Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 44


__ADS_3

Awalnya Husni mempunyai niat untuk tidak memberitahu pada Pak Amto maupun Riri perihal dia mekihat Doni yang sedang makan dengan wanita lain, Husni tidak mau ikut campur masalah rumah tangga Riri, biarlah suatu saat Riri sendiri yang mengetahui kebusukan suaminya, namun karena Dia mendengar pengakuan dari Pak Anto soal Riri yang ingin mengajukan cerai, membuat Husni berubah pikiran ingin memberi tau Pak anto soal Doni,apalagi saat ini memang keadaanya sudah pas dan Pak Anto juga tidak sedang sakit,mungkin saja foto ini nanti bisa di buat Riri untuk menyelidiki suaminya,Dan bisa menjadi bukti saat berada di pengadilan nanti.


"Sebaiknya sekarang Aku beritau saja pada Pak Anto soal Doni tadi, Aku tidak imgin Riri semakin dalam di sakiti oleh lelaki bajingan itu" guman Husni dalam hati, dan berulang kali memantabkan hati karena sebenarnya Dia ragu.


"Pak, memangnya sampai saat ini Doni tidak juga menjenguk Riri dan Salman" ucap Husni berbasa basi sebelum Dia mengucapkan suatu kebenaran.


"Ya begitulah Nak, Bapak juga bingung, bisa- bisanya Doni sebegitu mudahnya melupakan istri dan anaknya, jadi Bapak gak bisa menyakahkan Riri, Doni saja gak tegas jadi suami, tidak bisa menjadi penengah antara istri dan ibunya, sedangkan Dia sudah bapak suruh untuk tinggal di rumah samping juga gak mau " ucap Pak Anto dengan lesuh dan tidak bersemangat.


"Padahal kesalahan Riri hanya tidak pernah maska enak karena harus membagi uang belanja, tapi mala Doni tidak mau menjemput Riri"


"Entahlah nak mala diam- diaman Doni juga melupakan anaknya, kirim pesan saja gak pernah"


"Pak, sebenarnya Saya mau berbicara serius pada Bapak, tapi Saya mohon Bapak jangan kaget ya" ucap Husni sambil menatap lekat kedua bola mata bosnya.


"Kamu mau bicara apa nak, serius gitu muka kamu, kamu ingin apa, apa uang untuk berobat ibumu kurang nak"ucap Pak Anto lembut, sebab selama ini Husni tidak pernah merepotkan Pak anto, walaupun Dia juga kekurangan dana untuk biaya hidup dan  pengobatan ibunya namun Husni enggan merepotkan, Dia hanya pas kepepet saja saat ibunya drop dan terpaksa merepotkan Pak anto, sebab gajian Husni seminggu sekali.


"Enggak Pak, ibu Saya baik baik saja keadaanya, bahkan membaik sudah bisa beraktivitas" jawab Husni dengan lembut.


"Saya ingin bicara soal Doni pak, tapi Saya mohon bapak jangan kaget" ucap Husni sekali lagi dengan ekspresi serius sambil tetap fokus menyetir,sedangkan Pak Anto saat mendengar nama Doni seketika mengeryitkan dahinya heran sebab selama ini Husni adalah pemuda yang jarang bergaul dan ke luar rumah,kalau pun keluar pastilah rumah Dia tujuannya, terus dari mana Husni mengetahui tentang Doni.


"Kamu tau apa nak tentang menantu Bapak"tanya Pak Anto penasaran, sebab Dia merasa ada yang janggal pada menantunya tersebut, kalaupun hanya masalah selisi antara istri dan ibunya tidak mungkin Dia tidak menjemput istrinya,pasti ada masalah lain yang tidak Dia ketahui.

__ADS_1


"Pak nanti saja ya saat sudah berada di rumah, Husni tidak bisa fokus menyetir saat ini"ucap Husni dengan lembut karena dia tidak mau menjelaskan masalah penting di tengah jalan.


Sedangkan Pak Anto yang saat itu sangat penasaran dengan apa yang di katakan oleh Husni,membuat Dia tak tenang di dalam mobil sedangkan perjalanan masih jauh.


"Apa aku ajak Husni makan bakso saja ya, sambil ngobrol tentang Doni, aku gak bisa tenang, kalau pun nunggu sampai rumah masih lama sekali membuat aku semakin penasaran " guman Pak Anto dalam hati akhirnya Dia menawarkan Husni untuk singga di kedai bakso yang berada di sepanjang jalan agar dia bisa mengobrol.


"Nak, Bapak ingin makan Bakso di kedai simpang lima sana, Bapak sudah lama gak makan bakso" ucap Pak Anto kepada Husni agar saat sampai di sinmpang lima depan Husni membelokkan mobilnya ke arah kedai Bakso yang kebetulan disana tempatnya nyaman untuk mengobrol.


