Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 25 : Pendekatan (2)


__ADS_3

Bel berbunyi menandakan waktu istirahat tiba. Bersama Naina dan teman perempuan lainnya, Izyla berjalan menuruni tangga berniat menuju kantin. Tinggal beberapa langkah mereka sampai di sebuah kantin yang ramai dengan para siswa-siswi SMA BRIZY. Namun belum sempat masuk, tiba-tiba seorang pemuda menghalangi jalan Izyla.


"Kaki lo gak papa?" Tanya pemuda itu yang tak lain adalah Kenta. Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Izyla kebingungan. Tak hanya Izyla, Naina dan teman yang lain pun ikut heran dan bertanya mengenai kaki Izyla.


"Kaki gue? Emang kaki gue kenapa?" Tanya Izyla balik kepada Kenta.


"Bisa jalan?"


"Ya bisalah. Nih." Sambil mondar-mandir di tempat itu.


"Yaudah ayo!" Kata Kenta sambil menggandeng tangan Izyla.


"Hah?" Seketika Izyla memberontak meminta dilepaskan tangannya oleh Kenta. Karena genggaman itu semakin kuat sebuah ide muncul dalam pikirannya.


Digigitlah tangan Kenta dengan begitu kuat hingga menampakkan bekas yang ditimbulkan Izyla. Begitu menyakitkan seketika Kenta melepas tangan Izyla yang digunakan kabur oleh gadis itu. Tidak cepat menyerah Kenta mengejar gadis itu dan segeralah digendong ala bridal style menyelusuri lorong dari lorong. Mendapat perlakuan seperti itu oleh lawan jenis membuat jantung Izyla serasa ingin lepas dari asalnya. Sedetik kemudia ia tersadar dan memberontak minta diturunkan namun tidak digubris oleh pemuda itu.


"Masuk," kata Kenta sambil membuka pintu mobil.


"Kok mobil? Bukannya disekolah dilarang memakai mobil?" Tanya Izyla dengan polosnya.


"Khusus orang tampan diperbolehkan," jawab Kenta penuh keangkuhan.


"Kita mau kemana?"


"Kita? Udah beda panggilannya?" Goda Kenta.


"Astagfirullah, maaf. Gue kalau sama orang belum dikenal otomatis jadi formal," jelas Izyla.

__ADS_1


"Belum dikenal dari hongkong? Udah 1 tahun woiii." Sambil menunjukkan jari telunjuknya mengisyaratkan satu tahun.


"Tapi kan sebatas orang yang baru kenal, bukan teman." Jedanya. "Ini nanti gue gak dihukum kan?" Tanya Izyla ragu-ragu. "Kata Dhafin lo juga pemilik SMA BRIZY jadi nanti kita gak di hukum kan?"


"Kalau gue mah gak bakal dihukum. Tapi kalau lo dihukumlah," goda Kenta yang membuat gadis itu merengek untuk dipulangkan.


"Nanti mama sama papa bakal hukum aku kalau tahu aku bolos," kata Izyla yang tanpa sadar air matamya menetes. Melihat gadis itu menangis seketika Kenta mengesampingkan mobilnya untuk berhenti.


"Gue bercanda Zyl, sorry ya," sambil berniat untuk mengusap air mata gadis itu namun ia urungkan karena dia tahu bahwa Izyla gadis baik-baik yang tidak terlalu suka dipenggang oleh sembarang orang.


***


Diajaklah ke sebuah restoran bintang 5 karena sedari tadi perut Izyla meminta jatah siang hari yang belum diisi.


"Mau pesan apa tuan?" Tanya seorang pelayan dengan ramah.


****** mana tulisannya bahasa inggris semua lagi, batin Izyla.


"Sutt," panggil pelan Izyla kepada Kenta yang untungnya Kenta mendengar. "Ini air putih yang disediain gratis kan?"


"Iya."


"Yaudah aku minumnya cukup air putih aja sama nasi goreng," kata Izyla pelan takut didengan pelayannya.


"Gila apa?! Cepet pesen yang bener!"


"Anu mas... nasi goreng 1," kata Izyla dengan kikuk.

__ADS_1


"Minumnya nona?"


"Gak usah mas,-"


"Milkshake coklat." Saut Kenta kemudian.


"Gila apa? Direstoran ini mahal Kent, emang lo punya uang apa? Eh sorry, maksud gue ini boros banget. Mana menunya pake inggris lagi, apa karena itu harganya jadi malah. Jasa nge-translate."


"Udah diem aja, kasihan tuh perut kehabisan energi."


"Terserahlah, tapi aku ingetin ya! Jangan boros kasihan orang tua yang cari uang, dia  susah payah malah anaknya ngeboros-borosin," kata Izyka sebelum pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian makanan tiba bertepatan Izyka yang juga tiba disana.


"Coklat." Girang Izyla mendekati tempat mereka.


"Kasihan cowoknya, udah cakep tajir malah dapet cewek culun, matrek lagi." Komentar para gadis yang bisa dibilang dari golongan ke atas yang juga berada disana.


Belum sempat melahap roti coklat yang dipesan diam-diam oleh Kenta untuk Izyla, gadis itupun memberhentikan aktivitasnya dan hanya merunduk. Ia peka bahwa yang disindir itu dirinya. Tapi dalam hatinya ia sama sekali tidak pernah berniat untuk memanfaatkan Kenta, malah dia juga merasa tidak enak hati ketika Kenta mengajak dirinya pergi. Yang bisa dibilang perbandingannya antara kutub utara dengan kutub selatan dalam hal ekonomi.


"Uang gue ya uangnya, iya kan calon istriku," kata Kenta yang sudah berada disamping Izyla sambil merangkul gadis itu.


"Kent please jangan gini, gue gak mau image lo turun gara-gara gue," bisik Izyla.


"Makanya rambut tuh jangan dikucir kek gini, culun tauk. Besok kalau gue ajak lagi dandan yang cantik ya."


"Gak bisa, udah janji ma Dhafin."

__ADS_1


__ADS_2