Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 4


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain saat ini fatma mala terus mengompori doni agar tidak menyusul riri, karena bagi fatma sekarang riri sudah tidak bisa diandalkan sebab dia sudah tak lagi berpenghasilan,bahkan fatma sudah berencana untuk memisahkan udin dan riri,supaya udin bisa di jodohkan pada anak teman sosialitanya yang katanya sekarang sudah mapan dengan pekerjaan sebagai perawat dirumah sakit besar.


Begitu juga mila kakak kandung doni,dia juga mencoba berbagai cara agar sang adik tidak menyusul riri, dia juga punya pemikiran picik seperti ibunya ingin memisahkan riri dan doni agar semua orang tak lagi memuji riri, sungguh iri hati yang dimiliki mila pada riri sudah mendara daging.


"Siapa yang barusan telvon kamu don" ucapku pada doni yang baru saja masuk kedalam rumah karena barusan menerima telvon.


"Itu bu, barusan doni dapat telvon dari bapak mertua ,doni disuruh untuk menyusul kerumah sakit, karena riri akan dilakukan tindakan operasi" jawaban doni membuatku kaget ternyata riri tadi beneran mengalamk kontraksi ingin melahirkan,bukan hanya kontraksi palsu,sebetulnya aku merasa bersala tapi ya sudahlah mala enak dong kalo riri melahirkan dengan cara operasi secar,dia gak bakalan ngerasain sakit.


"Udah kamu disini aja ngapain kamu nyusul istrimu, lagian disana sudah ada keluarganya, pastinya kamu disana juga tidak diperlukan banget," ucap mila.


"Bener apa kata mbakmu itu don, kamu disini saja, daripada disana kamu gak dibutuhkan,"


"Tapi bu, ini riri istri doni yang akan melahirkan anak doni,darah daging doni"


"Sudahlah don, nurut aja apa kata mbak dan ibumu,kamu disini saja gak perlu menyusul mereka, melahirkan dengan operasi secar itu gak sakit,gak butuh perjuangan, beda dengan orang lahiran normal harus butuh banyak suport"


"Iya don, benar apa kata mbakmu ,kamu dirumah saja,palingan kamu disana juga dibutuhkan karena biaya" ucap fatma terus mengompori karena dia tidak rela jika uang anaknya habis untuk biaya lahiran riri, sedangkan tanpa mereka tau walaupun tanpa bantuan dari tangan doni kedua orang tua riri sudah bisa membayar seluruh tagihan rumah sakit lunas, sebab selama ini yang mereka tau bahwa kehidupan keluarga riri dan keluarganya sama dilihat dari segi rumah,pakaian,dan gaya hidup, namun mereka salah jika kekayaan keluarga riri tidak akan habis jika dimakan sampai tujuh turunan sebab aset keluarga riri sangat banyak, gaya hidup sederhanalah yang membuat merek terlihat seperti orang menengah kebawah.


Anton suami mila yang menyimak semua kejadian itu hanya menggelengkan kepala karena dia paling malas jika harus berdebat dengan mila dan ibunya pasti tidak akan perna ada ujungnya jadi dia lebih memilih diam daripada berbicara,kecuali nanti jika sudah kelewat batas dia akan berbicara, sebab anton juga sangat greget melihat sikap doni seolah dia bukan lelaki sejati karena terlalu mendengarkan apa yang dikata ibunya tanpa mau berfikir dahulu.


"Sudahlah don dirumah saja, gak usah susul riri, disana sudah ada keluarganya" 


" betul itu don,ngapain capek-capek kamu kesana,tenang aja semua akan baik-baik saja"sambung mila


Terlihat doni menurut apa kata ibunya dia kembali ketemlat duduk semula dam segera memainkan ponselnya kembali,anton yang tak tahan melihat sikap doni segera ikut bersuara.


"Doni,kenapa kok kamu mala duduk lagi,istrimu melahirkan lo" ucap anton kepada doni.


"Sudahlah mas doni disini saja, melahirkan secar itu gak sakit, gaka butuh banyak suport,sudah doni lanjutkan saja aktivitasmu"balas mila


"Doni segera kamu kerumah sakit,ini tanggung jawabmu sebagai bapak, apa kamu lupa jika tugas seorang ayah mengadzani anaknya saat baru lahir"

__ADS_1


"Sudahlah doni jangan kamu dengerin apa kata masmu"


"Doni, apa kamu ingin anak kandungmu seumur hidup terus membencimu karena kamu tidak mengadzaninya" ucap anton tak gencar berharap dia bisa membuka pikiran doni.


"Cepat kamu ambil jaket,segera susul istrimu" sambung anton.


Doni lelaki yang tidak punya pendirian, sekarang dia malah mengikuti apa kata anton untuk menyusul riri kerumah sakit.


..........


..


Setelah aku menenangkan riri didalam ruang perawatan dan terlihat riri sudah lebih tenang, segera kulangkahkan kakiku untuk menemui suamiku, aku ingin berunding dengannya tentang nasib riri setelah pulanh dari rumah sakit.


Terlihat suamiku sedang berada di ruang tunggu depan segera kuhampiri.


