Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Rencana Husni


__ADS_3

Di lain tempat, Husni mari sering menyadap ponsel Doni untuk menambah bukti kecurangan Doni.


Kebetulan saat ini adalah waktu persidangan antara Riri dan Doni.


Sekitar jam satu siang, Husni menemukan hal aneh saat menyadap ponsel Doni, Dia tidak menyangkah dengan pemikiran Doni, di lihat dari sikapnya, Husni sangat sadar jika saat ini Doni sangat siap untuk kehilangan Riri, bahkan dengan mudahnya setelah sidang selesai Dia malah akan pergi kencan dengan Alma.


Ketika Husni membaca isi pesan dari Alma, Dia sangat terkejut dan jijik sekali melihat dua manusia tidak tau diri itu.


Tiba-tiba, di pikiran Husni muncul ide briliant, Dia ingij sekali memberi pelajaran pada Doni saat ini juga, Dia tidak rela melihat Riri yang terus di lukai oleh Doni.


Namun sebelum Dia mengerjai Doni, terlebih dahulu Husni izin terlebih dahulu dengan Pak Anto.


Dia segera melakukan panggilan watsap pada Pak Anto.


Tuttt


Tutt


Tutt


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam Pak"


"Ada apa Husni Kamu kok tumben nelvon Bapak siang-siang begini, lagian juga gak ada kerjaan, baisanya juga Kamu lebih memilih tidur setelah Sholat jumat" ucap Pak Anto di seberang sana, karena kebetulan hari sidang Riri tepat di hari jumat, dan setiap jumat pula semua karyawan Pak Anto libur.


"Emmm itu Pak, Husni cuma mau tanya, bagaimana tadi sidangnya, lancar Pak"


"Ya begitulah nak,Doni kekeuh tidak mau bercerai dengan  Riri,sehingga hakim memutuskan untuk dilakukan  sidang lanjutan pada bulan depan" jawab Pak Anto sambil berulang kali menghembuskan nafas kasar.


Husni seketika mengernyitkan keningnya tidak percaya dengan apa yang baru saja Pak anto ceritakan, Doni tidak mau berpisah dengan Riri,sedangkan Dia saat ini ingin bersenang-senang dengan Alma.


"Dasar buaya gak tau diri"umpat Doni dalam hati.


"Emmm, sebenarnya gini Pak, Husni sampai saat ini masih terus memantau ponsel Doni, Husni tidak menyangkah jika ternyata Doni tidak ingin bercerai dengan Riri"

__ADS_1


"Iya Dia sangat kekeuh ingin mempertahankan Rumah tangganya dengan Riri"


"Dasar pecundang"


"Maksud Kamu Apa Nak, apa Kamu mengetahui sesuatu"tanya Pak Anto penasaran saat Husni tiba-tina mengumpat.


"Hehehe maaf Pak, keceplosan"


"Sebenarnya begini Pak, Husni menemukan jika saat ini, Doni akan pergi berkencan dengan Alma,tepatnya sih ke saung langganan Kita sayur organik Pak, yang di dekat puncak ituloh"ucap Doni menjelaskan tentang apa yang baru saja Dia ketahui.


Sedangkan Pak Anto di seberang sana berulang kali mengeraskan rahangnya serta mengertakkan giginya dan mengepalkan tangannya, Dia sangat marah dengan kelakuan bejat Doni tersebut, bisa-bisanya Dia mempersulit jalannya sidang, dan sekarang Dia enak-enakan ingin pergi berkencan dengan perempuan lain, Dasar laki-laki Buaya.


"Pak, bolehkah Husni untuk memata-matai mereka berdua Pak"


"Oh boleh banget, bagus itu, kalau Bisa pantau terus dan kirimkan semua Bukti kecurangannya pada Bapak, dan satu lagi nak, Bapak akan menghubungi salah satu teman Bapak yang berprofesi sebagai aparat kepolisian untuk berjaga-jaga,Nanti kalau mereka berdua pergi Ke Hotel, Kamu segera lapor Bapak, biar mereka segera di grebek oleh polisi, biar malu sekalian, kecewa Bapak sama Dia, sakit Hati nak" ucap Pak Anto dengan penuh ketegasan.