"Tapi Pak, bukannya Bapak saat ini sedang menjaga pola makan, Husni tidak mau kalau hanya karena Husni lalai menjaga Bapak mala berakibat fatal" ucap Husni penuh kekhawatiran pada bosnya yang sudah Dia anggap sebagai Bapaknya sendiri itu,sebab saat dua bulan lalu Pak Anto sempat mengalami penyakit kolestrol tinggi yang membuat beberapa hari sakit hingga tidak bisa ikut kirim ke kota.


"Halaa kamu ini jangan terlalu lebay dong nak, Bapak kan cuma makan secukupnya, Baru juga kalau Bapak makan satu kuali Bakso itu namanya bisa berakibat fatal" ucap Pak Anto sambil terkekeh melihat kekhawatiran anak buahnya yang terlalu berlebihan itu.


Akhirnya dengan berat hati Husni menuruti kemauan Bosnya tersebut kebetulan simpang lima sudah dekat dan Husni segera membelokkan mobilnya ke arah dimana kedai bakso langganan Pak Anto.


Pak Anto memilih tempat duduk yang berada di halaman belakang kedai sebab tempatnya yang sejuk dan kebetulan di sana juga saat ini sedang sepi.


Setelah mereka berdua duduk sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi akhirnya Pak Anto memulai bicara dan menanyakan perihal Doni.


"Nak tadi kamu ingin ngomong pada Bapak, ngomong disini saja, mumpung keadaanya juga saat ini sepi" ucap Pak Anto sambil menatap lekat kedua manik bola mata Husni kebetulan posisi duduk mereka berdua saat ini sedang berhadapan.


"Husni ingin memberitahu soal Doni Pak,awalnya Husni ragu ingin bicara pada Bapak soal ini, namun ketika Bapak menceritakan tentang Riri akhirnya Saya mantab untuk memberitau Bapak, sebab di hati saya yang terdalam ini tidak rela Pak melihat Riri di sakiti semakin dalam oleh Doni," 

__ADS_1


"Maksud kamu apa Nak, kamu kenapa" ucap pak Anto kebingungan sebab tiba- tiba Husni mala menitiskan air mata.


Husni tanpa menjawab pertanyaan dari Pak Anto dia langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai mengutak atik galeri untuk mencari foto yang baru saja dia abadikan ketika berada di restoran tadi, dengan berat hati akhirnya Husni menyerahkan ponselnya kepada Pak Anto yang terlihat Foto Doni dan wanita tersebut saat berada di restoran.


Sedangkan Pak Anto langsung menerima ponsel tadi dan langsung melihat gambar yang berada di layar tersebut, seketika Dia mengepalkan tangannya tidak terima anak perempuannya mala di selingkuhi.


"Pantas saja Dia tidak menjemput anak dan cucuku, rupanya ada ****** lain di sisinya" ucap Pak Anto sambil tangannya terkepal dan kemudian menggebrak meja di depannya saat ini.


"Kamu kenapa nak, tidak memberitau Bapak tadi saat bertemu dengan Doni, mala kamu diam, seharusnya tadi Bapak menghajar Dia sampai babak belur, dasar gak tau diri" umpat pak anto penuh kemarahan.


"Husni tidak mau Bapak kenapa napa, apalagi tadi bapak bilang tidak enak badan, husni tidak mau keadaan bapak mala semakin parah saat melihat doni seperti itu pak, "


"Tapi gak seperti ini caranya husni, bapak sakit hati nak, anak bapak di selingkuhi"


"Husni ngerti pak, tapi kita tidak bisa menyimpulkan kalau mereka ada hubungan khusus" 


"Kamu ini gimana sih nak, wong sudah jelaa gitu fotonya mereka berdua sangat mesra, pantas saja Dia dengan mudahnya melupakan anak dan cucuku, rupanya sudah dapat ****** lain" ucap Pak Anto sambil tersenyum sinis melihat kelakuan Doni yang tega bermain-main dengannya, selama ini Pak Anto berusaha sabar saat Doni lalai dari tanggung jawabnya namun saat ini Dia tidak bisa bersimpati lagi sebab dia juga sangat membenci yang namanya penghianatan.


"Pak, apa kita menyuruh orang saja pak untuk mengawasi dan mencari tau tentang Doni, dan ketika bukti sudah banyak maka Riri akan mudah melayangkan gugatan perceraian Pak" ucap Husni sebab dia tidak mau bosnya bertindak sendirian.


"Kamu betul nak, nanti bapak akan menyuruh orang untuk memata matai Doni, Bapak sakit hati sekali"

__ADS_1


"Kuranga ajar kamu Doni rupanya kamu sedang mau bermain main denganku, akan ku pastikan seumjr hidupmu tidak akan tenang" ucap pak anto lirih.


__ADS_2