" pak, bapak sudah makan"


"Sudah bu barusan bapak dari kantin,ibu kalau mau makan pergi saja kekantin, bapak tidak bungkus percuma karena ibu gak suka makanan yang habis dibungkus"


"Tapi bu, ibu juga harus makan,ibu gak boleh ikutan sakit loh,bapak hanya takut lambung ibu nanti mala kumat, nanti mala bapak ngerawat tiga orang ,ibu, riri,dan cucu kita"


"Masih kenyang pak,tenang saja , " ucapku menenangkan sebab suamiku paling khawatir jika sampai lambungku kumat lagi.


"Bu, riri anak kita tidak mempunyai jaminan kesehatan, namanya tidak terdaftar, sebab riri baru saja pindah kk dan dia belum mengurus jaminan kesehatan" jelas suamiku .


"Terus gimana pak,apa kita hubungi doni saja pak biar kita rembukan enaknya gimana bu"


"Gausah bu, tadi sebelum riri dilakukan tindakan operasi bapak sudah membayar semua biaya riri lunas ,kalau nunggu doni gimana nasib anak kita bu" ucap suamiku sambil tertunduk lesu.


Sedangkan aku hanya mengangguk menanggapi ucapan bapak.

__ADS_1


"Pak,bapak setuju gak kalau ibu memboyong riri dan cucu kita kerumah selepas dari rumah sakit" sambungku mencoba meminta pendapat dari suamiku.


" kalau bapak sih bu setuju kalau riri pulang sama kita,tapi disisi lain riri sudah bersuami bu, jadi lebih baik kita bicarakan nanti sama suami riri,dosa bu mengajak anak kita tanpa ijin dari suaminya" jelas suamiku.


"Tapi pak,ibu gak tega membiarkan riri dan anaknya berada disana, apalagi sekarang sikap keluarga riri yang seperti itu,ini juga bapak tau sendiri sampai saat ini pun doni mala tidak menampakkan batang hidungnya padahal sudah dari tadi kita mengabarinya, terus kalau saat melahirkan saja begini,bagaimana nasib anak kita pak saat dia disana apalagi sama cucu kita"ucapku mengeluarkan semua isi  pikiran yang menggangguku dari tadi.


"Tapi bu,riri sekarang statusnya bersuami bu, kita tidak berhak ikut campur urusan rumah tangganya"


"Bersuami, tapi suami yang gak punya tanggung jawab "ucap ku ketus dengan nada agak tinggi karena aku saat ini sangat jengkel dengan sikap suamiku, sebenarnya yang menjadi anaknya itu riri apa doni sih, dari tadi mala belain doni terus.


"Siapa yang ibu bilang suami tidak bertanggung jawab" terdengar suara bariton yang sontak membuatku dan suamiku segera menoleh kearah sumber suara,


Aku cukup kaget ternyata yang datang adalah doni entah dia dari mana saja kok baru muncul.


" ya kamu lah, siapa lagi coba, sudah tau istri mau melahirkan mala asyik dengan dunianya" ucapku ketus kepada doni, baru kali inilah aku berkata ketus pada menantuku karena bagiku kelakuannya saat itu sudah melewati batas, aku yang dulu sangat bangga pada doni karena dia seorang yang penurut pada orang tua namun saat ini aku sangat membencinya karena dia menjadi penurut sama orang tua mala tidak bisa menggunakan akal sehatnya untuk berfikir apakah ini darurat atau tidak.


"Bu, ibu jangan seperti itulah" bisik suamiku pelan yang membuatku semakin naik pitam.


"Bu, doni minta maaf bu, sebenarnya doni tidak tau jika riri akan melahirkan, apalagi kata keluarga doni jika itu hanya kontraksi palsu dan riri tidak akan melahirkan " ucap doni dengan entengnya membuatku tak habis pikir akan jalan fikiran doni.


"He doni, asal kamu tau ya, gara-gara kamu yang kurang peka terhadap istri, riri dan anakmu hampir saja tidak bisa diselamatkan" ucapku penuh emosi dengan nada naik beberapa oktav.


"Memangnya riri kenapa bu, lagian melahirkan secar pasti juga gak ngerasain sakit bu"


"Gampang juga ya mulutmu berbicara don, kamu gak mikiran gimana nasib riri dan anakmu"


"Bu,memang keadaan riri dan anakku sekarang selamatkan,jadi apalagi yang harus doni lakukan bu, lagian benar kata ibu doni itu semua sebabnya riri yang tidak nurut omongan orang tua saat hamil, dan juga melahirkan secar juga kata ibu gak ngerasain sakit, jadi pasti kedatangan doni disini tidak diperlukan"


"Biadap kamu don, dasar binatang, gak punya otak, urus saja apa kata ibumu, laki-laki kok terus  ngumpet diketiak ibunya " ucap suamiku dengan penuh amarah dan hampir saja dia ingin menampar doni namun diurungkan karena disini kami sadar jika berada dirumah sakit,andai saja saat ini berada dirumah ingin sekali kucincang habis mulut dan otak doni biar berfungsi dengan baik.


"Emang apanya yang salah, benarkan jika saat ini riri dan anakku tidak ada masalah, kenapa kalian mala membawa ibuku dalam semua ini"

__ADS_1


"Terserah kamu don" ucap suamiku menghindari keributan dirumah sakit,dan suamiku langsung menyeret tanganku untuk menjauh dari doni dan doni dibiarkan sendirian berada dilobi rumah sakit, biarlah dia mencari kamar riri sendiri.


..........


__ADS_2