
Tentang rahasia dibalik sebuah kejadian
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
"Izyla sini," kata Naina teman sekelasnya ketika melihat Izyla dan Dhafin baru saja tiba di kelas.
"Ada apa?" tanya Izyla mendekat karena penasaran.
"Tadi pagi, salah satu most wanted sekolah kita, kak Anant dihajar sama pemilik sekolah sebelah."
"Hah? Kok bisa?" tanya Izyla dengan terkejut.
"Aku denger sih karena kak Anant sombong. Disapa bukannya jawab malah ninggalin. Malu sapaan gak dibalas terus dihajar deh," jelas Naina.
"Hajar-hajaran bagi para cowok tuh udah biasa woi. Kalian para gadis jangan ngebesar-besarin deh." komen Dhafin dibelakang para cewek-cewek yang bergosip.
"Diem aja lo," gerutu Izyla sambil memukul lengan Dhafin.
"Tapi aku denger-denger ya. Kak Anant tuh emang sombong, julukannya aja pangeran es. Kan berhati dingin. Coba deh kalian sapa, gak bakal ada yang dibalas," kata teman sebangku Naina.
"Tapi mungkin saja memang sifatnya gitu. Cool, irit ngomong." bela Izyla dengan memberikan pikiran positifnya.
"Iya juga sih. Sama sahabatnya aja juga irit. Tapi walaupun gitu gue tetep suka. Misterius," kata Naina dengan malu-malu.
"Gue juga," gumam Izyla dengan pelan.
"Hah? Kek gitu disukai? Mendingan gue lah," kata Dhafin membanggakan dirinya.
"Eh iya... Bener," gumam teman sebangku Naina dengan malu-malu yang membuat Izyla dan Naina melototi temannya yang sudah jatuh hati dengan Dhafin.
***
Berlari dari koridor ke koridor untuk mencari kelas XII IPA 1 yang berada dilantai paling atas-lantai 5. Kini Izyla merasa kelelahan setelah menaiki tangga berulang kali. Sampai di lantai 5 ia melihat sekeliling yang begitu ramai dengan para kakak kelas yang bermain kejar-kejaran seperti anak kecil hingga tanpa sengaja menyenggol Izyla yang membuat gadis itu terdorong kebelakang. Dan sudah dipastikan dia kan jatuh turun ke tangga yang baru saja ia naiki.
Tidak terasa sakit atau menyentuh lantai. Ia membuka mata perlahan. Terlihatlah seorang pemuda yang baru saja menangkapnya. Ia tersenyum begitu ramah menyapa Izyla.
__ADS_1
"Kamu gak papa?" tanya Kastela sambil menegakkan Izyla.
"Ah iya kak gak papa. Makasih." sambil sedikit membungkuk.
"Yaudah kalau gitu kakak tinggal ya."
"Bentar kak. Boleh tanya, kelas XII IPA 1 mana ya kak?"
"Sini ikut aku." tarik Kastela, namun sebelum sampai ditempat, tiba-tiba ia merasa kebelet.
"Aduh, kakak anter sampai sini aja ya. Soalnya udah kebelet nih gak bisa nahan. Kamu tinggal lurus aja. Kelasnya paling ujung kok."
"Oh ya kak makasih."
Berjalan dengan hati berdebar, membuat keringatnya terus mengalir. Tepat ketika 13 langkah lagi menuju XII IPA 1 keluarlah Anant dan seorang gadis cantik menuju balkon depan kelas. Entah apa yang mereka katakan Izyla tidak begitu mendengar. Hatinya sesak melihat pemandangan itu . Niat awal untuk menanyai kejadian tadi pagi ia urungkan dan berbalik kembali menuju kelasnya.
"Nant, besok lusa ada pesta dirumah gue. Lo dateng ya sama sahabat lo juga gak papa," ajak seorang gadis cantik seperantaranya.
"Sorry, gue gak bisa dateng. Lagi sibuk soalnya. Tapi kalau mau undang yang lain silahkan." dan berlalu meninggalkan gadis cantik itu.
***
"Woi sukijah! Diem mulu lo, cerewet kek." perintah Dhafin.
"Diem lo paijo! Gue lagi kagak mood."
Sesampainya di depan rumah, seketika disambut hangat oleh pelukan Akio yang segera berlari menuju Izyla.
"Buat abang mana?" tanya Dhafin yang juga iri.
"Bang Apin nakal. Kio mau tidul disini sama kak Isi." yang dimaksud adalah Izyla karena masih cadel dalam pelafalan.
"Abang sendiri dong." dengan ekspresi mewek.
"Kacian... Wekk." sambil menjulurkan lidah kecilnya.
__ADS_1
"Ya udah Kio tidur sama kak Izy ya malam ini." Ulang Izyla sambil menggendong jagoan kecil itu.
"Ngikut dong."
"Bawa makanan tapi. Sekalian mau marathon film."
"Siap bosqu." sambil menggerakkan tangan layaknya orang hormat dengan bendera merah putih.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Izylapun menggendong Akio menuju kamarnya. Berniat membuat tidur Akio sambil berdongeng tentang kancil.
Disisi lain, Dhafin yang bersiap menuju kamar Izyla sambil membawa beberapa cemilan kesukaan Izyla terhenti ketika dipanggil oleh Ryan.
"Masih aman kok pa. Gak usah khawatir. Selama ada Dhafin, Izyla aman kok."
"Makasih ya nak. Dan info tentang mereka? "
"Selama Dhafin disana tidak ada sesuatu yang mencurigakan pa. Tapi takdir malah mempertemukan Izyla dengan orang itu pa."
"Mungkin Allah sudah menakdirkan yang terbaik nak. Kita tunggu saja."
"Tunggu apa?" tanya Izyla yang sudah ada disana.
"Sejak kapan lo disitu?" tanya Dhafin terkejut dan mencoba untuk serileks mungkin
"Baru aja sih. Niatnya mau datengin lo karena kelamaan. Tapi tadi gue denger nunggu sesuatu. Apa tuh?"
"Gak ada, ayo naik lagi." dorong Dhafin
Di desain seperti sebuah tenda kecil di dalam kamar Izyla sambil menjaga Akio yang sudah terlelap dalam tidurnya di ranjang Izyla.
Mereka berawal melihat film fantasy kesukaan Izyla. Yaitu Vampire, Dia itu cukup unik, polos dan kekanak-kanakan ketika ditanya alasan menyukai vampire oleh Dhafin. Jawabannya adalah, vampire itu romantis, seperti yang di gambarkan di film twilight memiliki kekuatan cepatnya hingga dapat mengajak kekasihnya ketempat yang dia suka. Dingin dan misterius yang dapat meluluhkan Izyla dan yang terpenting adalah setia. Vampire itu identik setia walaupun hidupnya abadi dia akan tetap menunggu reinkarnasi kekasihnya. Dan dia akan mencintai terlebih dulu serta memberikan perhatian penuh kepada pejuaan hatinya. Apalagi kalau di anime digambarkan begitu tampan dan cool. Menambah point plus tersendiri
"Ngimpi lo! Yang ada lo di gigit karena minum darah lo. Belum sempat romantis-romantisan lonya udah mati duluan." Greget Dhafin.
__ADS_1