Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
ketahuan selingkuh


__ADS_3

Setiap malam Pak Anto tidak bisa tidur dengan nyenyak sebab dia kepikiran akan nasib anak dan cucunya kelak, kedatangan Riri dengan mendadak dan tanpa di antar oleh suaminya menimbulkan pertanyaan di benaknya, apalagi sampai dua minggu lamanya sang menantu tidak berinisiatif untuk menjemput Riri.


Di tambah lagi pengakuan demi pengakuan yang telah Riri jabarkan mengenai suaminya, dan niat Riri yang sudah mempersiapkan matang pengajuan perceraian membuat Pak Anto semakin pusing di buatnya, sebenarnya Dia ingin menanyakan langsung kepada sang menantu berbicara empat mata sesama lelaki berharap bisa menemukan jalan keluar  untuk permasalahan rumah tangga,  namun sampai kini Doni mala tak menunjukkan batang hidungnya.


........


Kebetulan hari ini ada jadwal Pak Anto untuk mengirim hasil kebun sayur organik ke Restoran yang berada di pusat Kota, dan kebetulan dekat dengan wisata puncak, jadi tak hayal jika di sana banyak pengusaha yang membuat usaha kuliner di sana.


Walaupun Pak Anto memiliki banyak tetangga atau warga yang telah di gaji untuk membantu mengurus kebun dan sawah namun dia tak sepenuhnya berpangku tangan pada orang lain, Pak Anto lebih suka menyelesaikan sendiri termasuk mengirim barang ke Kota walaupun jaraknya juga lumayan, Dia hanya mengajak saja orang untuk menemaninya bergantian membawa mobil saat dia sedang lelah menyetir.


"Husni semuanya sayur pesanan para pelanggang sudah kamu siapkan"tanya Pak Anto saat baru saja keluar dari gudang untuk mengambil mobil pick up.


"Sudah Pak, yang di bawah sesuai dengan list yang ada di catatan " jawab Husni karyawan Pak Anto dengan sopan.


"Iya sesuai yang di catatan, sudah kamu siapkan" 


"Sudah Pak, nih tinggal ngangkut ke pick up saja pak" 

__ADS_1


"Ya sudah, periksa lagi, jangan sampai ada yang ketinggalan, soalnya ini nanti kita banyak tujuannya, "ucap Pak Anto kepada anak buahnya Husni yang kebetulan sudah sepuluh tahun bekerja ikut Pak Anto mulai dia masih berada di bangku SMA sampai sudah beranjak dewasa, ya begitulah baiknya Pak Anto dia tidak memilih karyawan, asal jujur dan telaten maka akan di pertahankan.


"Oh iya Husni, kali ini Kamu saja ya yang menyetir mobil, karena Bapak lagi gak enak badan takutnya nanti mala gak fokus lagi" ucap Pak Anto pada karyawannya.


"Kalau bapak lagi gak enak badan mending Bapak istirahat saja di rumah, urusan pengiriman biar Husni yang handel Pak, Bapak jangan khawatir" ucap Husni dengan tulus sebab Dia juga tak ingin Pak Anto sakit, karena selama ini Dia menganggap Pak Anto seperti Bapaknya sendiri, sedangkan Pak Anto mala di buat kebingungan, sebenarnya dia sedang gak sakit, namun karena masalah yang menimpah keluarganya membuat dia menjadi bingung dan takut tidak fokus saat menyetir.


"Tenang saja Bapak masih kuat kok" ucap Pak Anto sambil menepuk bahu Husni yang saat ini sedang menata sayuran di bak pick up.


Setelah semuanya selesai barulah Husni mulai menjalankan mobilnya ke arah tujuh alamat restoran yang berada di kota.


.....


