Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Pov Anton


__ADS_3

NamaKu Antonio, semua orang memananggil Anton, Aku berasal dari keluarga yang tidak kekurangan dan tidak kelebihan banyak harta, bisa di bilang berkecukupan, serta Aku adalah anak tunggal, jadi sedari kecil kedua orang tuaku sangat menyayangiku, bahkan walaupun sudah menginjak dewasa mereka masih menganggap diriku adalah anak kecil.


Kedua orang tuaKu memiliki usaha toko sembako grosir di pasar, omset setiap harinya di bilang cukuo besar, sebenarnya keinginan mereka ingin menyekolahkanKu ke jenjang lebih tinggi dan menjadi Dokter sesuai keinginan mereka agar Aku bisa bermanfaat bagi orang lain, namun Aku mala menolak keras permintaan Mereka, sebab Aku merasa diriku ini tidak cocok untuk terjun dalam bidang tersebut dan lebih memilih untuk berternak saja, walaupun awalnya kedua orang tua merasa kecewa tapi apa boleh buat dari pada nanti mala menghabiskan banyak biaya namun Aku tidak niat ya percuma saja buang-buang uang.


Dengan modal uang tabungan dan tambahan dari kedua orang tuaKu, aku memilih untuk berternak sapi untuk di ambil susunya,awalnya hanya dua ekor sapi, karena omsetnya yang lumayan akhirnya selama lima tahun bertambah menjadi 25 ekor sapi.


Tentunya sangat senang, karena selain mendapat keuntungan setiap hari, juga bisa memperkerjakan orang lain.


Hingga pada Akhirnya Aku berkenalan dengan Mila melalui aplikasi jadul di facebook, memanglah anak 90an tentu faham dengan aplikasi ini yang sangat hits di masanya, hingga membuat seseorang lupa untuk pulang saat berada di Warnet.


Pertemuan pertama dengannya membuat diriku langsunh jatuh cinta padanya, Mila tau semua tentang orang tuaKu sebab Mila dan Ibunya adalah sering ke pasar, hingga Aku memutuskan untuk menikahi Mila, walaupun awalnya kedua orang tua sempat tidak merestui karena perihal mulut Bu Lastri yang terkenal julid di kampungnya, tentu saja sangat mudah bagi kedua orang tuaku untuk memantau keluarga Mila dan mencari infomasi dengan detail.


Namun Aku menolak keras saat Mereka ingin menggagalkan rencanaKu untuk menikahi Mila sebab hati ini terlalu dalam menyimpan perasaan untuk Mila.


Selama masa perkenalan hingga pernikahan Mila tidak pernah tau perihal diriku yang mempunyai peternakan sapi, sebenarnya Aku ingin jujur pada dirinya tentang apa saja yang Aku miliki sebab bagiKu milikKu adalah milik Mila juga, namun kedua orang tuaKu menentang keras rencanaKu agar tidak memberi tau Mila, biarlah ini menjadi rahasia, entah apa alasannya Mereka melarang untuk merahasiakan semua ini, tetapi disisi lain Aku juga tidak bisa menolak akhirnya hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Di tahun pertama pernikahan Aku sangat di hormati oleh Ibu Mertua, karena setiap bulan selalu mencukupi kebutuhan sembako, Kami memutuskan untuk menetap di Rumah peninggalan Almarhum Bapak Mila, sesuai wasiat sang Bapak jika nantinya setelah menikah Mila harus menempati rumah yang berada di sebelah Rumah Ibu Mertuanya, walaupun awalnya kedua orang tuaKu sendiri menolak keras sebab di sisi lain Aku adalah anak tunggal dan harus menetap di rumah orangtuaKu.


Namun karena cinta ini yang terlalu dalam akhirnya lebih memilih keputusan Mila untuk menetap di Rumahnya dan Aku berjanji untuk setiap hari selalu mengunjungi kedua orang tuaKu saat ingin mengecek peternakan.


