Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 35 : END


__ADS_3

Diatas gondola dengan dihiasi lampu malam yang terlihat indah begitu membuat kagum Izyla. Berniat mengajak Kenta kesini agar dia terkesan namun malah sebaliknya. Dia sendiri yang menikmati dan Kenta hanya memandangi gadis itu.


"Zyl," panggil kenta.


"Hmm," balas Izyla tanpa memandangi Kenta.


"Gak ngucapin gitu?"


"Ngucapin apa?"


"Ulang tahun."


"Gak, eh belum deng," kata Izyla setelah melirik jam tangannya.


"Kok?"


"Kok, kok, kok ya gitu."


"Terserah kamu lah." Kesal Kenta yang tidak dihiraukan oleh Izyla yang masih terkagum dengan keindahan malam itu.


Trililinggg


Suara alarm berbunyi dari ponsel Izyla. Izyla yang masih fokus dengan pemandangan seketika tersadar dan langsung memeluk Kenta yang membuat pemuda itu terkejut.


"Selamat ulang tahun my baby," kata Izyla sambil tersenyum.


"Hah?"


"Tepat jam 18.45 kamu lahir, dan aku ngucapin di waktu yang tepat. Bisa disimpulkan bahwa aku yang ngucapin pertama kali. Yang jam 00.00 gak dianggep, kan kamu belum lahir." Cengir Izyla yang seketika itu mendapat balasan pelukan dari Kenta setelah mendengar penjelasan gadis itu.


"I love you."


"Hah?"


"Aku punya hadiah," kata Kenta sambil merogoh sakunya.


"Kamu yang ulta kok malah ngasih aku hadiah sih. Kebalik."


"Gak papa. Hadiah setelah aku lahir itu ya kamu." Sambil berjongkok di depan Izyla yang tengah duduk di depan Kenta.


"Kamu mau gak jadi ibu dari anak-anak kita? Mau gak jadi seorang yang pertama kali aku lihat ketika bangun tidur? Mau gak jadi istri yang akan menyempurnakan agama untuk suaminya?"


"Aku gak bisa masak."

__ADS_1


"Biar aku yang masakin."


"Aku ceroboh."


"Di rumah malah jadi seru. Lihat tingkahmu jadi bikin berwarna."


"Jezz, gombal. Tapi aku selalu nyusahin kamu."


"Tugasku emang harus ngelindungi kamu. Gimana? Will you marry me?"


"Gimana ya? Tanya mama dulu aja," jawab Izyla dengan ragu.


"Astaga, aku tuh mau nikahin kamu bukan mamamu."


"Iya aku tau. Kalau mama sama papa setuju aku juga mau," jelas Izyla malu-malu.


"Gitu? Yaudah ayo pulang."


***


Ke esokan harinya, Izyla diajak Kenta kesebuah acara pernikahan temannya. Dengan memakai drees krem serta makhota kecil sebagai hiasan, sedangkan Kenta, ia hanya memakai jas ungu muda dilengkapi celana putih.


Berada di pojok ruangan sambil bergurau canda hingga tidak fokus dengan acara. Karena terlalu asik main sendiri tanpa sadar seseorang menepuk pundaknya.


"Kok lo?" Tanya Kenta sambil menggendong adiknya itu.


"Gue kan juga diundang. Karena gue gak mau sendiri yaudah gue ajak Ara," jelas Anant.


"Ealah ganggu aja lo," gerutu Kenta.


"Sini ikut kakak," tawar Izyla yang langsung diberi respon oleh Defara. "Jalan-jalan yuk."


"Eh buset, akunya malah ditinggal."


"Ini juga udah ditemenin."


"Enggak! Kalian malah main sendiri. Udah temenin aku disini!" Perintah Kenta sambil menarik Izyla duduk disebelahnya.


Foto bersama dimulai, sekarang giliran Izyla dan Kenta. Mengucapkan selamat atas pernikaha mereka dan saling puji memuji antara 2 gadis itu.


"Kamu cantik," puji Izyla blak-blakan.


"Kamu juga," balas pengantin wanita itu yang membuat Izyla malu-malu.

__ADS_1


"Sudah tuan putri puji-pujinya. Ayo turun, kasian yang lain." Sambil menuntun Izyla turun dari tangga.


"Bener ya, katanya kalau ada pernikahan itu mempelai wanita adalah wanita tercantiknya. Dan aku baru mempercayainya," jelas Izyla.


"Emang mau jadi wanita tercantik?" Tanya Kenta.


"Ya maulah."


"Yaudah ikut aku."


Sesampai disebuah studio Kenta menyuruh Izyla berganti baju. Tak terkecuali Kentapun melakukannya disebelah bilik Izyla.


Cekrekk


Sebuah foto tercetak di kamera fotografer. Dengan senyum bahagia terukir di bibir mereka tiba-tiba Anant yang sedari tadi mengikuti mereka segera menghubungi beberapa keluarga.


Tanpa memakan banyak waktu, 3 keluargapun tiba disana. Keluarga Izyla, Dhafin, Kenta dan tak lupa Leo pun tiba distudio itu. Izyla dan Kenta yang masih menikmati waktu bersamapun akhirnya kaget ketika mereka juga ada disana.


Dengan disaksikan banyak orang, secara resmi Kenta melamar Izyla. Mendapat restu oleh orangtuanya Izylapun mengiyakan lamaran itu. Dipasangkanlah sebuah cincin di jari manis Izyla. Dengan hati yang sudah berani ia pun mencium pucuk kepala gadis itu. Begitu lama dan lembut.


"Bolehkah aku..." tanya Kenta meminta ijin.


"Apa?"


"Itu.. anu..."


"Kiss.."


"Kan baru aja," jawab Izyla dengan malu-malu.


"Bukan, maksudku yang itu."


"Nooo," kata Dhafin dan Anant serentak yang langsung mengetahui pikiran Kenta.


"Belum muhrim," jelas Dhafin


"Enak aja main samber adek orang," gerutu Anant sambil menarik Izyla di belakangnya seolah melindungi adik kecilnya itu.


"Eh dia udah jadi istri gue," gerutu Kenta


"Masih calon woii."


"Yaudah nikah sekarang aja gimana?" Tanya Kenta sambil bercanda yang dilanjutkan perkelahian antara 3 pemuda itu yang membuat beberapa keluarga tertawa bersama melihat kejadian antara 4 remaja dengan berakhir berpelukan tak lupa Defara dan Akio yang ikut mereka.

__ADS_1


END


__ADS_2