedikit tenang.


Sedangkan alma membalas perlakuanku dengan kedua tangannya memeluk tubuhku.


Entah mengapa tiba- tiba kepalaku berenyut dan terasa nyeri sekali serta badanki merasakan hawa yang sangat panas dan gera  ,aku ingin mengaduh pada alma namun aku takut menambah beban pikiran alma , entah mengapa aku juga merasakan keinginan menuntaskan hasrat sangat hebat  apalagi saat itu aku melihat dengan jelas kedua buah dada alma yang menjumbul dibalik kaos ketat yang dia gunakan ingin sekali aku menerkamnya apalagi posisi aku juga haus belaian, sesaat aku berusaha untuk menguasai diriku.  Namun semakin lama hasrat ini dipendam aku semakin merasakan kesakitan yang teramat dalam apalagi saat ini posisi alma yang begitu erat merangkul tubuhku jika kelakianku menjadi semakin meronta ronta ingin segera dituntaskan.


Saat kegelisahan melanda tiba tiba alma melepaskan pelukannya dari tubuhku.


"Apa kamu sudah merasakan hatimu sedikit lebih tenang al "ucapku sambil menahan kegelisahan .


"Sudah mas, emm mas aku mau ke kamar mandi dulu ya , mau ganti baju , soalnya aku merasa gerah dan risih pake baju ini, apalagi kan aku juga baru pulang dari pabrik" ucapnya aku hanya membalas dengan menganggukkan kepala saja .


Aku merebahkan tubuhku di sofa  sambil mencoba memejamkan mataku berharap rasa ini sedikit mereda saat aku  tertidur namun aku salah rasa ini semakin menjadi, tak lama kemudian alma memanggilku namun mataku segera melotot dan terkejut saat melihat penampilan alma yang bukan main , dia keluar  dari kamar mandi sambil menggunakan sebuah baju hot atau lingerie warna merah jambu yang trasparan sehingga membuatku meneguk ludah berkali kali .hingga terlihat jakunku yang naik turun karena tidak kuat melihat pesona alma .


" mas kok kamu bengong gitu sih , emang ada yang salah dengan penampilanku "


" enggak kok al ,kamu ngapain ganti baju seperti itu , lagian nanti jika kita pulang mala kamu repot buat ganti "


"Gak lah mas ,sementara alma nginep disini malam ini, karena alma suntuk dirumah , lagin besok juga hari sabtu kan , alma ingin menghabiskan weekend disini , alma saja sudah boking dua hari"ucapnya dengan nada dibuat semendayu mungkin lalu alma berjalan kearahku dan kembali duduk disofa sebelahku. Namun sikap alma kali ini berbeda dia seolah paham akan maksud kegelisahanku ,atau memang ini sudah direncanakan oleh alma sebelumnya , ah persetan dengan semuanya ,yang penting aku mendapat kepuasan jika memang alma ingin menyerahkan tubuhnya ,


Perlahan alma mulai membelai dadaku hingga membuat ku semakin terangsang. Lalu alma mulai mengecup bibirku hingga ciuman hangat itu perlahan membasahi kedua bibir kami .


Aku yang saat ini di pucuk harsat mencoba untuk membalas setiap sentuhan dari alma , sambil berciuman aku mulai menyentuh bagian buah dada alma meremas dengan gerakan lembut dan sesekali memainkan putingnya hingga suara ******* kenikmatan keluar  dari bibirnya .


Lalu aku mengambil kendali permainan ini dan menidurkan alma sehingga dia berada dibawah kungkunganku sampai terjadilah pergulatan panas yang seharusnya tidak kami lakukan .


........


Ku buka perlahan kedua  mataku, sambil mengedarkan pandangan , ternyata aku masih berada di hotel ,


Aku cukup terperangah ternyata aku sudah dalam keadaan tak berbusana sama sekali lalu ku alihkan pandanganku kearah alma yang sedang tidur ternyata alma juga sama dia tak berbusana.


" ahhh apa yang telah aku lakukan pada alma , aku telah mengingkari perjanjian suciku dengan rina " guman ku dalam hati, memang karena saat itu udin sedang dalam pengaruh obat jadi dia tanpa kendali hingga bisa melakukan perbuatan kotor.


" al alma , bangun al" aku mencoba membangunkan alma berharap aku bisa mendapat penjelasan dari kejadian yang sama sekali aku tidak sadar.


" apa mas "


" kok kamu dan mas gak pakai baju si al , apa kamu sengaja menjebak ku al "


" kamu ngomong apasih mas , padahal mas sendiri yang memaksa alma untuk mau melayani hasrat mas , " ucap alma dengan penuh drama serta deraian air mata yang membuat udin seolah merasa bersalah, apalagi udin yang masih cinta dengan alma sehingga membuatnya takut akan alma merasa sakit hati karenanya .