Husni tidak menyangkah jika niatnya yang awal hanya untuk memata-matai Doni, kini berubah menjadi rencana yang sangat besar.


Pak anto yang sebagai petani sukses dan bergelimang uang, tentu tidak susah bagi dirinya kalau hanya  untuk menyewa sebagian aparat kepolisian.


"Iya nak, hati-hati"


.............


Saat ini Alma dan Doni sudah berada di saung makan yang di maksud, Mereka berdua sangat menikmati setiap hidangan yang mereka pesan.


Alma dan Doni terlihat begitu sangat mesrah bagaikan pengantin baru.


Setiap detik pergerakan mereka tidak luput dari pantaun kamera ajaib Husni, Husni sengaja menyuruh salah satu pegawai untuk menaruh kameranya di sudut gazebo, tentu kamera ini sangat kecil dan sangat canggih sehingga Doni dan Alma tidak menyadari jika setiap gerak geriknya diawasi.


"Mas,kamu kok tegah sih gak ngabarin aku sama sekali, aku khawatir" ucap Alma dengan nada di buat semendayu mungkin sambil kepalanya Dia tempelkan di pundak Doni.


"Ya mau bagaimana lagi sayang, Mas sibuk, harus nyari pengacara yang handal agar cepat selesainya" jawab Doni sambil mengelus rambut Alma sehingga membuat Alma semakin nyaman dengannya.


"Terus tadi bagaimana sidangnya"ucapnya dengan sangat antusias.

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi ,harus di tunggu sidang ke dua, karena Riri tidak mau bercerai dengan Mas ,sehingga hakim menyuruh untuk di lakukan sidang ke dua" jawab Doni dengan penuh drama dan kebohongan.


"Lagian Riri itu maunya bagaimana sih mas ,Dia yang ninggalin kok malah memperumit masalah"


"Ya begitulah karena Kamu tau sendiri jika selama ini Riri sangat bucin pada mas, jadi ya begitulah Dia tidak mau untuk bercerai dengan alasan ada Salman di antara kita" 


"Dasar gak tau Diri, Riri itu mau egois banget sih, pergi karena masalah sepeleh, gak balik-balik, lupa tanggung jawab sebagai seorang istri, kurang ajar sama mertua, giliran di ceraikan Dia malah nolak, dasar gak ngotak Dia" ucap Alma mengumpati sosok Riri, karena selama ini Doni tentunya selalu cerita tentang keburukan Riri.


"Sudahlah yang, mending kita makan saja yuk,nanti keburu dingin gak enak lagi,"


"Tapi Mas ,Alma kesel tau dengan Dia"


"Sudahlah sayang, mau bagaimana lagi, ini juga sudah terlanjur, gak usah mikiran Riri lagi, gak penting, yang penting sekarang Kamulah yang selalu ada di hati ini" ucap Doni merayu Riri dengan mautnya.


"Mending sekarang kita makan, Makannya cepat di habiskan ya, Karena Mas sudah gak sabat untuk memakanmu"bisik Doni tepat pada telinga Alma sehingga membuat Alma tersipu malu.


"Satu lagi, Kamu makan yang banyak ya, biar nantinya Kamu kuat dan bertenaga"ucap Doni dengan diiringi kekehan tawa kecil sehingga membuat kedua pipi Alma bersemu merah karena saking malunya.


Setelah hampir satu jam mereka berdua menikmati makanan tersebut.


Kini keduanya berjalan bergandengan mesrah layaknya seorang pengantin baru, meraka berjalan beriringan menuju ke tempat parkir.


Husni juga begitu, Dia berjalan layaknya seorang pengunjung yang ingin pulang


Dia berjalan di belakang Doni sambil memainkan ponselnya dan mengabadikan momen mereka berdua.


.


Doni mengendarai motor menuju ke arah puncak, dan Husni terus saja mengikuti arah meraka berdua pergi.


Setelah dua puluh menit perjalanan, kini tiba sudah di parkiran hotel mawar.


Keduanya segera turun dari motor dan berjalan bergandengan dengan mesrah menuju tempat resepsionis untuk memesan kamar.


Sedangkan Husni Dia sedang menghubungi Pak Anto untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2