Doni sengaja mengajak Alma ke puncak untuk melampiaskan hasratnya dan juga ingin merilekskan pikirannya dari masalah demi masalah yang telah menimpanya akhir akhir ini, sedangkan Alma tentu sangat kegirangan dan tidak menolak apalagi itu adalah ajakan dari orang yang dia cintai, tentu ini adalah kesempatan bagi Alma untuk membuktikan pada Doni bahwa Dia sangat mencintainya.


Bahkan Alma relah membatalkan janjinya dengan lelaki yang baru saja mengajak dia  makan malam dan membatalkan perjanjian untuk melayani lelaki tersebut keesokan harinya, Dia lebih memilih


 untuk menghabiskan malam bersam Doni.

__ADS_1


Saat ke duanya sudah cek out dari penginapan, Doni memilih untuk bersingga dulu di rumah makan untuk mengisi perutnya sebab Dia dari semalam belum makan berat sama sekali dia hanya makan makanan ringan yang dia bawah dari minimarket.


Keduanya memilih untuk bersinggah  di restoran sehat dengan nuansa asri gazebo dan beberapa pohon rindang serta tanaman dan kolam ikan yang terawat membuat sang pembeli semakin betah berada di restoran tersebut, kebetulan disana menunya banyak menawarkan makanan sehat dari sayuran organik dan beberapa makanan sehat lainnya yang cocok untuk Alma yang sedang diet, sedangkan Doni hanya mengikuti apa kata Alma saja sebab Alma yang telah membiayai semuanya.


Hingga hampir sekitar setengah jam barulah makanan pesanan mereka datang dan keduanya mulai menikmati hidangan tersebut.


........


Saat ini Pak Anto dan Husni sedang berada di restoran sehat yang berada paling dekat dengan wisata puncak, seperti biasanya Husni yang akan mengangkat banyaknya pesanan sayuran organik ke arah dapur restoran, sedangkan Pak Anto lebih banyak duduk di tempat duduk yang di sediakan untuk menunggu Husni menyelesaikan tugasnya.


Hingga saat Husni sedang mengangkat boks sayuran ke arah dapur netra matanya tidak sengaja menangkap sosok orang yang tidak asing baginya, memang selama Riri dan Doni menikah, Husni jarang bertemu dengan menantu bosnya tersebut namun Husni tentu sangat hafal betul dengan perawakan menantu dari bosnya tersebut.


Husni melihat  Doni dengan seorang perempuan yang sedang makan, namun di lihat dari gerak geriknya yang sangat mesra, si perempuan yang sangat perhatian pada Doni dan Doni dengan lembutnya menerima perhatian dari sang perempuan, dan mereka berdua bersenda gurau dengan mesra, sepertinya Doni mempunyai hubungan spesial, hingga membuat Husni mengepalkan kedua tangannya dengan kuat sampai terlihat tulang yang memutih, sebab di dalam hatinya dia tidak terima melihat Riri orang yang pernah dia cintai selama ini, bahkan Husni sampai saat ini belum menikah karena seluruh cintanya masih untuk Riri seorang, ingin sekali dia saat ini menghampiri Doni dan segera menghajarnya namun Husni tidak mau gegabah, takutnya menjadi pertikaian dan mala membuat pengunjung lain menjadi tidak nyaman karena ulahnya, Akhirnya Husni segera mengambil ponselnya di saku celana dan segera mengambil gambar dua insan tersebut yang tidak tau malu.


Saat dia ingin menunjukkan pada Pak Anto dia takut nanti mala menjadi masalah besar sebab orang tua mana yang terima jika anaknya di selingkuhi oleh suaminya, apalagi Riri adalah anak tunggal tentu kesayangan bosnya, apalagi saat ini kondisi Bosnya sedang tidak baik-baik saja dia takut mala nantinya akan berakibat fatal.


Akhirnya selama perjalanan pulang Husni hanya bisa dia memikirkan langkah apa yang baik untuk menyelamatkan Riri dari pria bajingan tersebut, Dia tidak rela jika Riri di sakiti.

__ADS_1


__ADS_2