Hingga saat memasuki usia tiga tahun pernikahan musibah menghampiri, Bapak mulai sakit-sakitan, sehingga berdampak pada Toko Sembako menjadi jarang buka dan membuat pelanggan menjadi beli di Toko grosir lainnya.


Saat Mila mengetahui Bapak sakit-sakitan yang membutuhkan banyak sekalo biaya karena tidak bisa di tanggung seluruhnya oleh BPJS serta Toko Sembako yang tutup, serta Aku yang jarang membawa sembako bulanan untuk keluarganya dan uang bulanan selalu telat Aku kasih, membuat Mila berpikir bahwa kedua orang tua dan Aku saat ini berada di pintu kebangkrutan dan Duaaaar dari sinilah sifat Asli keluarga Mila dapat terlihat.


Flash back on


"Loh Kamu ini gimana sih dek,biasanya juga Mas kasih segini" jawabku dengan lembut dan berusaha untuk berpositif thingking, mungkin saat ini Dia sedang kelelahan.


"Iya memang biasanya juga cuma segini, tapi saat ini kita beda Mas ,Kita gak punya bahan pokok di Dapur"


"Ya mau bagaimana lagi Dek, memang sekarang juga keadaan Mas seperti ini, dan Kamu juga tau sendirk kalau sekarang warung sembako juga tutup karena Bapak sedang sakit"

__ADS_1


"Ya tambahinlah Mas, sudah tau gak di kasih bahan pokok mala sekarang tidak di tambahi jatah bulanannya"ucap Mila saat ini membuat Anton semakin tidak yakin jika ternyata sifat istrinya seperti itu, padahal baru kali pertama saat ini Dia tidak memberi jatah sembako sebab Toko tutup dan Anton juga tidak bisa mengambil seenaknya tanpa sepengatahuan orang tuannya, namun sikap Mila langsung berubah seratus delapan puluh derajat seolah Dia tidak menafkahinya sama sekali.


Sehingga saat ini juga Anton berinisiatif untuk menyelidiki sifat Asli istrinya saat Dia memotong sedikit jatah bulanan.


"Untuk sementara waktu ini Kamu cukup-cukupin ya Dek, sebab untuk saat ini Mas sedang memerlukan banyak biaya untuk pengobatan Bapak jadi Mas tolong Kamu hemat dulu, Kalau kurang Kamu pake dulu uang tabungan Kamu, pastinya Kamu memiliki banyak uang tabungan, karena selama ini juga kebutuhan pokok dan pribadi Kamu pun juga sudah Mas penuhi jadi gpastinya Kamu sedikit banyak memiliki banyak tabungan"


"Tabungan mana, Aku sama sekali gak punya tabungan, ooh jadi selama ini Kamu gak ikhlas Mas nafkahin Aku, sekarang mala Kamu ungkit-ungkit, asal Kamu tau kalau Aku sama sekali tidak memiliki tabungan, jangankan tabungan, untuk keperluan belanjaku saja kurang" ucap Mila dengan ketus.


"Ya sudah kalau memang Kamu selama ini tidak mempunyai tabungan, tapi saat ini Mas beneran Mohon sama Kamu untuk mengatur uang segini dengan sebaik mungkin"


"Ya mau di usahan seperti apa lagi kalau gak bisa ya gak bisa" jawab Mila sambil berlalu dari Anton.


Padahal Anton memberinya satu bulan sekitar limah juta dan semua kebutuhan pokok sudah Anton penuhi untuk Rumahnya dan Rumah Ibu Mertuanya, namun baru kali ini Anton tidak memberinya sembako mala kena omel dan ketahuan juga sifat asli Mila,begitu pula dengan kelakuan Bu lastri, Dia berubah sinis dan sering menyindir Anton saat Dia tidak bisa lagi memberi jatah sembako. Dari sini bisa di lihat kalau ada uang Abang Aku sayang.


Dari sinilah Anton bisa mengerti kenapa selama ini Dia di tolak keras untuk memberi tau mila perihal peternakan.

__ADS_1


Flash back off


__ADS_2