
Anton yang mendengara detail tentang crita dari Doni adiknya. Dia hanya mampu mengehela nafas kasar berkali-kali, sebab Anton juga pernah berada di posisi adiknya tersebut, ingin menyalahkan Doni pun tidak bisa.
"Don, memangnya selama Riri berada di sini,Kamu tidak pernah berhubungan sama sekali dengannya"ucap Anton dengan penuh kehati-hatian sebab bagaimana pun juga ini adalah privasi dalam berumah tangga, dan Riri meninggalkan Rumah ini saat Salman berusia empat bulan.
"Jangankan untuk berhubungan Mas, dekat dengan Riri saja Aku di tentang keras oleh Ibu"
"Apa alasannya Ibu melarang Kamu dekat dengan Riri sedangkan Dia adalah istrimu"
"Karena Riri belum pasang Kb dan takut aku kebablasan"jawab Doni dengan jujur,sedangkan Anton hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari adiknya tersebut, dan memang sebelumnya sudah menebak jawaban yang akan keluar dari mulut sang adik.
"Kok belum juga pasang Kb, padahal usia anak Kamu sudah empat bulan loh, apa memang selama ini Riri gak ada inisiatif gitu untuk berdiskusi denganmu mengenai program Kb"
"Mas, kok mala semakin menanyai privasi rumah tanggaku sih mas" jawab Doni sebab Dia merasa saat ini kakak iparnya sedang mengorek informasi pribadinya.
"Sudahlah Don,jawab saja, katanya Kamu saat ini sedang bingung dan mau minta pendapat sama Mas,sekarang gimana mau ngasih pendapat kalau belum tau masalahnya seratus persen"jawab Anton santai sambil menyesap kopi yang sudah dingin di hadapannya.
Doni yang saat itu awalnya kesal dengan Anton akhirnya mau juga menjawab setiap pertanyaan, sebab Dia juga butuh pendapat dari Anton.
"Sebenarnya dulu saat selesai masa nifas, Riri mengajakku pergi ke Bidan Desa untuk melakukan program Kb, namun di larang keras oleh Ibu dan Mbak Mila katanya harus nunggu empat bulan, sedangkan saat itu aku yang belum mengerti apa-apa hanya menurut saja apa yang diucap oleh mereka" jawab Doni sesuai fakta yang ada.
"Terus selama menunggu empat bulan itu apakah Kamu ya Don sebagai lelaki normal tidak ingin menyentuh istrimu"
"Ya ingin Mas, tapi apa boleh buat selalu dilarang oleh Ibu"
__ADS_1
"Lalu Kamu lampiaskan hasratmu pada Alma kekasih gelapmu"
"Ya harus bagaimana lagi Mas" jawab Doni sambil menyugar rambutnya dengan kasar.
"Lalu katanya kepergian Riri dari Rumah ini sebab Ibu yang tidak cocok dengan masakannya, lalu Kamu dengan teganya mengusir anak dan istrimu."
"Ya mau bagaimana lagi Mas ,Aku capek, setiap pulang kerja selalu mendengar ocehan Ibu,Aku ingin mereka berdua bisa akur seperti dulu."
"Memangnya Riri Kamu beri uang belanja berapa setiap bulannya."
"Dua juta lima ratus setiap bulannya sudah termasuk bayar motor."
"Bukannya gaji kamu hampir enam juta"
"Kenapa Kamu mala menjatah Mila, sedangkan istrimu saja kekurangan dan Mila sudah menjadi tanggung jawabku."
"Sesuai perintah Ibu Mas, sebab katanya kasian kalau lihat cucunya tidak bisa jajan seperti teman lainnya, karena sang suami pekerjaannya tidak bisa diandalkan"jawab Doni dengan jujur karena memang selama ini Anton lebih terlihat sering berada di rumah jadi mereka mikirnya Anton adalah seorang pengangguran.
