Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 11 : Fashion Show


__ADS_3

Di kelas yang hanya berisi 16 siswa dengan dibimbing 1 wali kelas tidak terlalu memberatkan. Dengan fasilitas yang begitu mamadai, bahkan setiap bangku untuk 1 orang dan tidak bergabungan.


Kali ini kelas itu tengah sibuk memilih calon perwakilan fashion show. Dhafin dan Izyla yang baru tiba disana tidak tahu apapun dan bertanya dengan sekitar.


"Hey, Izyla datang guys," Kata seorang ketua kelas dengan semangat.


"Apa nih?" Tanya Izyla bingung ketika ditarik oleh para gadis-gadis.


"Ini hukuman lo karena telat," Jelas ketua kelas itu.


"Ini kenapa sih? Gue bingung?" Tanya Dhafin yang sudah duduk dibeĺakang Izyla.


"Gini lho, gue lupa seminggu yang lalu tuh ada pengumuman lomba fashion show dan setiap kelas perwakilan satu. Dan itu harus cewek," Jelasnya yang mendapat anggukan mengerti dari Dhafin.


"Kalau gitu," Kata Izyla terhenti dan berjalan menuju loker belakang. "Gue nyumbang baju buat fashion show aja." Tunjuk Izyla dengan membawa sebuah tas kertas berisi satu set baju dan sebuah jaket yang pernah diberikan Kenta beberapa hari yang lalu.


Dibukalah isi tas itu dan dicoba setiap gadis-gadis disana. Kebesaran dan kekecilan, itulah yang dirasakan teman sekelas Izyla ketika mencoba baju itu.


"Udah, yang jadi perwakilan lo aja deh."


"Gue juga setuju."


Ditariklah Izyla ke ruang ganti untuk di make up oleh temannya yang berada tepat disebelah kelas Izyla.


"Bentar." tahan Dhafin "Sejak kapan gue ngijinin lo dandan?" Tanya Dhafin kepada Izyla dengan serius. Mendengar pertanyaan itu teman sekelaspun merayu agar Dhafin memperbolehkan Izyla menjadi perwakilan.


"Emang lo mau?" tanya Dhafin kemudian setelah berpikir beberapa saat.

__ADS_1


"Ya gak papa. Kan nolongin temen sekelas dapet pahala," Jelas Izyla polosnya.


"Yaudah deh. Eits dengan satu syarat. Dandanin aja yang jelek," Kata Dhafin berlalu yang langsung mendapat lemparan box tisu dikepalanya.


"Kalau gak mau ya jangan dilakuin," jelas Dhafin yang seketika membuat Izyla tertantang dan segera berganti pakaian.


15 menit make up natural selesai dengan polesan yang dilakukan Naina diwajah putih Izyla membuat gadis polos itu begitu cantik. Rambut yang diikat satu menyisakan poni disamping membuat teman-teman sekelas Izyla terkagum-kagum.


Sedangkan dalam pakaian, bisa dibilang itu terlalu ketat hingga Izyla memakai sebuah jaket hitam yang merupakan satu setel untuk menutupi tubuhnya yang terlalu terbuka. Tak lupa rok jeans pendek diatas lutut. Sederhana tapi sempurna.



Mereka yang semula tidak tertarik dengan gadis itu seketika memuji-muji kecantikan terpendam Izyla. Dhafin tiba beberapa saat kemudian dan mendapati Izyla yang tengah di kerumuni banyak orang.


"Kalau begini pasti kelas kita yang menang," Kata ketua kelas dengan antusias.


"Apa maksud lo?" Tanya Naina yang sudah susah payah mendadani Izyla.


"Gue tadi suruh apa? Gue suruh dandani yang jelek. Kalau kek gini gue ubah lah," Jelas Dhafin.


"Gue cuman moles dikit doang. Wajahnya Zyla aja yang udah cantik jadi tambah cantik lagi," Jelas Naina tak mau kalah.


"Whatever! Intinya gue gak ngijinin. Ayo pergi," Ajak Dhafin sambil menarik adiknya itu.


"Lo mau ajak dia kemana woi?"


"Bolos! Absenin ya." Pamit Dhafin kepada teman sekelasnya.

__ADS_1


***


Menuju satu gedung ke gedung lain. Hingga berakhir di belakang sekolah. Disisi lain ketua geng 4 most wanted yang baru saja berpapasan dengan sepasang kakak beradik itu menghentikan langkahnya. Matanya mengikuti kemana arah mereka pergi.


"Gue cabut duluan," kata Kenta dan berbalik arah.


Memberi jarak antara Dhafin dan Izyla, kini ia tengah memperhatikan gadis itu dengan seksama.


"Izyla?" Gumam Kenta yang dapat didengar mereka berdua. Secara otomatis Izyla kembali di dekap oleh Dhafin kembali.


"Mau apa lo kesini? Jangan macem-macem!" Tanya sekaligus ancam Dhafin.


Mendengar pertanyaan itu membuat Kenta berpikir sejenak. Gengsi yang melambung tinggi tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia mengikuti gadis kekanak-kanakan itu. Karena baginya setiao cewek akan mengejarnya bukan dia.


"Ngasih jawaban sama tuh." Tunjuk Izyla.


"Jawaban apa kak?" Tanya Izyla kebingungan.


"Teman."


"Oh iya, jadi kakak mau?"


"Panggil aja Kenta. Gue masih muda."


"Ya, jadi kenta mau?" Tanya Izyla berbinar-binar.


"Enggak." Dan berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


Kayaknya ada yang aneh dari mereka, batin Kenta disela perjalanannya.


__ADS_2