"Maafkan mas ya al , mas khilaf dan mas" janji gak akan mengulangi lagi"


"Memang ya semua laki- laki itu sama , kalo sudah dapat enaknya tinggal bilang minta maaf dan khilaf"

__ADS_1


"Iya al maaf ya mas janji gak akan lakuin lagi"


" ya tapi gimana mas ini sudah terlanjur lagian kamu juga menikmatinya "


" iya bagaimana lagi al mas khilaf"


"Sudahlah mas memang ya semua laki laki itu sama saja " ucap alma ketus sambil merebahkan tubuhnya lagi di kasur dan membelakangi udin.


Doni yang saat itu takut akan ketakutan alma dia segera menyusul alma untuk merabahkan dirinya di sebelah alma dan dengan kasar membalikkan tubuh alma agar di berhadapan dengannya .


"Al maafin mas al , mas memang khilaf mas janji gak akan mengulangi lagi ,"


"Apasih mas ,kasar banget , lagian juga mau diapain wong sudah kejadian "


"Al mas janji gak akan mengulangi"


" sudahlah mas memang ya semua lelaki itu sama kalo sudah dapet enaknya bilang dengan entengnya kalo sedang khilaf"


"Al kamu jangan marah gini dong, maaf mas memang salah"sedangkan alma mala berpaling menatap ke arah lain tidak mau menatap kearah udin.


" al tatap mata mas , maaf , ini semua memang salah mas "


" sudahlah mas , iya alma maafin , namanya juga sudah terlanjur juga mau diapain lagi "ucap alma dengan sedikit melunak membuat mata udin seketika berbinar seolah mendapat jack pot , bagaimana pun juga dia sampai saat ini masih memiliki rasa dengan alma .mantan terindahnya.


Doni segera merangkul tubuh alma dan beribu kali mengucapakan rasa terimah kasih kepada alma .


" mas segera pulang gih , istrimu pasti sudah menunggumu dirumah "


"Sudahlah al , mas disini dulu, mas bosen dirumah melihat istri mas"


" memang kenapa mas , " pancing alma ingin tau .


" semenjak dia melahirkan dia mala lebih terlihat kusam kumal jerawatan dan jarang merawat diri membuatku bosan saat berada dirumah , apalagi akhir akhir ini dia menjadi pembangkang dan sulit diatur ,membuatku semakin muak melihatnya " ucap doni sedangkan alma mengangguk anggukan kepalanya tanda dia mengerti semua apa yang udin maksud .


" jadi rencana mas selanjutnya apa "


" gak tau al , lihat kedepannya saja , toh ada anak diantara kita "


" tapi anak bukan alasan untuk mempertahankan hubuñgan lo mas , kalo kita bertahan yang ada mala diri sendiri yang akan tersiksa , jadi ya mending mas pikir pikir aja dulu mau ngambil keputusan apa kedepannya " ucap alma memanasi doni agar semakin membenci istrinya .


"Lagian ya mas anak bukanlah alasan untuk mempertahankam hubungan , kalo pasangan kita gak bisa menghargai kita yang ada mala ujung ujung nya juga sama kita akan tersiksa dan bercerai " sedangkan doni sesekali mencerna apa yang dikatakam alma memang ada benarnya .


" sudahlah al , namanya juga rumah tangga pasti ada saja cobaanya " ucap doni seolah pasrah akan keadaan.


"Ya kamu gak boleh pasrah gitu dong mas jadi cowok kok lembek , kamu lihat aku dong mas , masak kamu kalah sama aku , aku menolak keras rujuk karena aku takut masalah akan kembali lagi dan ujung ujungnya pasti lah akan berujung sama perceraian "


" sebenarnya aku ada rencana itu sih al , tapi gimana lagi aku kasian jika melihat anakku hidup tidak layak jika hanya di asuh oleh ibunya "


" eh mas kamu gimana sih , yang namanya perceraian seoranga ayah ya tentu masih wajib lah untuk menafkahi anaknya agar hidup layak " ucap alma sambil terkekek geli melihat kelakuan bodoh udin .


" terus kamu kedepannya gimana"


" sudahlah al jangan bahas itu lagi , aku muak tau , yang penting aku sekarang sudah menemukan separuh hidupku lagi" ucap doni sambil mencium kening alma .


" terus mau kamu gimana mas "


" aku mau kamu menemani mas al"


" ya gak bisa gitu lah mas , aku ini janda kamu beristri , aku gak mau jadi yang kedua walaupun aku juga masih cinta sama kamu mas "

__ADS_1


" al tatap mas ,lambat laun perceraian mas pasti akan terjadi, kamu mau kan  menemani mas " ucap udin sambil melihat kedua manik alma dengan imtens dan alma membalas dengan anggukan kepala pertanda dia menyetujui permintaan udin .


Flashh back off.......


__ADS_2