Sedangkan Anton berulang kali merapatkan rahangnya sebab saat ini Dia merasa harga dirinya di rendahkan padahal aslin Anton adalah seorang pengusaha dan Dia juga tak main-main dalam memberi uang belanja Mila, tapi bisa-bisanya Dia kecolongan seperti Ini.
"Awas saja Kamu Mil, bisa-bisanya Kamu melempar kotoran di mukaku" geram Anton dalam hati namun Dia segera menguasai diri, tidak mau terlihat emosi di depan adiknya.
"Don, Kamu ingat saat Riri melahirkan, apakah Kamu berasa di sampingnya."
__ADS_1
"Mas ini bagaimana sih, Mas tau sendiri kalau Aku di larang Ibu untuk menyusul Riri,lagian Riri juga lahiran secar Mas, gak merasakan sakit."
"Memang Kamu tau kalau istrimu melahirkan secar tidak merasakan sakit sama sekali."
"Ya kan sesuai apa yang di kata oleh Ibu dan Mbak Mila Mas"
Anton menjadi semakin geram lagi-lagi adanya percampuran antara mertuanya dan Mila.
"Memangnya mereka pernah melahirkan secar, bisa-bisanya Kamh nurut saja sama omong kosong mereka, ingat Don, Kamu ini lelaki harus punya pendirian ,asal Kamu tau Don, orang melahirkan normal dan operasi sakitnya lebih para operasi, apa Kamu selama ini gak ngebayangin betapa sakitnya saat daging istrimu di sayat-sayat." Ucap Anton sambil menatap tajam ke arah adiknya, sebab saat ini Dia sangat geram terhadap Doni.
Sedangkan Doni hanya menjawab dengan gelengan kepala saja tanpa bersuara.
"Asal Kamu tau Don, seorang perempuan saat melahirkan saat membutuhkan dukungan dari suaminya, ingat Dia sedang bertaruh nyawa,dan untungnya kedua mertua Kamu tidak dendam dengan sikapmu, bahkan mereka dengan suka rela memberika Riri kembali pada dirimu, kalau saja dulu mereka sangat marah padamu pasti Riri sudah tidak di perbolehkan kembali ke Rumah ini lagi"
"Don, Maa harap Kamu mau merubah sikap Kamu, ingat Kamu ini lelaki Don, sebagai kepala rumah tangga, pemimpin. Kalau pemimpinnya lembek gak punya pendirian Mas yakin gak akan lama rumah tanggamu, sesekali bersikaplah tegas jangan terlalu nurut apa kata Ibu, tidak semua omongan orang tua itu harus kita ikuti Don, harus kita saring dulu mana yang baik dan mana yang buruk"
"Bahkan ini sudah satu bulan lebih Riri meninggalkan Rumah ini Kamu mala gak ada inisiatif untuk menjempunya, apa Kamu gak kangen sama anakmu, apa alasan gak di bolehin Ibu, ingat kelangsungan Rumah tanggamu ada ditanganmu bukan Ibumu." ucap Anton geram dan berusaha membuka pemikiran adiknya agar bisa menjadi lelaki yang bertanggung jawab tidak selalu berlindung di bawah ketiak sang Ibu.
"Apa Kamu ingin suatu saat nanti anak Kamu membenci Ayahnya karena sang ayah tidak peduli padanya, ingat anak itu semakin lama semakin besar, pikirkanlah Don sebelum Kamu menyesal di kemudian Hari."
"Kamu bisa menemui Alma berulang kali tanpa meminta izin pada Ibumu terlebih dahulu padahal Dia adalah orang lain di hidupmu, terus kenapa Kamu tidal bisa menemui Riri dan Salman padahal Dia lebih jelas statusnya istri dan anak, Kalau menemui Alma Kamu mampu kenapa Riri Kamu gak mampu"
"Mas harap Kamu bisa memikirkan setiap omongan mas ini, Mas tidak ingin rumah tangga Kamu hancur di tengah jalan sebab sikap dirimu" ucap Anton yang terakhir sebab mertua dan istrinya sudah sampai di Rumah dari Kedai Bakso.
__ADS_1
"